Gadget Promotions

Monday, September 18, 2017

Review Huawei Honor 6X, Best Buy di 2-jutaan?



Pada artikel ini kita akan review nih smartphone yang kalau melihat kolom komentar video-video yang belakangan saya unggah, sepertinya sih ditunggu-tunggu.

Ya wajar sih, karena Honor 6X ini memilliki price to value comparison yang sangat menarik, terutama buat yang bosan dengan yang itu-itu lagi, itu lho yang sekarang sedang rajin mengisi pasar smartphone di berbagai level.

Hehe...

Sebelum kita mulai, perlu saya informasikan bahwa hingga saat ini, sayangnya Huawei belum menjual Honor 6X secara resmi. Unit yang saya beli di Blibli.com ini pun tak memiliki garansi. Jadi, meskipun misalkan hasil ulasannya bagus, saya tak bisa merekomendasikan ponsel ini untuk dibeli ya, anggap saja buat memperkaya khazanah kita sebagai penikmat gadget ya!


Unboxing dan Kesan Pertama pada Huawei Honor 6X




Ok, kita mulai dari sisi desain. Seri Honor dengan kombinasi huruf dan angka, biasanya tak seeksklusif seri Honor yang hanya memiliki penamaan berupa angka saja. Dan ini berlaku untuk Honor 6X. Desainnya biasa saja, malah agak out of date, karena desain seperti ini sudah muncul di ponsel brand lain sejak satu atau dua tahun yang lalu.

Jelek sih ngga, tapi ya ga bisa disebut kece-kece banget juga. Termasuk penempatan dual-camera di bagian belakang yang menurut saya kurang terintegrasi dengan desainnya secara keseluruhan. Tapi overall, dengan dimensi layarnya yang 5,5 inci, Honor 6X masih sangat nyaman digenggam meskipun dengan satu tangan. Bentuknya yang banyak memiliki lengkungan membuatnya terasa ergonomis dalam genggaman.

Layarnya beresolusi Full HD, cukup tajam, namun harus diakui reproduksi warnanya tak se-vibrant Honor 8 atau Huawei P9 Lite. Output audio-nya pun tergolong standar saja. Untungnya fingerprint scanner Honor 6X tetap seprima dua smartphone Huawei yang saya coba sebelumnya. Akurat, cepat, dan bisa digunakan untuk fungsi gesture. Shingga saya cukup terbantu saat ingin memunculkan jendela notifikasi, menggeser gambar di galeri, maupun saat ingin mengambil gambar di kamera.


Kamera Huawei Honor 6X

Berbicara soal kamera, Huawei Honor 6X yang saat saya beli ada pada harga 2,6 jutaan ini bisa dibilang memiliki setup paling lengkap di level harganya. Mode manual tetap hadir untuk foto maupun video. Dan ya, ini adalah ponsel honor termurah yang sudah memiliki kamera belakang ganda. Dan bukan gimmick, kamera kedua ini cukup membantu memberikan kedalaman, sehingga mode bokeh dapat menghasilkan blur yang baik, dan seperti biasa dapat diatur alias re-focus setelah gambar diambil. Hape dua jutaan mana lagi coba yang bisa begini?

Soal kualitas hasilnya, meskipun saya nilai masih acceptable, namun jelas sekali terlihat hasil gambar di kondisi lowlights masih di bawah Huawei P9 Lite. Kalau dibandingkan sama Honor 8 mah ya jelas kalah ya. Namun di kondisi ideal, hasil fotonya sangat tajam, dengan warna-warna yang keluar banget, malah saya berpikir koq lebih gonjreng dari karakter kameranya Xiaomi ya?

Kamera selfie-nya juga tergolong biasa saja, jelas sekali bahwa ini bukan hape selfie.

Silakan nilai sendiri kualitas hasil kameranya pada video review lengkap berikut ini.




Spesifikasi dan Performa Huawei Honor 6X

Beralih ke sisi jeroan, di sinilah value dari Honor 6X berbicara. 2,6 jutaan dapat yang varian RAM 4 GB, dan internal storage 64 GB rasanya wow banget ya. Kayanya Huawei P9 Lite yang RAM-nya cuma 3 GB dan internal-nya 16 GB serta tak support OTG itu jadi kebanting banget! Honor 6X sih sudah support OTG.

Performanya mah 11-12 saja dengan P9 Lite, dan pasti masih di bawah Kirin 950-nya Huawei Honor 8. Ya, Honor 6X masih pakai processor HiSilicon kelas menengah, sama dengan P9 Lite yaitu Kirin 655. Skor antutunya di atas 50ribu, dan dipakai gaming masih lancar-lancar saja. Dipakai editing buat bikin video klip pakai aplikasi Quik pun sukses dan tidak butuh waktu terlalu lama.

Keren kan dua jutaan dapetnya kaya gini? Eits, inget lagi ya apa yang saya bilang di awal, ini bukan barang bergaransi resmi. Tapi, seandainya Huawei Indonesia mau melanjutkan penjualan seri Honor yang sepertinya terpotong di Honor 5C, saya rasa ini bisa jadi sesuatu yang baik bagi kita konsumen ponsel di tanah air. Tinggal PR-nya Huawei saja yang mengedukasi pasar bagaimana bagusnya produk mereka. Karena saya saja baru ngeh segimana bagusnya jajaran produk smartphone Huawei pasca mencoba Huawei G9 alias P9 Lite kemarin.

Dan masalah ROM aneh muncul juga di Honor 6X ini. Kita tak bisa melakukan update OTA, hingga saya harus mendownload sendiri ROM-nya menggunakan Firmware Finder dan flashing manual supaya dapat merasakan EMUI 5.1 berbasis Android Nougat di Honor 6X. Saya sendiri merasa kurang nyaman menggunakan EMUI 4 karena adanya pemisahan toggles dan notification item di jendela notifikasi yang menurut saya tak praktis. Untung saja masih bisa update manual ya.



Apa Kata Aa tentang Huawei Honor 6X

Nah, overall jika hanya menilai dari harga dan membandingkannya dengan spesifikasi maupun performa nyata yang didapat, Honor 6X ini bisa dibilang best buy koq. Untuk multimedia pun masih cukup baik, meskipun kameranya masih setingkat di bawah P9 Lite, dan saya tegaskan lagi ini bukan hape selfie. Lagipula ibu-ibu yang suka selfie belum tentu mau pakai smartphone dari brand yang jika dilafalkan bunyinya sangat mandarin ini. Hehe.

Semoga saja Huawei mau menjual ponsel ini resmi di Indonesia ya, karena kalau tidak, maka Anda wajib berpikir ulang untuk memilikinya. Meskipun secara produk bagus, namun masalah ketiadaan jaminan purna jual, juga versi ROM yang susah diupdate, bisa jadi ganjalan juga lho.

Keputusan akhir saya kembalikan kepada Anda ya, pada deskripsi video review sudah saya sertakan link pembelian produk ini di beberapa e-commerce tanah air sebagai referensi.

Okay, semoga menjawab kepenasaran Anda yang menunggu-nunggu ulasan ponsel yang satu ini ya, dari Kota CImahi Aa Gogon pamit, wassalam!

1 comment: