Gadget Promotions

Sunday, March 26, 2017

Review Huawei G9, P9 Lite versi Garansi Distributor, yang Banyakan Wah-nya daripada Wey-nya

review huawei g9 p9 lite indonesia

Huawei, atau yang sebetulnya dibaca "wah-wey", pada tahun 2016 lalu berhasil merajai penjualan pada pasar smartphone di negeri asalnya. Sementara secara global, mereka berada pada posisi ketiga setelah Samsung dan Apple, yang mana menunjukkan bahwa di seluruh duniapun Huawei menjadi brand Tiongkok dengan penjualan teratas.

Saya termasuk di antara yang bertanya-tanya, apa yang spesial dengan Huawei hingga mampu berprestasi sedemikian, karena di Indonesia khusunya sekitaran pergaulan saya, kalau brand asal China, orang kebanyakan lebih familiar dengan nama Xiaomi.



Akhirnya saya coba sebuah smartphone Huawei, yaitu Huawei G9 yang kalau di Indonesia dijual dengan nama Huawei P9 Lite. Perbedaan antara keduanya hanya pada ketidakhadiran NFC pada Huawei G9 saja. Saya akhirnya tergiur membelinya berkat promosi diskon di Blanja.com, ada beberapa kode voucher yang bisa digunakan, dan saya sertakan di deskripsi video ini ya.



Setelah sekitar satu minggu saya mencobanya, saya kemudian bisa paham kenapa penjualan smartphone dari brand yang satu ini bisa sukses. Alasannya sih simple, karena saat kita memakai smartphone ini, kita akan lebih banyak melontarkan kata "wah", daripada "wey", hahaha. Maksa sih memang, tapi demikian yang saya rasakan.

Wah yang pertama, terlontar dari mulut saya begitu hands-on dan melihat layar dari Huawei G9 ini. Layarnya kinclong banget, warna-nya vibrant, namun tidak membuat silau lho. Saya sampai heran apa sih yang membuat panel display IPS-nya dapat menjadi seperti ini. Teduh di mata, namun terlihat jelas di bawah terik matahari. Pokoknya wah lah!

review huawei g9 p9 lite indonesia


Wah yang kedua, saya ucapkan saat menempelkan jari saya ke sensor sidik jari yang terletak di sisi belakang smartphone ini. Responnya cepat saat digunakan membuka layar. Tapi tak hanya itu, fingerprint scanner ini pun dapat digunakan untuk tombol shutter camera, dan juga membuka tutup jendela notifikasi hanya dengan menyapukan jari ke atas dan ke bawah. Jadi kaya trackpad-nya Blackberry ya! Haha.

review huawei g9 p9 lite indonesia


Wah yang ketiga tak lain adalah pujian untuk kamera dari smartphone ini. Padahal tadinya saya ingin mematahkan apa yang dipromosikan oleh beberapa selebritas Youtube. Namun, rupanya memang kamera huawei P9 Lite ini kece adanya. Mulai dari fitur dan mode-nya yang lengkap, bahkan hingga ke pengaturan manual untuk video pun hadir. Sampai hasilnya saat kondisi lowlights yang mencengangkan, membuat saya berkali-kali menyebut kata wah.

Anda perlu melihat sendiri hasil kameranya, lalu hitung sendiri ya berapa kali Anda bilang wah saat menyaksikan gambar-gambar pada artikel review hasil kamera Huawei G9 berikut ini, hehe.

review huawei g9 p9 lite indonesia

review huawei g9 p9 lite indonesia


Wah yang keempat sebetulnya tergantung selera, tapi buat saya Huawei G9 banyak memenuhi kriteria smartphone yang ideal. Mulai dari dimensi layarnya yang hanya 5,2 inci, bagian backcover-nya yang tidak  menggunakan bahan logam, penggunaan on-screen button, hingga kaca bagian depannya yang tidak melengkung ala 2.5D yang memungkinkan penggunaan tempered glass yang dapat memenuhi seluruh pinggirannya. Overall, secara desain saya rasa mayoritas akan menilai Huawei G9 sebagai ponsel yang sedap dipandang mata.

review huawei g9 p9 lite indonesia

review huawei g9 p9 lite indonesia

review huawei g9 p9 lite indonesia

review huawei g9 p9 lite indonesia

review huawei g9 p9 lite indonesia

review huawei g9 p9 lite indonesia

review huawei g9 p9 lite indonesia


Wah yang terakhir, sangat subjektif. Tahu tidak, ternyata Huawei mensponsori tim kesayangan saya, AC Milan, waaaaaah ini nih! Hahaha.

Saatnya beralih ke sisi weyyyy, di mana biasanya kita mengatakan weyyy koq gitu saat mendapatkan sesuatu yang di bawah ekspektasi. Haha.

Hanya ada dua "wey" sih yang saya ucapkan jika menilik apa yang ada pada Huawei G9 ini.

Wey pertama sudah pasti masalah storage. Weeyyyy, hape masa kini RAM-nya 3 GB koq memori internalnya cuma 16 GB? Dual-sim-nya hybrid pula, tak bisa membaca USB OTG pula. Alhasil, Anda yang mewajibkan penggunaan dua nomor telepon harus berfikir keras dengan keterbatasan ini.

Wey kedua adalah soal pengisian daya yang terasa agak lama. Saat saya ukur, arus yang masuk pada saat pengisian daya hanya sebesar 1A saja. Padahal baterai Huawei G9 ini berkapasitas 3.000 mAh. Jadinya, weeeyyy lama bener penuhnya nih, hahaha.

review huawei g9 p9 lite indonesia


Nah terlepas dari soal wah atau wey, konsumsi daya dari processor Hi-Silicon Kirin 650 besutan Huawei langsung ini cukup awet, tapi tidak awet-awet banget. Dengan pemakaian ala saya, selalu mampu bertahan dari pagi saat saya hendak berangkat ke kantor, hingga menjelang adzan subuh. Kalau 24 jam sih belum pernah berhasil ditembus. Heuheu.

Performanya sendiri sama sekali tidak ada kendala. Berkat RAM-nya yang cukup lega, multitasking maupun gaming dapat berjalan dengan baik dan nikmat.

Saat saya uji, Huawei G9 ini masih berjalan pada EMUI 4.1.1 berbasis OS Android 6.0 Marshmallow. Salah satu yang saya sukai dari Custom UI ini adalah notifikasi yang diurutkan berdasarkan waktu kemunculannya, serta hadirnya fitur kesehatan melalui pedometer yang terintegrasi.

review huawei g9 p9 lite indonesia


Dengan lebih banyaknya jumlah ucapan wah daripada wey yang terjadi selama pengujian, tentunya saya merekomendasikan smartphone ini untuk Anda yang budget-nya memang sesuai. Kalau ingin lebih nyaman, ada baiknya beli Huawei P9 Lite bergaransi resmi saja. Bedanya sekitar lima ratus ribuan saja. Karena walaupun harga resminya adalah 3,5 juta Rupiah, namun banyak pedagang online yang menjualnya pada kisaran 2,9 jutaan, yang masih bisa turun jadi 2,7 jutaan menggunakan voucher diskon yang saya infokan tadi. Boleh dicek di deskripsi video di atas untuk lebih jelasnya ya.

review huawei g9 p9 lite indonesia


Satu harapan saya, Huawei lebih rajin memasukkan smartphone pada rentang harga tiga sampai lima jutaan Rupiah. Jangan cuma budget smartphone saja, karena saya pengen banget nyobain Honor 8 nih, hehehe.

Sekian review dari saya, semoga membantu. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

No comments:

Post a Comment