Gadget Promotions

Monday, October 24, 2016

Review QCY Q-26 Wireless Earphone, Mungil Segede Upil!

review qcy q-26 wireless bluetooth earphone headset indonesia

Suatu pagi, saya sedang berkendara menuju kantor dengan menumpang salah satu layanan ojek online yang identik dengan warna hijau (ya saya tahu, setidaknya ada dua layanan sejenis yang mengidentikkan diri mereka dengan warna ini). Hingga sekitar dua kilometer jelang rute berakhir, sang pengendara menghentikan laju sepeda motornya. "Bannya bochor Pak!", jelasnya.

Saya pun segera turun dan melihat ke arah ban belakang sepeda motor jadul yang masih terasa bertenaga itu. Saat itu pula Bapak pengendara meminta maaf dan bermaksud mengembalikan sebagian ongkos yang sebetulnya sudah duluan saya bayarkan menggunakan layanan pembayaran digital. Namun konsentrasi saya sudah tak lagi tertuju pada ucapan si Bapak, saat membuka helm, sebuah gadget kecil yang saya tempelkan di kuping, terlepas dan jatuh ke jalanan, kemudian menggelinding ke kolong sebuah angkot yang sedang melintas. Untungnya sesaat kemudian saya masih bisa memungutnya dari jalanan dalam kondisi sedikit baret saja.

Gadget tersebut adalah sebuah wireless earphone atau bisa juga disebut bluetooth headset yang baru saja saya terima satu hari sebelumnya. QCY Q-26, nama produknya memang terasa cukup asing di telinga. Untung saja produk ini untuk dipasangkan di telinga, sehingga mereka bisa berkenalan supaya tak lagi merasa asing, ha.. ha..

QCY Q-26 ini saya dapatkan dari Banggood.com, bukan dibeli tetapi diberi. Lebih tepatnya saya yang meminta produk ini karena memang sesuai dengan kebutuhan saya yang belakangan mulai sering pulang kerja menggunakan angkot. Bukan buat pencitraan lho ya saya naik angkot, kebetulan saya belum ada partai yang mau mengusung untuk Pilkada nanti. Saya sepertinya tidak akan maju secara partai, tapi eceran saja, ha.. ha..

Biasanya saya menggunakan beberapa earphone berkabel bergantian saat pulang berjalan kaki dari kantor kemudian disambung naik angkot sebanyak dua kali. Perjalanan pulang yang memakan waktu sekitar 40-60 menit tersebut selalu saya isi dengan mendengarkan musik agar tak bosan. Kabel earphone seringkali saya selipkan di balik jaket atau kaos yang saya pakai, lalu dihubungkan ke ponsel yang saya taruh di saku celana. Saat mulai duduk di angkot dan ingin membuka media sosial di ponsel, kabel earphone pun mulai terasa mengganggu, karena seringkali membuat saya tak leluasa memegang smartphone saya.

Nah masalah di atas otomatis sudah terselesaikan dengan hadirnya wireless earphone QCY Q-26 ini. Tapi apakah earphone ini hanya menang di konektifitasnya yang nirkabel saja? Atau apakah sisi lainnya juga memiliki kualitas untuk membuatnya layak dimiliki? Baca terus artikel ini sampai habis ya. Namun jika Anda sudah tergoda dengan warna dan bentuknya yang mungil, Anda dapat memesan sebuah QCY Q-26 wireless earphone di Banggood dengan diskon 10% dari harga normalnya yang sebesar $9,99 menggunakan kode diskon ini: "q260" (berlaku hingga 30 November 2016).


Unboxing QCY Q-26 wireless earphone


Kelengkapan dalam paket penjualan QCY Q-26 wireless earphone ini tergolong standar. Terdapat buku manual, kabel pengisi daya, dan dua buah eartips tambahan melengkapi pilihan ukurannya menjadi S, M, dan L. Kotak kemasan QCY Q-26 wireless earphone terasa cukup elegan meskipun hanya mengandalkan kardus coklat polos yang serba minimalis. Dipilihnya desain polos inilah yang menurut saya membuatnya terasa elegan, daripada kemasan penuh gambar produk yang seringkali digunakan produk sejenis pada level harga yang sama.

review qcy q-26 wireless bluetooth earphone headset indonesia

review qcy q-26 wireless bluetooth earphone headset indonesia

review qcy q-26 wireless bluetooth earphone headset indonesia

review qcy q-26 wireless bluetooth earphone headset indonesia


Cara Pengoperasian QCY Q-26 wireless earphone

review qcy q-26 wireless bluetooth earphone headset indonesia

Untuk mengoperasikan QCY Q-26 wireless earphone terbilang cukup sederhana dan mudah. Semua dapat dilakukan melalui satu-satunya tombol MFB (Multi Function Button) yang terdapat pada bagian atas earphone ini. Maksud saya bagian atas adalah bagian yang menghadap ke atas saat earphone ini dipasangkan pada telinga kanan. Pada buku manual terdapat tulisan bahwa earphone ini memang disarankan untuk digunakan pada telinga kanan.

review qcy q-26 wireless bluetooth earphone headset indonesia


Dalam pengoperasianya, QCY Q-26 ini memberikan feedback melalui dua buah indikator. Indikator pertama adalah cahaya dari LED yang bersebelahan dengan tombol MFB, sementara indikator kedua melalui suara yang keluar dari earpiece.

  1. Power-on / Menyalakan, tekan dan tahan tombol MFB selama 3 detik hingga terdengar bunyi "powered-on".
  2. Pairing / Menghubungkan dengan Perangkat Lain, dalam keadaan mati, tekan dan tahan tombol MFB selama 5 detik hingga lampu indikator menyala bergantian biru dan merah, lalu lakukan proses pairing dari smartphone atau perangkat lainnya hingga terdengar bunyi "pairing successful".
  3. Power-off / Mematikan, tekan dan tahan tombol MFB selama 3 detik hingga terdengar bunyi "powered-off".
  4. Answer Call / Terima Panggilan, tekan tombol MFB satu kali saat ada panggilan masuk.
  5. Reject Call / Tolak Panggilan, tekan dan tahan tombol MFB selama 1 detik saat ada panggilan masuk.
  6. End Call / Mengakhiri Panggilan, tekan tombol MFB satu kali saat dalam panggilan.
  7. Redial Last Number / Memanggil Nomor Terakhir, tekan tombol MFB dua kali saat dalam mode standby.
  8. Play and Pause Music / Memainkan dan Menghentikan Musik, tekan tombol MFB satu kali saat memainkan musik.
  9. In-call Mute / Membisukan Panggilan, tekan tombol MFB dua kali saat dalam panggilan.
  10. Voice Switching / Menukar Keluaran Suara, tekan dan tahan tombol MFB selama 1 detik saat dalam panggilan untuk menukar keluaran suara agar terdengar dari earphone atau dari ponsel.


QCY Q-26 wireless earphone dalam Penggunaan Sehari-hari


Dalam keseharian saya, kehadiran QCY Q-26 wireless earphone ini seperti menjadi pelipur lara. Saya tetap bisa menikmati musik walaupun sedang berada di angkot yang penuh dengan anak perempuan berseragam sekolah yang percakapannya tak pernah jauh dari laki-laki gebetan-nya direbut anak perempuan lain.

review qcy q-26 wireless bluetooth earphone headset indonesia

review qcy q-26 wireless bluetooth earphone headset indonesia

review qcy q-26 wireless bluetooth earphone headset indonesia


Saya tak merasa aneh walaupun hanya mendengarkan musik dari telinga kanan saja, karena seringnya saat menggunakan earphone berkabel pun saya hanya memasangkan pada sebelah telinga saja. Tujuannya tak lain agar masih bisa mendengar keadaan sekitar, sehingga terhindar dari bahaya yang mungkin terjadi di luar sana.

Kualitas suaranya tak mengecewakan, masih sebanding lah dengan Xiaomi Mi Piston 2 yang sudah saya gunakan bertahun-tahun. Power-nya terhitung baik, bahkan jika kita atur pada volume maksimal dan tak kita pasangkan ke telinga, kita bisa mendengarkan ada suara keluar.

Saya bukan audiophile, jadi saya hanya bisa mengatakan bahwa keluaran suara dari QCY Q-26 wireless earphone ini tergolong bagus. Bunyi yang terdengar terasa memiliki detail yang cukup baik, sama sekali tidak cempreng, dengan bass yang terasa cukup, bahkan di beberapa kesempatan terdengar boomy.

review qcy q-26 wireless bluetooth earphone headset indonesia

review qcy q-26 wireless bluetooth earphone headset indonesia


Dari keadaan baterai penuh, hingga terdengar rengekannya meminta diisi ulang, QCY Q-26 wireless earphone dapat bertahan selama tiga jam. Sebetulnya ketika tedengar suara yang mengindikasikan baterainya sudah harus diisi ulang, earphone ini masih bisa digunakan mendengarkan beberapa lagu lagi. Namun saya tak mau memaksakannya hingga mati kehabisan baterai, daripada kenapa-kenapa nantinya. Dari keadaan ini hingga baterai kembali penuh, diperlukan waktu pengisian daya selama sekitar dua puluh menit saat saya menggunakan kepala charger berkuat arus 1A.

QCY Q-26 wireless earphone ini memiliki baterai tanam yang bahkan di buku manualnya disebutkan wajar apabila suatu saat mengalami penurunan performa. Jadi saya pikir penggunaan secara baik diperlukan agar umurnya panjang. Karena entah bagaimana, rasanya saya menyukai earphone ini, selain karen bentuk dan warna lime green-nya yang aduhai, sifatnya yang nirkabel membuatnya terasa sangat ringkas saat digunakan.

Jangkauan sinyal bluetooth dari QCY Q-26 wireless earphone ini disebutkan sejauh maksimal sepuluh meter. Namun jika Anda terhalang tembok, earphone ini akan sangat mudah merengek "Disconnected!" hehe. Pun demikian saat ponsel saya dimasukkan ke dalam saku jaket, terkadang sinyal suaranya terputus-putus.

Entah apakah ini masalah kekuatan penerimaan gelombang bluetooth-nya atau yang lain, karena saat saya gunakan mendengarkan lagu dari laptop pun terkadang kejadian suara putus-putus ini beberapa kali terjadi. Persentase kejadian putus-putus ini saya perkirakan sebesar 5-7 % lah. Semoga bukan akibat dari terjatuh ke jalanan yang saya tulis di awal ya.


Plus dan Minus QCY Q-26 wireless earphone

Kelebihan QCY Q-26 wireless earphone

  • Ringkas, mungil, dan memiliki bentuk serta warna yang menarik.
  • Kualitas suara tidak mengecewakan, cukup baik untuk kisaran harga jualnya.
  • Mampu bertahan selama 3 jam dalam satu kali pengisian daya selama 20 menit.

Kekurangan QCY Q-26 wireless earphone

  • Terkadang mengalami suara putus-putus.
  • Seperti kebanyakan bluetooth headset, hanya sebelah saja.
  • Hanya mengandalkan eartips untuk dapat menempel di telinga, riskan jatuh.

Apa Kata Aa tentang QCY Q-26 wireless earphone

Buat para commuter, pengguna transportasi umum, saya pikir QCY Q-26 wireless earphone ini akan cocok digunakan. Kita bisa mendengarkan lagu atau notifikasi dari smartphone kita, hingga melakukan panggilan telepon selagi dalam perjalanan tanpa membuat kita mengabaikan kondisi sekitar karena hanya sebelah saja telinga kita yang tertutupi. Terlebih kita dapat mengontrol panggilan masuk dan musik melalui sebuah tombol fisik multiguna, tak perlu mengeluarkan smartphone kita.

Kualitas suaranya yang cukup baik, serta mampu bertahan selama tiga jam dalam sekali pengisian daya yang cukup singkat membuat kebutuhan saya terpenuhi. Mungkin buat sebagian orang tiga jam terasa terlalu singkat, tapi kan ukurannya yang mungil hanya mampu mengakomodasi baterai sebesar 70 mAh saja.

Jika deskripsi yang sudah saya tuliskan ternyata sesuai dengan apa yang Anda butuhkan, dan Anda ingin juga memilikinya, Anda dapat membeli QCY Q-26 wireless earphone di Banggood dengan diskon 10% dari harga normalnya yang sebesar $9,99 menggunakan kode diskon ini: "q260" (berlaku hingga 30 November 2016).

Demikian ulasan singkat saya kali ini, semoga bermanfaat ya!

Sunday, October 16, 2016

Review Xiaomi Mi 5s Indonesia, Jelas Ini mah Flagship!

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape

Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir saya mencoba menggunakan flagship smartphone. Terlepas dari perdebatan di salah satu baris komentar di channel Youtube saya yang menolak menganggap Xiaomi Mi 5s sebagai flagship hanya karena hilangnya logo MI pada bagian muka smartphone ini, spesifikasi yang ditawarkan ponsel pintar ini sudah sangat jelas mengukuhkan ada di kasta mana device yang satu ini.

Processor terbaru dari Qualcomm, Snapdragon 821 yang masih jarang ditemukan di smartphone dari vendor lain, dua varian kombinasi RAM dan storage (3 GB/64 GB dan 4 GB/128 GB), jelas takkan Xiaomi hadirkan pada jajaran smartphone kelas menengah. Belum lagi jiga kita bahas fingerprint dengan sensor ultrasonic yang walaupun diletakkan di bagian muka, namun dapat digunakan dalam keadaan layar mati.

Okeh, dari baris tulisan ini ke bawah, Anda harus memaklumi jika saya banyak memuji Xiaomi Mi 5s ini. Namanya juga orang yang biasa memakai smartphone dengan harga di bawah dua juta rupiah, kali ini punya kesempatan mengulas flagship smartphone terbaru. Rasanya kayak putus dari Gista Putri lalu jadian sama Kelly Brook.

Gis, kalimat terakhir di paragraf barusan cuma biar dramatis aja lho ya, Aa yakin dalam hatimu tahu, bulet-bulet, digoreng dadakan, di atas mobil, hadeuh...

Unboxing dan Kesan Pertama Xiaomi Mi 5s Indonesia

Sama seperti saat mengulas Xiaomi Redmi Note 4 dulu, saya membeli Xiaomi Mi 5s dari satu seller yang sama, Lapak Selusindo. Seller ini selalu bisa menghadirkan produk terbaru Xiaomi dengan harga yang masih wajar untuk hitungan Andhara early adopter.

Awalnya prosesi unboxing pun terjadi dengan proses yang mirip dengan Xiaomi Redmi Note 4, paket datang ke rumah, saya pulang malam dan langsung mengeksekusi proses buka kotak, sunting video sedikit, lalu unggah ke Youtube. Tapi, kali ini ada drama terjadi, satu berkas video rekaman prosesi unboxing sepanjang tujuh belas menit hilang dari kartu memori kamera saya, hingga harus saya ulangi perekamannya, dengan suasana hati yang sudah berbeda.

Heuheu, untungnya masalah berada pada kartu memori, bukan pada kamera Nikon 1 J3 saya, sehingga saya bisa melanjutkan cita-cita menjadi Youtuber abal-abal tanpa harus membeli kamera baru. Video unboxing-nya dapat dilihat di bawah ini:


Pada dasarnya, saya sangat menyukai Nikon 1 J3 saya ini, karena hasil fotonya pun bagus walau hanya mengandalkan lensa kit-nya. Foto-foto berikut saya ambil dalam keadaan lowlights, dibantu video lighting dan setting manual pada kamera.

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - kotak kemasan penjualan

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - sisi pinggir kotak kemasan penjualan

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - sisi belakang kotak kemasan penjualan

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - isi dalam kotak kemasan penjualan

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - kepala charger dengan arus maksimal 2,5 Ampere dan tegangan maksimal 12 volt.

Saat melihat Xiaomi Mi 5s di depan mata untuk pertama kalinya, saya pengen sih terkagum-kagum, tapi sayangnya tak bisa. Desainnya bagus, cantik, tapi sangat tidak bisa dikatakan original. Itu yang membuat saya tak bisa merasakan cinta pada pandangan pertama. Sisi depan mengingatkan pada Meizu M3 Note yang dulu sangat saya kasihi, sementara untuk sisi belakang mau tak mau harus saya akui mirip dengan iPhone 6 maupun 6s.

Saya orang yang ingin selalu berpikiran untuk maju ke depan, tak ingin mengenang masa lalu, dan Xiaomi Mi 5s dalam hal ini malah mengingatkan pada beberapa desain smartphone yang sudah hadir lebih dulu. Rasanya seperti Dian Sastro mengajak balikan, setelah Gista Putri ada dalam genggaman. Iya, saya tahu fantasi ini berlebihan, dan dua nama wanita yang saya sebut itu adalah istri orang semua, hahaha... Dan iya, saya juga sering teringat kenangan bersama mantan, misalnya: Vivo V3, HTC One E8, LG G2 Sprint, HTC One X, dan puluhan mantan saya lainnya.

Seperti apa sih memang desain Xiaomi Mi 5s yang menurut Aa gak bisa move-on ini? Boleh ditengok beberapa foto di bawah ini ya.

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - pertemuan pertama

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - bezel hitam nan tebal

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - fingerprint scanner yang besar

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - sisi bawah, dua set speaker grille

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - sisi kiri, simcard tray

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - sisi atas, audio jack 3,5 mm

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - sisi kanan

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - sisi belakang atas, garis antena yang familiar

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - sisi belakang bawah, lagi-lagi garis antena

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - sisi belakang keseluruhan

Secara umum, desain Xiaomi Mi 5s ini menawan koq, ergonomis dalam genggaman, serta feels-nya jelas premium. Bagian layar sangat lembut saat bersentuhan dengan jemari saya, dan tentunya yang paling saya sukai adalah sensor fingerprint-nya yang semakin luas ukurannya.

Sayangnya smartphone ini membawa dosa turunan dari generasi sebelumnya, Xiaomi Mi 5. Adalah bezel hitam di sekeliling layar yang cukup tebal yang menjadi penyakit menular dari sang kakak. Saya tidak masalah dengan flagship smartphone yang masih memiliki bezel, malah sering kerepotan dengan bezel yang terlalu tipis seperti yang saya temui di LG G2 dan Sharp Aquos Crystal.

Hanya saja, saya termasuk orang yang suka dengan kejujuran. Maksudnya kalau ada bezel, ya gunakanlah warna yang sama dengan bagian muka smartphone. Bagian muka smartphone putih, ya bezel juga putih dong! Kalau bezel hitam malah jadi tricky, terkesan bezelless saat layar mati, dan membuat orang illfeel saat layar menyala. Aku tuh gak bisa diginiin, lebih baik kamu jujur Gis, eh Xiao!

Kalau Redmi Note 4 saja sudah bisa menggunakan warna bezel sesuai dengan body depan, saya jadi heran apa pertimbangan Xiaomi memilih warna bezel hitam untuk dua smartphone flagship terakhir mereka. Terlalu naif rasanya kalau alasannya takut smartphone flagship mereka kelihatan punya bezel tebal lalu tak bisa bersaing dengan flagship milik brand lain, karena kita semua tahu titik kekuatan Xiaomi ada di mana.


Xiaomi Mi 5s dalam Penggunaan Sehari-hari

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - meninggalkan impresi baik

Selama seminggu menggunakan Xiaomi Mi 5s, praktis ponsel utama saya, Xiaomi Redmi Note 3 Snapdragon, menganggur dan hanya berfungsi untuk telpon dan sms. Kini saat saya kembali menggunakan Redmi Note 3 ini, rasanya ada sesuatu yang hilang.

Ini adalah kutukan bagi mereka yang berani coba-coba pakai flagship dengan spesifikasi paling mutakhir. Sama seperti jika kita mencoba membeli beberapa merek kopi dengan harga premium, lalu kembali ke kopi sachet-an. Rasanya jad hambar! Sama seperti saat kuping kalengmu yang biasanya dimanjakan suara dari earphone seratusribuan, lalu dikenalkan pada deretan headphone BOSE yang harganya lebih mahal dari sebiji Xiaomi Mi 5s ini.

Nah bahas sedikit masalah BOSE ini, saya sempat ditawari pinjaman bluetooth wireless headphone terbaru mereka yang harganya enam setengah juta Rupiah itu, untuk diuji. Tawaran yang dengan sangat terpaksa harus saya tolak, karena saya takut tak dapat menikmati lagi headphone Philips empat ratus ribuan saya. Dalam hidup, penting bagi saya untuk bisa bersyukur dan menikmati apa yang saya punya, dan berhenti mencari kepuasan yang lebih, karena pada dasarnya manusia diciptakan sebagai mahluk yang tak kenal rasa puas. Kalimat yang bijak ya, saya harus menulis seperti itu, mengingat program televisi yang biasanya memotivasi orang dengan kata super bijak sedang kosong, siapa tahu saya dijadikan motivator selanjutnya, ha.. ha.. ha..

Selama digunakan, Xiaomi Mi 5s mampu memberikan banyak kepuasan yang saya idamkan dari sebuah smartphone. Tak heran lah ya, dengan segala spesifikasi kelas atasnya, smartphone ini mampu menjalankan MIUI 8 yang berbasis Android 6.0 Marshmallow dengan baik. RAM-nya yang sebesar 3GB sangat cukup untuk menopang kegiatan yang biasa saya lakukan pada ponsel sehari-hari.

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - update OTA MIUI 8.0.10.0


Sama-sama menggunakan MIUI 8 versi ROM China, impresi saya untuk masalah User eXperience dari Xiaomi Mi 5s pun tak jauh dengan apa yang saya rasa pada Xiaomi Redmi Note 4. Kedua ponsel yang kebetulan sama-sama juga punya RAM 3 GB dan memori internal 64 GB, sangat lancar dan gegas saat digunakan membuka beberapa aplikasi sekaligus.

Satu hal yang sangat membedakan antara Mi 5s dengan Redmi Note 4 adalah soal konsumsi baterai. Saat saya coba, Redmi Note 4 yang memiliki baterai berkapasitas 4.100 mAh, tak pernah mampu menembus satu hari satu malam dalam sekali pengisian daya. Sementara Xiaomi Mi 5s yang 'hanya' menggendong baterai dengan kapasitas 3.100 mAh, dua kali sukses menembus waktu 48 jam alias dua hari dua malam hanya dalam satu kali charge penuh dengan pola pemakaian yang sama.

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihapereview xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihapereview xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape

 Ada satu kesempatan, di mana saya lupa mematikan GPS setelah turun dari Go-jek, Xiaomi Mi 5s masih mampu menembus 24 jam. Superb!

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihapereview xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape


Xiaomi Mi 5s ini sudah mendukung fitur fast charging. Ditambah dengan kepala charger bawaan yang juga support fitur ini, pengisian baterai ponsel ini dapat dilakukan dengan cepat. Pada gambar di bawah dapat saya tunjukkan bahwa untuk mengisi baterai dari posisi 41% hingga 97% dibutuhkan waktu selama 55 menit. Oh ya, jangan tanya siapa nama wanita pada wallpaper lockscreen di bawah ini ya, itu dari fitur yang ada pada MIUI 8 untuk mengganti wallpaper pada lockscreen secara otomatis dan terus menerus, hehe.

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihapereview xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape

Pada berita-berita yang saya baca, menyebutkan kalau Xiaomi Mi 5s sudah mendukung fitur 3D touch. Sayang saya tak berhasil mengujinya. Awalnya, saya tak dapat menemukan menu untuk mengaktifkan 3D touch ini, lalu saat saya berhasil mencari menunya dan mengaktifkannya, saya tak berhasil membuat ikon-ikon di homescreen mengeluarkan pilihan saat saya tekan dengan bertenaga.

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape


Xiaomi Mi 5s Dibanding Mi 5

Saya sebetulnya tak pernah punya Xiaomi Mi 5, namun di atas kertas ada beberapa bagian yang dimiliki Xiaomi Mi 5s dan tak ada pada Xiaomi Mi 5, maupun sebaliknya. Saya buatkan daftar kecilnya saja di sini, mungkin daftar ini akan bertambah nantinya.

Xiaomi Mi 5s > Mi 5

  • Processor terbaru Snapdragon 821, dengan skor Antutu lebih besar.
  • Backcover yang full metal, konon backcover kaca pada Mi 5 lebih mudah patah.


Xiaomi Mi 5s < Mi 5

  • Kamera belakang Mi 5 berresolusi 16 Megapixels, sementara Mi 5s 'hanya' 12 Megapixels.
  • Mi 5 masih mempunyai infrared blaster, Mi 5s tidak.


Xiaomi Mi 5s == Mi 5

  • Sama-sama bezel tebal tricky.
  • Processor sama-sama quad-core.
  • Layar sama-sama Full HD.


Info Hardware dan Benchmark Xiaomi Mi 5s

Berikut ini adalah informasi hardware pada Xiaomi Mi 5s yang saya hasilkan melalui beberapa aplikasi pihak ketiga, antara lain:

CPU-Z:

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihapereview xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape

AIDA64:

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihapereview xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihapereview xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape

Sensor Box for Android:

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - kelengkapan sensor, sudah ada pressure sensor

Antutu Benchmark:

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - skor Antutu Benchmark

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape
Xiaomi Mi 5s - detail skor Antutu Benchmark

Hasil Kamera Menggunakan Xiaomi Mi 5s

Sisi kamera pun tak ingin kalah untuk menunjukkan bahwa Xiaomi Mi 5s ini memang masuk kelas flagship. Hasil kameranya sangat renyah, memanjakan mata.

Overall kamera smartphone ini sangat layak diacungi jempol. Meskipun resolusinya tidaklah setinggi Amat, eh tidak tinggi-tinggi amat, tapi performanya optimal bahkan di kondisi lowlights sekalipun. Dan ini berlaku buat kedua kameranya, depan dan belakang. Selfie dalam kondisi dalam ruangan di malam hari yang hanya dibantu lampu neon pun hasilnya memukau. Bukan, bukan sayanya yang memukau, hasil fotonya, hahaha.

Ingin lihat hasilnya? Langsung saja menuju artikel review hasil kamera Xiaomi Mi 5s berikut ini ya.


Plus dan Minus Xiaomi Mi 5s

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape

Kelebihan Xiaomi Mi 5s:

  • Spesifikasi kelas tinggi.
  • Performa superb, namun baterai hemat. Good job, Qualcomm Snapdragon 821!
  • Build quality menawan, nyaman dalam genggaman.
  • Layar vibrant, tajam dengan resolusi yang cukup.
  • Sudah didukung fitur fast charging.
  • Kamera tajam dan terang.
  • Fingerprint scanner yang besar, cepat, dan dapat beroperasi dalam keadaan layar mati.
  • Punya audio jack 3,5 mm, if you know what I mean, hehe.

review xiaomi mi 5s indonesia gontagantihape

Kekurangan Xiaomi Mi 5s:

  • Desain kurang orisinil.
  • Bezel di sekeliling layar yang terasa tricky.
  • Hilangnya infrared blaster.
  • Resolusi kamera utama yang turun ke 12 Megapixels.
  • Kualitas audio output biasa saja, menurut saya masih lebih baik milik Vivo V3.
  • Tak ada slot micro-SD sama sekali.
  • Kita harus banyak berdoa dan mantengin terus, apakah smartphone ini akan masuk ke Indonesia secara resmi, lagi-lagi if you know what I mean, hehe


Apa Kata Aa tentang Xiaomi Mi 5s

Ingin merasakan performa smartphone kelas atas, namun budget masih terbatas pada tujuh digit angka Rupiah? Atau tak ingin membayar lebih dari enam juta rupiah untuk sebuah smartphone tapi ingin experience terbaik? Xiaomi Mi 5s bisa jadi adalah ponsel yang tepat.

Namun, saya yakin saat Xiaomi Mi 5s mulai banyak masuk ke Indonesia melalui jalur tak resmi, harga Xiaomi Mi 5 akan semakin merosot, dan bisa jadi smartphone best value nantinya.

Ingin flagship dari brand resmi yang layanan purna jualnya terjamin? Ambil saja LG G4, kameranya setingkat lebih baik, namun wajib beli sekalian battery pack-nya hehehe. Dua buah baterai LG G4 akan mampu membuatnya bertahan seharian.

Meskipun masih memiliki bezel hitam tebal turunan dari Xiaomi Mi 5, tanpa infrared blaster, dan resolusi kamera yang 'hanya' 12 Megapixels, Xiaomi Mi 5s tentu saja sangat layak masuk kelas flagship yang akan mampu memberikan pengalaman menggunakan smartphone kelas atas. Itulah kesimpulan akhir dari saya.

Malas membaca review ini? Atau ingin lihat versi videonya? Silakan saksikan video review-nya di bawah ini:



Oh ya, saya sempat lho menggunakan Xiaomi Mi 5s untuk merekam sebuah video review smartwatch SMA-R, hasilnya bisa disaksikan pada video di bawah ini: