Gadget Promotions

Monday, May 15, 2017

Review Nubia M2 Indonesia, Akankah Membuat Brand Besar Waspada?

review smartphone Nubia M2 Indonesia

Saya memang tak berencana membeli Nubia M2 ini karena secara spesifikasi jeroan rasanya sama persis dengan Nubia Z11 Mini S yang dulu saya gunakan. Perbedaan utama ada pada kamera belakang Nubia M2 yang berjumlah dua buah, meski memiliki resolusi yang lebih rendah.

Untunglah sebuah kebahagiaan lain bisa saya rasakan saat tiba-tiba mendapat jatah pinjaman ponsel Nubia M2 dari Lazada Indonesia untuk saya uji. Setelah sebelumnya saya turut berbahagia saat mendengar kabar Nubia akan segera berjualan kembali secara resmi di Indonesia. Ya, saya rasa ini kabar baik mengingat Nubia memiliki deretan produk bagus dan masih kuat dengan konsep brand enthusiast-nya.

Ya, sepenilaian saya, sejauh ini Nubia memiliki jajaran produk yang baik. Namun, ada masalah selera dan preferensi yang membuat saya dulu melepas Nubia Z11 Mini S dan kali ini tak membeli Nubia M2. Ya, konfigurasi tombol yang sedikit berbeda, di mana recent apps harus diakses dengan menekan lama suatu tombol. Sementara satu tombol kapasitif difungsikan oleh Nubia sebagai tombol menu, sesuatu yang sudah jarang sekali digunakan pada aplikasi-aplikasi Android.

Tapi setidaknya, Nubia M2 sudah masuk secara resmi di Indonesia dan dapat dipesan tanpa harus bingung soal kurs, cara bayar, dan juga bea masuk. Tiga pertanyaan yang seringkali saya dapatkan saat mengulas produk yang saya beli atau dapatkan dari e-commerce asal luar negeri.


Unboxing dan Hands-on Nubia M2 Indonesia


Kesan pertama saya saat pertama kali memegang kotak kemasan dan ponsel Nubia M2 adalah, unsurprisingly familiar. Ya, dua kali melakukan buka kotak terhadap produk smartphone Nubia, membuat pengalaman kali ini terasa agak biasa saja.

Kelengkapan dalam kotaknya ya sama saja, seperti enthusiast brand smartphone lainnya, memangkas biaya dengan tak menyertakan headset atau aksesori tambahan.

Kesan premium kuat terpancar saat pertama kali saya memegang ponsel ini. Yang saya ulas kali ini adalah Nubia M2 varian warna Black Gold, dan saya tegaskan ini bukan hasil kerjasama Nubia dengan Kecap ABC. He.. he..

Nubia berusaha keras mempertahankan ciri khas yang dimiliki ZTE pada hadirnya halo button yang terasa agak dipaksakan. Bagaimana tidak, baru kali ini saya menemukan tombol home yang juga berfungsi sebagai fingerprint scanner, memiliki icon garis bulat merah di tengahnya. Namun, Nubia M2 tak bisa memaksakan tombol sekaligus pemindai sidik jari ini untuk difungsikan sebagai lampu notifikasi juga. Alhasil dua buah tombol kapasitif di kanan dan kirinya yang memiliki ikon berupa titik sajalah yang akan berkedip-kedip saat ada notifikasi masuk.

Lanjut ke layar, ternyata Nubia M2 memiliki kejutan buat saya. Panelnya menggunakan Super AMOLED yang membuatnya sangat vibrant, namun juga dipastikan menyulitkan saya untuk membuat video tanpa flicker yang terlihat haha. Dengan resolusi Full HD, dimensinya yang 5,5 inci cukup terasa compact dan nyaman digenggam, walaupun 5,2 inci rasanya masih tetap yang paling ideal buat saya.

Di atas layar, hadir sebuah kamera depan dengan resolusi yang sama dengan Nubia Z11 Mini S, 16 Megapixels. Nubia M2 tak memiliki front LED flash, sehingga saat selfie di tempat gelap Anda akan dibantu oleh layar yang menyala putih dan cukup terang. Kualitas kamera depannya sendiri tergolong sangat baik dan detail, saya rasa modul kameranya sama deh dengan kamera depan Z11 Mini S.

Frame yang mengelilingi seluruh sisi Nubia M2 terbuat dari metal dengan finishing doff dan dibatasi oleh dua buah list chamfered metal berwarna emas. Di sisi bawah ada loudspeaker, port USB type-C dan yang tentunya saya favoritkan, port audio 3,5 mm. Nubia M2 menempatkan tombol volume di sisi kiri, dan tombol power di sisi kanan menemani sim-tray. Sementara di sisi atas hanya terdapat noise cancellation mic.

Bagian belakang Nubia M2 terbuat dari bahan logam berwarna hitam dengan finishing doff juga. Kamera ganda hadir dengan dikelilingi garis merah khas Nubia. Di sebelahnya nampak dual-tone LED flash menemani. Logo Nubia hadir dengan warna emas dan sedikit embossed. Dua buah garis antena hadir di bagian atas dan bawah yang juga berwarna hitam sehingga tak terlalu kentara.

Dengan ketipisannya, sejauh ini saya tak menemui masalah saat harus mengantongi Nubia M2 di saku celana jeans saya.

Overall, smartphone ini terlihat classy dan premium. Tapi preferensi saya masih lebih berat kepada Nubia Z11 Mini S berwarna kombinasi khaki dan hitam untuk masalah desain ini. Bagaimana dengan Anda?


Nubia M2 dalam Pemakaian Sehari-hari

Kita akan mulai bagian ini dari sisi software. Masih menggunakan Nubia UI 4.1 dengan dasar OS Android 6.0 Marshmallow, rasanya tidak ada yang baru sejak terakhir saya menggunakannya pada Nubia Z11 Mini S. Karena itu, Anda yang mau tahu lebih dalam soal Nubia UI, dapat melihat review dari Nubia Z11 Mini S ini saja ya.


Dua hal yang paling penting dari Nubia UI pada Nubia M2 ini adalah, fitur gesture dengan menggosok-gosok sisi layar untuk berpindah antar aplikasi dan menutup semua aplikasi di recent apps masih ada, serta kini sms dan telepon masuk tak lagi membuat LED Flash menyala, aman deh jadinya, heuheu.

review smartphone Nubia M2 Indonesia

review smartphone Nubia M2 Indonesia

Bahasan dari sisi hardware kita langsung mulai dari processor-nya saja ya. Saya tahu, Nubia M2 tidak menggunakan seri processor Qualcomm kelas tertinggi, tapi Snapdragon 625 adalah andalan banget buat saya. Diberi baterai berkapasitas 3.000 mAh pun, processor ini mampu bertahan dua hari dua malam dalam penggunaan saya. Ini terjadi di Nubia Z11 Mini S dulu dan terulang di Nubia M2 lho.

review smartphone Nubia M2 Indonesiareview smartphone Nubia M2 Indonesia

review smartphone Nubia M2 Indonesiareview smartphone Nubia M2 Indonesia


Performa? Kalau untuk multitasking dan gaming sesekali mah sudah sangat cukup. Skor Antutu 60-ribuan masa sih ga cukup? Nubia UI dapat dijalankan dengan baik serta memiliki pergerakan yang halus dari layar ke layar dan dari aplikasi ke aplikasi. Dengan RAM yang lega di 4 GB, smartphone ini akan mampu bertahan hingga beberapa tahun ke depan, seandainya Anda menginginkan sebuah ponsel yang akan digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Ya, ponsel ini masih mengusung hybrid slot untuk sim-card dan micro-SD, tetapi dengan memori internal 64 GB rasanya ini takkan terlalu jadi masalah.

Kelebihan lain yang merupakan imbas dari penggunaan Snapdragon 625 adalah Nubia M2 pun sudah mampu terhubung ke jaringan 4G di sim-card pertama, dan jaringan 3G di sim-card kedua pada saat yang bersamaan.

Fingerprint scanner yang ditempatkan pada tombol home dari Nubia M2 sangat prima. Sensor buatan Goodix ini memiliki akurasi serta kecepatan yang sangat baik. Tombol home ini hanya bisa disentuh ya, tak bisa ditekan layaknya tombol fisik. Membuka kunci dapat dilakukan dari keadaan layar padam.


Kamera Nubia M2

Nubia M2 juga memiliki kamera yang dapat diandalkan. Termasuk mode portrait yang hadir memanfaatkan dua kamera belakang yang dimilikinya. Kita dapat melakukan refokus dan mengubah besaran aperture pada gambar yang sudah diambil. Satu batasan yang diberikan adalah benda yang dapat dijadikan sebagai objek fokus harus berada dalam jarak maksimal 2 meter, dan yang bisa diblur hanyalah latarnya, tidak objeknya.

Kamera belakang 13 Megapixels di atas kertas mungkin terasa inferior jika dibandingkan kamera Nubia Z11 Mini S yang punya resolusi 23 Megapixels. Namun, hasilnya sama-sama baik koq. Di mana dalam keadaan lowlights pun bisa dibilang hasilnya minim noise dan masih mampu menangkap detail dengan baik.

Dan ya, kamera depannya yang malah lebih besar resolusinya di 16 Megapixels pun tak kalah hebatnya. Sama-sama minim noise dan detail.

Sementara untuk fitur, Nubia selalu menyediakan banyak. Mulai dari mode professional dengan pengaturan manual yang lengkap, hingga pilihan mode camera yang sangat banyak, mulai dari multi-exposure untuk menggabungkan dua gambar, lightdraw alias light painting, slow-motiontime-lapsemacro, dan masih banyak lagi.

Seberapa baik kualitas gambar yang dihasilkan, mari kita lihat saja langsung pada gambar-gambar di artikel hasil kamera Nubia M2 berikut ini ya. Semua gambar ini hanya mengalami proses editing berupa resize saja ya.


Apa Kata Aa tentang Nubia M2


Seperti biasa, buat saya pantas atau tidaknya suatu smartphone untuk dimiliki akan bergantung kepada harga jualnya. Dan dalam hal ini Nubia M2 tergolong berani menawarkan ponsel ini di harga empat jutaan.

Maksud saya, belum semua orang familiar dengan brand ini. Sebagian yang familiar malah mempertanyakan komitmen Nubia berjualan kembali di Indonesia, karena mereka menilai dulu Nubia pergi tanpa memperhatikan nasib konsumen yang sudah ada dan perangkat yang sudah dibeli.

Nah, dari itu patut kita cermati model atau cara penjualan dari produk-produk Nubia. Kalau dilihat dari gelagatnya saat ini, nampaknya Nubia masih akan bersikap sebagai internet brand yang sudah seharusnya menawarkan berbagai kelebihan pada rentang harga yang lebih terjangkau dibanding brand lain yang menjajakan dagangannya secara konvensional.

Nah, masalahnya adalah, untuk seri M yang seharusnya berada setingkat di bawah seri Z yang jadi unggulan, Nubia sudah melabeli M2 dengan bandrol yang cukup berani. Bahkan rasanya lebih mahal dari Z11 Mini S yang dulu saya beli dari luar negeri. Harus dimaklumi memang ada biaya lebih yang harus Nubia gelontorkan agar lolos proses sertifikasi TKDN.

Karena kalau melihat apa yang ditawarkan oleh Nubia M2, serius deh brand-brand besar yang sudah lebih dulu berjualan smartphone pada rentang harga yang setingkat, wajib untuk ketar-ketir. Ya, seri A keluaran Samsung, seri Vivo V5 dan Oppo F3 dan angkatannya, adalah produk-produk yang akan berbagi kue dengan Nubia M2. Di atas kertas, jika head-to-head dengan membandingkan harga dengan fitur dan spesifikasi, Nubia akan sangat mampu bersaing.

Masalahnya adalah awareness pasar dan layanan purna jual. Dua hal ini tidak bisa saya analisis saat ini, jadi mari kita tunggu seberapa besar gebrakan comeback dari Nubia kali ini.

Jadi gimana nih A, beli apa ngga? Nah, kalau kamu masih bertanya seperti itu, gini aja deh... Buat kamu yang bosan dengan yang itu-itu lagi, dan memang budget-nya ada, saya pikir silakan dibeli saja. Value-nya sepadan harganya koq. Tapi kalau kamu terlalu sensitif dengan harga dan sedikit-sedikit bilang mending anu dan itu... Gak usah deh! Nanti kamu di-bully lho kalau berpindah haluan. Hehehe..

Nubia M2 dapat dibeli di Lazada Indonesia, klik saja link ini.

Balik lagi ya, keputusan ada di tangan Anda. Sesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran saja. Tugas saya sudah selesai di sini, demikian review kali ini, Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

1 comment:

  1. A ,kalau Nubia z11 coffee yg tnpa bazel ϑι layar , ϑι indo Θι jual Ga ya

    ReplyDelete