Gadget Promotions

Wednesday, December 14, 2016

Review Remax 200HB, A Nice to Have Bluetooth Headphone

review wireless bluetooth headphone remax 200hb indonesia

Beberapa waktu lalu, saya menemukan beberapa retakan pada headphone kesayangan saya, Philips O'Neill The Cruz SHO 3300 (bisa dilihat pada video Instagram ini). Selama hampir dua tahun headphone ini setia menemani di meja kerja saya di kantor.

Yang saya sukai dari headphone ini adalah bentuk bantalannya yang tidak terlalu mengisolasi kuping, sehingga saya masih bisa mendengar saat orang lain memanggil saya. Walaupun sebetulnya saat saya memasang headphone di telinga, itu artinya saya tak ingin diganggu karena hendak fokus pada pekerjaan saya. Bahkan kadang saya tak mengindahkan panggilan atasan saya karena bisa pura-pura tak mendengarnya, wong lagi pake headphone, haha.

But life must goes on, sedia payung sebelum hujan, cari gebetan lain sebelum diputuskan, errrr? Saatnya mempersiapkan pewaris tahta, tetapi kali ini saya menambahkan satu kriteria kepada calon pengganti sang headphone kesayangan: harus nirkabel!

Akhirnya saya pun browsing produk di Banggood.com untuk kemudian memintanya dikirimkan sebagai barang untuk saya ulas, hehe, ngga modal, I know... Sempat terpaku pada produk dari bluedio, sampai akhirnya saya menemukan satu produk yang rasa-rasanya belum pernah saya lihat dijual di Indonesia, Remax 200HB. Produk headphone nirkabel ini berlabel harga $32.99 di Banggood. Saat saya lihat bentuk bantalannya yang datar seperti apa yang ada pada headphone Philips saya, saya pun yakin untuk memilih produk ini. Urusan kualitas suara urusan belakangan, takkan tahu tanpa dicoba terlebih dahulu, pikir saya kala itu.

Dua minggu berselang produk ini pun datang dan bagian selanjutnya pasti sudah bisa Anda tebak, ya Unboxing!


Unboxing Remax 200HB


Headphone Remax 200HB ini dikemas dalam sebuah kotak besar yang nampak berkualitas. Saat pertama kotak dibuka, masih ada lapisan plastik buram yang cukup tebal melindungi headphone-nya. Kesan mewah sedikit muncul dari pelindung ini, walaupun saya yakin takkan semewah produk headphone yang harganya jutaan Rupiah. Sangat baik untuk level headphone dengan harga yang jika dirupiahkan sekitar Rp400.000,- ini.

Headphone ini tersedia dalam tiga pilihan warna: khaki, black, dan grey. Seandainya warna grey tersedia, saya akan memilihnya. Namun hidup itu adalah tentang pilihan, tak semuanya yang kita inginkan bisa kita dapatkan, akhirnya saya pun memilih yang warna black. Heran, memilih warna saja bisa sedramatis ini deh. Ha.. ha.. ha..

review wireless bluetooth headphone remax 200hb indonesia

review wireless bluetooth headphone remax 200hb indonesia

review wireless bluetooth headphone remax 200hb indonesia

Kelengkapan dalam kotaknya sendiri cukup esensial. Disertakan dua buah kabel, yaitu kabel audio male-to-male 3,5 mm, serta kabel micro-USB untuk pengisian daya. Kabel yang terakhir dibungkus dalam plastik yang terasa cukup eksklusif. Selain itu, disertakan pula kartu garansi dan buku manual. Sayangnya Remax tidak menyertakan pouch atau carrying case dalam paket penjualannya. Untunglah saya tak pernah membawa-bawa headphone saya.

review wireless bluetooth headphone remax 200hb indonesia



Remax 200HB dalam Penggunaan Sehari-hari

review wireless bluetooth headphone remax 200hb indonesia

review wireless bluetooth headphone remax 200hb indonesia

Untuk mulai menggunakan Remax 200HB, ada dua cara menghubungkannya dengan audio player yang kita miliki. Pertama, the old style, gunakan kabel audio male-to-male 3.5 mm yang disediakan dalam kotak penjualan. Kedua tentu saja dengan bluetooth, ini kan alasan saya memilih headphone ini toh? Hehe...

Untuk pairing-nya, dari keadaan mati, tekan dan tahan tombol power yang ada pada sisi kanan luar headphone ini. Baru lepaskan tombol saat lampu indikator berkedip agak cepat dengan warna bergantian merah dan biru. Pada kondisi ini, headphone sudah berada dalam pairing mode, tinggal menambahkannya dari laptop, smartphone, atau audio player kita.

Perlu dicatat, headphone ini sangat setia karena hanya mampu menyimpan satu perangkat yang dipasangkan terhadapnya. Sehari-hari, headphone ini sudah dipasangkan dengan notebook saya. Namun, setelah saya coba pasangkan dengan ONN W8 music player yang juga saya miliki, untuk kembali dihubungkan dengan laptop maka perlu dihapus dari daftar perangkat bluetooth di laptop dan kembali melakukan proses pairing.


review wireless bluetooth headphone remax 200hb indonesia

Headphone Remax 200HB ini mempunyai kelebihan berupa kontrol media massa player yang dapat dilakukan secara remote. Play/pause dapat dilakukan dengen menekan tombol power (bagian atas). Menaik-turunkan volume dapat dilakukan dengan menekan tombol kanan atau kiri. Sementara untuk next song dan previous song maka tombol kanan atau kiri perlu ditekan agak lama.

review wireless bluetooth headphone remax 200hb indonesia

review wireless bluetooth headphone remax 200hb indonesia

Material yang digunakan pada Remax 200HB terasa cukup nyaman digunakan berlama-lama. Walaupun jika sudah melewati hitungan jam, maka rasa panas di telinga mulai terasa beriringan dengan keringat yang hendak muncul. Sirkulasi udara pada telinga yang menggunakan headphone ini tidak terlalu baik, tetapi memang tak disarankan juga mendengarkan musik menggunakan headphone terlalu lama.

Bobotnya yang ringan, mungkin membuat headphone ini terasa kurang kokoh dan tak premium. Padahal, jika kita pegang, tekan, dan ketuk satu persatu bagian dari Remax 200HB, rasanya tak ada satupun bagian yang ringkih.

Daya tahan baterai Remax 200HB diklaim mampu digunakan selama sepuluh jam dengan waktu standby selama 30 hari. Dalam pengujian saya, headphone ini baru meminta diisi daya minimal dua hari penggunaan di kantor, kadang sampai tiga hari. Dalam satu hari, kurang lebih saya memutar lagu dengan headphone ini sekitar empat jam, baik didengarkan atau tidak, hehe.. Jadi saya rasa klaimnya benar adanya.

Ada hal lucu yang terjadi sejak saya menggunakan headphone ini. Mentang-mentang tak berkabel, seringkali saya lupa tak melepasnya dulu saat hendak pergi ke WC, hahaha.

review wireless bluetooth headphone remax 200hb indonesia

review wireless bluetooth headphone remax 200hb indonesia

Untuk kualitas suaranya sendiri, saya mengujinya dengan memutar beberapa video yang menurut pengunggahnya dimaksudkan untuk menguji kualitas suatu headphone. Mulai dari pengujian bass pada frekuensi rendah, hingga treble pada frekuensi tertinggi yang masih mampu didengar dengan baik oleh telinga manusia.

Ya, sekali lagi saya bukanlah audiophile, saya cuma bisa menilai apakah kualitas suaranya dapat diterima oleh kuping saya atau tidak. Dan Alhamdulillah, semua pengujian mampu dilahap dengan baik oleh Remax 200HB tanpa membuat kuping saya merasa tak nyaman.

Dibawa memainkan lagu slow namun penuh dentuman bass dan kick snare seperti pada intro lagu I'm Not The Only One milik Sam Smith, Remax 200HB mampu memberikan kenikmatan yang saya rindukan. Penasaran, saya pun mencari lagu yang penuh dengan kick snare di YouTube, dan saya pun mendapatkan lagu berikut ini yang menurut saya terdengar penuh power pada headphone ini.


Saat saya menulis review ini, saya kebetulan sedang jatuh cinta dengan lagu yang sebetulnya sudah dirilis pada tahun 2015 milik Carly Rae Jepsen, Your Type. Aroma 80's yang terasa kental di lagu pop ini semakin nikmat rasanya di telinga berkat Remix 200HB. Sebagai perbandingan, saya biasanya mendengarkan lagu ini menggunakan earphone Xiaomi Mi Piston 2 dan QCY Q26.


Saya pun tak bisa mengomentari apakah bass-nya mbulet, treble-nya ngencring, mid-sound-nya tebal, dan lain-lain. Sungguh saya tak terlalu mengerti akan hal itu, dan tak ingin terlalu peduli, haha. Yang saya rasakan adalah pure kenikmatan lebih saat mendengarkan musik menggunakan headphone baru saya. Saya tahu rasanya mendengarkan musik dari headphone dua ratus ribuan yang terasa datar. Sementara Remax 200HB benar-benar terasa penuh 'bumbu'. Separasi antar instrumen pun terasa jelas.

Oh ya, saya akan bandingkan dengan dua buah headphone yang masih dan sempat saya miliki. Jika dibandingkan dengan Philips O'Neill The Cruz SHO 3300 yang 2 tahun lalu saya beli seharga Rp420.000,-, maka output suara yang dihasilkan Remax 200HB kebanyakan unggul. Namun, Philips SHO 3300 menurut saya unggul pada material yang digunakan. Selama menggunakan headphone Philips ini, saya tak pernah merasakan panas pada telinga, apalagi sampai berkeringat. Sementara jika terlalu lama menggunakan Remax 200HB, telinga mulai panas dan lembab karena mulai muncul keringat. Bahan bantalannya yang terasa seperti kulit menjadi faktor dari keadaan ini. Padahal bahan seperti ini seringkali menimbulkan bau tak enak apabila bercampur dengan keringat.

Sementara apabila saya bandingkan dengan Blaupunkt BP-102 yang merupakan copotan dari smartphone Blaupunkt Sonido X1+, maka feels-nya di telinga kurang lebih sama. Namun, entah kenapa suara dari Blaupunkt BP-102 terasa lebih tajam menusuk telinga sehingga saya tak tahan mendengarkannya lama-lama. Sedikit lebih powerful memang headphone Blaupunkt tersebut, namun cepat membuat telinga lelah.

Oh ya, jika melihat ada tombol call pada headphone ini, maka headphone ini dapat digunakan untuk menerima telpon. Namun hingga saat ini belum saya coba, karena saya jarang melakukan panggilan telepon. Hehe.
review wireless bluetooth headphone remax 200hb indonesia


Apa Kata Aa tentang Remax 200HB

review wireless bluetooth headphone remax 200hb indonesia

So far saya puas dengan pilihan headphone saya kali ini. Saking puasnya, saya pun akhirnya memutuskan menjual kembali headphone Blaupunkt BP-102 milik saya. Padahal tadinya saat saya selesai mengulas Blaupunkt Sonido X1+, saya dan istri sepakat hanya akan menjual kembali smartphone-nya saja dan menyimpan headphone-nya karena senang dengan suaranya.

Jika saya diminta feedback untuk pengembangan ke depannya, maka saya akan membuat daftar seperti ini untuk Remax 200HB:
  • Harusnya bisa mengingat lebih dari 1 perangkat yang sudah dipasangkan.
  • Ditambah slot micro-SD seperti kebanyakan bluetooth headphone lainnya, jadi bisa memutar musik mandiri.
  • Kelengkapan penjualan ditambah pouch atau proteksi berupa carrying case.
  • Bantalan lebih baik dilapisi bahan kain lembut agar tidak terasa panas.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, saya merasa harga $32.99 atau sekitar Rp450.000 yang dibandrol oleh Banggood untuk Remax 200HB ini sesuai dengan value-nya. Apalagi ada diskon 10% dengan menggunakan kode kupon "CellAcc" pada link berikut ini: https://goo.gl/eTcS7n  

Saya sempat diberi bocoran oleh salah satu akun gadget di twitter, bahwa produk ini ada yang jual juga di Indonesia dengan harga yang beragam. Pilihan ada pada Anda, saya sih sangat senang menikmati headphone bagus, gratis pula, ha.. ha..

No comments:

Post a Comment