Gadget Promotions

Monday, November 6, 2017

Review Xiaomi Mi Note 3, Smartphone Xiaomi dengan Kamera Terbaik?



Banyak sekali yang menyayangkan kenapa Mi Note generasi terbaru malah menggunakan processor Snapdragon berkepala 6, dan bukan kepala 8 seperti sebelumnya.

Saya sih maklum saja, memang masih banyak yang hanya melihat angka saja, banyak pula yang main judge tanpa mencoba terlebih dahulu. Padahal kenyataannya, belum tentu seperti deretan angka yang bisa dilihat itu saja. Jadi apakah Xiaomi Mi Note 3 ini tak lebih baik dari pendahulunya? Baca terus ulasan ini ya.



Saya sebetulnya tak pernah mencoba Xiaomi Mi Note 2 yang menggunakan Snapdragon 821 itu. Tapi memang, Mi Note 3 ini seperti mendobrak kebiasaan seri Mi Note sebelumnya.

Pertama, layarnya tak lagi 5,7 inch, melainkan tinggal 5,5 inch saja. Dan dengan bezel pinggir yang terbilang tipis, Mi Note 3 ini enak banget digenggam dan dibawa-bawa lho.

Kedua, layar Mi Note 2 yang tepiannya ala-ala Edge-nya Samsung juga tak dipertahankan. Mi Note 3 cukup hadir dengan layar bertepian 2.5D saja.

Ketiga, ya itu tadi, Mi Note generasi ketiga ini memakai processor Snapdragon 660, padahal mungkin kebanyakan orang menyangka kalau Mi Note 3 ini akan menggunakan Snapdragon 835 jika menilik kebiasaan sebelumnya.

Bagi saya sendiri, Mi Note 3 ini lebih seperti Mi 6 dengan layar yang sedikit lebih besar dan body yang lebih tipis. Ya soalnya sama-sama memiliki kamera ganda di belakang, dan fingerprint berupa cekungan di dagu ponsel. Mungkin juga karena pilihan warnanya sama-sama ada hitam dan biru juga kali ya.

Jika disuruh memilih, dari sisi processor saya lebih condong ke Mi 6. Bukan karena Snapdragon 660 tak kencang, kalo soal ini mah tidak ada masalah koq, mau main game berat juga hayuk, skor Antutu benchmark juga masih tembus 100ribuan. Snapdragon 660 saya rasa tak sebaik processor Snapdragon 821 atau 835 dalam hal konsumsi daya baterainya. Rata-rata mampu menembus 24 jam memang tak boros, tapi juga tidak bisa dikatakan awet jika dibandingkan dengan Mi 6 yang mampu menembus 48 jam dengan kapasitas baterai setara.

Tapi dari sisi kamera, saya lebih suka dengan kamera Mi Note 3. Nampaknya klaim dari situs GizChina yang menyebut Mi Note 3 sebagai ponsel Xiaomi berkamera terbaik sejauh ini benar adanya. Bokeh dengan portrait mode-nya indah sekali, tidak ada kesan maksa atau tidak natural di sini. Lowlights oke, HDR pun mantap.

Video recording? dengan bantuan OIS 4-axis-nya, vlogging atau sekedar merekam kegiatan dalam keadaan bergerak pun terasa nikmat dan hasilnya pun memuaskan. Mending mana sama Mi Mix 2? Duh maaf-maaf aja, Mi Note 3 sih ngga bikin sedih hahaha. Kecuali satu deng, masalah perekaman audio masih sedikit kurang baik menurut saya.

Yuk kita buktikan kualitas kameranya melalui gambar dan video berikut ini!



Saat saya uji, Mi Note 3 ini masih menggunakan  MIUI 8.5 dan belum tersedia MIUI 9 meskipun versi beta. Dan saya sempat ilfeel dengan ponsel ini karena notifikasi telat parah. Email dari jam 12 siang tak masuk-masuk sampai jam 7 malam. Rupanya saya harus buka aplikasi Gmail-nya lalu refresh sendiri. Subhanallah!

Ya saya tahu, memang ada pengaturannya supaya aplikasi tidak ditutup saat kita melakukan clear recent apps. Ada juga pengaturan untuk autostart dan lain-lain. Tapi maaf, saya yang sehari-hari bekerja bareng android developer di tim, tahu persis apa itu yang namanya background service atau yang di Android dinamakan intent. Service-service ini seharusnya bekerja di belakang layar dan tidak diganggu dengan alasan apapun, walaupun itu untuk penghematan daya. Saya cuma bisa berdoa di MIUI 9, managemen aplikasi dan daya tidak separah ini membuat notifikasi telat ya, amin.

Satu hal positif lain pada Mi Note 3 adalah masih hadirnya infrared blaster pada ponsel ini. Tak seperti Mi Mix 2 yang ah sudahlah, hahaha.

Tapi memang, sama seperti Mi 6 dan Mi Mix 2, Mi Note 3 juga tak memiliki port audio 3,5 mm. Tapi sebuah adapter jack audio ke usb type-C ini disediakan di dalam paket penjualan, menemani sebuah softcase hitam semi transparan yang sangat tipis dan melekat dengan baik di ponsel ini. Semua seri Mi high-end tahun ini pada dapet case ya.

Gaming, browsing, streaming, dan multimedia semua mampu dilahap dengan baik dan sangat lancar. Nyatanya Snapdragon 660 bukanlah processor yang bisa dianggap sebelah mata meskipun tidak berawalan angka 8. Pada video unboxing memang banyak yang menyayangkan masalah ini, mungkin karena waktu itu harganya masih 11-12 dengan Mi 6 ya.

Tapi jika Anda coba cek lagi sekarang di link Xiaomi Mi Note 3 yang saya berikan ini, sudah terlihat pergerakan harganya diGearBest.com yang semakin menurun, dan sudah lebih murah dibandingkan Mi 6 lho.

Kesimpulan saya sih Mi Note 3 masuk ke smartphone yang direkomendasikan untuk dimiliki. Kameranya itu  lho, cetar banget euy! Tapi kalau Anda masih galau mau Mi Note 3 atau Mi 6, paling saya hanya bisa bilang jika mencari performa dan daya tahan baterai serta ukuran yang lebih compact, Mi 6 tetap jadi pilihan yang lebih baik. Tapi jika kamera lebih Anda utamakan, serta butuh layar lebih besar namun body lebih tipis, Mi Note 3 pantas untuk dimiliki.

Seperti biasa, intinya mah sesuaikan dengan kebutuhan ya. Kalau Anda lagi butuh buang-buang uang, tenang, ada Mi Mix 2 koq, hahaha.

Ok, gitu aja ya review dari Xiaomi Mi Note 3 ini. Dari Kota Cimahi Aa Gogon pamit, wassalam!

1 comment:

  1. Nice review kang. Hanya satu masukan dari saya, terkait background service di Android itu namanya bukan Intent karena Intent itu hanyalah informasi abstrak bagaimana suatu operasi harus dilakukan oleh OS Android (Ref : https://developer.android.com/reference/android/content/Intent.html). Jadi sepertinya memang kernel yang dipakai Xiaomi ini cukup agresif untuk menjaga penggunaan CPU agar tetap rendah sehingga aplikasi yang berjalan di background kalau di OS lain bakal dijalankan di waktu-waktu tertentu, di Xiaomi ini mati total

    ReplyDelete