Gadget Promotions

Wednesday, September 30, 2015

Doogee Homtom Series, Rangkaian Smartphone Berbaterai Jumbo (Preview - GearBest.com)


Vendor smartphone asal Tiongkok nampaknya tak kunjung berhenti membuat gebrakan. Mereka bermain dengan harga yang sangat terjangkau untuk sebuah smartphone dengan value yang tinggi, sebut saja misalkan RAM besar, OS paling update, dan hasil kamera memukau. Lalu, apakah inovasi yang selanjutnya dihadirkan untuk merebut pasar pengguna smartphone yang meskipun sudah cukup jenuh tapi masih sangat potensial ini?

Jawabannya ada pada dua buah smartphone yang baru saja diluncurkan oleh salah satu produsen smartphone asal Tiongkok yang dikenal cukup banyak berinovasi ini, Doogee. Ya, jika Anda membaca artikel saya sebelumnya mengenai salah satu produk smartphone unggulan Doogee, pastilah Anda tahu bahwa produk yang dirilis Doogee bukan sesuatu yang hanya ikut-ikutan saja sebagaimana paradigma yang berkembang terhadap smartphone asal Tiongkok.

Dua buah smartphone yang saya bahas kali ini, jika dilihat spesifikasi dapur pacunya mungkin tidak akan membuat Anda tercengang. Spesifikasi serupa memang sudah dapat kita temukan pada smartphone lainnya, kecuali yang satu ini: kapasitas baterai.

Adalah Doogee Homtom HT5 dan Doogee Homtom HT6 yang dikedepankan oleh vendor smartphone ini untuk menembus peta persaingan di pasar smartphone di Tiongkok sana. Anda tentu takkan menganggap istimewa apabila sebuah smartphone ditenagai oleh Processor Mediatek MTK 6735 Quadcore 1.0 GHz, dengan OS Android Lollipop 5.1, serta Layar HD dan ROM sebesar 16 GB. Tapi apakah Anda sanggup menahan untuk tidak tercengang jika saya sebutkan bahwa salah satu dari smartphone tersebut membawa baterai yang kapasitasnya mencapai 6.250 mAh?









Ya, pada Doogee Homtom HT6 yang dibandrol sedikit lebih mahal di harga $139.99 memang disertakan baterai sebesar 6.250 mAh, sementara pada Doogee Homtom HT5 yang berbandrol $119.99 saja baterainya sudah berkapasitas sebesat 4.250 mAh. Super, super, super besar! Kapasitas baterai yang besar pastinya akan menimbulkan pertanyaan susulan, apakah membuat kedua smartphone ini menjadi super tebal juga? Untungnya jawabannya tidak. Kedua smartphone ini mempunyai ketebalan yang identik yaitu hanya sekitar satu centimeter saja, itupun bila diukur ketebalan pada titik paling tebalnya. Desain bagian belakang kedua smartphone ini dibuat ergonomis dengan pinggiran yang tipis dan menebal pada bagian tengah, mengikuti bentuk telapak tangan kita saat menggenggamnya. Ini saya suka, seperti pada smartphone keluaran Motorola yang menjadi favorit saya karena keergonomisannya, Moto G dan Moto X.




Perbedaan lain hanya terletak pada ukuran layar, sisanya menggunakan spesifikasi yang sama dengan kelebihan yang ditawarkan nilainya masih melampaui harga jualnya.

Secara umum, kedua smartphone ini mempunyai jeroan yang serupa. Perbedaan mendasar selain kapasitas baterai hanyalah pada ukuran layar yang digunakan saja. Spesifikasi, fitur, dan kelebihan lainnya yang ditawarkan, menurut saya mampu mengimbangi bahkan melebihi harga jualnya. Kedua smartphone ini membawa spesifikasi terbaru yang juga dibawa pada smartphone Tiongkok lain pada level harga yang sama. Smartphone merk Tiongkok biasanya mempunyai spesifikasi dan value yang lebih baik apabila dibandingkan dengan merk global pada rentang harga yang setara.

Spesifikasi yang perlu kita sorot antara lain:

  • Sudah mendukung jaringan 4G FDD-LTE
  • ROM besar di 16 GB, dan masih dapat ditambah menggunakan memori eksternal hingga 32 GB
  • Kehadiran dual-sim
  • Bluetooth versi 4.0
  • OS Android Lollipop 5.1
  • Sensor kamera Sony
  • Gorilla Glass generasi terbaru


Berikut adalah perbedaan dasar antara Doogee Homtom HT5 dan Doogee Homtom HT6:

  • Spesifikasi
    • Layar: 5 inch HD vs 5.5 inch HD
    • RAM: 1 GB vs 2 GB
    • Baterai: 4.250 mAh vs 6.250 mAh
    • LED Flash: Single LED vs Dual LED
  • Desain
    • Backcover berbahan kayu vs tekstur brushed metal
    • Dimensi: 
      • Doogee Homtom HT5: 14,3 cm (panjang) x 7 cm (lebar) x 0,98 cm (tebal)
      • Doogee Homtom HT6: 15,38 cm (panjang) x 7,7 cm (lebar) x 0,99 cm (tebal)
  • Harga
    • $119.99 vs $139.99


Bagi Anda yang membutuhkan smartphone kedua atau cadangan yang bisa diandalkan dalam urusan ketahanan daya baterainya, kedua smartphone ini tentunya bisa jadi pilihan yang tepat. Anda bisa mendapatkan keduanya di GearBest.com.

Tertarik memilikinya? Saat ini ada promo menarik dari GearBest.com, gunakan kode coupon berikut:
  • Doogee Homtom HT5 > coupon: HT5GB - $106.99
  • Doogee Homtom HT6 > coupon: HT6GB - $125.99


Kode coupon dapat dimasukkan saat pembayaran transaksi di:



Review Zeblaze Crystal Smartwatch, si Cantik dengan Sensor Lengkap


Setelah menginap semalam di rumah orang dan dibuka kemasannya oleh orang tersebut, akhirnya smartwatch ini sampai juga ke tangan saya. Masalah dalam pengirimannya via DHL saya tulis di artikel lain ya. Anda bisa membacanya nanti di sini.



Kemasan Zeblaze Crystal Smartwatch ini lebih seperti kemasan jam tangan biasa daripada kemasan sebuah gadget canggih.




Isi dalam kemasan, antara lain: smartwatch, buku manual, konektor pengisian daya. Tidak ada charger yang disertakan.


Desain Zeblaze Crystal Smartwatch cantik. Tak ada kesan murahan saat dikenakan pada pergelangan tangan, karena dari segi harga juga memang tak bisa dibilang murah sih. Tali jam atau strap bawaannya tidak bisa dibilang istimewa, namun juga jauh dari kata mengecewakan. Asyiknya, strap Zeblaze Crystal Smartwatch dapat diganti dengan tali jam biasa. Karena tidak terdapat perangkat apa-apa pada talinya, Anda dapat membawanya ke tukang jam untuk memilih tali jam yang lebih sesuai untuk Anda.



Tampilan antarmuka Zeblaze Crystal Smartwatch cukup menarik dan intuitif, nampaknya yang digunakan bukanlah Android Wear melainkan Saturn OS yang lumrah ditemui pada smartwatch pabrikan Tiongkok. Sentuh icon dan menu untuk memilih, sapu layar dari kiri ke kanan untuk kembali ke tampilan layar sebelumnya.

Zeblaze Crystal Smartwatch sudah dilengkapi sensor detak jantung, sehingga kita bisa memantau kondisi badan kita, saat digunakan berolahraga atau jogging misalnya.

Dalam pemakaian saya, Zeblaze Crystal Smartwatch mampu bertahan selama dua hari dua malam dalam satu kali pengisian daya. Proses pengisian dayanya sendiri memakan waktu satu jam, dan dapat dilakukan dengan charger smartphone Anda yang memiliki ujung konektor micro USB. Pada paket penjualannya, Zeblaze Crystal Smartwatch menyediakan sebuah alat penghubung guna melakukan pengisian daya.



Fitur unggulan yang paling saya suka adalah camera remote shutter, viewfinder dari bidikan smartphone kita dapat dimunculkan di layar Zeblaze Crystal Smartwatch, cocok buat iseng ha.. ha..

Lebih lengkap soal fitur dan menu yang ada pada Zeblaze Crystal Smartwatch dapat Anda saksikan langsung pada video yang sudah saya unggah ke Youtube ini ya.







Kesimpulan saya, pada rentang harga yang ditawarkan, smartwatch ini menawarkan nilai lebih. Anda yang membutuhkan smartwatch yang sudah dilengkapi sensor detak jantung dengan harga yang lebih terjangkau, Zeblaze Crystal Smartwatch cocok untuk Anda koleksi.


Sayangnya produk ini nampak belum tersedia di pasaran Indonesia, bagi Anda yang mempunyai kartu kredit atau akun PayPal maka Anda dapat memesannya langsung di GearBest.com melalui link berikut ini:

Monday, September 28, 2015

Piramid Online, Setitik Nila di Belanga Susu Lazada


Sekitar dua minggu lalu, di Lazada sedang ramai-ramainya bertebaran hujan voucher diskon. Sebagai seorang konsumen oportunis, saya tak luput dari khilaf, memanfaatkan diskon-diskon ini, dengan harapan bisa mendapatkan gadget yang selama ini diimpikan namun belum kunjung nyata akibat halangan dana. He.. He..

Menyasar BlackBerry Q10 yang Harganya Terjun Bebas

Bidikan kali ini saya arahkan kepada perangkat dengan keypad fisik yang nyaman. Belakangan ini saya sering merasa kesulitan mencari waktu untuk menulis, padahal banyak sekali yang ingin saya tuangkan di blog ini, entah itu pengalaman saya bertualang di ranah e-commerce dan layanan konsumen online, maupun kabar-kabar bahagia seputar dunia gadget.

Perangkat Blackberry nampaknya masih berada di lini depan untuk soal smartphone berkeypad fisik. Hanya saja tak mungkin saya membeli perangkat dengan BlackBerry OS 7 ke bawah, paket BIS tidak ada yang bersahabat dengan kantong. Jatuhlah pilihan saya pada BlackBerry Q10 dengan harga termurah sebelum diskon di Lazada sebesar Rp 1,9 jutaan.

Pada Halaman Handphone dan Tablet, Terpampang Piramid Online dalam Program Promo Rekomendasi Seller

Saat saya mengunjungi Lazada dan masuk ke halaman Handphone dan Tablet, sebuah space terisi oleh program promosi Merchant atau Seller (istilah Lazada: supplier). Waktu itu Merchant yang kebagian dipromosikan adalah Piramid Online. Kebetulan Merchant ini menjual BlackBerry Q10 yang sedang saya buru dengan harga Rp 1,9 jutaan juga.



Saya simulasikan dengan program diskon yang saat itu ada di Lazada, harganya tinggal Rp 1,7 jutaan saja deh. Wah, good deals pikir saya kala itu.

Saya lalu teringat, Piramid Online sebelumnya sudah banyak kasus. Coba saja googling, ada kasus Redmi Note cacat, Zenfone 2 salah spesifikasi, dan barang refurbished. Bimbang antara harga murah dan banyaknya kasus, saya putuskan lanjut saja membeli BlackBerry Q10 di sana, sekalian menguji kabar-kabar yang banyak beredar soal Merchant ini saja lah. Saya yakin uang saya takkan ke mana-mana di marketplace online sebesar Lazada begini.

Mencoba Pembayaran Menggunakan Internet Banking Mandiri untuk Pertama Kali

Ada yang lain saat checkout pesanan kali ini, rupanya Lazada sudah mengadaptasi metode pembayaran baru melalui channel Bank Mandiri. Metodenya yaitu melalui menu pembayaran yang dapat dilakukan dari ATM Mandiri maupun web internet banking Bank Mandiri. Metode seperti ini biasanya tak butuh konfirmasi manual, dan mengingat dana saya memang adanya di rekening Bank Mandiri, sayapun eksekusi pembayaran melalui menu pembayaran di Internet Banking Mandiri. Untuk metode yang satu ini, rupanya Lazada bekerjasama dengan payment gateway Mitrapay.

Pesanan Tak Kunjung Berubah Status

Selesai melakukan pembayaran, saya kembali mengecek pesanan saya di Lazada. Tidak seperti saat melakukan pembayaran via BCA ATM Otomatis (menu pembayaran di ATM BCA), status pesanan kali ini tidak langsung berubah. Saya pun kemudian mengontak Customer Service Lazada melalui fitur livechat, jawaban dari pihak Lazada cukup melegakan hati, pembayaran sudah diterima meskipun status pesanan belum terupdate.

Keesokan harinya, status pesanan berubah dari 'verifying' menjadi 'memproses'. Bertambah legalah hati ini, setidaknya meskipun Gista Putri melangsungkan resepsi pernikahannya dengan orang lain, pesanan saya di Lazada lancar prosesnya (ga nyambung, I knew. Baper, itu juga I already knew ha.. ha..).

Mengirim Pesan kepada Piramid Online di Tokopedia, Lagi-lagi

Sudah tiga hari berlalu sejak saya melakukan pembayaran, status pesanan belum juga berada dalam pengiriman. Rasa galau kembali datang (halah). Saya kembali bercengkrama dengan CS Lazada melalui jejaring livechat, dikatakan barang sedang dalam proses pengemasan oleh Supplier, saya tahu jawaban ini hanyalah template semata, tapi ya sudah kita cari cara lain untuk mem-push si Piramid Online ini untuk segera mengirim barang.

Hasil dari googling, saya dapat beberapa info kontak Piramid Online. Pertama saya invite BBM mereka, hasilnya sampai saat saya menulis artikel ini, belum juga kami dapat berteman di BBM, padahal saya sudah gemas lho ingin mengirim ribuan PING! kerinduan saya (pada pesanan saya tentunya, bukan pada owner Piramid Online hehehe).

Kedua, saya dapat nomor telepon Piramid Online dari sebuah postingan blog yang pemiliknya juga pernah dikecewakan Piramid Online. Sms sudah dikirim, namun rupanya kerinduan saya masih harus bertepuk sebelah tangan. Tak ada balasan yang saya terima, mungkin dia lelah, ataukah tak punya pulsa untuk sms saya, he.. he..

Terakhir, jurus andalan saya, berkirim pesan di Tokopedia. Kebetulan Piramid Online juga menggelar lapak di sana. Jumlah transaksinya di Tokopedia ternyata baru belasan, hebat juga ya bisa sampai mendapat space promo di Lazada si Merchant nakal yang satu ini. Dari data Tokopedia bisa diketahui user Piramid Online ini baru saja login dalam kurun waktu 24 jam yang lalu, sip deh pesan pun saya tulis agar mereka segera mengirim pesanan saya di Lazada.

Lagi-lagi jurus kirim pesan di Tokopedia ini menemui hasil, esoknya Piramid membalas pesan saya. Mereka menanyakan nomor pesanan saya di Lazada.

Saya balas dengan mencantumkan nomor pesanan saya di Lazada. Tak lupa saya tegaskan supaya mereka tidak mengirim barang refurbished buat saya.

Pesanan Saya Dibatalkan, (Konon) Piramid Kehabisan Stok




Sehari setelah PDKT dengan Piramid Online, saya harus menerima kenyataan pahit, gagal gagal gagal dalam bercinta dengan BlackBerry Q10. Pesanan saya di Lazada statusnya menjadi 'dibatalkan'.



Penuh kekesalan dan emosi, saya menghubungi kembali CS Lazada. Jawabannya sungguh tak memuaskan, mereka beralasan ada kendala di sistem, saya nyatakan saya tak puas dengan alasan ini. CS Lazada yang bernama Nuryasin itu pun meminta waktu untuk menghubungi tim terkait untuk informasi detailnya. Saya diminta tenang karena pasti dana saya akan dikembalikan dalam waktu 3-7 hari kerja setelah permohonan masuk ke bagian keuangan Lazada.

Sore harinya, CS Lazada sudah mendapatkan informasi bahwa pembatalan disebabkan oleh Supplier mengalami OOS, Out of Stock alias kehabisan stok. Menggelikan! Bagaimana tidak, saat itu Piramid Online masih menjual BlackBerry Q10 dengan SKU dan link yang berbeda. Saya sampaikan fakta ini, dan sedikit memaki bahwa Lazada memelihara Supplier bermasalah!



Jika Anda cari saat ini, seharusnya Piramid Online sudah tidak menjual lagi BlackBerry Q10, mungkin ini tindak lanjut atas protes keras saya.

Setahu saya, jika Supplier tidak dapat memenuhi komitmen kepada pembeli seperti ini, Lazada berhak memotong deposit mereka untuk kemudian diberikan sebagai kompensasi kepada pembelii berupa voucher belanja. Namun sepertinya saya memang sedang apes pake banget, cuma dapat permohonan maaf atas ketidaknyamanannya saja.

Tanggapan dari Mereka yang Pernah Berurusan dengan Piramid Online

Saat saya bahas kasus saya ini di milis id-android, rupanya ada beberapa suhu di sana yang juga pernah bermasalah dengan Piramid Online ini. Satu di antaranya pernah dibatalkan pesanan BlackBerry Q10-nya, namun akhirnya tetap dikirim setelah mengancam akan memperkarakan Lazada dan Piramid Online.

Refund Lazada cepat, ajaib sekali.

Kebetulan juga, salah satu pakar gadget Indonesia, sedang mempunyai transaksi yang dibatalkan oleh Lazada, saya mention deh dia di twitter, menanyakan kabar refund-nya dengan tak lupa memberi mention ke @LazadaID.

Jawaban dari admin twitter Lazada untuk proses refund adalah 7-14 hari, wow lebih lama dari jawaban yang diberikan CS Lazada di livechat yang berkisar antara 3-7 hari saja.

Namun ajaibnya, hanya butuh waktu satu hari saja hingga uang saya dikembalikan utuh oleh Lazada. Mungkin protes keras saya disertai mention ke seorang pakar gadget cukup ampuh membantu proses refund di Lazada ya, he.. he..

Blacklist Yuk Piramid Online Ini Sebelum Jatuh Korban Selanjutnya

Tak ingin memaksa Piramid memenuhi kewajibannya, saya memilih menerima refund ini walaupun tanpa kompensasi. Daripada dapat barang refurbished, mendingan uang kembali saja deh, biar saya gunakan membeli gadget di marketplace lain, sekalian menguji bertransaksi di beberapa e-commerce Indonesia yang belum saya arungi.

Pesan saya, di marketplace manapun oknum penjual bermasalah sangat mungkin ada. Pastikan Anda mengecek reputasi penjual di berbagai tempat. Untuk Piramid Online ini, rekomendasi saya sebaiknya jangan pernah deh membeli barang dari mereka. Daripada makan hati sendirian, barang tak datang, Gista Putri dipinang orang, lengkap kan penderitaannya? He.. he..

Saya bersyukur uang saya kembali dengan utuh, namun dalam hati ini sudah terpatri, untuk menyebarkan pesan ini: Mari kita masukkan Piramid Online ke dalam blacklist belanja online. Semoga saya jadi korban terakhir ketidakbecusan Piramid Online Shop.

iradish Y6, satu lagi smartwatch Tiongkok yang mirip Apple Watch (Preview - GearBest.com)


Sembari menunggu naskah review smartwatch Zeblaze Crystal rampung saya kerjakan, kita bahas sebuah smartwatch lain yuk. Kali ini yang akan saya bahas adalah sebuah smartwatch yang secara tampilan lagi-lagi mirip dengan Apple Watch, namun punya keunikan lain yang tidak ada pada semua smartwatch yang pernah saya bahas sebelumnya. Namanya iradish Y6 smartwatch, apa sih uniknya? Yuk, kita kupas satu persatu.

Bisa Telepon dan Internetan, Langsung Tanpa Smartphone

Ya, Anda tidak salah baca judul di atas. Kita bisa menyematkan kartu SIM berukuran micro ke dalam iradish Y6 smartwatch ini, sehingga telepon, sms, hingga internetan dapat langsung dilakukan dari smartwatch ini. Ingat tidak dulu Afgan pernah jadi bintang iklan sebuah jam tangan ponsel, nah bayangkan jam tangan ponsel itu sekarang hadir dengan tambahan fitur internet, dengan tampilan yang jauh lebih keren. Meskipun begitu, nampaknya perlu dicermati sejauh mana ketahanan baterainya yang hanya berkapasitas 350 mAh bekerja dengan adanya koneksi telepon dan internet ini. Nampak smartwatch yang satu ini terlihat agak tebal, mungkin untuk mengakomodasi kebutuhan baterai yang dapat dibuka untuk kita dapat memasang kartu SIM dan juga memori eksternal.

Support Memori Eksternal, Bisa Memutar Musik Langsung dari Smartwatch

Apa? Memori eksternal? Yang inipun Anda tidak salah baca koq. Memang iradish Y6 smartwatch ini menyediakan sebuah slot memori eksternal yang dapat kita pasangi kartu memori dengan jenis micro-SD hingga kapasitas 32GB. Nah ini yang saya suka, jadi bisa buat mendengarkan musik nih di saat santai atau sedang menunggu waktu. Smartwatch ini dapat dihubungkan dengan headphone melalui koneksi bluetooth atau kabel micro USB. Semoga baterainya tahan lama saat digunakan ya, mengingat versi bluetooth yang digunakan masih versi 3.0, bukan 4.0 yang dikenal sangat hemat daya.

Punya Kamera Sendiri, Bisa Buat Stalking Nih!

Pada bagian kanan iradish Y6 smartwatch, nampak ada dua buah tombol. Tombol yang berada lebih bawah adalah tombol daya, sementara satu lagi yang posisinya lebih atas tombol apa ya? Gotcha! Itu bukan tombol lho, melainkan lensa kamera dari iradish Y6 smartwatch. Posisinya pas dan tidak mencurigakan, membuat proses stalking gebetan Anda dijamin lebih lancar, ha.. ha.. iradish Y6 smartwatch ini menggunakan kamera dengan resolusi 0,3 Megapixels alias VGA saja.

Fungsi Kesehatan, Tanpa Sensor Detak Jantung

Seperti umumnya sebuah smartwatch, iradish Y6 smartwatch juga dilengkapi dengan fungsi kesehatan, seperti pedometer (penghitung langkah), pengingat jika Anda terlalu lama duduk, dan tentunya penghitung kualitas waktu tidur. Sayangnya smartwatch ini belum dilengkapi sensor detak jantung.



Desain dan Pilihan Warna

Desain iradish Y6 smartwatch seperti yang sudah saya sebutkan memang mirip dengan Apple Watch. Sudut-sudut yang membulat dengan layar yang memiliki tingkat kelengkungan sebesar 2.5D nampaknya sedang jadi trend bagi produsen gadget dari Tiongkok. Smartwatch ini tersedia dalam pilihan warna yang cukup banyak, yaitu: Silver, Black, Gold, dan Rose Gold.



Fitur dan Spesifikasi.

Fitur yang ditawarkan iradish Y6 smartwatch cukup lengkap, antara lain: FM Radio, Calendar, Alarm, Perekam Suara, Remote Camera, Find My Phone, Sinkronisasi Buku Telepon, dan Push Notification dari smartphone. Sementara spesifikasi dari iradish Y6 smartwatch adalah:

  • CPU: Mediatek MTK6260A
  • External memory: micro SD card hingga 32GB
  • Network type: GSM
  • Frequency: GSM 850/900/1800/1900MHz
  • Bluetooth: versi 3.0
  • Ukuran layar: 1.54 inch
  • Kamera: 0,3 Megapixels (VGA)
  • SIM Card Slot: Single SIM (Micro SIM)
  • Port audio: Speaker & Microphone
  • Music format: WAV, MP3, AAC
  • Video format: 3GP
  • Baterai: 350mAh



Kesimpulan





Dengan harga hanya sekitar $33, smartwatch ini cukup menarik perhatian. Kalo saya sih daripada beli jam tangan yang diiklankan Afgan ya jelas mending ini, bisa telepon, ambil foto, dan memainkan musik favorit, he.. he.. Kekurangannya mungkin hanya ketiadaan sensor denyut jantung ya. Anda yang tertarik dengan iradish Y6 smartwatch dapat mencarinya di GearBest.com melalui link berikut ini:

Monday, September 21, 2015

Jadikan Smartphone Anda sebagai Remote Control dengan Benda Kecil Ini!


Dulu, kita bertukar data dengan teman melalui port infrared. Masalahnya ketika ingin melakukan proses transfer data, kedua handphone harus saling berhadapan tepat pada bagian pemancar sinar infra merah ini. Untuk masalah kecepatan transfer data juga jangan ditanya, kirim sebuah foto resolusi VGA saja bisa mengabiskan waktu hingga dua menit.

Seiring semakin populernya teknologi baru dalam koneksi nirkabel antar perangkat yang dinamakan bluetooth, penggunaan infrared pun semakin ditinggalkan. Hingga kini, nyaris tidak ada smartphone yang tidak memiliki koneksi bluetooth. Selain tidak perlu selalu berhadapan, kecepatan transfer data pun meningkat hingga berkali-kali lipat. Batasannya hanyalah jarak di mana biasanya koneksi bluetooth mempunyai batas maksimal sejauh sepuluh meter. Tidak seperti halnya infrared, bluetooth terus meningkat popularitasnya seiring perbaikan-perbaikan yang dibawa hingga versi termutakhirnya yaitu versi 4.0 dengan kelebihan transfer data yang cepat dengan kebutuhan daya yang sangat kecil.

Kini port infrared kembali populer, dan banyak digunakan pada smartphone high-end untuk fitur remote control. Cukup dengan membawa sebuah smartphone, kini kita dapat mengontrol banyak perangkat elektronik di rumah kita, mulai dari TV, AC, hingga DVD Player.

Sayangnya, harga smartphone yang memiliki port infrared pada umumnya cukup mahal. Entah karena ini jadi trik marketing atau memang menyematkan sebuah pemancar dan penerima sinar infra merah pada sebuah smartphone membuat biaya produksi menjadi membengkak, sehingga port infrared ini hanya disertakan pada smartphone kelas atas. Seringkali ketiadaan port ini menjadi penghalang seseorang untuk berpindah smartphone dari yang saat ini dipegang. Memang, remote di rumah saya saja sering mempraktekkan jurus menghilang, sehingga fitur remote control pada sebuah smartphone menjadi sangat berharga.

Remote control kan tidak bisa dimiskol kalau hilang, smartphone sih bisa. Mungkin itu yang menjadi alasan beberapa orang memilih smartphone yang memiliki fitur remote control menggunakan port infrared yang dibawanya.



Namun kini, smartphone Anda pun bisa menjadi remote control, meskipun tidak memiliki port infrared out of the box. Anda tinggal tambahkan perangkat ini saja pada smartphone Anda, namanya Smartphone Wireless IR Remote Control. Karena kepanjangan, kita sebut IR Remote saja ya. Perangkat ini cukup dipasangkan pada port audio 3.5 mm pada smartphone Anda. Untuk pengoperasiannya cukup download aplikasi ZazaRemote di PlayStore lalu lakukan pengaturan agar smartphone Anda bisa menjadi remote control dari banyak perangkat elektronik yang Anda miliki.

Layaknya sebuah universal remote control, sebelum menggunakan perangkat ini maka Anda perlu mengatur dan membuat konfigurasi remote control untuk masing-masing perangkat. Jangan khawatir, database perangkat yang didukung oleh ZazaRemote cukup melimpah koq. Saya sudah berhasil mengontrol televisi istri saya yang bermerk Toshiba, sehingga walaupun remote-nya terselip di antara tas-tas koleksinya, saya masih bisa menyalakan televisi di kamar menggunakan smartphone saya, Meizu M2 Note.





Caranya cukup mudah dan intuitif, setelah Anda menginstall ZazaRemote dan membukanya, Anda akan dihadapkan pada menu wizard untuk menentukan pilihan konfigurasi remote yang sesuai dengan perangkat elektronik yang Anda miliki. Kita dapat memilih jenis perangkat, lalu kemudian memilih merknya. Setelah itu aplikasi ZazaRemote akan menampilkan jumlah kombinasi konfigurasi yang tersedia, lalu kita akan diminta menekan tombol pada layar sembari mengarahkan IR Remote kepada perangkat elektronik yang kita kehendaki. Jika ada respon pada perangkat elektroniknya, kita dapat menekan tombol Has Response, dan aplikasi akan menerukan pada tombol selanjutnya untuk dicoba. Sementara jika tidak ditemukan respon, aplikasi akan melanjutkan pada kombinasi konfigurasi selanjutnya untuk dicoba. Hal ini akan berlangsung beberapa kali hingga ZazaRemote merasa telah menemukan konfigurasi yang tepat untuk perangkat elektronik Anda.

ZazaRemote dapat menambahkan beberapa konfigurasi remote control berdasarkan ruangan dalam rumah Anda. Jadi kita bisa menambahkan remote AC Sharp dan remote TV Samsung pada ruang Bedroom, dan remote AC Panasonic beserta remote TV Samsung dan DVD Player Philips pada ruang Livingroom. Sederhana dan sangat intuitif, gudjob ZazaRemote.




Tapi saya harus buka rahasia. Saya gagal mengontrol AC di kantor yang bermerk Changhong sih, padahal sudah 72 kombinasi konfigurasi remote AC Changhong yang disediakan ZazaRemote saya coba. Entah hanya terjadi pada saya atau bagaimana, karena yang saya baca ada juga pengguna yang bisa menggunakan alat ini unuk mengontrol AC Changhong miliknya.

So, buat Anda yang sudah memiliki smartphone tapi tidak terdapat port infrared, atau Anda yang bingung menentukan pilihan smartphone baru yang akan dibeli karena masalah port infrared, maka Anda dapat menghilangkan masalah itu dari pikiran Anda. Dengan perangkat yang dapat dibeli dengan harga antara 35-55 ribu rupiah ini, Anda bisa menguasai dunia. Menghidupkan dan mematikan, maupun mengganti saluran televisi di tempat tunggu apotek misalnya, he.. he.. he..



Cukup membantukah informasi yang saya bagikan kali ini? Jika setelah membaca tulisan ini kemudian Anda merasa membutuhkan alat ini, cukup cari "Smartphone Infrared Wireless" di beberapa marketplace kesukaan Anda. Yang sudah saya cari, alat ini tersedia di Tokopedia, Elevenia, dan JakartaNotebook. Harga termurah dapat Anda temukan di JakartaNotebook, tapi kali ini saya membelinya di Elevenia, memanfaatkan voucher dan poin yang saya miliki, sehingga uang yang saya harus keluarkan di Elevenia kemarin hanya Rp 200,- saja lho! Kalo beli permen kayanya cuma dapat tiga biji tuh segitu, ha.. ha..

Selamat mengontrol perangkat elektronik di sekitar Anda ya :)