Gadget Promotions

Wednesday, February 8, 2017

Review Infinix HOT 4 Pro, 4G Resmi Bikin Nyaman Hati

review infinix hot 4 pro lte indonesia


Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indonesia pada tahun 2017 ini. Mereka menggelontorkan lima produk baru yang bila dikelompokkan sebetulnya bisa dikerucutkan menjadi tiga lini produk saja. Yang pertama ada lini Zero dengan varian Zero 4 dan Zero 4 Plus, kemudian lini Note dengan Note 3 (Pro?), dan terakhir pada lini HOT ada Hot 4 (3G) dan Hot 4 Pro (4G).

Dari semua produk tersebut, mungkin hanya tinggal Infinix HOT 4 saja yang masih dijual dengan cara eksklusif di salah satu e-commerce kenamaan. Sementara sisanya mulai dijual dengan cara yang lebih konvensional, melalui gerai penjualan offline. Meskipun tentu saja, tak sedikit dari gerai-gerai offline ini yang juga membuka lapak online sehingga produk-produk Infinix masih dapat kita temui di berbagai marketplace. Namun hitungannya sudah tak eksklusif lagi, dan nampaknya predikat sebagai internet brand sudah tak cocok lagi diusung oleh Infinix.

Sisi baiknya, nantinya akan semakin luas masyarakat yang mengetahui brand pendatang baru ini. Di beberapa spot, saya sudah mulai bisa melihat display Infinix mulai berani mejeng. Distribusi secara offline seperti ini memang sangat penting untuk meningkatkan brand awareness.

Namun, konsekuensi pun hadir seiring keputusan Infinix melakukan perubahan cara berbisnis mereka di Indonesia. If distribution means additional cost, offline promotion means extra marketing budget. Ya, sekarang setidaknya ada dua variabel tambahan saat Infinix hendak mengetuk palu dalam menentukan harga jual produk mereka, biaya distribusi dan promosi offline. Melirik banyak brand yang sudah lebih dulu menjajal peruntungan secara offline, saya hanya bisa berharap Infinix masih setia dengan market positioning-nya yang sekarang.

Harga resmi Infinix Hot 4 Pro sebesar 1.899.000, dan harga resmi Infinix Note 3 yang ada pada angka 2,599.000 jelas menunjukkan berapa besar pengaruh dari kedua variabel baru tersebut. Atau Anda bisa googling harga Infinix Zero 4 Plus jika hari ini terasa membosankan dan Anda ingin mendapat sedikit 'kejutan', hehehe.

Oh ya, disinyalir proses sertifikasi TKDN yang berhasil Infinix lakukan untuk semua jajaran ponsel terbaru mereka (kecuali Infinix Hot 4 yang cukup puas dengan jaringan 3G dan masih dijual eksklusif di Lazada) pun turut punya andil dalam menyumbang peningkatan harga jual produk-produk mereka.

Meskipun begitu, lapak-lapak online malah kebanyakan menjual Infinix HOT 4 Pro dengan harga dealer di Rp 1.725.000 - Rp 1.750.000. Dan saya cukup beruntung berkat diskon 8% dari program promosi blanja.com, saya bisa menebusnya dengan harga Rp 1.622.000 saja.

Wah, tulisan pembukanya panjang juga ya. Saya ingat intro terpanjang yang saya tulis ada pada saat saya membuat artikel review OnePlus X. Dan karena saya sedang tidak ingin membuat rekor baru, marilah kita sudahi saja dan langsung masuk ke bagian pertama dari ulasan ini: Unboxing!


Unboxing Infinix Hot 4 Pro


Infinix mengkompensasi kenaikan harga produk dengan peningkatan kualitas product packaging yang mereka gunakan. Infinix Hot 4 Pro memiliki kotak kemasan yang prima, dengan kesan premium yang cukup menonjol. Peningkatannya sangat jauh dari kotak kemasan yang digunakan pada Infinix HOT 3 maupun HOT 2. Jauh, pake banget!

Kotak dan kelengkapan di dalamnya kali ini serupa dengan apa yang dapat kita temukan pada Infinix HOT S.

review infinix hot 4 pro lte indonesia
Kelengkapan pada paket penjualan Infinix HOT 4 Pro

review infinix hot 4 pro lte indonesia
Infinix HOT 4 Pro - 'dibuat' di Indonesia

Ada satu baris tulisan pada bagian belakang kotak kemasan Infinix HOT 4 Pro ini membuat perbedaan harga yang signifikan. Ya, tulisan itu adalah DIBUAT DI INDONESIA, hehehe. Pastinya tak semua komponen ponsel ini dibuat di Indonesia, karena hanya ketentuan TKDN sendiri hanya mewajibkan sekitar 20% saja.

review infinix hot 4 pro lte indonesia
Infinix HOT 4 Pro - kepala charger 5v, 2A


Hands-on Infinix Hot 4 Pro

Secercah harapan muncul ketika pertama kali saya memegang Infinix HOT 4 Pro secara langsung. Material bodinya terasa solid meskipun keseluruhannya terbuat dari plastik. Tekstur pada bagian backcover hadir untuk menambah kecantikan serta grip dari smartphone ini. Sementara sekeliling bagian pinggirnya mah so-so saja lah.

review infinix hot 4 pro lte indonesia
Infinix HOT 4 Pro - sisi atas

review infinix hot 4 pro lte indonesia
Infinix HOT 4 Pro - sisi kiri nan kosong

review infinix hot 4 pro lte indonesia
Infinix HOT 4 Pro - sisi bawah

review infinix hot 4 pro lte indonesia
Infinix HOT 4 Pro - sisi kanan

review infinix hot 4 pro lte indonesia
Infinix HOT 4 Pro - sisi belakang

Konon layarnya sudah memiliki lapisan pelindung dari goresan, tepatnya Dragontrail generasi kedua. Sementara di bagian bawah layar hadir kembali tiga buah tombol kapasitif tanpa lampu latar yang lagi-lagi ikonnya terasa jadul, tetapi konsisten.

Satu konsistensi lagi diberikan oleh Infinix, ketidakhadiran LED notifikasi pada seri HOT juga berlaku untuk HOT 4 Pro. Infinix lebih memilih menghadirkan LED untuk selfie daripada untuk notifikasi. Dan ini sedikit mencederai logika saya, pemirsa! Ah, mungkin memang Infinix menyasar para pecinta selfie dengan LED ini. Kalau begitu mah saya maklum saja deh, kalau cinta mah memang tanpa logika, hehehe.

review infinix hot 4 pro lte indonesia
Infinix HOT 4 Pro - sisi depan

Infinix Hot 4 Pro memiliki backcover yang dapat dilepas. Di belakang ponsel ini kita dapat melihat sebuah baterai berukuran besar dipasung di sana. Ya, dipasung, ha.. ha.. ha..

Dua buah slot micro-sim dan satu buah slot micro-SD hadir di sekitar lensa kamera. Loudspeaker yang berada di bagian belakang pun dapat terlihat jelas saat backcover-nya dibuka. Bentuknya lucu, dibuat menyerupai ikon indikator baterai. Nampaknya Infinix sudah memperhatikan detail dari beberapa hal yang sifatnya fancy.

review infinix hot 4 pro lte indonesia
Infinix HOT 4 Pro - backcover bisa dilepas, baterainya tidak

review infinix hot 4 pro lte indonesia
Infinix HOT 4 Pro - baterai besar, dan posisi slots

review infinix hot 4 pro lte indonesia
Infinix HOT 4 Pro - loudspeaker berbentuk ikon indikator baterai


Infinix HOT 4 Pro dalam Pemakaian Sehari-hari

Saat pertama saya gunakan sebagai ponsel kedua, Infinix HOT 4 Pro mampu melewati tiga hari tiga malam. Meskipun memang hanya sesekali digunakan untuk membuka aplikasi media sosial, namun jaringan 4G-nya menyala terus dengan dua sim-card terpasang. Bahkan notifikasi Instagram cukup rajin muncul.

Setelah saya pasang semua aplikasi messenger dan login ke tiga akun Google saya, smartphone ini rata-rata dapat bertahan minimal 36 jam dalam sekali pengisian daya. Saya sengaja membahas masalah daya tahan baterai ini duluan, mengingat ini adalah hal yang paling menonjol pada spesifikasi dari Infinix HOT 4 Pro. Baterainya yang berkapasitas 4.000 mAh sejauh ini dapat diandalkan.

Beralih ke sisi layar, sebetulnya Infinix HOT 4 Pro memiliki layar yang baik dalam hal reproduksi warna yang baik dan tidak pucat, kerapatan yang cukup, serta responsifitas yang baik. Namun, saat berada di bawah terik matahari, layarnya seolah malu-malu menampakkan diri, alias visibility-nya tak dapat diandalkan. Sudut pandangnya cukup luas, meskipun pada sudut yang sangat sempit layar sudah mulai terlihat gelap.

Menurut informasi yang saya dapat, layarnya sudah memiliki lapisan pelindung Dragontrail 2nd generation. Sementara material di sisi layar saya rasa tidak ada peningkatan dari seri pendahulunya, Infinix HOT 3, yang masih terasa kurang kokoh. Jadi, perbaikan hanya terasa pada panel display-nya saja, bukan pada lapisan touchscreen-nya ya.

Kalau bahas masalah dimensi mah, sudah pasti bukan favorit saya ya 5,5 inci. Sayangnya Infinix tahun ini justru baru merilis perangkat dengan layar 5,5 inci ke atas semua. Bukan apa-apa, sering typo euy waktu nge-tweet, nanti akuh di-bully linimasa, hiks hiks.

Lanjut ke sisi audio, Infinix HOT 4 Pro hadir dengan ditemani fitur sound enhancer Dirac HD. Saat fitur ini dinyalakan, maka kita dapat mendengarkan musik dari dua buah speaker yang ada pada smartphone ini. Satu yang berada di belakang, satu lagi adalah dari earpiece yang berada di atas layar. Saya berharap semua vendor smartphone dapat mengikuti jejak Infinix untuk urusan yang satu ini. Kualitas output audio-nya sendiri masih tergolong enjoyable, meskipun tak istimewa.

Satu hal yang sering dikhawatirkan dari produk Infinix adalah masalah kelengkapan sensor. Untuk yang satu ini nampaknya Infinix sudah berbenah, sensor yang disematkan pada Infinix HOT 4 Pro sudah setara dengan ponsel-ponsel lain, serta cukup untuk dapat bermain game VR.

Ngomong-ngomong masalah game, sama seperti smartphone lain yang ber-processor Mediatek 6737 (ASUS Zenfone 3 Max dan Ulefone Tiger), Infinix HOT 4 Pro tak mengalami kendala saat diajak bermain game. Suhu perangkat ini tergolong tidak gampang panas saat diajak bermain game sebentar.

Namun untuk multitasking, saya sangat merasakan bahwa smartphone ini agak keteteran saat berpindah antar aplikasi. Pun demikian saat melakukan scrolling banyak data dalam suatu aplikasi yang terasa agak laggy.

Nampaknya satu-satunya kemunduran yang dialami pada Infinix HOT 4 Pro ini adalah pemilihan processor. Infinix makin lekat dengan Mediatek, padahal secercah harapan sempat timbul saat Infinix HOT 3 yang saya coba dulu sudah menggunakan processor Snapdragon 415 besutan Qualcomm.

Khusus untuk fingerprint scanner, saya mau memberikan keempat jempol saya. Pada Infinix HOT 4 Pro sangat terasa perbaikannya, baik itu dari ukurannya yang lebih besar sehingga makin nyaman digunakan, juga akurasi dan responsifitasnya yang sangat baik, melebihi apa yang ada pada Infinix HOT S.

Bagian ini saya tutup dengan bahasan mengenai UX dari smartphone ini, terutama yang berhubungan dengan masalah software. Infinix HOT 4 Pro sudah dibekali Android 6.0 Marshmallow yang dibungkus dengan kulit XOS 2.0 Chameleon.

Apresiasi sebetulnya patut kita berikan kepada developer dari XOS yang sudah step up dari XUI. Namun, XOS rupanya belumlah bugs free, meskipun jumlah masalah yang ditemui tak sebanyak jaman dulu di XUI.

Ada dua bugs yang cukup menganggu saya. Yang pertama adalah masalah notifikasi G-Mail yang jika saya buka saat sedang menjalankan aplikasi Instagram. Jika kita pilih notifikasi G-Mail yang masuk, maka jendela notifikasi akan tertutup namun tampilan kembali ke aplikasi Instagram, dan tak kunjung membuka e-mail yang dimaksud pada aplikasi G-Mail.

Yang kedua adalah masalah screenshot yang tak bisa di-tweet-kan. Masalah ini awalnya diketahui oleh akun twitter @Bang_Gogo_ dan kemudian saya coba sendiri memang benar adanya. Rupanya, screenshot yang dihasilkan berjenis file .PNG, sehingga tak bisa di-tweet. Begitu saya edit dan simpan dalam format .JPG, masalah ini tak lagi muncul.

XOS sendiri saat ini masih mempunyai kepribadian ganda menurut saya, di mana selain menumpuk semua ikon aplikasi pada homescreen, custom UI ini juga mempunyai application drawer.

Oh ya, satu 'kenakalan' Infinix adalah soal indikator RAM pada recent apps yang bukannya menunjukkan free RAM, malah memperlihatkan jumlah RAM terpakai. Jadi jika Anda melihat indikator menunjukkan angka 1.5/2 GB, itu artinya 1,5 GB RAM dari perangkat ini sedang terpakai, bukan yang tersedia. Jadi rancu mengingat umumnya vendor lain melakukan hal kebalikannya. Nakal ih, udah banyak  yang bilangin juga! He.. he.. he..

Dalam satu minggu pengujian bersama Infinix HOT 4 Pro, saya tak kuat menahan rindu untuk segera mengganti ke hape berikutnya.

Informasi Hardware dan Benchmark Infinix HOT 4 Pro

Berikut adalah informasi hardware dan hasil benchmark menggunakan beberapa aplikasi pihak ketiga yang saya lakukan pada Infinix HOT 4 Pro.

CPU-Z:

review infinix hot 4 pro lte indonesia

review infinix hot 4 pro lte indonesiareview infinix hot 4 pro lte indonesia

AIDA64:

review infinix hot 4 pro lte indonesiareview infinix hot 4 pro lte indonesia

review infinix hot 4 pro lte indonesiareview infinix hot 4 pro lte indonesia

Sensor Box for Android:

review infinix hot 4 pro lte indonesia
Kelengkapan sensor pada Infinix HOT 4 Pro

Antutu Benchmark:

review infinix hot 4 pro lte indonesia
Skor Antutu Benchmark pada Infinix HOT 4 Pro

Cerita Peluncuran Infinix HOT 4 Pro

Ada sedikit cerita di balik peluncuran Infinix HOT 4 Pro. Maksud peluncuran di sini bukan acara launching resminya yang tak saya hadiri ya. Melainkan meluncurnya Infinix HOT 4 Pro milik saya saat proses pengambilan gambar untuk video review. Ha, ha, ha.

Saya meletakkan ponsel ini pada sebuah pilar rumah kakak ipar saya saat proses pengambilan gambar. Sampai pada beberapa percobaan, nampaknya masih aman-aman saja karena saya sangat hati-hati meletakannya. Namun pada percobaan yang kesekian kalinya, akhirnya musibah itu tak dapat terelakkan. Infinix HOT 4 Pro saya meluncur dari ketinggian sekitar setengah meter dan menghujam lantai. 

Awalnya saya tidak khawatir sama sekali. Selain posisinya tak terlalu tinggi, bunyinya pun tak nyaring saat menyentuh lantai. Namun, ternyata jatuh dari ketinggian setengah meter saja akibatnya cukup fatal, beberapa bagian nampak lecet dan sebuah penyok terlihat pada pojok kanan atas dari ponsel ini.

review infinix hot 4 pro lte indonesiareview infinix hot 4 pro lte indonesia


Sedih rasanya hati ini, terbayang sudah bakal rugi banyak saat ponsel ini harus saya jual kembali, hiks hiks. Namun, saya tak bisa terlalu menyalahkan soal build quality yang dimiliki oleh produk Infinix. Saya ingat hal yang sama pernah terjadi dengan ASUS Zenfone 2 Laser yang dulu saya gunakan.

Moral of the story: mau hape mahal atau murah sebaiknya dipasang protective case, minimal silicon case lah.


Kamera Infinix Hot 4 Pro

Sejak dari Infinix Hot S, saya merasa Infinix banyak mengerjakan PR-nya di sisi kamera. Dari sisi kualitas hasil dan fiturnya terasa sekali ada peningkatan.

Kamera utama Infinix Hot 4 Pro yang beresolusi 13 Megapixels sudah ditemani berbagai fitur, salah satunya tentu saja fitur manual mode alias professional mode. Mulai dari ISO, White Balance, Fokus, hingga Shutter Speed atau Exposure Time dapat diatur secara manual. Exposure time-nya sendiri maksimal sebesar sepuluh detik.

Hasil dari kamera utamanya terlihat tajam dengan saturasi warna yang natural. Pada kondisi lowlightsnoise memang bermunculan. Namun ini dapat diatasi melalui pengaturan manual dengan menurunkan ISO dan memperlambat shutter speed.

Kamera depannya sendiri tergolong baik. Dengan resolusi 5 Megapixels rasa-rasanya sudah cukup untuk kebutuhan selfie masa kini. Hasilnya dapat dilihat di artikel review hasil kamera Infinix Hot 4 Pro ini ya.


Plus dan Minus Infinix HOT 4 Pro

Kelebihan dari Infinix HOT 4 Pro menurut saya adalah:

  • Baterai berkapasitas besar dan cukup awet.
  • Sudah 4G resmi begitu buka kotak.
  • Slot lengkap: dual-sim + dedicated micro-SD slot.
  • Kamera yang baik di kelasnya.
  • Fingerprint scanner yang akurat dan cepat.
  • Sound enhancer yang membuat kedua speaker dapat berbunyi, sehingga menjadi stereo speaker.

Kekurangan dari Infinix HOT 4 Pro menurut saya adalah:

  • Layar yang kurang mampu diajak berjemur di bawah terik matahari.
  • XOS yang menarik sekaligus unik, masih perlu diperbaiki UX-nya.
  • Masih ada bugs kecil pada XOS.
  • Material yang walaupun terasa solid, pada kenyataannya masih kurang kokoh.
  • Pelit lampu, lebih mementingkan pencahayaan selfie, daripada LED notifikasi dan lampu latar tombol.
  • Infinix makin lekat dengan Mediatek. Padahal performa processor Mediatek di tahun ini masih tertinggal dari Qualcomm.

Apa Kata Aa tentang Infinix HOT 4 Pro



Akhirnya saya berkesempatan lagi menjajal produk dari Infinix. Khusus untuk Infinix HOT 4 Pro ini ada banyak perubahan yang dapat di-highlight, di antaranya:
  • Dibuat di Indonesia, sudah bisa 4G sejak buka kotak.
  • Dijual secara offline di beberapa kota melalui gerai yang sudah bekerjasama dengan Infinix.
  • Kameranya meningkat tajam.
  • Fingerprint scanner yang lebih baik.
  • Harga resminya pun naik dengan persentase cukup drastis.
Overall dengan harga resmi Rp 1.899.000,- saya rasa Infinix akan cukup mampu membuat HOT 4 Pro bersaing di pasaran. Karena untuk ukuran pasar offline, fitur-fitur yang ditawarkan cukup lengkap, meskipun bukan top notch

Spesifikasi di atas kertas yang tergolong masuk kelas menengah untuk pembeli offline yang jarang melilhat review produk terlebih dahulu, akan dengan mudah ditenggelamkan oleh penjelasan promotor yang pastinya akan mengedepankan 4 hal ini: layar besar 5,5 inci, kamera jernih + lampu selfie, baterai besar, serta sudah canggih karena ada fingerprint scanner-nya.

Pekerjaan rumah Infinix masih berkutat pada brand awareness, karena terbukti ketika minggu lalu sepupu saya hendak membelikan hadiah buat kliennya, sang klien lebih memilih nama Xiaomi dibandingkan Infinix saat disodorkan pada pilihan smartphone dengan budget maksimal dua juta Rupiah. Namun saya percaya, time will tell us, Infinix akan mampu merebut sebagian pangsa pasar ponsel offline di tanah air.

Sebagai rekapitulasi, sebagai tambahan dari empat kelebihan yang tadi saya sebutkan pada dua paragraf sebelumnya, Infinix HOT 4 Pro mempunyai looks yang keren. Sayang pemilihan processor Mediatek sedikit membuat saya tak puas, saya kira Infinix akan melanjutkan pemakaian seri Snapdragon.

Saya sendiri tentu saja melepas kembali Infinix HOT 4 Pro dengan alasan utama ukurannya yang terlalu besar untuk saya. Saya akan menagih janji Infinix yang konon akan merilis kembali perangkat dengan dimensi layar 5,2 inci saja nanti. Sampai jumpa lagi, Infinix.

1 comment:

  1. Di suatu infinix community gathering pertengahan tahun 2016 kemarin saya sempat nanya ke officer-nya infinix "kenapa mediatek lagi?" (Karena disitu dilihatin prototype Hot S dan Note 3) & "Kenapa hot 3 LTE ga dapat XOS?"
    Dia menjawab, "engineer kami kesulitan develop XOS utk snapdragon karena berbeda jauh dengan mediatek, sehingga kedepannya infinix masih banyak menggunakan mediatek dan kesempatan hot 3 LTE dapat XOS sepertinya tipis. Juga jika menggunakan snapdragon kalau mau nambah fitur semacam fast charging dkk harus beli lisensi ini itu yg bisa membuat ongkos membengkak"

    ReplyDelete