Gadget Promotions

Wednesday, October 25, 2017

Review Moto G5s Plus Indonesia, Best Buy 2017?



Ketika tahu Lenovo Indonesia memasukkan seri Moto G terbaru ke Indonesia saja, saya sudah senang. Terbayang saya akan bernostalgia dengan kenangan saat dulu memiliki Moto G seri pertama dengan berbagai shell yang dimilikinya.

Ketika tahu yang masuk adalah varian G5s Plus dengan RAM 4 GB, makin senang sajalah saya.

Dan ketika sehari sebelum launching resminya, santer bocoran yang menyebutkan ada koreksi harga dari yang sebelumnya diketahui sebesar Rp 3.999.000 menjadi hanya Rp 2.999.000 melalui pre-order di Lazada.

Luar biasa! Dengan harga yang diposisikan lebih murah dari smartphone tetangga yang juga baru rilis, Moto G5s Plus mampu menyedot banyak sorotan calon konsumen di Indonesia yang masih mempertimbangkan value berbanding harga dari produk yang akan mereka beli. Kenapa saya bilang begini? Karena ada juga sebagian calon konsumen yang tak mempersoalkan ini, dan lebih condong fanatis hanya kepada satu brand saja.

Nah, bagi yang mempertimbangkan value, susah rasanya untuk mengesampingkan Moto G5s Plus dari pilihan, mengingat produk ini memiliki harga di luar kebiasaan Moto yang umumnya ada pada level mendekati premium.



Dengan harga tiga juta kurang seribu, mendapat ponsel Moto dengan processor Snapdragon 625, RAM 4 GB, sensor NFC, dukungan fast charging, dan kamera belakang ganda adalah luxury. Dan semua itu dibalut dalam body full metal yang terasa kokoh sekali. Benar-benar best buy tahun ini.

Saking luar biasa harganya, jadinya serasa terlalu mempromosikan smartphone yang satu ini ya. Sebetulnya masyarakat juga bisa menilai sendiri koq, lihat saja flash sale Moto G5s Plus yang selalu sold-out di Lazada. Terlepas dari strategi penjualannya seperti apa, ini adalah indikasi tingkat penerimaan pasar terhadap produk ini. Seingat saya produk Moto lainnya tak sampai begini lho.

Okay, lalu apakah ponsel ini tak punya kekurangan? Tentu saja ada. Dan keluhan paling pertama yang saya rasakan justru adalah feels-nya di tangan. Meskipun terasa kokoh dan mantap, sebetulnya saya tak terlalu nyaman saat menggenggamnya. Ini dikarenakan bagian frame metal di sekitar tepi layar yang terasa tajam sekali, membuat saya yang mudah terluka dan sering gagal move-on ini selalu merasa riskan, hehehe.

Kedua adalah masalah ketiadaan LED notifikasi, yang memang diganti oleh kehadiran Moto Display. Masalahnya adalah layar Moto G5s Plus bukanlah AMOLED yang bisa memadamkan semua pixel berwarna hitam pada layar. Jadinya saya memiliki kekhawatiran kalau sering-sering mengecek Moto Display ini, takutnya bikin boros baterai. Selain itu, untuk mengaktifkan Moto Display pada ponsel ini rasa-rasanya tak semudah seperti saat menggunakan Moto Z2 Play di mana lambaian tangan di atas layar selalu berhasil memunculkannya. Pada Moto G5s Plus kadang berhasil, kadang tidak, kadang baru muncul saat ponsel saya angkat dari meja, cukup membingungkan jadinya.

Ketiga tentunya masalah ketiadaan magnetic sensor, walaupun saya sebetulnya jarang memanfaatkan kompas dalam keseharian saya. Tapi sensor ini cukup penting untuk menentukan ke arah mana kita menghadap saat menggunakan ponsel untuk navigasi dari keadaan diam, misalnya saat sedang dalam kemacetan. Karena kalau dibawa bergerak sih mungkin ga masalah ya, Maps bisa melihat arah pergerakan kita.

Keempat, masalah dual kameranya. Masih kurang akurat dalam menentukan bagian mana yang seharusnya mendapat fokus dan mana yang tidak. Padahal pengalaman saya menggunakan kamera ganda dengan setup RGB dan monokrom pada ponsel dari brand lain malah justru mampu memberikan hasil blurring yang sangat baik. Jadi saya rasa kita harus menunggu perbaikan dari masalah software hingga fitur dari kamera ganda ini bisa lebih mudah digunakan. Ya, saat ini cukup sulit mencari angle yang bisa menghasilkan efek bokeh yang rapi dan menawan.

Selain masalah-masalah ini, Moto G5s Plus mampu memenuhi bahkan melebihi ekspektasi saya pada ponsel seharga 3-jutaan. Nah, seandainya nanti harganya berubah, semisal jadi 4 juta Rupiah, bisa jadi penilaian saya ini berubah ya. Meskipun rasanya harga 4 juta pun terasa wajar saja untuk apa yang ditawarkan oleh Moto pada G5s Plus ini.

Performa Snapdragon 625 sejauh ini belum pernah mengecewakan saya dari masalah responsifitas dan kemampuan mengelola task yang cukup berat sekalipun. Demikian juga dengan konsumsi daya yang seperti biasanya, tergolong hemat. Ya, Moto G5s Plus dalam pemakaian saya selalu mampu membawa baterai 3.000 mAh miliki G5s Plus ini menembus satu hari dan satu malam. Kehadiran fitur turbo charging memberi nilai lebih karena kita dapat mengisi dayanya dengan cepat.

Layar dari Moto G5s Plus pun tergolong baik, di mana dimensi 5,5 inci berbanding resolusi Full HD masih sangat mampu menghasilkan kombinasi yang enak dilihat. Vibrancy cukup, dan viewing angle luas, overall layarnya baik hanya saja memang brightness maksimalnya tak terang-terang amat.

Fingerprint scanner berada pada posisi terbaik menurut saya, dan bentuknya yang berupa cekungan tanpa frame membuat sangat nyaman bagi saya untuk melakukan pemindaian. Akurasi dan waktu responnya juga jempolan.

Oh ya, sedikit bahas soal kamera lagi, saat mengambil gambar umumnya hasil foto pada Moto G5s Plus akan terlihat memiliki tone yang warm, agak kekuningan. Namun saat saya pindahkan ke komputer sih hasilnya terasa normal dan warnanya akurat. Perekaman video cukup stabil, dan pengambilan gambar dalam kondisi lowlights masih tergolong usable meski tak bisa dibilang istimewa.

Meski tak digolongkan sebagai ponsel selfie, Moto G5s Plus sebetulnya asyik digunakan berswafoto. Angle kamera depannya terbilang wide, dan Moto memberikan bonus LED Flash untuk membantu selfie pada kondisi kurang ideal.

Hasilnya seperti apa? Seperti biasa, saya tampilkan pada video review berikut ini, agar Anda bisa menilainya sendiri. Silakan.



Tak banyak yang bisa saya simpulkan mengenai Moto G5s Plus ini selain merekap semua hal yang sudah saya jabarkan dari awal video ini. Simplenya sih gini, selama harganya masih 3 jutaan, maka bisa dibilang ponsel ini adalah best buy di penghujung tahun 2017 ini. Tinggal Anda cek apakah kekurangan yang dimilikinya akan mengganggu aktifitas normal Anda saat menggunakan smartphone? Tapi jangan lama-lama mikirnya ya, tiap flash sale habis terus, dan kita juga tak tahu sampai kapan harga luar biasa ini akan bertahan.

Yap, saya merekomendasikan ponsel ini sebagai ponsel yang sangat pantas dimiliki di level harga 3 jutaan. Tapi semua tergantung pada kebutuhan dan selera Anda juga. OK?

Sekian ulasan ala Aa Gogon untuk Moto G5s Plus, dari Kota Cimahi saya pamit, wassalam!

No comments:

Post a Comment