Gadget Promotions

Thursday, October 29, 2015

Wireless Router Sekaligus Powerbank 5.200 mAh, Ini Dia Hame A2

Hame A2 - Portable Wireless Router + Powerbank 5.200 mAh


Apabila Anda termasuk dalam salah satu dari kriteria yang saya sebutkan di bawah ini, maka Anda pasti tidak akan mau menyisakan sedikitpun tulisan dari artikel ini untuk dibaca. Memangnya apa saja sih kriterianya? Mari kita bahas satu persatu ya.

Pertama, Anda termasuk orang yang mempunyai banyak nomor, ada yang khusus buat keluarga, ada yang khusus buat jualan, ada yang khusus buat sms dan telepon saja, dan ada juga yang ditujukan untuk berinternet ria dengan harga murah, sehingga Anda selalu membeli kartu perdana dengan promosi atau bonus internet melimpah setiap kali kartu perdana sebelumnya kehabisan kuota.

Kedua, Anda termasuk pengguna smartphone kelas berat, sehingga seringkali kehabisan daya di tengah aktifitas Anda menggunakan smartphone. Aktifitas yang cukup mobile membuat Anda tidak dapat duduk lama menunggu smartphone Anda tercolok ke wall charger, Anda lebih memilih menggunakan powerbank alias pengisi daya portable.

Ketiga, Anda mempunyai banyak perangkat yang dapat dihubungkan dengan internet melalui wi-fi, namun Anda hanya memiliki sambungan internet melalui kabel LAN.

Terakhir, Anda menemukan sebatang modem USB lama yang dulu Anda beli saat internet broadband sedang ramai menjamur dan ingin memberdayakannya kembali.

Jika Anda masuk ke dalam satu saja dari keempat kriteria di atas, maka saya yakin wireless router Hame A2 ini akan berguna buat Anda. Sebagai informasi, saya masuk ke dalam semua kriteria yang saya sebutkan tadi, maruk ya, ha.. ha..

Hame A2 - Kemasan Tampak Depan

Hame A2 - Kemasan Tampak Samping Kiri

Hame A2 - Kemasan Tampak Samping Kanan

Hame A2 - Kemasan Tampak Belakang

Hame A2 - Unboxed, Isi dalam Paket Penjualan

Fungsi Utama Hame A2 sebagai Wireless Router

Fungsi utama dari Hame A2 sejatinya adalah wireless router portable. Hame A2 dapat menggunakan sumber koneksi internet dari LAN melalui kabel RJ45 standar, atau dengan mencolokkan modem USB yang banyak dijual di pasaran. Nah, Anda yang punya kartu sim khusus untuk internetan saja, bisa meletakkan kartu sim tersebut di modem USB, colok, nyalakan, jadi deh Mi-Fi.

Hame A2 - Bagian atas, terdapat lampu indikator koneksi internet.

Hame A2 - Bagian atas, terdapat port USB untuk modem atau kabel charger

Hame A2 - Bagian kanan, terdapat: lubang reset, lampu indikator baterai, tombol indikator baterai, tombol switch mode

Hame A2 - Bagian kiri, terdapat port micro USB untuk pengisian daya dan lampu indikator

Hame A2 - Bagian bawah terdapat port RJ45 untuk kabel LAN

Hame A2 - Bagian bawah terdapat info perangkat dan jaringan

Hame A2 - Terpasang modem USB dan terhubung ke internet


Banyak dari kita yang memiliki modem USB, yang dulu pada era internet broadband mulai menggeliat di Indonesia mungkin harganya masih sangat mahal. Namun, sekarang modem USB kita banyak yang menganggur karena merasa lebih simpel dan ringkas berinternet ria menggunakan smartphone. Hame A2 bisa kembali memberdayakan modem lama Anda, supaya tidak jadi penghuni abadi gudang gadget Anda, he.. he..


Hame A2 Bisa Digunakan sebagai Powerbank

Karena sifatnya yang portable, router Hame A2 ini dibekali dengan sumber energi berupa baterai yang tertanam di dalamnya. Sehingga sebelum dapat digunakan, maka router ini perlu melakukan pengisian daya terlebih dahulu. Mungkin ini adalah kekurangan bagi Anda yang hanya membutuhkan router untuk penggunaan di dalam rumah, namun dalam jangka waktu yang lama atau terus-menerus.

Namun, bagi Anda yang senang menggunakan router di berbagai tempat, hal ini tentunya menjadi kelebihan tersendiri. Bahkan, ada bonus buat Anda, daya yang tersimpan dalam baterai Hame A2 dapat digunakan untuk mengisi daya perangkat lain. Tinggal hubungkan melalui port USB, nyalakan pada mode Charging, dan baterai smartphone Anda pun mendapatkan suntikan daya ekstra.

Oya, besaran daya dari baterai Hame A2 setara lho dengan beberapa powerbank yang dapat kita temui di pasaran, yaitu sebesar 5.200 mAh, cukup besar bukan? Indikator daya baterai yang masih tersimpan dapat kita lihat dengan menekan sebuah tombol, maka lampu indikator akan menyala. Ada empat buah lampu indikator yang menunjukkan tingkat daya baterai.

Hame A2 - Lampu indikator baterai menyala saat tombol ditekan.


Dengan ukuran yang tidak terlalu besar, harga sekitar dua ratus ribu rupiah (harga saat saya beli di Lazada, kemudian terpotong diskon Rp 70.000 berkat voucher diskon dari Sepulsa) menjadi nilai jual yang sepadan menurut saya. Tapi memang kembali harus melihat kebutuhan kita, apa memang butuh wireless router, powerbank, dan ingin memanfaatkan modem USB yang sudah ada. Jika kriteria yang saya sebutkan di awal telah Anda penuhi, maka Hame A2 layak menjadi salah satu koleksi gadget Anda. Mungkin perangkat ini dapat sedikit mengerem keinginan Anda untuk gonta ganti hape, meskipun nyata-nyata tak berhasil pada diri saya sendiri, ha.. ha..

Friday, October 23, 2015

Mencoba Berbelanja di Blanja.com


Setelah cerita saya gagal mendapatkan Gista Putri membeli BlackBerry Q10 di Lazada, saya kemudian mengalihkan pandangan saya kepada Isyana Sarasvati target untuk mencari marketplace lain untuk membeli sebuah perangkat pintar ber-keypad fisik yang nyaman guna menulis artikel di waktu luang yang mungkin saya temukan di antara rutinitas.

Memanfaatkan Voucher Diskon di Blanja.com


Kebetulan, di Sepulsa.com sedang ada pilihan voucher diskon sebesar 10% di blanja.com dengan maksimal jumlah diskon sebesar satu juta rupiah. Lumayan juga ya diskonnya, sekalian mencoba e-commerce satu ini ah pikir saya. Bagi Anda yang mungkin belum mengetahuinya, blanja.com ini merupakan unit usaha milik Telkom Indonesia yang bekerjasama dengan e-Bay. Sebelumnya di twitter saya pernah membaca keluhan seseorang tentang pesanannya yang dibatalkan oleh blanja.com namun refund yang dia terima dipotong sebesar 3%. Mari kita coba dan buktikan saja lah, gumam saya waktu itu. Blackberry Q10 rata-rata harganya sekitar dua juta rupiah, kalau saya sial nanti berarti pada saat refund saya harus siap kehilangan sekitar enam puluh ribu Rupiah, worth the story lah ya.

Buka browser, saya pun langsung menuju halaman kategori gadget dan smartphone di blanja.com. Cari-cari di antara banyaknya merchant di marketplace yang satu ini, saya malah menemukan harga yang asyik untuk produk Blackberry Q5. Setelah saya hitung-hitung, ya sudah deh jadinya beli BlackBerry Q5 saja, waktu itu saya dapat harga sebelum diskon di Rp 1.750.000, ditambah dengan ongkos kirim dan dikurangi diskon 10%, kira-kira jumlah yang harus saya bayar adalah sebesar Rp 1.580.000, cukup murah kan?

Memilih Merchant di Blanja.com

Sebagai informasi, merchant yang menjual Blackberry Q5-nya bernama Fashion Market. Rasanya nama yang aneh untuk pedagang gadget, tapi saya ingat seller legendaris di Tokopedia dan Bukalapak, Kedai HP pun pada awalnya berjualan pakaian, URL-nya di Tokopedia saja beralamatkan www.tokopedia.com/kedaifashion. Wait, jangan-jangan Fashion Market ini si Kedai HP? Setelah kembali googling ke sana ke mari, saya malah dapat fakta mencengangkan, Fashion Market ini ternyata seller langganan saya di Elevenia. Hanya saja di Elevenia nama tokonya FM Shop, FM itu ternyata kepanjangannya Fashion Market toh, ha.. ha..

Trauma dengan transaksi yang dibatalkan dengan alasan stok habis, saya pun memastikan ketersediaan stok terlebih dahulu. Saya mendapat kontak e-mail Fashion Market di Elevenia, langsung deh saya berkirim pesan dengan merchant yang satu ini via e-mail. Dilihat di blanja.com, nampaknya dia jarang berstatus online. Padahal, layaknya di e-Bay, apabila merchant sedang online, maka kita dapat berkirim pesan langsung. Hingga saat tulisan ini saya rampungkan, belum pernah saya mendapati satupun merchant di blanja.com yang online bersamaan dengan saya, jadi entah fitur ini berjalan atau tidak ya.

E-mail saya ternyata langsung direspon oleh Fashion Market, namun dia malah bertanya Blackberry Q5 yang mana. Setelah saya kirim link-nya di blanja.com, pengelola merchant inipun mengkonfirmasi bahwa stok tersedia hanya warna putih dengan garansi distributor. Namun, sang penjual menyarankan untuk memesan di Elevenia saja, biar langsung dia kirim katanya. Masih menurut penjual, rupanya di blanja.com apabila menggunakan voucher diskon, maka verifikasi baru sampai kepada penjual setelah 1-3 hari kerja. Tapi saya kukuh memilih melanjutkan transaksi di blanja.com, sudah terlanjur sayang sih sama Gista voucher diskonnya, ha.. ha..

Membayar Transaksi di Blanja.com Menggunakan Mandiri ClickPay

Transaksi pun saya lakukan, kali ini pembayarannya menggunakan Mandiri Clickpay. Ternyata untuk urusan bayar-membayar, blanja.com menggunakan payment gateway Doku. Hal ini berlaku tidak hanya untuk Mandiri Clickpay, namun juga untuk kartu kredit, bahkan untuk bank transfer yang menggunakan virtual account Bank Permata pun ditengahi pula oleh Doku. Untuk metode pembayaran lain, seperti misalnya Telkomsel T-Cash, saya belum coba.

Konsep pesanan dan pembayaran di blanja.com sedikit berbeda dibanding marketplace lain. Mungkin karena pembayarannya menggunakan payment gateway rekanan, maka pada saat kita melakukan pesanan, bahkan saat belum menyelesaikan proses pembayaran, pesanan kita sudah tercatat. Jadi, jangan khawatir apabila pembayaran Anda tidak sukses. Pada daftar pesanan Anda pasti produk yang Anda mau beli sudah muncul. Tinggal klik tombol bayar pada pesanan tersebut, maka kita akan dapat mengulangi proses pembayaran hingga berhasil. Konsep seperti ini berbeda dengan konsep pencatatan pesanan yang biasa saya alami di Lazada, Elevenia, Tokopedia, maupun Bukalapak, namun identik dengan konsep yang berjalan di Blibli.

Sayangnya, pada proses pembayaran melalui ATM transfer ada satu kekurangan atau nilai minus yang cukup penting bagi saya. Saat memilih untuk membayar melalui ATM transfer, maka kita akan mendapatkan sms dan e-mail berisi informasi nomor rekening virtual account yang menjadi tujuan transfer kita. Namun blanja.com tidak mencantumkan jumlah yang harus kita transfer, padahal transfer via ATM membutuhkan kita untuk menginput jumlah yang akan kita transfer. Berbeda dengan jika kita membayar melalui menu pembayaran di ATM yang cukup menginput kode perusahaan dan kode transaksi, maka jumlah yang akan dibayar muncul secara otomatis.

Lengkapnya Notifikasi Pembayaran di Blanja.com

Ada satu nilai plus yang saya berikan kepada blanja.com, yaitu adanya notifikasi melalui sms dan e-mail kepada kita di saat pembayaran yang kita lakukan telah berhasil diterima dan terverifikasi oleh sistem mereka. Hal ini belum saya temui di marketplace lain. Okelah Blibli juga memberikan notifikasi saat pembayaran kita diterima, tapi hanya melalui e-mail saja. Lazada lebih 'pelit' lagi, kita harus mengecek sendiri di web atau aplikasi mobilenya untuk dapat mengetahui apakah pembayaran sudah diterima, kadang proses perubahan statusnya yang cukup lama membuat kita parno duluan, sehingga harus meluangkan waktu menghubungi customer service hanya sekedar untuk menanyakan status pembayarannya. Lain halnya kalau pesanan belum kita bayar, seperti orang yang dihutangi, biasanya Lazada akan rajin mengingatkan melalui e-mail dan sms, he.. he..

Oke, pesan sudah, bayar sudah, sekarang tinggal menunggu seller mengirimkan pesanan saya.


Mencoba Fitur Live Support di Blanja.com

Tiga hari berlalu sejak saya melunasi transaksi pembelian Blackberry Q5 saya, namun status pesanan belum kunjung berubah. Saatnya mencoba menguji pelayanan yang diberikan customer service blanja.com deh. Di bagian kanan atas web blanja.com ada menu live support, jika kita klik maka akan diberikan pilihan untuk melakukan live chat atau meninggalkan pesan. Tentunya, saya pilih live chat, lalu muncul jendela baru di browser saya yang menuju ke aplikasi live chat blanja.com yang menggunakan tools dari ZenDesk. Cukup lama jendela ini melakukan proses loading, hingga akhirnya disebutkan bahwa semua customer service sibuk dan saya diarahkan menuju form untuk meninggalkan pesan. Hingga saat ini, sudah beberapa kali saya mencoba melakukan live chat dengan customer service blanja.com, namun tak sekalipun berhasil dan selalu berujung dengan mengisi form untuk meninggalkan pesan.

Setelah mengisi form pesan di menu live support blanja.com, maka kita akan mendapatkan e-mail berisi info request ticket atas pesan kita tadi. Rupanya korespondensi antara pelanggan dengan customer service blanja.com selanjutnya akan berupa salin berbalas e-mail. Ya sudah, lanjut di e-mail saya pun meminta informasi status pesanan saya, dan menyatakan bahwa saya ingin barang segera dikirim. Customer service blanja.com kemudian mengatakan bahwa pesanan sudah diteruskan kepada seller dan akan segera dikirim.

Keesokan harinya, saya pun mendapatkan notifikasi bahwa pesanan saya sudah berhasil dikirim.

Notifikasi Pengiriman Blanja.com Kurang Informatif

Satu lagi nilai minus yang harus saya berikan untuk blanja.com ada pada notifikasi saat barang telah dikirim oleh merchant. Meskipun masih rajin memberi notifikasi via e-mail dan sms, namun informasi yang diberikan dapat dikatakan tidak jelas. Lha isi pesannya cuma bilang pesanan kita berhasil dikirimkan oleh seller lho. Tidak ada informasi pesanan apa, nomor pesanan yang mana, atau nomor resi pengiriman dari pesanan kita itu. Kita disuruh melakukan pengecekan di web untuk bisa tahu informasi-informasi tersebut. Bisa jadi ini bukan disebabkan oleh kurangnya concern dari pihak blanja.com untuk memilah informasi penting apa saja yang harus disampaikan dalam notifikasi tersebut, melainkan mereka sengaja memancing kita untuk mengecek pesanan via web blanja.com agar bisa terhitung sebagai traffic masuk, dan syukur-syukur jadi transaksi baru mungkin ya.

Satu hari setelah pesanan dikirim, barang saya terima dalam kondisi baik. Dari informasi yang tertera pada box kemasannya, rupanya Blackberry Q5 garansi distributor Telstar ini sebetulnya adalah jatah negara-negara Afrika. Sekitar setahun lalu saya pun pernah beli Blackberry Q5 garansi distributor, waktu itu barangnya sebetulnya merupakan jatah untuk dijual di Turki. Setidaknya saya tenang, garansi distributor bisa murah karena memang bukan barang yang resmi masuk Indonesia, dan bukan barang refurbished.

Kesimpulan dari Berbelanja di Blanja.com

Sejauh ini saya cukup puas, BlackBerry pesanan saya datang dengan selamat, harga barang yang ditawarkan di Blanja.com pun cukup bersaing. Masalah pengiriman yang cukup lama, mau tak mau harus saya telan sendiri karena konon itu merupakan kebijakan blanja.com untuk pembelian dengan menggunakan voucher diskon atau promosi.

Hanya satu pesan saya, untuk saat ini hindari menggunakan kartu kredit ketika melakukan pembayaran di blanja.com. Ada resiko pengembalian dana yang tidak utuh apabila transaksi dibatalkan, entah itu oleh pihak seller atau oleh pihak blanja.com sendiri. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, ada keluhan yang diutarakan oleh seorang pengguna twitter bahwa pengembalian dananya dipotong sebesar 3%, akibat pesanan dia dibatalkan sepihak oleh blanja.com dengan alasan dicurigai melakukan pembelian lebih dari satu barang promosi yang sama. Ya memang di blanja.com ada ketentuan untuk barang promosi, tidak diperuntukkan untuk trader atau reseller. Namun sang pengguna twitter tersebut bersikukuh bahwa dia hanya melakukan satu pesanan saja.

Kemungkinan besar, pemotongan sebesar 3% dilakukan karena blanja.com dikenakan charge oleh payment gateway mereka untuk setiap transaksi menggunakan kartu kredit, yang mana saat pesanan dibatalkan maka blanja.com membebankan charge ini kepada kita sebagai pembeli.

Masih banyak PR yang harus dirampungkan oleh blanja.com agar mampu bersaing dan meningkatkan jumlah pengguna dan transaksi di marketplace ini. Kita sebagai konsumen tentunya akan diuntungkan apabila semakin banyak pilihan untuk berbelanja online, terutama dengan promosi-promosi diskon yang diberikan. Satu hal yang harus selalu kita perhatikan adalah karakteristik dari marketplace yang akan kita gunakan, cermati kelebihan dan kekurangannya. Dan yang tidak kalah penting, selalu perhatikan reputasi dari merchant atau seller yang akan kita ajak bertransaksi, jangan sampai niat cari untung dari promosi diskon malah membuat kita uring-uringan dan kehilangan banyak waktu ya.

Wednesday, October 21, 2015

Mendapat Telepon dari Penipu yang Nampaknya Mengambil Data dari Thread Rekening Bersama



Minggu lalu, tepatnya pada hari Kamis tanggal 15 Oktober 2015, saya dan beberapa teman sedang bekerja dari sebuah cafe di bilangan Teuku Umar, dekat kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung. Hingga kemudian telepon genggam saya berdering, layarnya menampilkan sebuah nomor baru yang tidak ada pada daftar kontak yang saya miliki. Dikarenakan saya sedang memasang iklan menjual beberapa gadget dan juga rumah tinggal pribadi saya di Depok, saya sempatkan untuk menerima panggilan ini. Siapa tahu ada rezeki hari ini, pikir saya.

"Lagi di mana?" demikian sang lawan bicara dengan sigap mengambil kesempatan membuka percakapan dengan sebuah pertanyaan. Selanjutnya mari kita sebut lawan bicara saya ini sebagai Bapak X saja ya.

Saya yang tidak mengetahui siapa lawan bicara saya, dengan sedikit kaget hanya mampu menjawabnya dengan pertanyaan, "Ini dengan siapa?"

"Masa lupa, hayo ini siapa?" Rupanya Bapak X senang bermain teka-teki. Namun saya yang sedang sibuk menghadapi beberapa pelamar kerja, kehilangan selera bermain tebak-tebakan, dan kembali bertanya, "Siapa ya?"

"DS", jawab Bapak X dengan semangat. Nama lengkap yang dia sebutkan saya samarkan ya.

"DS mana ya?" Untuk kesekian kalinya saya balik bertanya kepada Bapak X ini, kali ini dengan pikiran yang sibuk membuka-buka kembali lembaran ingatan saya akan nama DS ini. Ingatan saya hanya terpaut kepada satu orang, DS yang dulu membeli Motorola Moto X bekas yang saya jual di Kaskus. Apa mungkin dia ya? Sepengetahuan saya, DS ini nama yang identik dengan orang Jawa, namun suara Bapak X ini jelas terdengar sangat kental akan logat dari Pulau Sumatera.

Saya tanya saja lagi Bapak X ini, "DS yang dulu beli Moto X ya?"

"Iya, lagi di mana? Sibuk ngga?" Kali ini terdengar nada sumringah dari Bapak X karena merasa saya sudah mengingat siapa dia.

"Lagi di Bandung Mas, kebetulan lagi sibuk ngewawancara nih." Jawab saya to the point, karena terus terang saya masih kaget ada apa DS ini menelepon setelah sekian lama transaksi kami selesai. Memang beberapa waktu lalu, DS ini sempat mengirim pesan via Whatsapp Messenger. Waktu itu dia menginfokan akan kasus yang menimpa salah satu layanan rekening bersama di Kaskus. Kami sama-sama bersyukur proses transaksi kami yang ditengahi oleh layanan rekening bersama tersebut tidak menemui kendala. Kalau tidak salah ingat, transaksi kami dilakukan sekitar 2-3 bulan sebelum kasus tersebut ramai dibicarakan orang. Namun setelah itu DS tidak pernah menghubungi saya lagi, dan memang kami juga tidak pernah melakukan panggilan telepon sama sekali.

"Oh, ini saya mau memberitahukan nomor baru saya. Tolong disimpan ya Mas, jangan lupa." Bapak X pun menyudahi percakapan kami waktu itu. Saya yang masih menerka-nerka ada apa gerangan DS menghubungi saya pun kembali melanjutkan pekerjaan. Meskipun setelahnya pikiran saya sedikit bercabang, jangan-jangan Moto X-nya rusak, mana tidak ada garansinya pula, karena memang Moto X 2nd generation (2014) dengan seri XT1092 itu tidak secara resmi masuk ke Indonesia.

Selang setengah jam berlalu, nomor yang sama yang digunakan oleh Bapak X tersebut kembali menelepon. Terhitung dua kali dia melakukan panggilan dan saya diamkan karena sedang ada pekerjaan yang berhadapan langsung dengan orang lain.

Sekitar pukul setengah enam sore, pekerjaan saya sudah selesai dan secara kebetulan Bapak X pun kembali menelepon saya. Kali ini saya sudah bisa menerima panggilan, yang kira-kira isi pecakapannya seperti berikut ini:

Bapak X: "Lagi di mana? Sibuk ngga?"
Saya: "Di Bandung Mas, sudah selesai pekerjaan saya."
Bapak X: "Ini saudara saya ada keperluan di rumah sakit, saya mau pinjam uang. Nanti malam jam sembilan saya transfer."
Saya: "Berapa Mas?" (di sini jantung saya mulai berdetak kencang, kaget juga ada orang langsung berani pinjam uang)
Bapak X: "Satu aja, ada ga?"
Saya: "Satu juta Mas?" (di sini saya mulai berdzikir sebisa saya biar pikiran tidak kosong, he.. he..)
Bapak X: "Iya, satu aja. Ada ga?"
Saya: "Wah saya ga ada uang segitu, Mas." (saya berusaha sebisa mungkin menolak, dan sudah berencana menghubungi DS via Whatsapp untuk konfirmasi)
Bapak X: "Lima ratus aja kalo gitu. Ada ga?"
Saya: "Wah, saya lagi di luar kota ini Mas. Ga ada uang segitu."
Bapak X: "Kalau gitu tolong transferin pulsa aja ke nomor ini ya!" (pada tahap ini, sudah keliatan jelas ini adalah modus penipuan)
Saya: "Isiin pulsa? Ini siapa sih?"
Bapak X: "Bentar ya, ada yang mau ngomong nih."

Pada saat Bapak X meminta jeda, saya segera menutup teleponnya dan kembali ke meja cafe yang tadi saya tinggalkan guna menerima panggila ini. Sembari duduk, saya mulai membuka Whatsapp Messenger dan mengirim pesan kepada nomor DS yang ada di daftar kontak saya. Kira-kira lagi ya, seperti inilah percakapan dengan DS yang asli:

Saya: "Mas, tadi nelpon?"
DS: "Ngga, kenapa gitu Mas?"
Saya: "Tadi ada yang nelpon ngaku namanya DS, terus minjem uang sejuta."
DS: "Hah?"
Saya: "Penipu kali ya Mas, sepertinya dia baca data transaksi kita di thread rekber B****P*** di Kaskus"
DS: "Wah, hati-hati Mas modus baru tuh"
Saya: "Iya, saya takutnya ini pakai hipnotis juga"

Saya kemudian teringat kejadian yang menimpa Tante saya. Dia menerima telepon dari nomor tak dikenal, dan persis seperti kejadian yang saya alami, si penelepon berusaha membuat Tante saya menerka siapa penelepon ini. Sayangnya Tante saya malah menerka bahwa ini adalah keponakannya, yang mana memang itulah tujuan dari penelepon yang merupakan penipu tersebut.

Penipuan dengan modus seperti ini berusaha mengorek keterangan dari calon korban dengan membuat calon korban menerka identitas penelepon. Begitu calon korban menyebutkan sebuah nama, maka tugas sang penipu lebih mudah karena tinggal mengaku-ngaku sebagai sang pemilik nama, lalu menyebutkan bahwa saat ini sedang dalam kesulitan atau kondisi darurat, semisal: mobil mogok di luar kota, saudara masuk rumah sakit, atau bahkan sedang di kantor polisi.

Tante saya mengalami kerugian sekitar satu juta Rupiah dalam bentuk voucher pulsa fisik. Dia pergi ke salah satu kedai pulsa dan membeli sepuluh buah voucher untuk kemudian dia kirimkan nomor kode voucher-nya kepada si penipu.

Merujuk kepada keterangan penjaga kedai pulsa yang juga merupakan tetangga, sepertinya Tante saya tidak dalam kondisi kesadaran yang penuh. Entah hipnotis atau apa, saya tidak punya latar belakang keilmuan yang cukup untuk membuat prediksi tentang ini, namun yang saya rasakan setelah menerima telepon dari Bapak X, badan ini terasa lemas seperti kehilangan tenaga, padahal selama di cafe saya memesan beberapa porsi makanan dan minuman lho.

Pesan saya, jika ada nomor tak dikenal yang menelepon dan meminta Anda menebak siapa yang berada di ujung telepon sana, lebih baik segera tutup. Jikalau penting dan memang orang yang kita kenal menghubungi kita menggunakan nomor yang lain dari biasanya, sudah seharusnya dia memberitahukan identitas dirinya terlebih dahulu bukan?

Saya sadari resiko berjualan barang secara online dengan mencantumkan nomor telepon adalah seringnya muncul gangguan dari penipu-penipu macam ini. Tapi penipu kali ini sedikit lebih pintar, saya yakin dia mendapatkan nama DS dan nomor telepon saya dari data orang yang bertransaksi jual beli menggunakan layanan rekening bersama di Kaskus.

Ada satu langkah dalam transaksi menggunakan rekening bersama yang membuat data ini terekspos, yaitu pada langkah konfirmasi bahwa pembeli sudah melakukan transfer dana ke rekening milik penyedia layanan rekening bersama. Pada langkah tersebut, pembeli diminta mengkonfirmasi transfer dana dengan format: SUDAH TRANSFER dari Rekening [NAMA BANK] nomor [NOMOR REKENING] atas nama [NAMA PEMBELI] untuk pembelian [NAMA BARANG] seharga [NOMINAL]. Dari thread [LINK KE THREAD], Id pembeli [ID PEMBELI], nomor telepon [NO TELP PEMBELI], Id penjual [ID PENJUAL], nomor telepon [NO TELP PENJUAL]. Lengkap sekali bukan?

Dari kejadian percobaan penipuan yang saya alami, saya merasa perlunya penggunaan media lain untuk proses konfirmasi transfer rekening bersama yang lebih tertutup, misal hanya dapat diakses oleh penjual dan pembeli. Kaskus yang berawal dari bentuk forum umum, rasanya belum dapat mengakomodasi kebutuhan akan keamanan data ini. Semoga para orang hebat di balik Kaskus dapat melihat celah-celah seperti ini dan membuat terobosan baru agar layanan mereka semakin baik dan bernilai guna, mengingat sejak dari awal dulu hingga kini bisa dibilang perubahan yang terlihat hanya sebatas tampilan baru dan jarangnya Kaskus mengalami maintenis (maiantenance period) lagi. Secara fitur atau proses bisnisnya, belum ada perubahan yang signifikan yang saya rasakan.

Dengar-dengar sih, nanti akan ada layanan yang menjadi solusi transaksi jual beli dan transaksi finansial secara online dari sebuah e-commerce baru di Indonesia ini. Untuk saat ini Anda dapat mengikuti teaser blog-nya di http://ketagihanbayar.wordpress.com ya :)

Akhir kata, selalu waspada dengan telepon dari nomor asing, apalagi bila sudah menyangkut keuangan. Hati-hati pula menyimpan nomor telepon di dunia maya, sebisa mungkin hapus nomor telepon dari tulisan apapun apabila tujuannya sudah tercapai, misalnya dalam proses iklan dan jual beli online, maka segera hapus nomor telepon Anda saat transaksi sudah selesai.

Waspadalah, waspadalah...

Thursday, October 15, 2015

Final Impression: Review Infinix Hot 2 dan Hasil Kameranya

Bagi Anda yang belum membaca artikel saya sebelumnya, ada baiknya membaca dulu artikel awal saya tentang Infinix Hot 2 ini pada link berikut.



Kurang dari seminggu dalam pemakaian saya, akhirnya Infinix Hot 2 saya lepas dari kepemilikan. Awalnya saya berencana menggunakannya untuk menggantikan Meizu M2 Note saya yang sudah mulai terasa dingin dan menjemukan. Ya, saya memang suka gonta ganti hape, bagi Anda yang tidak setuju dengan perilaku menyimpang saya ini, silakan cek lagi alamat dari blog ini deh, hi.. hi.. hi..

Adalah kerinduan saya pada pengalaman Android murni yang menjentikkan sedikit harapan buat saya saat meminang Infinix Hot 2 ini. Semua seri Android One hadir dengan membawa stock ROM Android tanpa bloatware atau kustomisasi apa-apa, dan dijamin mendapat update OS Android terbaru hingga 2 tahun.

Untuk masalah software dan performanya dalam pemakaian sehari-hari, dapat dikatakan tidak ada masalah berarti yang saya temukan, alias memuaskan. Ketidakpuasan justru datang dari sisi hardware, antara lain kurang nyamannya bentuk Infinix Hot 2 dalam genggaman, layar yang kurang memuaskan pandangan, serta hasil kamera low-light yang dapat dibilang megap-megap.

Untuk kita yang mencari value berupa OS terupdate, performa yang dapat diandalkan, dan harga terjangkau, sebetulnya Infinix Hot 2 layak untuk dimiliki. Secara fungsi sebagai sebuah smartphone, Infinix Hot 2 sama sekali tak keteteran dalam berbagai kriteria yang harus dimiliki oleh sebuah smartphone. Singkatnya, ini adalah smartphone yang usable.

Hanya saja bagi mereka yang mencari kemewahan, satu hal ini menurut saya tidak terpenuhi seutuhnya oleh Infinix Hot 2. Selain RAM 2 GB dan backcover kinclong yang diberi nama Baby Skin cover, nyaris tak ada lagi kemewahan yang disodorkan oleh Infinix Hot 2. Wajar memang apabila melihat tingkat harga yang ditawarkan yang kurang dari satu juta setengah Rupiah.

Namun jika boleh jujur, apabila dibandingkan antara harga dengan value yang ditawarkan, Infinix Hot 2 masih kalah jauh dengan Meizu M2 Note. Betul bahwa harganya memiliki selisih yang lumayan signifikan, akan tetapi Infinix Hot 2 baru sebatas membuat saya berpikir bahwa harganya sebanding dengan apa yang didapatkan penggunanya. Sementara Meizu M2 Note mampu membuat saya mendapatkan kenikmatan jauh lebih banyak dari Rupiah yang saya keluarkan.

Tercatat hingga saat ini, sudah 5-6 orang yang saya kenal ikut menggunakan Meizu M2 Note, beberapa atas dasar rekomendasi saya. Sementara untuk Infinix Hot 2 saya belum berani banyak merekomendasikan. Tapi jangan salah, peminat Infinix Hot 2 ini terbilang banyak, terlihat saat saya memutuskan menjualnya kembali, respon yang saya terima cukup melimpah. Entah karena jaminan update OS dari Google, ataukah saya kemurahan memasang harga jual ya, he.. he.. he..

Berikut adalah catatan saya selama hampir sepekan menggunakan Infinix Hot 2.
  • Kompas tidak berjalan, kemungkinan besar karena sensor magnetic tidak tersedia.
  • Baterai mampu tembus 24 jam dalam pemakaian normal, meskipun dengan Screen On Time hanya sekitar 2 jam saja.
  • Bermain game 3D tidak menemui kendala berarti.
  • Navigasi menggunakan Google Maps pun lancar.

Kesimpulan akhir saya akan saya bagi ke dalam dua kategori saja ya, kelebihan dan kekurangan dari Infinix Hot 2 ini. Tidak ada rekomendasi apakah smartphone yang satu ini pantas dimiliki atau tidak. Saya menyerahkan kembali itu semua kepada Anda para pembaca saja deh, he.. he.. Silakan dicermati daftar berikut ini:

Kelebihan dari Infinix Hot 2

  • Spesifikasi lumayan untuk harga 1,3 jutaan: Processor Quad-core, RAM 2 GB, Layar 5 inch HD 720p.
  • OS sudah Android Lollipop 5.1.1, tinggal menunggu update Marshmallow (jaminan update OS hingga 2 tahun).
  • Dual-sim dengan slot micro-SD terpisah.
  • Baterai dapat dilepas.
  • Performa baik, tanpa lag.

Kekurangan dari Infinix Hot 2

  • Tidak mendukung jaringan 4G.
  • Sensor banyak disunat. So, jangan sampai deh Anda mengharapkan kehadiran NFC ya.
  • Kamera pas-pasan aja jika dalam kondisi kurang pencahayaan.
  • Kapasitas baterai hanya 2.200 mAh.
  • Desain kurang ergonomis.
  • Kualitas audio pun tak istimewa.

Hasil Kamera dari Infinix Hot 2

Dengan Pencahayaan Cukup









Dengan Pencahayaan Kurang

Infinix Hot 2 - hasil kamera indoor dengan flash

Infinix Hot 2 - hasil kamera indoor lampu neon tanpa flash

Infinix Hot 2 - hasil kamera jarak dekat indoor lampu neon tanpa flash

Infinix Hot 2 - hasil kamera indoor lampu neon. Bless apanya Bintang Cemerlang?

Infinix Hot 2 - hasil kamera indoor lampu neon tanpa flash. Lebaran? He.. he..


Infinix Hot 2 - hasil kamera dengan mode Lens Blur
Infinix Hot 2 - hasil kamera dengan mode standar

Thursday, October 8, 2015

Hands-on & First Impression: Infinix Hot 2, Android One RAM 2GB Pertama di Indonesia



Ada Apa Lazada? Koq Tumben...

Sedang asyik membahas source code aplikasi bersama teman-teman, tiba-tiba mata saya menangkap penampakan kurir pengirim paket. Ya mata saya sekarang ini memang sangat jeli kalau sama yang namanya paket, bahkan kadang lagi ga beli apa-apa secara online pun suka melihat fatamorgana penampakan kurir mengantarkan sebuah box berisi smartphone, saking ngarepnya ha.. ha..

Nah, kemarin pun saya tidak sedang menunggu paket apa-apa, karena pesanan saya di beberapa marketplace belum ada yang muncul nomor resi pengirimannya. Pesanan Infinix Hot 2 hasil Flash Sale di Lazada pun baru dijanjikan pengirimannya mulai 9 Oktober 2015. Saya cetak tebal kata mulai karena biasanya itu berarti tanggal awal paling cepat pengiriman dilakukan, kenyataannya seringkali mundur beberapa hari. Eh tapi bener koq ini kurir mengaku dari Lazada, dan karena pesanan saya di Lazada hanya satu, jadi dapat dipastikan isi box berikut ini adalah si Android One terbaru keluaran Infinix: Infinix Hot 2.

Tumben banget Neng Lazada, janji mulai kirim 9 Oktober, eh ini sudah keterima di Bandung tanggal 7 Oktober. Pertahankan prestasimu Neng! 



Dus paket sudah di depan mata. Mau tunggu apa lagi, hayuk lah kita melaksanakan ritual sakral yang bernama unboxing itu saja. Di dalam dus coklat ini, terdapat box dari Infinix Hot 2. Hmmm, koq tidak ada pengamanan sama sekali ya, entah itu bubble wrap atau potongan-potongan kertas kecil yang digunakan sebagai bantalan pelindung. Ini box smartphone-nya bisa ajrut-ajrutan dong di dalam dus coklat itu.

Unboxing Infinix Hot 2 Hasil Flash Sale Kloter Pertama di Lazada

Lanjut ke box kemasan, kesan yang didapat cukup baik, tidak ada kesan mewah memang pada kemasan Infinix Hot 2 ini, namun juga tidak terasa murahan. Begitu box dibuka, bagian dalamnya didominasi oleh warna hijau (atau kuning ya) ala warna highlighter (atau kalau saya nyebutnya hijau stabilo, he.. he..). Smartphone Infinix Hot 2 langsung terlihat di dalamnya.





Saat kita angkat smartphone dari kemasan, ada dua buah kotak yang lebih kecil lagi di dalamnya. Yang paling kecil berisi kepala charger, sementara yang lebih besar berisi beberapa kelengkapan, antara lain: baterai, kabel data, headset, buku manual, dan kartu garansi. Wah, cukup lengkap ya aksesorisnya jika mengingat smartphone terjangkau biasanya tidak menyertakan headset dalam paket penjualannya (colek Meizu dan Xiaomi), he.. he..




Hands-on dan First Impression Infinix Hot 2

Lanjut ke device utama, Smartphone Infinix Hot 2 yang berukuran layar 5 inch ini ukurannya terbilang cukup besar, hanya berbeda sedikit dari Meizu M2 Note saya yang ukuran layarnya 5,5 inch. Harapan saya punya smartphone yang lebih ringkas nampaknya tidak terpenuhi, apalagi feels-nya di tangan kurang nyaman menurut saya, bukan tidak mantap atau solid melainkan kurang ergonomis karena bentuknya yang terkesan kotak dan bersudut di beberapa bagian.

Infinix Hot 2 - sisi kiri


Infinix Hot 2 - sisi atas

Infinix Hot 2 - sisi bawah

Infinix Hot 2 - sisi kanan

Infinix Hot 2 - sisi belakang (masih terdapat plastik pelindung)

Infinix Hot 2 - sisi muka: kamera depan, notification LED, proximity sensor

Kalau beratnya sih pas, sehingga tidak ada kesan ringkih di tangan meskipun semuanya berbahan plastik. Sementara ketebalan Infinix Hot 2 dapat dibilang sama dengan Meizu M2 Note dan iPhone 5C yang saat ini saya gunakan.

Infinix Hot 2 vs iPhone 5C

Infinix Hot 2 vs Meizu M2 Note

Infinix Hot 2 vs Blackberry Q5

Tombol fisik yang tersedia hanyalah tombol power dan tombol volume. Peletakan keduanya di sisi kanan smartphone menurut saya sudah baik, di mana tombol power yang lebih sering kita gunakan diletakkan lebih bawah dari tombol volume sehingga lebih mudah dijangkau. Hanya  saja tombol power ini terasa kurang nyaman saat digunakan. Entah apa yang membuat saya merasa begitu, karena sebetulnya tombolnya cukup menonjol, tapi feels saat menekannya tidak senyaman saat menekan tombol volume.

Speaker Infinix Hot 2 berada pada sisi bawah smartphone ini, sehingga tidak perlu takut lubang speaker tertutup saat disimpan di atas meja. Sementara sisi atas digunakan untuk port audio dan micro USB, sisi kiri Infinix Hot 2 dibiarkan kosong.

Bagian belakang Infinix Hot 2 jadi bagian favorit saya, plastiknya mengkilap bahkan nampak seperti dilapisi kaca. Mirip dengan bagian belakang Z Series-nya Sony Xperia. Eh tapi... kayanya bagian depannya juga mirip deh. Jadi? Mirip Sony Xperia dong? Ah mungkin itu hanya perasaan saya saja, he.. he..

Infinix Hot 2 atau Sony Xperia? :D




Menyalakan Infinix Hot 2 untuk Pertama Kali

Sekarang mari kita nyalakan smartphone ini. Begitu masuk ke layar pertama setelah booting, kita akan diminta memilih negara. Secara default pilihannya adalah Nigeria, maklum Infinix kan handphone Afrika, ha.. ha.. Ternyata tidak semua negara tersedia pada pilihan negara yang disediakan, namun pastinya ada Indonesia dong. Pada kondisi awal, Infinix Hot 2 membawa OS Android Lollipop 5.1.1, saat saya cek belum ada update ke Marshmallow ya.





Kabar baiknya, dengan ROM sebesar 16 GB, internal storage dari Infinix Hot 2 tidak dipartisi. Saat pertama kali digunakan, tersedia sekitar 10-11 GB ruang kosong di sana.


Setelah dinyalakan, saya bisa melihat kualitas layar yang digunakan Infinix Hot 2. Layarnya cukup memadai, meski terlihat ada sedikit jarak antara panel layar dengan lapisan terluar, namun sudut pandangnya masih luas. Pun begitu dengan reproduksi warna, tidak istimewa namun sangat cukup untuk penggunaan sehari-hari.




Pemakaian Singkat Infinix Hot 2

Masalah yang saya rasakan pada pemakaian awal adalah tidak adanya indikator koneksi internet sedang berjalan pada notification bar. Meskipun jika notification bar kita tarik ke bawah, maka pada icon di bagian toggles ada indikatornya. Solusinya sih menurut saya, pakai aplikasi indikator kecepatan jaringan. Saya biasa pakai Internet Speed Meter Lite.



Dipakai foto-foto dan download games dari playstore, bagian belakang kiri Infinix Hot 2 terasa agak menghangat, tapi tidak over. Saya cuma bisa bilang, tumben Mediatek mampu memberi kehangatan seperti ini, ha.. ha..

So far, tidak ditemukan lag, baik dalam pemakaian biasa, maupun bermain game 3D. Saya biasa menguji awal memakai game Mountain Goat Mountain, tapi ini sudah download game balap biar nanti bisa diuji kaya para reviewer di social media ah.

Hasil Benchmark dan Sensor Infinix Hot 2

Berikut adalah hasil benchmark menggunakan Antutu Benchmark, dalam kondisi baru sedikit aplikasi tambahan yang saya install ya.

Infinix Hot 2 - skor Antutu Benchmark
Infinix Hot 2 - skor Antutu Benchmark

Sementara ini adalah info hardware dan kondisi sensor yang tersedia. Saya menggunakan aplikasi CPU-Z dan Android Sensor Box. Beberapa waktu yang lalu saya sempat dapat kabar tidak adanya sensor accelerometer pada Infinix Hot 2 yang membuat saya bertanya-tanya bagaimana cara smartphone ini nantinya menentukan orientasi layar. Eeehh, rupanya hanya kabar burung, entah burung siapa, yang jelas accelerometer sensornya ada tuh.



Hasil Kamera Infinix Hot 2

Hasil foto saat ini baru dilakukan di dalam ruangan ya, biasanya kamera smartphone jaman sekarang susah dibedakan kualitasnya saat mendapat cahaya cukup. Lain halnya dengan cahaya pas-pasan bahkan minim. Jadi, silakan nilai sendiri kualitas kameranya yang berresolusi 8 (delapan) Megapixels ini ya. Please, jangan minta saya upload foto selfie, saya tidak akan menguploadnya kecuali Anda menawarkan selfie bareng Chelsea Islan, he.. he..

Oya, ada mode lens blur pada kamera Infinix Hot 2 ini. Perkiraan saya sih ini untuk mendapatkan hasil bokeh yang baik, kira-kira begini hasilnya jika menggunakan mode lens blur bila dibandingkan dengan mode standar.

Infinix Hot 2 - pilihan resolusi kamera

Infinix Hot 2 - hasil kamera indoor dengan flash

Infinix Hot 2 - hasil kamera indoor lampu neon tanpa flash

Infinix Hot 2 - hasil kamera jarak dekat indoor lampu neon tanpa flash

Infinix Hot 2 - hasil kamera indoor lampu neon. Bless apanya Bintang Cemerlang?

Infinix Hot 2 - hasil kamera indoor lampu neon tanpa flash. Lebaran? He.. he..


Infinix Hot 2 - hasil kamera dengan mode Lens Blur
Infinix Hot 2 - hasil kamera dengan mode standar


Kesimpulan Awal

Saya masih membutuhkan beberapa hari lagi untuk memberikan kesimpulan yang baik, namun dalam satu hari smartphone Infinix Hot 2 ini berada dalam genggaman, kesimpulan saya adalah value yang ditawarkan sebanding bahkan mungkin sedikit di atas harga jualnya.

Besaran RAM 2 GB dan jaminan update OS hingga 2 tahun tentu menjadi faktor utama pengatrol value dari Infinix Hot 2. Secara tampilan, backcover mengkilap serta penempatan semua tombol dan port saya suka. Layar pun tak menampakkan kesan murahan. Seandainya body smartphone yang satu ini dibuat melengkung pastinya akan lebih nyaman daripada bentuknya saat ini yang bersudut miring dan agak kaku. Mungkin dengan softcase yang tepat, bisa jadi nyaman dalam genggaman ya.

Nilai minus berada pada screen to body ratio, dengan layar sebesar 5 inch tapi body-nya sudah hampir sama besar dengan Meizu M2 Note nih. Satu lagi kekurangan yang saya rasakan, feedback yang diberikan oleh tombol power kurang mampu membuat saya merasa nyaman.

Satu yang masih sangat dapat diperdebatkan adalah soal bobot smartphone ini. Buat sebagian orang mungkin Infinix Hot 2 dirasa memiliki bobot yang cukup berat, namun untuk saya smartphone yang terlalu ringan malah membawa kesan ringkih.

Hmmm, saatnya menginstall banyak aplikasi dan games nih, biar review dari Infinix Hot 2 ini semakin akurat. Cek terus blog saya ini ya, siapa tahu dalam hitungan hari saja sudah ada tulisan Deep Review dari smartphone Android One terbaru ini, Infinix Hot 2.