Gadget Promotions

Wednesday, December 28, 2016

Review Xiaomi Redmi 4A Indonesia, Begitu... begitu Aja!

review xiaomi redmi 4a indonesia


Pada awalnya, saya tak pernah berniat mencoba Xiaomi Redmi 4A. Spesifikasinya yang tanggung jadi penyebabnya. Ditambah lagi, harga jual di tanah air yang masih cukup tinggi apabila dibandingkan kabar gembar-gembor yang menyebutkan bahwa smartphone ini akan memiliki harga enam digit Rupiah saja. Rp999.000,- masih enam digit kan? Hehe.

Namun, pada acara Harbolnas 12 Desember 2016 kemarin, Blibli.com memberikan promosi cashback kepada setiap yang berbelanja di sana, dengan maksimal jumlah cashback sebesar Rp 1.200.000,-. Menurut saya, ini adalah promosi paling mending di Harbolnas tahun ini. Jadi, demi mendapatkan cashback ini, saya pun mencari produk yang bisa saya beli dengan harga tak jauh dari Rp 1.200.000,- tadi.

Sempat menimbang untuk kembali membeli Hisense Pureshot yang telah turun harga jauh, saya akhirnya membeli Xiaomi Redmi 4A dengan alasan:
  1. Harganya dekat ke 1,2 juta, yaitu Rp 1.374.000,- saat saya beli menggunakan voucher Big Wish (diskon Rp 50.000).
  2. Produk Xiaomi sangat cepat laku saat dijual kembali.
  3. Minat dan kepenasaran yang tinggi dari publik terhadap produk Xiaomi,
  4. Mengulasnya lebih mudah, karena saya tak perlu lagi membahas software-nya yang masih itu-itu saja (MIUI 8, sudah pernah saya ulas di review produk Xiaomi lainnya).
Sekitar lima hari berselang, pesanan saya pun datang. Ini artinya pembukaan artikel ini sudah harus disudahi karena kita akan masuk ke bagian paling membahagiakan di setiap proses uji pakai sebuah gadget: Unboxing!


Unboxing Xiaomi Redmi 4A Indonesia


Video unboxing Xiaomi Redmi 4A di atas saya embel-embeli dengan rangkaian kata "Kesan Pertama Begitu... begitu Aja", hahaha. Maksudnya mau membuat orang menerka bahwa saya akan menulis "begitu menggoda", atau "begitu menakjubkan", tapi ujungnya saya pelintir jadi begitu-begitu aja.

Bukan salah Xiaomi sehingga produk ini terasa begitu-begitu saja. Saya saja yang terlalu banyak unbox dan mencoba produk mereka tahun ini. Hingga akhirnya saat saya membuka kotak Xiaomi Redmi 4A terasa mulai membosankan, tanpa kejutan. Bagaimana tidak, semua produk Xiaomi yang pernah saya coba, mulai dari yang termurah hingga yang termahal pada Xiaomi Mi 5s, packaging dan kelengkapannya ya gitu-gitu aja. Entah kalau Mi Mix dan Mi Note 2 ya, saya belum dan tak berencana mencobanya.

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - kotak kemasan penjualan

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - bagian belakang kotak kemasan penjualan

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - kelengkapan dalam kotak kemasan penjualan

Kelengkapan dalam kotak penjualan seperti biasa selalu minimalis. Jangan harap produk kasta terbawah seperti Xiaomi Redmi 4A ini akan mendapat headset atau bonus case, lha wong Xiaomi Mi 5s saja benar-benar cuma dapat kepala charger dan kabel data saja, selain kitab-kitab dan sim-tray ejector. Adapun charger yang disertakan mempunyai tegangan sebesar 5v dan kuat arus 1A.

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - unboxed!


First Impression Xiaomi Redmi 4A

Kesan pertama saat saya memegang unit Xiaomi Redmi 4A ini pun terasa biasa saja. Saya yang terbiasa dengan produk Xiaomi berbahan metal, malah cukup kaget ketika merasakan bahwa backcover warna emas dari smartphone ini terbuat dari bahan plastik. 

Harusnya saya tak kaget sih, karena harus sadar diri dengan harga asli dari Xiaomi Redmi 4A saat dirilis di negerinya sana. Namun, sepuhan warna emas di bagian belakangnya memang membuatnya sepintas terlihat seperti berbahan logam. 

Bahkan, sebuah komentar bernada protes di video unboxing dengan tegas menyatakan bahwa smartphone ini terbuat dari bahan logam. Saya sampai googling untuk mencari sumber mana yang menyebutkan bahwa Xiaomi Redmi 4A bermaterialkan alumunium alloy seperti yang disebutkan di komentar video tersebut. Hasilnya nihil!

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - sisi belakang

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - letak kamera dan LED flash

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - sisi atas

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - sisi kanan

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - sisi bawah

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - sisi kiri

Selesai dengan materialnya, mari kita bahas sisi desain. Bagian belakang dari Xiaomi Redmi 4A ini bisa dibilang juga tak kalah membosankan dengan proses unboxing-nya. Hadirnya dua garis horizontal pada bagian atas dan bawah saya rasa hanya pemanis semata. Siapa yang butuh antenna line jika bahan backcover-nya terbuat dari plastik?

Kabar baiknya, finishing backcover-nya sangat ramah untuk digenggam. Tak licin, namun tak pula gampang meninggalkan bekas sidik jari dan minyak. Sedikit lengkungan pada backcover menjelang bagian pinggir, cukup membantu agar perangkat ini terasa ergonomis. 

Saya cukup kecewa dengan ketebalan dari smartphone ini. Alasan apa yang ingin diberikan Xiaomi selain memang untuk menegaskan bahwa ini adalah smartphone kasta bawah mereka. Karena perangkat tahun lalu saja, Xiaomi Redmi 3, rasa-rasanya masih lebih tipis padahal harus mengandung baterai dengan kapasitas yang jauh lebih besar.

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - posisi lubang speaker

Posisi lubang speaker yang ditaruh di bagian belakang, semakin membuat saya merasa Xiaomi tak ingin produk ini laku-laku banget. Di antara semua perangkat yang dirilis Xiaomi di kuartal terakhir 2016, hanya Xiaomi Redmi 4A ini sajalah yang masih keukeuh menempatkan speaker di bagian belakang, bukan di sisi bawah.

Beralih ke sisi depannya, Xiaomi Redmi 4A memiliki wajah yang sama dengan saudara seangkatan maupun kakak-kakaknya.

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - di atas layar

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - tombol kapasitif tanpa lampu latar

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - tampak depan keseluruhan

Jika hanya diperlihatkan bagian depannya, saya mungkin tak akan mampu membedakan yang mana Xiaomi Redmi 3, 3s, 3x, 36B, 4, 4A, dan 4 Prime. Oops, nampaknya saya khilaf menyelipkan satu tipe Redmi yang sebetulnya masih sangat rahasia pada kalimat sebelum ini, hahaha.

Lampu notifikasi pada Xiaomi Redmi 4A masih sama dengan seri Redmi 2 dan 3, yatu terletak di bawah tombol home. Lagi-lagi tombol kapasitifnya hadir tanpa lampu latar.

Overall, Xiaomi Redmi 4A mempunyai penampilan yang sederhana, cukup cantik apabila dilihat dari sisi depan, dan dalam genggaman terasa ringan namun tak membuat khawatir akan mudah jatuh. Selain permukaannya yang tak licin, mungkin faktor harganya yang tak mahal membuat kita tak perlu khawatir apabila smartphone ini jatuh sekalipun. Songong emang dah...


Xiaomi Redmi 4A dalam Penggunaan Sehari-hari

Pada bagian ini, saya takkan banyak mengulas soal OS dari smartphone ini, selain bahwa MIUI 8 yang disematkan pada Xiaomi Redmi 4A sudah berbasis Android 6.0 Marshmallow dan mampu berjalan cukup gegas pada RAM 2 GB dengan rata-rata free RAM hampir 1 GB.

Kinerja processor Qualcomm Snapdragon 425 sendiri sejauh ini cukup memuaskan, walau tak sepenuhnya lag-free. Pada beberapa aplikasi yang memiliki beban pada I/O cukup tinggi, tak jarang aplikasi mengalami freeze. Satu yang paling kentara freeze-nya adalah aplikasi untuk backup dan restore data kontak, sms, dan riwayat panggilan.

Pernah mengalami scroll tersendat lalu kemudian berhenti pada saat aplikasi Instagram hendak memunculkan konten video di Xiaomi Redmi 3? Selamat, bonus ini akan Anda dapatkan lagi di Xiaomi Redmi 4A, hehe.

Meskipun begitu, hebatnya Xiaomi Redmi 4A ini tetap mampu diajak bermain game berat dengan lancar. Tercatat game Asphalt Extreme mampu dilahap tanpa mengurangi kenyamanan dalam bermain. Saya hanya mencoba menggunakannya bermain game sebentar saja, sehingga saya belum mengalami suhu panas timbul.

Daya tahan baterainya pun terbilang cukup baik. Dengan kapasitas 3.000 mAh saja, sejauh ini smartphone ini selalu mampu menembus 24 jam dalam pemakaian saya. Di satu hari, saat saya gunakan dengan intens, dibantu oleh tak ditemukannya tablet saya yang membuat anak saya Youtube-an memakai smartphone ini, screen-on time-nya menembus lima jam lho!

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - battery usage

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - screen-on time

review xiaomi redmi 4a indonesiareview xiaomi redmi 4a indonesia


Pengisian dayanya sendiri memakan waktu sekitar dua jam apabila menggunakan kepala charger yang arusnya cukup besar. Xiaomi Redmi 4A ini sendiri sejauh ini mampu menerima arus hingga sekitar 1,5A.

Soal locking GPS, saya hanya sempat mengujinya saat memesan ojek online. Tak ada masalah berarti untuk positioning-nya, walaupun jika digunakan di dalam ruangan simpangan akurasinya berkisar antara 15-22 meter.

Layar dari Xiaomi Redmi 4A ini terlihat agak pucat atau washed out. Reproduksi warnanya kurang lebih sama dengan apa yang ada pada Xiaomi Redmi 3, tetapi dengan sudut pandang yang lebih sempit. Lapisan kaca depannya terbilang cukup reflektif, sehingga meskipun brightness-nya sudah cukup untuk membuatnya dapat terlihat di bawah terik sinar matahari yang menghangati diri yang sepi, pantulan cahaya yang timbul seringkali membuat mata tak nyaman. Memang yang nyaman itu adalah berada di pelukanmu. Etdah!

Terakhir, kita bahas tentang loudspeaker milik Xiaomi Redmi 4A. Posisinya yang berada di bagian belakang sudah pasti menjadi nilai minus. Namun begitu, output suaranya sendiri cukup lantang dan terdengar baik. Usable lah. Tidak garing dan pecah, bahkan dalam kondisi darurat apabila tak membawa earphone atau bluetooth speaker, saya masih mau mendengarkan musik menggunakan loudspeaker-nya. Walau tentu saja belum masuk kategori enjoyable.


Informasi Hardware dan Hasil Benchmark pada Xiaomi Redmi 4A

Berikut adalah informasi hardware pada Xiaomi Redmi 4A yang saya ambil menggunakan beberapa aplikasi pendukung.

CPU-Z:
review xiaomi redmi 4a indonesia

review xiaomi redmi 4a indonesiareview xiaomi redmi 4a indonesia


Sensor Box for Android:
review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - kelengkapan sensor



Antutu Benchmark:
review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - Skor Antutu Benchmark

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - Detail Skor Antutu Benchmark

Hasil Kamera Xiaomi Redmi 4A


Gambar yang dihasilkan oleh kamera milik Xiaomi Redmi 4A benar-benar sesuai harganya. Menurut saya kualitasnya di bawah kamera Xiaomi Redmi 3, apalagi Xiaomi Redmi 4 Prime. Saat digunakan dalam kondisi kurang cahaya, kameranya kurang mampu diandalkan dan menunjukkan noise yang cukup kentara. Hal ini berlaku untuk kedua kameranya ya.

Meskipun memang, pada kondisi cahaya yang sangat cukup, smartphone ini masih mampu menghasilkan gambar yang indah dipandang mata.

Kamera depan beresolusi 5 Megapixels, semantara kamera utamanya beresolusi 13 Megapixels dan dapat merekam video hingga resolusi HD 1080p.

review xiaomi redmi 4a indonesia


Langsung saja lihat semua hasilnya pada artikel review hasil foto menggunakan kamera dari smartphone Xiaomi Redmi 4A.


Plus dan Minus Xiaomi Redmi 4A

Kelebihan Xiaomi Redmi 4A menurut saya:

  • Harga yang terjangkau, apalagi jika sudah mendekati harga resminya. (Oh ya, menurut info yang beredar, perangkat ini sudah lolos uji sertifikasi TKDN, sehingga tinggal menunggu waktu dijual resmi di Indonesia, semoga harganya mirip-mirip harga di negeri asalnya ya!)
  • Daya tahan baterai cukup mengagumkan.
  • Finishing yang nyaman digenggam, tak mudah meninggalkan bekas sidik jari maupun minyak.
  • Ringan.
  • Spesifikasi jeroan yang cukup mumpuni untuk level harga yang ditawarkan. Masih mampu diajak bermain game berat,
  • Masih punya infrared blaster di level harga semurah ini.

Kekurangan Xiaomi Redmi 4A menurut saya:

  • Absennya fingerprint scanner.
  • Absennya LED backlight pada tombol kapasitif.
  • Hybrid slot.
  • Posisi lubang speaker di belakang.
  • Layar kurang luas sudut pandangnya dan agak pucat.
  • Tebal, padahal kapasitas baterainya tak terlalu besar.
  • Performa I/O kurang baik.


Apa Kata Aa tentang Xiaomi Redmi 4A

Bagi saya, Xiaomi Redmi 4A adalah sebuah smartphone yang tanggung. Okelah Xiaomi ingin membuat satu tipe smartphone yang Maha Terjangkau, tetapi jika melihat harga di pasaran Indonesia saat ini, pasarnya malah beradu dengan Xiaomi Redmi 3 yang masih banyak dijual.

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - Kesimpulan


Andaikata nanti sudah dijual resmi, saya tak yakin harga yang ditetapkan akan sesuai dengan apa yang disebutkan saat perilisannya, sekitar Rp999.000,-. Dua smartphone Xiaomi terakhir yang bergaransi resmi, dijual dengan harga menjulang, selisihnya signifikan dari apa yang ditawarkan oleh produk bergaransi abal-abal.

Jadi, jika Anda mempunyai uang sekitar satu setengah juta Rupiah atau kurang, dan berencana untuk membeli sebuah ponsel pintar untuk dijadikan perangkat komunikasi utama, saya sarankan ambil saja seri lain dari Xiaomi, misalnya Xiaomi Redmi 3 atau 3s, atau 3x. Baterainya lebih besar, dan ada yang sudah dilengkapi dengan fingerprint scanner pula. Atau boleh dicek, Hisense Pureshot sudah turun jauh harganya.

Namun, jika Anda hanya sebatas penasaran, atau berencana menambah koleksi smartphone untuk nomor kedua misalnya, Xiaomi Redmi 4A bisa jadi pilihan tepat. Selain harganya terjangkau dan sudah membawa OS Android Marshmallow, smartphone ini sangat ringan dan nyaman dipegang. Yang saya rasakan dulu saat memiliki lebih dari satu ponsel, saya tak nyaman apabila kedua ponsel membutuhkan perhatian ekstra, misalnya harus selalu dijaga agar tak tergores apalagi jatuh. 

Nah, selama menggunakan Xiaomi Redmi 4A berdampingan dengan Elephone S7, saya sama sekali tak pernah mengkhawatirkan ponsel ini tercecer, tergores, atau bahkan jika jatuh sekalipun. Sehingga saya nyaman-nyaman saja membawanya sebagai ponsel kedua.

Demikian review kali ini, semoga cukup membantu yah. Wassalam!

Tuesday, December 27, 2016

Review Hasil Kamera Xiaomi Redmi 4A Indonesia

Gambar yang dihasilkan oleh kamera milik Xiaomi Redmi 4A benar-benar sesuai harganya. Menurut saya kualitasnya di bawah kamera Xiaomi Redmi 3, apalagi Xiaomi Redmi 4 Prime. Saat digunakan dalam kondisi kurang cahaya, kameranya kurang mampu diandalkan dan menunjukkan noise yang cukup kentara. Hal ini berlaku untuk kedua kameranya ya.

Berikut adalah hasil foto menggunakan kamera dari smartphone Xiaomi Redmi 4A. Semua gambar tidak melalui proses editing selain resize.

Hasil Kamera Belakang Xiaomi Redmi 4A

review kamera xiaomi redmi 4a indonesia

review kamera xiaomi redmi 4a indonesia

review kamera xiaomi redmi 4a indonesia


review kamera xiaomi redmi 4a indonesia

review kamera xiaomi redmi 4a indonesia

review kamera xiaomi redmi 4a indonesia

review kamera xiaomi redmi 4a indonesia

review kamera xiaomi redmi 4a indonesia

review kamera xiaomi redmi 4a indonesia

review kamera xiaomi redmi 4a indonesia


Hasil Kamera Depan Xiaomi Redmi 4A

review kamera xiaomi redmi 4a indonesia

review kamera xiaomi redmi 4a indonesia

review kamera xiaomi redmi 4a indonesia

Friday, December 23, 2016

Review Elephone S7 Indonesia, Seperti Gadis Cantik di Pesta dengan Baju Pinjaman

review elephone s7 Indonesia



Elephone nampaknya memang benar-benar ingin mendompleng produk flagship Samsung, Galaxy S7 dan S7 Edge, saat merilis produk terbaru mereka, Elephone S7. Bagaimana tidak, selain desainnya yang sangat mirip, namanya pun disamakan. Padahal, selepas Elephone S3 setahu saya mereka tidak pernah merilis Elephone S4, S5, dan S6, melainkan langsung meloncat ke S7!

Sah-sah saja menamakan produk dengan nama yang teramat mirip dengan produk dari brand lain, bahkan sampai bentuknya menyerupai produk yang sudah lebih dulu terkenal tersebut. Namun, jangan salahkan apabila publik akan selalu membandingkannya hingga menganggapnya sebagai versi KW, terlebih apabila produk tersebur memiliki kelas di bawah sang pioneer.

Saya sendiri merasa Elephone sedikitnya sudah berhasil mencapai apa yang dituju. Elephone S7 menjadi produk yang cukup banyak dicari. Berbagai video unboxing dan review Elephone S7 di luar negeri nampaknya cukup banyak menyedot views. Di Indonesia pun rupanya smartphone ini cukup popular dan mendapatkan perhatian para penikmat gadget. Di beberapa video yang saya unggah, seringkali saya mendapati komentar yang meminta saya untuk mengulas Elephone S7.

Pucuk dibikin teh kemasan botol, ulam pun tiba. He, he, he.. Saya akhirnya berkesempatan menjajal Elephone S7 setelah pihak GearBest.com mengirimkan saya sebuah sample produk segera begitu mereka mendapatkan stok ponsel ini. Elephone S7 dijual di GearBest.com dengan berbagai varian warna (Biru, Hitam, Gold, Hijau), kapasitas memori internal (32 dan 64 GB), besaran RAM (3 dan 4 GB), hingga processor yang digunakan (Helio X20 dan X25). Harganya berkisar antara yang paling murah sekitar $170 hingga yang termahal pada angka $255.

Saya sendiri dikirimi satu unit berwarna hitam dengan processor Helio X20 dan kombinasi RAM 4 GB dengan memori internal 64 GB. Harga unit Elephone S7 dengan varian yang sama dengan yang saya ulas adalah $229 atau bila dirupiahkan dengan kurs Rp13.500 per USD, adalah sekitar 3,1 juta Rupiah.

Saya yang tak sabar ingin segera mencoba layar lengkungnya pun segera melakukan prosesi buka kotak pada hari di mana kiriman sampai ke rumah. Alhasil, unboxing dilakukan di tengah malam dengan pencahayaan yang lagi-lagi banyak menuai protes di YouTube, haha...


Unboxing Elephone S7 Indonesia


Elephone S7 dijual dalam kemasan kotak berwarna coklat yang kemungkinan merupakan kardus daur ulang ramah lingkungan. Kemasan seperti ini sudah mulai ditinggalkan oleh Samsung dan Xiaomi, tetapi memang masih banyak digunakan oleh produk-produk gadget asal Tiongkok. Kelengkapan dalam kotaknya cukup banyak, bonus softcase tipis dan pelindung layar berupa mika tipis hadir, tetapi kita tidak akan menemukan headset atau earphone di dalamnya.

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - Kotak penjualan

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - Kotak penjualan sisi belakang

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - Kelengkapan dalam kotak penjualan

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - Kepala charger 5v, 2A


Hands-on dan Kesan Pertama pada Elephone S7

Saya sendiri belum pernah memegang langsung Samsung Galaxy S7 maupun S7 Edge. Jadi, saat pertama kali memegang Elephone S7, saya cukup takjub melihat keindahan desainnya dan menelusuri lengkungan-lengkungan di setiap sudutnya.

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - sisi depan menarik hati

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - sisi belakang dengan refleksi yang unik

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - layar menyala, terlihat sisi lengkungnya?

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - lagi-lagi sisi belakang 

Frame metal yang mengelilingi body dari Elephone S7 ini terasa solid. Dimensi smartphone yang memiliki layar 5,5 inci ini pun cukup compact. Saat saya bandingkan dengan ukuran dari ZTE Axon Mini yang layarnya 5,2 inci, perbedaan dimensi fisiknya tidak terlalu jauh. Bahkan, lebar kedua smartphone ini hampir sama. Ini disebabkan oleh layar Elephone S7 yang nyaris tanpa bezel di kedua sisinya.

review elephone s7 Indonesia

review elephone s7 Indonesia

review elephone s7 Indonesia

Harus diakui, rasanya agak kagok saat pertama menggunakan layar yang sebut saja bezelless ini. Ditambah lagi dengan pinggirannya yang melengkung. Oh ya, pada Elephone S7 ini sebetulnya hanya kacanya saja yang melengkung pada semua pinggirannya. Layarnya sendiri tetap datar. Jadi, jangan harap akan ada tampilan khusus pada bagian kaca yang melengkung ini layaknya apa yang ada pada Galaxy S7 Edge ya.

Satu tombol fisik hadir di bawah layar Elephone S7. Tombol ini berfungsi sebagai tombol home, back, recent apps, shortcut ke aplikasi tertentu, pengambil screenshot, hingga sebagai fingerprint scanner. Tak ada tombol fisik lain untuk melakukan navigasi pada smartphone ini. Jika Anda tak nyaman untuk beradaptasi dengan tombol ini, Anda bisa memunculkan navigation bar pada bagian bawah layarnya.

Berikut penampakan Elephone S7 dari sisi ke sisi.
review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - sisi kiri, ada sim-tray

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - sisi atas

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - sisi kanan

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - sisi bawah, keren banget yak!

Oh ya, saya sempatkan menaruh Elephone S7 ini di meja yang datar dengan posisi terbalik. Saya ingin melihat apa yang terjadi dengan layar lengkungnya, apakah ada tampilan yang bisa terlihat dari pinggir. Foto di bawah ini adalah hasilnya.

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - layar lengkungnya mencuri-curi tampil


Elephone S7 dalam Penggunaan Sehari-hari

Entah faktor apa yang menyebabkan saya ingin segera menyudahi proses uji pakai Elephone S7 ini. Bisa jadi gara-gara saya keburu mendapatkan sebuah Xiaomi Mi 5 seharga 2,6 jutaan Rupiah saja dengan promo BNI Debit Online di Blanja.com. Rasanya menggunakan Elephone S7 ini mengingatkan saya dengan ZUK Z2, namun dengan performa yang berbeda. Mau tak mau, perbedaan antara performa milik processor Qualcomm Snapdragon 820 dengan Mediatek Helio X20 sangat jelas terasa.

Bukan, bukannya Elephone S7 ini performanya payah. Kalau sekedar mengikuti pola pemakaian saya, smartphone ini sangatlah mampu menampilkan semua aplikasi yang biasa saya gunakan dengan baik.

Ada beberapa fitur yang agak berbeda pada Elephone S7 yang cukup baru bagi saya, dan cukup membuat kagok menggunakannya:
  1. Tekan tombol home dua kali untuk memunculkan recent apps, ini sebetulnya sama dengan apa yang saya temukan di ZUK Z2 dan juga sama dengan cara memunculkan task switcher di iOS device. Bagi saya yang sering mengakses recent apps, hal ini cukup memperlambat kinerja saya.
  2. Sentuh dan tahan tombol home untuk screenshot. Saat saya mengaktifkan fungsi ini, seringkali saya terganggu. Maksud hati ingin melakukan aksi kembali atau back yang seharusnya dilakukan dengan menyentuh tombol home satu kali, seringnya malah jadi bikin screenshot.
  3. Screenshot dengan menyapukan tiga jari ke arah bawah pada layar. Untuk layar yang bisa di-scroll, seringkali layar bergeser duluan sebelum screenshot diambil. Apalagi jika kita mengaktifkan fitur untuk mengatur volume dengan menyapukan dua jari bersamaan ke atas atau ke bawah sesuai tujuan untuk menaikturunkan volume, seringkali saat menyapukan tiga jari ke bawah dengan maksud mengambil screenshot, volume ikut-ikutan turun, hehe.
Dua dari tiga kekagokan saya di atas sebetulnya sudah ada solusinya, yaitu dengan menggunakan navigation bar pada layar. Di mana tombol back, home, dan recent apps masing-masing terpisah. Namun rasanya sayang karena tombol home jadi tinggal berfungsi sebagai fingerprint scanner saja.

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - tombol home multiguna di bawah layar

Ngomong-ngomong soal fingerprint scanner, Elephone S7 memiliki sensor sidik jari yang dapat berfungsi sejak layar masih dalam keadaan mati. Ini adalah kabar baiknya. Kabar buruknya, respon yang dibutuhkan terasa agak lama jika digunakan dalam keadaan layar mati, tak secepat saat layar menyala. Akurasinya sebetulnya cukup baik, tetapi saya mengalami keanehan saat menggunakannya.

Saya mendaftarkan kedua jempol tangan saya, dan selalu sukses membuka kunci layar saat menggunakan jempol kanan. Namun, cerita yang berbeda terjadi pada jempol kiri yang selalu gagal dipindai. Saya tak sempat melakukan perekaman ulang sidik jari jempol kiri, semoga memang karena kurang baik saat merekamnya saja ya.

Software yang digunakan oleh Elephone S7 secara tampilan memang nyaris tak memiliki perubahan dari UI Stock Android. Namun ada beberapa fitur gesture yang ditambahkan. Seminggu dari sejak unboxed, Elephone S7 di tangan saya sudah mendapat dua kali update OTA. Yang pertama sebesar sekitar 976 MB, dan yang kedua sekitar 155 MB.

review elephone s7 Indonesiareview elephone s7 Indonesia

review elephone s7 Indonesiareview elephone s7 Indonesia


Jika kita berpikiran positif, bolehlah kita anggap developer di balik OS Elephone S7 ini rajin meng-update OS mereka, yang artinya development untuk perangkat ini tak diabaikan. Namun jika boleh sedikit kritis, rasanya ini berarti OS yang dirilis bersamaan dengan produk ini pertama kali sebetulnya masih banyak memiliki kekurangan atau bug yang harus diperbaiki. Buktinya para developer Elephone S7 merilis dua buah update dalam waktu yang cukup berdekatan.

Baterai Elephone S7 berkapasitas 3.000 mAh. Sebelum menggunakan smartphone ini, saya sudah mempersiapkan mental apabila hasil penggunaan menunjukkan daya tahan baterai yang memble. Dulu, baterai 4.000 mAh milik Xiaomi Redmi Note 4 yang sama-sama menggunakan processor Mediatek Helio X20 tak pernah mampu menembus 24 jam dalam pemakaian saya, baik secara ringan maupun intens. Apalagi ini yang kapasitas baterainya lebih kecil, pikir saya.

Namun, rupanya prediksi saya meleset. Di awal penggunaan, dengan pola pemakaian ringan saja, baterainya mampu koq diajak bertahan melewati dua kali adzan Subuh, apalagi diajak bertahan menghadapi sepinya hidup sejak kepergiannya, hehe. Screen-on time kala itu mencapai dua jam.

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - battery usage

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - Screen-on Time

Saat digunakan lebih intens, Elephone S7 mampu bertahan dari pagi sampai malam. Sehingga, buat Anda yang bekerja delapan jam sehari di luar rumah, bisa menggunakan smartphone ini tanpa perlu tergantung pada powerbank. Saya rasa faktor hadirnya fitur standby intelligent power saving serta penggunaan OS yang hampir stock menjadi biangnya.

review elephone s7 Indonesia

Pengisian daya Elephone S7 sendiri berlangsung cukup cepat. Dalam waktu 40 menit, saya dapat menambah persentase baterai sebesar 50%. Saat saya ukur pengisian daya, terlihat Elephone S7 masih menerima tegangan sebesar 5 v, dengan kuat arus sekitar 1,4 A. Padahal, saya menggunakan charger yang mendukung quickcharge dengan tegangan hingga 12v dan kuat arus maksimal 2,4 A. Pada saat pengisian daya, sangat terasa body dari Elephone S7 menjadi panas, terutama pada frame metal-nya.

Hanya terdapat sebuah loudspeaker pada Elephone S7. Seperti biasa, lubang pada sisi bawah smartphone ini hanya sebelah yang berfungsi sebagai speaker, yaitu yang sebelah kanan. Lubang sebelah kiri disinyalir merupakan lubang microphone. Suara yang dihasilkan loudspeaker ini cukup baik, sangat usable dan dapat digunakan menikmati video-video musik di Youtube. Namun, belum bisa saya kategorikan top class sih.

Layar IPS yang dimiliki Elephone S7 termasuk dalam kategori baik, tingkat brightness-nya sangat tinggi. Bahkan sampai di change log pada update OTA yang sebesar 155 MB disebutkan adanya perbaikan untuk mengurangi layar yang terlalu terang ini, haha.

Digunakan menonton video, Elephone S7 sangat memanjakan mata kita. Namun, karena saya sebelumnya terbiasa menggunakan layar Super AMOLED pada ZTE Axon Mini, saya bisa katakan dengan lantang bahwa vibrancy layar IPS Elephone S7 masih setingkat di bawah Super AMOLED.

Performa Elephone S7 cukup mumpuni untuk diajak multitasking berbagai aplikasi media sosial maupun layanan perpesanan, bukan perbesanan, hahahaha!

Saat saya coba menjalankan game dengan genre hack and slash semacam Hit, saya dapat menikmati jalannya game tersebut. Walau jika diamati secara seksama, ada sedikit gerakan-gerakan yang terlihat kurang smooth, seperti ada frame yang di-skip.

Setelah itu, saya mainkan game kesayangan saya, Micro Machines. Oh ya, game beratnya lupa tak saya tutup terlebih dahulu, alhasil saya merasakan ada sedikit gerakan tersendat saat game balapan mobil mini ini mulai masuk ke bagian utama permainan. Namun, beberapa detik setelahnya performanya kembali lancar tanpa kendala.

Saya tak sanggup membandingkan performa Elephone S7 dengan ZUK Z2. Beda kelas! Namun apabila saya ingat-ingat kembali, rasa-rasanya performa Xiaomi Redmi Note 4 masih lebih smooth daripada Elephone S7 ini. Saya lalu ingat hasil benchmark menggunakan aplikasi Antutu Benchmark anatara kedua smartphone ini hasilnya cukup terpaut jauh meskipun menggunakan processor yang sama. Skor Antutu dari Elephone S7 dapat Anda lihat pada bagian selanjutnya ya!


Informasi Hardware dan Benchmark pada Elephone S7

Berikut adalah informasi hardware pada Elephone S7 yang saya ambil menggunakan beberapa aplikasi pendukung.

CPU-Z

review elephone s7 Indonesiareview elephone s7 Indonesia

review elephone s7 Indonesiareview elephone s7 Indonesia

AIDA 64

review elephone s7 Indonesiareview elephone s7 Indonesia

review elephone s7 Indonesiareview elephone s7 Indonesia

review elephone s7 Indonesiareview elephone s7 Indonesia


Sensor Box for Android

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - kelengkapan sensor

Skor Antutu Benchmark

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - skor Antutu Benchmark, balanced mode

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - skor Antutu Benchmark, performance mode

Hasil Kamera Elephone S7

Gambar yang dihasilkan oleh kamera utama milik Elephone S7 dalam penilaian saya, seringkali terlihat memiliki kontras yang berlebih pada kondisi terik di luar ruangan. Sementara saat memotret dengan kondisi cahaya pas-pasan di dalam ruangan, warna yang dihasilkan terasa kurang keluar dan agak pucat. Namun begitu, satu hal yang patut diacungi jempol dari kamera Elephone S7 adalah hasilnya yang cukup jernih, minim noise di kondisi lowlight, Masalah kontras berlebih pun cukup terbantu apabila kita mengaktifkan mode HDR.

User Interface aplikasi kamera bawaan Elephone S7 sangat minimalis, alias sederhana. Benar-benar seperti aplikasi stock camera Android, dan tanpa hadirnya manual mode. Resolusi kedua kameranya kurang umum dan jarang ditemui pada smartphone lain, yaitu 14.7 Megapixels untuk kamera utama, dan 6.2 Megapixels untuk kamera depannya. Satu-satunya LED flash hadir menemani kamera utama.

Hasilnya dapat dilihat pada artikel review hasil kamera Elephone S7 berikut ini.


Plus dan Minus Elephone S7

Kelebihan Elephone S7

  • Desain menawan dengan material yang terasa cukup premium.
  • Layar bezel-less membuat ukurannya compact.
  • Layar yang sangat terang.
  • Harga yang cukup terjangkau untuk ukuran smartphone dengan RAM 4 GB dan memori internal 64 GB.
  • Sudah Android Marshmallow dengan OS yang hampir stock, jarang-jarang ditemukan pada ponsel asal Tiongkok.
  • Sangat cocok digunakan sebagai perangkat multimedia.


Kekurangan Elephone S7

  • Sangat rentan meninggalkan bekas sidik jari dan minyak
  • Software yang nampaknya belum terlalu stabil, termasuk software kamera.
  • Hybrid slot, walaupun rasanya yang varian 64 GB tidak akan bermasalah dengan storage.
  • Daya tahan baterai khas processor Helio X20, masih kurang awet. Tapi masih mampu bertahan 24 jam dalam pemakaian ringan, manajemen baterainya yang berkapasitas 3.000 mAh nampaknya lebih baik dari Xiaomi Redmi Note 4 yang baterainya 4.000 mAh.
  • Performa tidak se-smooth Helio X20 pada Xiaomi Redmi Note 4, terbukti dari skor Antutu-nya yang tak setinggi Redmi Note 4.
  • Kamera kurang konsisten, dan kurang mampu diandalkan pada kondisi lowlights.
  • Terlalu mengikuti Galaxy S7 Edge, akibatnya dianggap smartphone replika oleh banyak pihak.


Apa Kata Aa tentang Elephone S7

Ada baiknya sebuah produk memiliki diferensiasi sendiri. Namun, langkah Elephone dengan merilis smartphone yang begitu mirip dengan produk brand lain yang sudah lebih dulu hadir, dan pastinya lebih terkenal di seluruh penjuru dunia, bisa jadi langkah baik untuk memantik kepenasaran orang untuk mencobanya.

review elephone s7 Indonesia
Elephone S7 - kesimpulan

Namun, perlu dicatat bahwa tak setiap orang bisa mengelola ekspektasinya dengan baik. Bisa jadi orang yang menganggap Elephone S7 sebagai smartphone flagship dari brand ini akan kecewa karena apa yang mereka dapat tak seperti flagship merk global. Walaupun harga yang dibayar juga mungkin hanya sepertiganya.

Terlepas dari masalah kemiripan itu, saya sendiri merasa Elephone S7 adalah smartphone yang mengandalkan looks, sangat cocok digunakan untuk bergaya, fashionable, serta sangat baik digunakan untuk menikmati sajian multimedia.

Elephone S7 ini bagai seorang gadis yang terlihat cantik saat pergi ke pesta, tetapi dia memakai baju pinjaman. If you know what I mean, hehe.

Sisi performa dan kualitas kameranya masih butuh banyak sekali peningkatan. Mungkinkan Elephone akan meluncurkan Elephone S7 Pro atau Elephone S7 Prime dengan processor Snapdragon? Seperti brand Tiongkok lainnya itu lho, yang senang membuat fanboy-nya kecewa karena keburu membeli versi Mediatek dari suatu tipe atau seri smartphone yang dirilis lebih dulu daripada versi Snapdragon-nya.

Saya rasa harga sekitar tiga juta cukup pantas mengingat besaran RAM serta memori internal-nya yang lega. Saya sarankan jika hanya ingin gaya-gayaan menggunakan smartphone dengan looks yang kece seperti ini, ambil saja versi RAM 3 GB dan memori internal 32 GB, harganya hanya $170 di GearBest.com. Atau, jika ingin yang dimensinya lebih kecil, ada juga Elephone S7 Mini dengan harga yang lebih murah dan menggunakan processor Mediatek MT6737.

Untuk saat ini, saya sendiri telah memilih melepas kembali Elephone S7 ini. Karena di akun twitter saya, nama saya kan Gogon Snapdragon, bukan Memed Mediatek, hahaha. 

Sekian, maaf tidak ada nama wanita cantik yang saya ajak di artikel kali ini. Nanti saja deh, kalau ingat, hahaha!