Gadget Promotions

Friday, March 31, 2017

Review Hasil Kamera Blackberry Aurora

Saya sempat melihat hasil foto menggunakan Blackberry Aurora di beberapa orang yang juga sedang menguji pakai smartphone ini, dan terlihat hasilnya bagus. Pada kenyataannya, memang bagus sih, asalkan mendapat pencahayaan yang cukup. Walau sering sekali saya mengalami autofokus yang meleset.

Dalam kondisi kurang cahaya, hasilnya pun mulai terlihat sayu dan tak begitu cerah lagi. Seandainya harga smartphone ini di bawah dua juta Rupiah, mungkin saya bisa mentolerir hasilnya ini. Namun kita semua tahu, berapa harga jual dari Blackberry Aurora ini, dan rasanya kualitas kameranya belum sebanding dengan harganya.

Memang sih ada fitur tambahan berupa manual setting lengkap yang bisa sedikit membantu meningkatkan kualitas hasil fotonya. Namun tetap saja saya merasa seharusnya kita mendapatkan lebih dari ini untuk harga yang ditawarkan.

Coba deh lihat sendiri hasil kameranya di bawah ini, semua gambar tidak melalui proses editing selain resize.

Hasil Kamera Belakang Blackberry Aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

Hasil Kamera Depan Blackberry Aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

review hasil kamera blackberry aurora

Monday, March 27, 2017

Review Meizu M5 Indonesia, Cantik-cantik Koq Gitu?

review meizu m5 indonesia

Lama tak mencoba produk Meizu, saya kemudian sempat puas saat menjajal Meizu U20 beberapa saat yang lalu.

Makanya saya sangat antusias saat Meizu hendak merilis jajaran smartphone terjangkau mereka yang terbaru. Sayang, Meizu M5 Note tak membawa banyak perubahan dari seri sebelumnya selain tampilan. Oleh karena itu saya memutuskan produk Meizu selanjutnya yang akan saya coba adalah Meizu M5 saja.

Selain karena ukuran layarnya yang ideal karena berdimensi 5,2 inci, saya menilai penampakan Meizu M5 ini semakin memukau saja. Meskipun masih mengandalkan bahan polikarbonat, tetapi Meizu sudah mendesain M5 sedemikian rupa sehingga tampak kekinian berkat tepian layar 2.5D serta pekatnya warna layar meizu M5 dalam kondisi mati. Satu hal yang juga lulus dalam pertimbangan saya adalah sudah hadirnya fingerprint scanner pada seri termurah dari jajaran ponsel pintar Meizu ini.

Karena tak kunjung ada gaungnya di Indonesia, saya sempat meminta counterpart saya di Banggood untuk mengirimkan Meizu M5 ini. Namun, saat saya sedang iseng menelusuri marketplace paling terkenal di Indonesia, saya menemukan sebuah Meizu M5 dijual dengan garansi resmi. Ya, RESMI!


Unboxing Meizu M5

Singkat cerita, sebuah Meizu M5 berwarna hitam yang saya pesan sudah tiba. Dan saya pun meyakini bahwa produk ini bergaransi resmi berkat satu blok tulisan yang menyebutkan bahwa produk ini dibuat di Indonesia, tepatnya di Sidoarjo.

review meizu m5 indonesia

review meizu m5 indonesia

review meizu m5 indonesia

review meizu m5 indonesia




Hands-on Meizu M5

Segera setelah kotak dibuka, dan saya menggenggam ponsel ini, saya langsung jatuh cinta dengan penampakan dan feels-nya di tangan. Berkelas, ya penampakan dan build quality Meizu M5 berwarna hitam ini terasa berkelas dan nampak mengagumkan. Terbersit sedikit keinginan dalam hati ini untuk menjadikannya daily driver saya, meskipun saya sedikit menyayangkan bahwa yang saat ini beredar di pasaran Indonesia barulah yang versi RAM 2 GB dengan memori internal 16 GB.

review meizu m5 indonesia

review meizu m5 indonesia

Satu hal lagi yang saya sukai dari Meizu M5 ini adalah penempatan lubang audio yang berada di sisi bawah ponsel.

review meizu m5 indonesia

review meizu m5 indonesia

Sisi depannya nampak sangat mengkilap akibat balutan warna hitam yang sangat pekat disertai lengkungan 2.5D di seluruh penjuru layarnya. Fingerprint scanner sekaligus tombol home yang diberi nama mBack ini hadir di bawah layar. Sama seperti pada seri Meizu sebelumnya, pemindaian sidik jari baru dapat dilakukan saat layar telah menyala, alias tombol perlu ditekan, tak bisa hanya disentuh saja untuk membuka kunci layar dari keadaan mati.

Layar dari Meizu M5 ini tergolong cerah, dengan sudut pandang yang cukup luas dan kerapatan yang cukup baik. Agak terlalu bright sih menurut saya mah.

review meizu m5 indonesia

review meizu m5 indonesia

Bagian belakang yang menggunakan finishing doff memang membuatnya lebih nyaman digenggam karena tidak licin. Namun, mau tak mau bekas sidik jari dan minyak jadi mudah berbekas di sana.

review meizu m5 indonesia

review meizu m5 indonesia

review meizu m5 indonesia

review meizu m5 indonesia

Meizu M5 dalam Penggunaan Sehari-hari

Saya sempat menggunakan Meizu M5 sebagai daily driver, dan pada saat yang bersamaan saya juga sedang menguji pakai Xiaomi Redmi 4X. Dari situ saya bisa merasakan bahwa untuk urusan multitasking, Meizu dengan FlyMe OS-nya masih lebih lancar. Ini didasari fakta bahwa kedua ponsel ini sama-sama memiliki RAM sebesar 2 GB, dengan display beresolusi HD 720p.

Padahal, jika berkaca pada skor benchmark, chip Mediatek MT6750 yang diusung Meizu M5 masih kalah tipis dari Qualcomm Snapdragon 435 yang digunakan Redmi 4X.

Lancar untuk multitasking, Meizu M5 juga lancar saat digunakan untuk gaming. Hanya saja, MT6750 terasa mudah panas. Semoga saja kalau di tangan Isyana dan Rio Haryanto, ponsel merk lain yang ber-processor sama --if you know what I mean-- bisa tetap adem ya. Hihihi.

Lanjut ke daya tahan baterai, Meizu M5 tergolong biasa saja, awet tidak, boros juga tidak. Jika dibandingkan dengan ketahanan daya baterai Meizu U20 yang kapasitas baterainya kurang lebih sama, tetapi menggunakan processor Helio P10, rasa-rasanya Meizu M5 masih belum sehemat itu. Di sini saya merasa sedih, karena alasan saya mencoba Meizu M5 tak lain dan tak bukan akibat saya sempat dipuaskan oleh Meizu U20.

Sementara fitur dari kamera Meizu M5 ini bisa dikatakan lengkap. Namun sayangnya, hasilnya di kala pencahayaan kurang tak sebaik harapan saya. Lagi-lagi tadinya saya berharap kualitasnya setara dengan apa yang dimiliki Meizu U20.

Setidaknya, fokus dari kamera Meizu M5 tergolong cukup cepat dan tak suka meleset. Dan dengan pengaturan manual, kita bisa memperbaiki kualitas gambar yang dihasilkan, pun bisa sedikit bereksplorasi dengan light painting, slow motion, dan lainnya.

Kalau dalam kondisi cukup cahaya sih ya pastinya baik, saya rasa hampir semua smartphone Android pada rentang harga yang sama pun sudah dapat diandalkan. Oh ya, sayangnya saya tak dapat menemukan backup foto menggunakan kamera depan Meizu M5 ini, nampaknya ada kesalahan saat menyalin data, atau saya kelupaan tak pernah selfie pakai ponsel ini. He.. he.. he..

Langsung saja deh dilihat gambar-gambar pada artikel hasil foto menggunakan kamera Meizu M5 berikut ini.


Apa Kata Aa tentang Meizu M5

Entah kenapa, harapan saya yang dulu sempat betah lama-lama menggunakan Meizu U20 rasanya tak bisa dibalas dengan baik oleh Meizu M5. Mungkin memang jawabannya simple: beda kelas.

Namun, kalau itu yang jadi jawaban, maka saya pasti akan kembali bertanya, kenapa harganya mirip-mirip antara keduanya? Sebuah jawaban yang lebih simple lagi pasti muncul: beda garansi. Yang satu 1,8 jutaaan garansi distributor, lainnya 1,75 jutaan garansi resmi, buatan Indonesia, lulus TKDN pula. Ha, ha, ha..

Lalu saya telaah kembali, ternyata harga asli dari Meizu M5 versi RAM 2 GB dan ROM 16 GB ini di negeri asalnya konon sekitar 1,3 jutaan Rupiah saja.

Oh, baiklah, begitu rupanya...

Saya lupa, ini sebetulnya adalah penerus seri M2 dan M3, yang memang berada pada tingkat paling dasar dari smartphone Android yang dirilis Meizu. Hanya saja, ada sedikit penyesuaian harga agar dapat dijual di Indonesia dengan resmi, meskipun pemasarannya yang terkesan adem-ayem malah membuat orang bertanya-tanya "ini beneran udah garansi resmi gak sih?".

Sebetulnya segini juga geus uyuhan (sudah lumayan), Anda boleh cek smartphone merk tetangga yang tadi sempat saya singgung digunakan oleh Isyana, dijual pada kisaran harga berapa, hehehe. Overall, smartphone dengan processor Mediatek MT6750 ini cukup bertenaga koq.

Dan lagi, Meizu M5 ini sangatlah sedap dipandang mata, jadi saya rasa mengeluarkan 1,75 juta Rupiah untuknya takkan membuat Anda merasa berdosa lah. Hehehe. Tapi tetep sih, saya masih kangen Meizu U20, nah lho! Pusing gak tuh?

Kalau biasanya saya berharap ulasan yang saya buat dapat membantu memberi pencerahan, saya harap kali ini membantu membuat Anda semakin pusing, ha... ha.. ha.. Tanggal gajian koq pusing sih? Beli aja dua-duanya, dont rich people difficult (jangan kaya orang susah) lah, ha.. ha.. ha..

Adios!

Sunday, March 26, 2017

Review Hasil Kamera Meizu M5 Indonesia

Fitur dari kamera Meizu M5 ini bisa dikatakan lengkap. Namun sayangnya, hasilnya di kala pencahayaan kurang tak sebaik harapan saya. Tadinya saya berharap kualitasnya setara dengan apa yang dimiliki Meizu U20.

Setidaknya, fokus dari kamera Meizu M5 tergolong cukup cepat dan tak suka meleset. Dan dengan pengaturan manual, kita bisa memperbaiki kualitas gambar yang dihasilkan, pun bisa sedikit bereksplorasi dengan light painting, slow motion, dan lainnya.

Kalau dalam kondisi cukup cahaya sih ya pastinya baik, saya rasa hampir semua smartphone Android pada rentang harga yang sama pun sudah dapat diandalkan.

Langsung saja deh dilihat gambar-gambar berikut ini. Seperti biasa, semua gambar tidak melalui proses editing selain resize.

Hasil Kamera Belakang Meizu M5

review hasil kamera Meizu M5 indonesia

review hasil kamera Meizu M5 indonesia

review hasil kamera Meizu M5 indonesia

review hasil kamera Meizu M5 indonesia

review hasil kamera Meizu M5 indonesia

review hasil kamera Meizu M5 indonesia

review hasil kamera Meizu M5 indonesia

review hasil kamera Meizu M5 indonesia

review hasil kamera Meizu M5 indonesia

review hasil kamera Meizu M5 indonesia

review hasil kamera Meizu M5 indonesia

review hasil kamera Meizu M5 indonesia

review hasil kamera Meizu M5 indonesia

Hasil Kamera Depan Meizu M5

Oh ya, sayangnya saya tak dapat menemukan backup foto menggunakan kamera depan Meizu M5 ini, nampaknya ada kesalahan saat menyalin data, atau saya kelupaan tak pernah selfie pakai ponsel ini. He.. he.. he..

Review PhotoFast iType-C


Saya kemarin sempat browsing beberapa tipe iPhone untuk keperluan development di kantor.

Satu yang saya simpulkan, Apple mengatur sedemikian rupa sehingga produk iPhone keluaran mereka dapat dijual dengan beragam harga, hanya dengan membedakan pada kapasitas storage yang dimiliki saja.

Kalau ini dilakukan pada ponsel Android, rasanya tidak akan mempan ya. Mengingat smartphone Android selain kebanyakan menyediakan slot ekspansi memori, juga sudah pada bisa dicolokkan USB storage secara OTG alias on-the-go.

Kasihan buat mereka yang ingin tetap eksis pakai iPhone, suka foto-foto, tapi terbentur kapasitas storage yang terbatas akibat belum mampu membeli iPhone dengan kapasitas memori yang besar.

Saya kebetulan kedatangan sebuah produk yang fungsinya kira-kira mirip lah dengan USB OTG di Android. Namanya PhotoFast iType-C.

Ada embel-embel type-c-nya karena gadget penambah storage ini memiliki dua buah ujung colokan, yaitu lightning dan type-c. Sehingga diklaim mampu digunakan pada iPhone, iPad, dan juga MacBook.



Tapi, jangan salah, sebetulnya PhotoFast iType-C ini memiliki total empat buah connection interface alias colokan. Selain lightning dan type-c yang sudah saya sebutkan tadi, pada kemasan penjualannya disertakan pula ekstensi yang dapat membuatnya memiliki colokan USB 3.0 dan micro USB. Wow 4-in-1 nih, lengkap banget!

Dengan menggunakan aplikasi PhotoFast One yang bisa diunduh di AppStore, kita bisa mengelola storage dari foto, musik, dan video yang ada di iPhone dengan mudah. Proses memindahkan data-data dari notebook ke iPhone maupun sebaliknya jadi jauh lebih mudah tanpa harus menggunakan iTunes lagi.

Yang saya dapatkan ini kapasitasnya 64 GB. Dan saat ini tersedia dengan pilihan 64 dan 128 GB. Produk ini tersedia di Elevenia dengan harga masing-masing Rp 1.672.500 untuk kapasitas 64 GB, dan Rp 2.421.900 untuk yang 128 GB.

Ini menjadi sebuah solusi, apabila Anda sudah terlanjur sayang dengan iPhone Anda, tak ingin menggantinya, tetapi butuh kapasitas tambahan untuk menyimpan semua file multimedia yang dimiliki. Tergolong mahal sih memang, namun rasa-rasanya tak menjadi masalah bagi pengguna iPhone terbaru yang biasanya memang rela mengeluarkan dana besar. Ya nggak? Hehe

Review Huawei G9, P9 Lite versi Garansi Distributor, yang Banyakan Wah-nya daripada Wey-nya

review huawei g9 p9 lite indonesia

Huawei, atau yang sebetulnya dibaca "wah-wey", pada tahun 2016 lalu berhasil merajai penjualan pada pasar smartphone di negeri asalnya. Sementara secara global, mereka berada pada posisi ketiga setelah Samsung dan Apple, yang mana menunjukkan bahwa di seluruh duniapun Huawei menjadi brand Tiongkok dengan penjualan teratas.

Saya termasuk di antara yang bertanya-tanya, apa yang spesial dengan Huawei hingga mampu berprestasi sedemikian, karena di Indonesia khusunya sekitaran pergaulan saya, kalau brand asal China, orang kebanyakan lebih familiar dengan nama Xiaomi.



Akhirnya saya coba sebuah smartphone Huawei, yaitu Huawei G9 yang kalau di Indonesia dijual dengan nama Huawei P9 Lite. Perbedaan antara keduanya hanya pada ketidakhadiran NFC pada Huawei G9 saja. Saya akhirnya tergiur membelinya berkat promosi diskon di Blanja.com, ada beberapa kode voucher yang bisa digunakan, dan saya sertakan di deskripsi video ini ya.



Setelah sekitar satu minggu saya mencobanya, saya kemudian bisa paham kenapa penjualan smartphone dari brand yang satu ini bisa sukses. Alasannya sih simple, karena saat kita memakai smartphone ini, kita akan lebih banyak melontarkan kata "wah", daripada "wey", hahaha. Maksa sih memang, tapi demikian yang saya rasakan.

Wah yang pertama, terlontar dari mulut saya begitu hands-on dan melihat layar dari Huawei G9 ini. Layarnya kinclong banget, warna-nya vibrant, namun tidak membuat silau lho. Saya sampai heran apa sih yang membuat panel display IPS-nya dapat menjadi seperti ini. Teduh di mata, namun terlihat jelas di bawah terik matahari. Pokoknya wah lah!

review huawei g9 p9 lite indonesia


Wah yang kedua, saya ucapkan saat menempelkan jari saya ke sensor sidik jari yang terletak di sisi belakang smartphone ini. Responnya cepat saat digunakan membuka layar. Tapi tak hanya itu, fingerprint scanner ini pun dapat digunakan untuk tombol shutter camera, dan juga membuka tutup jendela notifikasi hanya dengan menyapukan jari ke atas dan ke bawah. Jadi kaya trackpad-nya Blackberry ya! Haha.

review huawei g9 p9 lite indonesia


Wah yang ketiga tak lain adalah pujian untuk kamera dari smartphone ini. Padahal tadinya saya ingin mematahkan apa yang dipromosikan oleh beberapa selebritas Youtube. Namun, rupanya memang kamera huawei P9 Lite ini kece adanya. Mulai dari fitur dan mode-nya yang lengkap, bahkan hingga ke pengaturan manual untuk video pun hadir. Sampai hasilnya saat kondisi lowlights yang mencengangkan, membuat saya berkali-kali menyebut kata wah.

Anda perlu melihat sendiri hasil kameranya, lalu hitung sendiri ya berapa kali Anda bilang wah saat menyaksikan gambar-gambar pada artikel review hasil kamera Huawei G9 berikut ini, hehe.

review huawei g9 p9 lite indonesia

review huawei g9 p9 lite indonesia


Wah yang keempat sebetulnya tergantung selera, tapi buat saya Huawei G9 banyak memenuhi kriteria smartphone yang ideal. Mulai dari dimensi layarnya yang hanya 5,2 inci, bagian backcover-nya yang tidak  menggunakan bahan logam, penggunaan on-screen button, hingga kaca bagian depannya yang tidak melengkung ala 2.5D yang memungkinkan penggunaan tempered glass yang dapat memenuhi seluruh pinggirannya. Overall, secara desain saya rasa mayoritas akan menilai Huawei G9 sebagai ponsel yang sedap dipandang mata.

review huawei g9 p9 lite indonesia

review huawei g9 p9 lite indonesia

review huawei g9 p9 lite indonesia

review huawei g9 p9 lite indonesia

review huawei g9 p9 lite indonesia

review huawei g9 p9 lite indonesia

review huawei g9 p9 lite indonesia


Wah yang terakhir, sangat subjektif. Tahu tidak, ternyata Huawei mensponsori tim kesayangan saya, AC Milan, waaaaaah ini nih! Hahaha.

Saatnya beralih ke sisi weyyyy, di mana biasanya kita mengatakan weyyy koq gitu saat mendapatkan sesuatu yang di bawah ekspektasi. Haha.

Hanya ada dua "wey" sih yang saya ucapkan jika menilik apa yang ada pada Huawei G9 ini.

Wey pertama sudah pasti masalah storage. Weeyyyy, hape masa kini RAM-nya 3 GB koq memori internalnya cuma 16 GB? Dual-sim-nya hybrid pula, tak bisa membaca USB OTG pula. Alhasil, Anda yang mewajibkan penggunaan dua nomor telepon harus berfikir keras dengan keterbatasan ini.

Wey kedua adalah soal pengisian daya yang terasa agak lama. Saat saya ukur, arus yang masuk pada saat pengisian daya hanya sebesar 1A saja. Padahal baterai Huawei G9 ini berkapasitas 3.000 mAh. Jadinya, weeeyyy lama bener penuhnya nih, hahaha.

review huawei g9 p9 lite indonesia


Nah terlepas dari soal wah atau wey, konsumsi daya dari processor Hi-Silicon Kirin 650 besutan Huawei langsung ini cukup awet, tapi tidak awet-awet banget. Dengan pemakaian ala saya, selalu mampu bertahan dari pagi saat saya hendak berangkat ke kantor, hingga menjelang adzan subuh. Kalau 24 jam sih belum pernah berhasil ditembus. Heuheu.

Performanya sendiri sama sekali tidak ada kendala. Berkat RAM-nya yang cukup lega, multitasking maupun gaming dapat berjalan dengan baik dan nikmat.

Saat saya uji, Huawei G9 ini masih berjalan pada EMUI 4.1.1 berbasis OS Android 6.0 Marshmallow. Salah satu yang saya sukai dari Custom UI ini adalah notifikasi yang diurutkan berdasarkan waktu kemunculannya, serta hadirnya fitur kesehatan melalui pedometer yang terintegrasi.

review huawei g9 p9 lite indonesia


Dengan lebih banyaknya jumlah ucapan wah daripada wey yang terjadi selama pengujian, tentunya saya merekomendasikan smartphone ini untuk Anda yang budget-nya memang sesuai. Kalau ingin lebih nyaman, ada baiknya beli Huawei P9 Lite bergaransi resmi saja. Bedanya sekitar lima ratus ribuan saja. Karena walaupun harga resminya adalah 3,5 juta Rupiah, namun banyak pedagang online yang menjualnya pada kisaran 2,9 jutaan, yang masih bisa turun jadi 2,7 jutaan menggunakan voucher diskon yang saya infokan tadi. Boleh dicek di deskripsi video di atas untuk lebih jelasnya ya.

review huawei g9 p9 lite indonesia


Satu harapan saya, Huawei lebih rajin memasukkan smartphone pada rentang harga tiga sampai lima jutaan Rupiah. Jangan cuma budget smartphone saja, karena saya pengen banget nyobain Honor 8 nih, hehehe.

Sekian review dari saya, semoga membantu. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.