Gadget Promotions

Monday, August 8, 2016

Review Infinix HOT S, Saat Ponsel Metal Berpemindai Sidik Jari Sudah Begitu Terjangkau

review Infinix HOT S Indonesia

Sekitar dua minggu yang lalu, Infinix akhirnya merilis juga produk smartphone terbaru mereka. Saya dapat sih undangan untuk menghadiri acara launching-nya, namun apa daya status yang masih menjadi kuli di perusahaan startup yang berlokasi di Bandung, lagi-lagi membuat saya tak kuasa menghadirinya.

Awalnya saya mengira seri Note yang akan dirilis, mengingat setelah Zero 3, Infinix sudah merilis juga seri HOT melalui HOT 3. Tapi, nyatanya malah seri HOT lain lagi yang meluncur kali ini, ya Infinix HOT S yang santer didengungkan di media sosial dengan tagar #HOTnewS dan #AllEyesOnMe.

Saat pihak Infinix menawarkan unit pinjaman untuk di-review, saya sempat tak percaya. Lha, saya tak hadir di acara launching-nya, koq ditawari pinjaman duluan? Yah mungkin sudah rezeki saya, saya ambil saja kesempatan ini he.. he.. Kalau Infinix yang memberi pinjaman, saya sih senang. Tak pernah ada 'pesan sponsor' atau larangan ini-itu, saya bilang mau compare sama produk lain saja mereka iya-iya saja lho!

Okelah, cukup pembukanya, kita langsung masuk bagian pertama ya, saya tahu pasti sudah pada penasaran. Wajar, soalnya saat review ini saya tulis, Infinix HOT S malah belum tersedia di pasaran. Yuk, kita unbox Infinix HOT S ini!

Unboxing, Hands-on, dan First Impression Infinix HOT S


Saya sarankan agar video di atas disaksikan sampai habis, karena ada beberapa informasi yang mungkin tidak saya cantumkan di sini. Tapi tenang, proses unboxing seperti biasa tetap saya abadikan melalui gambar. Silakan dicek foto-foto berikut ini:

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - Kotak kemasan penjualan yang baru

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - Info pada belakang kotak

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - kelengkapan di dalam kotak penjualan

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - sisi bawah, dua set lubang, sebelah kanan adalah speaker

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - sisi kanan, tombol power dan volume rocker

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - sisi atas

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - sisi kiri, ada sim tray hybrid

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - kepala charger dengan kuat arus 1,5A


Saat pertama memegang smartphone Infinix HOT S ini, saya langsung merapatkan jari ke bagian backcover-nya, ingin tahu sejauh mana feels bahan metal-nya di tangan. Kemudian saya mendapati diri saya terkejut karena ini sebuah peningkatan besar buat Infinix untuk hal build quality, bahkan dari produk terakhir mereka yang saya coba: Infinix HOT 3.

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - backcover-nya metal ih, ngeri kali!

Kualitas bahan dan finishing-nya saya rasakan sedikit lebih baik dan lebih rapi daripada Xiaomi Redmi Note 3, namun juga masih sedikit di bawah Meizu M3 Note. Bahkan, kemasannya pun sekarang menggunakan kotak ala-ala smartphone terkini, tak lagi kemasan karton tipis seperti yang saya temukan pada Infinix HOT 2 dan 3. Nggak malu-maluin lah buat ditenteng, meskipun saya yakin orang kebanyakan masih asing dengan brand Infinix.

Telunjuk saya kemudian berhenti di satu lingkaran kecil di bawah kamera Infinix HOT S. Ya, inilah dia fingerprint scanner alias pemindai sidik jari yang diletakkan di bagian punggung smartphone ini. Ukurannya cukup kecil, mengingatkan saya pada ukuran fingerprint scanner pada Coolpad Max Lite dan ZTE Blade A711. Sebisa mungkin ubah posisi jari dalam banyak kombinasi saat Anda merekam sidik jari Anda agar tingkat kegagalan pemindaian dapat serendah mungkin. Pengalaman sih kalau sensornya kecil, dan saat merekam posisi jarinya tidak banyak berpindah, sering gagalnya.

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - fingerprint scanner


Kesan pertama yang cukup baik saya dapatkan dari sebuah smartphone yang nantinya akan dijual seharga Rp 1.749.000,- saja. Oh ya, yang saya coba ini adalah Infinix HOT S dengan varian RAM 2GB ya. Konon akan ada varian RAM 3GB yang akan dijual di harga Rp 2.199.000,-.


Infinix HOT S dalam Pemakaian Sehari-hari

Saat pertama saya gunakan, Infinix HOT S ini hanya mampu mengakses jaringan 2G dan 3G saja. Jangan heran, sejatinya Infinix HOT S adalah perangkat 4G, hanya saja untuk mengikuti peraturan TKDN yang ada, di mana produk ini belum selesai proses sertifikasinya, maka Infinix mengunci jaringan 4G pada smartphone ini.

review Infinix HOT S Indonesia


Untungnya saat saya uji, masih dapat update firmware OTA sebesar 9 MB yang ternyata membuka jaringan 4G-nya. Besar keyakinan saya bahwa update firmware ini akan ditutup saat Infinix HOT S mulai tersedia di pasaran, hingga saat sertifikasi TKDN telah berhasil nanti. Kurang lebih sama dengan apa yang terjadi pada Infinix Zero 3 sepertinya.

review Infinix HOT S Indonesiareview Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - taraaa, anak soleh kebagian 4G dong!


Saat saya coba pasangkan dengan simcard Smartfren di Cimahi, Infinix HOT S tidak mampu menangkap sinyal 4G-nya. Waktu itu saya sama sekali tidak melakukan lock 4G only atau mengubah APN untuk Smartfren. Begitu saya ganti dengan simcard XL 4G sih tanpa kendala langsung muncul sinyalnya. Kedua simcard pada Infinix HOT S dapat dipilih untuk internetan di jaringan 4G. Ukuran kedua simcard yang digunakan adalah micro-sim.

Bahas soal simcard, jadi keingetan ada kabar buruk. Infinix HOT S ini menggunakan hybrid slot pemirsa! Artinya saya harus bisa memanfaatkan sebaik mungkin memori internalnya yang berkapasitas 16 GB. Soalnya, bagi saya dual-sim sudah menjadi kewajiban.

Berikut ini saya tuliskan kesan-kesan saya terhadap bagian per bagian Infinix HOT S setelah satu minggu dalam penguasaan.

Layar

Untuk urusan layar, Infinix HOT S tidak memiliki kendala berarti selain lapisan depannya yang cukup reflektif. Dimensinya yang 5,2 inci terasa pas sekali di tangan, sementara resolusinya yang memang sebatas HD 720p, sama sekali tidak mengurangi kenyamanan saya saat memandang dan menggunakan smartphone ini. Reproduksi warna cukup baik, meskipun tidak se-vibrant smartphone lain yang sering saya puji layarnya saat sedang diulas. Layarnya sudah memiliki lapisan pelindung Dragontrail, meskipun begitu saya tak pernah punya nyali untuk uji gores pada layar smartphone apapun, he.. he..

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - layar yang cukup baik


Baterai

Dengan kapasitas baterai 3.000 mAh, Infinix HOT S mampu melenggang sehari semalam dalam pemakaian normal ala saya (screen-on time sekitar tiga jam).

review Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - data penggunaan baterai di jaringan 4G


Banyak orang yang menjadikan SOT (Screen-on Time) sebagai patokan keawetan baterai, padahal menurut saya screen-on time hanyalah salah satu faktor saja yang tidak bisa berdiri sendiri. Pada kenyataannya, screen-on time saja tidak cukup menentukan tingkat ketahanan baterai suatu smartphone. Coba saja pikir, screen-on time saat sebuah smartphone digunakan dengan tingkat kecerahan layar 20% pasti lebih baik daripada saat kecerahan layar diatur menjadi 70% atau bahkan auto. Belum lagi jika smartphone tersebut hanya digunakan untuk tethering, screen-on time wajib gugur sebagai skala pengukuran keawetan baterai.

Kembali ke Infinix HOT S, saya sengaja memutar video berjam-jam hanya untuk mendapatkan angka screen-on time yang besar, dan bisa!

review Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - penggunaan dikondisikan biar screen-on time besar


Oh ya, selama menguji Infinix HOT S ini, saya melakukannya pada dua kondisi, yaitu dengan menggunakan simcard XL 4G dan Tri 3G. Hasilnya ternyata tak sesuai tebakan saya, saat menggunakan simcard 3G, ketahanan baterainya sama saja, kurang lebih 24 jam dengan screen-on time kurang lebih tiga jam.

review Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - data penggunaan baterai di jaringan 3G

Gaming

Saat saya coba bermain game 3D, bisa dikatakan Infinix HOT S mampu memainkannya dengan lancar, walaupun konsekuensinya backcover metal-nya terasa menghangat. Game seperti Beast Quest dan Big Bang dapat dimainkan tanpa hambatan.

Software Gyroscope

Masih untuk bermain game 3D, tak lupa saya coba juga Infinix HOT S memainkan game VR. Info yang saya dapat di media sosial, smartphone ini memiliki sensor gyroscope dari software, bukan hardware. Klaim Infinix Indonesia yang saya baca di twitter, menyatakan bahwa akurasinya sudah mencapai 90% dari gyroscope hardware.

review Infinix HOT S Indonesia
Infinix HOT S - informasi gyroscope


Saat saya gunakan bermain game Lamper VR, di mana saya bermain sebagai serangga yang terbang menangkap bulir-bulir cahaya dan menghindari tanaman pemangsa, rasanya tak ada beda dengan saat game yang sama saya mainkan di smartphone dengan gyroscope hardware. Hasilnya pun sama juga, sepuluh menit bermain sudah cukup membuat kepala pusing dan perut mual, ha.. ha.. Oh ya, headset VR yang saya gunakan adalah ANT VR.

Kamera

Kamera Infinix HOT S cukup kaya akan fitur. Selain auto mode, ada professional mode alias manual, beautify, panorama, dan night mode. Pengambilan gambar menggunakan gesture maupun smile-detection juga ada. Menu self-timer dinamakan delay shot dan kontrolnya terasa intuitif di mana kita bisa menentukan lama delay dari sepanjang apa kita menarik ikon panah ke bawah.

Resolusi kamera utama sudah sebesar 13 Megapixels, tertera melalui tulisan di samping lensa utama pula, he.. he.. LED Flash belakang ada dua, tapi warnanya senada, aneh juga. Kamera depan beresolusi 8 Megapixels dan memiliki soft LED flash dan autofokus. Autofokus pada kedua kamera Infinix HOT S cukup cepat. Sementara untuk kualitas hasilnya saya bahas pada bagian lain di tulisan ini.

Fingerprint Scanner

Sensor atau scanner sidik jari pada Infinix Hot S berbentuk lingkaran yang ditempatkan pada bagian punggung smartphone ini. Ini adalah lokasi natural untuk telunjuk kita saat memegang sebuah smartphone. Kekurangan dari penempatan fingerprint scanner di posisi ini adalah saat smartphone diletakkan di atas meja, maka kita harus mengambilnya untuk melakukan unlock dengan sidik jari, kalau tidak maka kita harus membuka smartphone dengan metode lain.

Ukuran fingerprint scanner pada Infinix HOT S ini sedikit kekecilan bagi saya. Alhasil saat merekam sidik jari saya, sebisa mungkin berbagai kemungkinan posisi jari harus dicoba agar tidak mudah gagal saat memindai nantinya. Proses pemindaian hingga kunci smartphone terbuka cukup cepat, namun terasa tidak secepat smartphone berpemindai sidik jari yang pernah saya gunakan sebelumnya.

XOS Chameleon

Lanjut ke sisi OS, Infinix menghadirkan custom OS terbaru mereka, XOS Chameleon 2.0 yang berbasiskan Android Marshmallow 6.0. Menurut saya ini adalah upgrade besar dari XUI pada segi tampilan. Jadi mirip FlyMe OS seingat saya. Mulai dari toggles di notification bar hingga tampilan layar dan ikon pada bagian Setting. Ada fitur yang mengingatkan aplikasi mana saja yang menguras baterai, mengingatkan saya pada FunTouch OS. Sementara kehadiran screen recording makin melengkapi fitur yang berguna bagi saya.

review Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia


review Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia


Bug pada XUI di mana aplikasi tidak dapat menampilkan teks yang berformat cetak tebal alias bold sudah hilang. Jadi saya bisa membuka aplikasi Gmail dan tahu e-mail mana saja yang belum saya baca.

XOS ini memiliki application drawer, tapi semua aplikasi yang kita miliki tetap muncul di homescreen dan tak bisa disembunyikan, hmmm... Beberapa fungsi gesture pun tak lupa dihadirkan Infinix pada XOS Chameleon, seperti membalikkan ponsel untuk mute telepon masuk dan double tap to wake.


Informasi Hardware Infinix HOT S

Berikut adalah informasi mengenai hardware alias jeroan Infinix HOT S yang saya ambil menggunakan beberapa aplikasi pembantu (bukan pembantu rumah tangga, please deh).

CPU-X

review Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia

AIDA64

review Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia

review Infinix HOT S Indonesia

Sensor Box for Android

review Infinix HOT S Indonesia, Kelengkapan Sensor
Infinix HOT S - Kelengkapan Sensor


Dan bagi yang menganggap skor benchmark adalah segalanya, berikut skor benchmark sintetis yang dihasilkan oleh aplikasi Antutu Benchmark.

review Infinix HOT S Indonesia, skor antutu benchmark
Infinix HOT S - skor antutu benchmark


Hasil Foto Menggunakan Kamera Infinix HOT S

Jangan ditanya hasil kedua kamera Infinix HOT S pada kondisi cahaya berlimpah ya, seperti kebanyakan smartphone terkini dengan resolusi kamera yang besar, hasilnya memuaskan. Sayangnya hasil kamera pada kondisi kekurangan cahaya terlihat ada bercak alias noise. Meskipun masalah noise dapat diatasi dengan settingan manual yang tepat, namun bagi saya kamera sebuah smartphone sejatinya tinggal pakai cekrek-cekrek gitu, he.. he..

Cek langsung semuanya di artikel hasil foto menggunakan kamera Infinix HOT S ini ya.

Plus dan Minus Infinix HOT S

Kelebihan Infinix HOT S

  1. Harganya menggiurkan, membanting beberapa smartphone metal ber-fingerprint lainnya.
  2. Ukuran layar 5,2 inch, tidak terlalu besar.
  3. Fiturnya cukup lengkap, sudah ada fingerprint scanner.
  4. Bahan metal-nya tidak terasa murahan, dan finishing-nya rapi, nyaman digenggam.
  5. XOS Chameleon yang sudah Marshmallow, lebih intuitif, cantiknya mirip FlyMe OS namun notifikasi tidak jadi telat.
  6. Kamera utama cukup baik, sudah 13 Megapixels, ada night mode dan manual mode untuk mengatasi keluhan lowlights yang agak grainy.
  7. Kamera depan 8 Megapixels dengan soft LED flash dan autofokus.
  8. Posisi speaker di bawah sehingga tidak gampang tertutup, meskipun speaker-nya hanya sebelah. Kualitas suara tidak cempreng, tidak terlalu istimewa saat menggunakan loudspeaker, namun saat menggunakan earphone terasa enak untuk mendengarkan musik.
  9. Layar dengan reproduksi warna dan kecerahan yang baik.

Kekurangan Infinix HOT S

  1. Absennya hal-hal berikut: LED notification, backlight pada capacitive button, dan sensor gyroscope hardware.
  2. Khusus sensor gyroscope, apabila dicek menggunakan aplikasi maka disebutkan hadir, namun sensornya hanyalah software, yang walaupun diklaim akurasinya 90% seperti hardware, tetap saja tidak tulen.
  3. Ukuran fingerprint scanner cukup kecil, harus pintar-pintar merekam sidik jari agar tidak banyak gagal saat digunakan.
  4. Kecepatan fingerprint unlock masih kurang cepat, tidak lelet banget tapi terasa lebih lama dari smartphone lain yang pernah saya coba.
  5. Hybrid slot! OMG! Infinix jadi latah sama merk sebelah soal slot ini, hiks.

Apa Kata Aa tentang Infinix HOT S


Tak henti-hentinya produsen smartphone sekarang ini mengeluarkan produk yang masuk kategori best value for money. Infinix HOT S menurut saya salah satunya. Bagaimana tidak, dengan harga jualnya yang hanya Rp 1.749.000,- kita sudah mendapatkan sebuah smartphone metal dengan fingerprint scanner, dan Android Marshmallow.

Bagi saya sendiri, Infinix HOT S berhasil memberikan impresi yang memuaskan.

Memang sih, Infinix ini rasanya doyan banget pakai processor Mediatek MT6753. Dengan memasukkan Infinix HOT S, artinya sudah tiga produk di tiga seri yang berbeda lho yang menggunakan processor ini: Infinix Zero 2, Infinix Note 2, dan HOT S.

Bukannya jelek, namun processor ini sudah banyak dikeluhkan sebagai penerus yang downgrade. Processor sebelumnya, Mediatek MT6752 punya skor benchmark yang lebih tinggi karena punya clockspeed 1,7 GHz, sementara MT6753 hanya 1,5 GHz. Pun soal keawetan baterai, sepengalaman saya MT6752 lebih baik.

Jadi, seandainya kebanyakan orang tidak mempermasalahkan absennya LED notification, backlight pada tombol kapasitif, serta slot sim-card dan memori eksternal yang giliran, bisa jadi Infinix HOT S ini akan jadi barang rebutan di pasar ponsel tanah air. Ya, rebutan antara pengguna budget smartphone yang mau merasakan ponsel logam berpemindai sidik jari, melawan pelapak yang ingin merasakan keuntungan dari memborong stok online dan dijual kembali secara offline, he.. he...

Maklum, produk Infinix selama ini selalu dijual melalui channel online, Lazada kalau saya harus tembak langsung nama tokonya, he.. he.. Mungkin inilah cara Infinix membuat harga produknya tetap terjangkau, memotong biaya distribusi serta menggunakan komponen yang sama terus menerus (beli processor yang sama agar lebih murah, mungkin?).

Nah, ada kabar kalau Infinix akan menjual Infinix HOT S Pro (versi RAM 3GB) melalui channel offline. Kita tunggu saja ya.

Demikian review saya kali ini. Bagi Anda yang hendak bertanya, saya sarankan untuk bertanya via Twitter karena biasanya lebih fast response. Kecuali Anda mau bertanya saja tanpa butuh jawaban ya, he.. he..

10 comments:

  1. Review nya keren gan. Sudah sangat cukup membantu sebelom membeli HP nya.
    Cuma saran dlm perbandingan dg hp lain, harap disebutkan merek hp lain tersebut. Jadi bisa melihat perbandingan dg harga sama hasil yg didapat kek gimana.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu saya ada nulis Xiaomi Redmi Note 3 sama Meizu M3 Note lho :D

      thanks masukannya om :)

      Delete
  2. mantap gan, jadi tau banyak nih hehehe

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Gan.. Hp ini apa bisa dihubungkan ke led tv melalui kabel MHL?

    ReplyDelete
  5. Iyaaah om boleh minta update'an 4g nya gak ?? Buat infinix hot s, hp saya belum dapet2 juga update'an untuk membuka jaringan 4g nya om

    ReplyDelete
  6. Kang gogon, saya skrg pakai si infinix hot s ini. secara keseluruhan performanya bagus banget di kelas harga segitu. sayangnya kok memori eksternalnya gak bisa dipakai buat nyimpen aplikasi ya. hasil foto dari kamera pun semuanya masuk ke memori internal. apakah memang ada sudah dari sananya begitu atau kang gogon punya solusinya? nuuhuuun banget kang.

    ReplyDelete
  7. min gimna cara memasukkan simcard bisa dituliskah langkah2nya min...

    ReplyDelete