Gadget Promotions

Tuesday, January 24, 2017

Mini Review Pipo W2s, Gak Mau Kalah Ikutan Trend Tablet Dual-OS



Pada awalnya, saya ingin sekali mengulas tablet dual-OS yang sepertinya mulai menjamur di beberapa e-commerce Tiongkok maupun Indonesia. Yang sudah saya pernah lihat ulasannya adalah Teclast X80HD Pro dan Chuwi Hi8 Pro, keduanya menggunakan processor yang sama yaitu Intel Cherry Trail Z8300 yang sudah memiliki empat inti alias quad-core. Selain itu, kedua tablet tersebut juga sama-sama memiliki resolusi layar Full HD 1920 x 1200 pixels.

Saat saya mengajukan untuk mengulas salah satu dari kedua tablet tersebut, pihak Banggood.com malah memberikan sebuah tablet alternatif dari merk lain yang terlihat lucu, Pipo. Buat orang Sunda seperti saya, merk ini rentan sekali tertukar dengan Vivo. Pelafalan keduanya bisa jadi sama-sama "PIPO" kalau orang Sunda yang ngomong. Hahaha!



Adalah Pipo W2s yang kurang lebih memiliki spesifikasi yang identik dengan dua tablet lain yang saya sebutkan terlebih dahulu. Kira-kira beginilah spesifikasinya:

  • Layar IPS 8 inci, resolusi Full HD (1920x1080 pixels) dengan sudut pandang hingga 178 derajat.
  • Processor quad-core Intel Cherry Trail Z8300 1,84 GHz.
  • RAM 2 GB DDR3.
  • Memori Internal 32 GB.
  • Slot/port: micro-SD, micro-HDMI
  • Kamera depan 2 MP, kamera belakang 2 MP
  • Baterai 3.800 mAh.
  • Dual-OS: Windows 10 dan Android 5.1 Lollipop.

Pipo W2s dalam Penggunaan Saya



Sejauh yang saya gunakan, tablet ini sangat cocok digunakan untuk kebutuhan multimedia. Layarnya yang cukup besar dengan rasio 16:9 dan resolusi Full HD tentunya akan memanjakan mata saat digunakan menonton berbagai film. Buat ibu-ibu yang sering nonton drama Korea mah cocok pisan lah! Buktinya ini ibu negara Gogonwati sudah ancang-ancang untuk 'menyita' tablet ini selepas review, buat nonton Goblin katanya, hehehe.

Panel IPS yang digunakan pada tablet ini pun membuat layarnya mempunyai reproduksi warna yang baik dan cerah, serta sudut pandang yang luas.

Anda mungkin tidak akan menyangka tablet dengan harga kurang dari $100 seperti ini mempunyai skor benchmark yang cukup tinggi. Mau tahu? Langsung saja lihat beberapa screenshot dari aplikasi yang saya gunakan untuk mengambil informasi hardware-nya ini ya.






Skor Antutu Benchmark Pipo W2s

Kelengkapan sensor Pipo W2s

Sayangnya memang tablet ini banyak mengalami penyunatan pada sensor, sehingga tidak terlalu cocok untuk digunakan untuk gaming. Selain itu, pembagian jatah storage-nya terasa tak adil, Untuk partisi yang digunakan oleh Android, hanya ada 4 GB dari memori internal yang disediakan. Dipotong yang terpakai oleh sistem, jadilah tersisa sedikit saja untuk meng-install beberapa aplikasi tambahan. Kalau untuk penyimpanan media sih sudah pasti harus memanfaatkan slot micro-SD-nya. Beruntung kapasitas micro-SD yang didukung hingga 64 GB.


Processor quad-core Intel Z8300 cukup gegas untuk menghidupi sebuah tablet dengan layar beresolusi tinggi seperti ini. Namun jika harus dibandingkan, menurut saya performanya tetap lebih gegas saat dinyalakan menggunakan OS Android dibanding Windows. Oh ya, setiap booting kita dapat memilih mau masuk ke OS yang mana.

Sayangnya baterai berkapasitas cukup besar yang dimiliki tablet ini tidak cukup kuat meladeni processor dengan performa kuat sekaligus layar beresolusi tinggi sekaligus. Digunakan menonton, bermain game, bahkan banyak dibiarkan idle pun, baterainya akan cepat turun hingga masuk kategori lowbat dalam hitungan jam saja.

Kameranya sendiri hanya hadir untuk kebutuhan video call. Untuk foto-foto mah nggak usah diharepin. Selain resolusi kedua kamera yang hanya 2 Megapixels, keduanya pun tak dilengkapi dengan autofokus, jadi yaaa gitu deh.


Hasil Kamera Pipo W2s








Plus Minus Pipo W2s

Kelebihan Pipo W2s menurut saya:

  • Layar yang baik, resolusi tinggi, panel IPS dengan sudut pandang yang luas.
  • Dual-OS, dapat Windows 10 asli!
  • Harga terjangkau, dapat RAM 2 GB dan memori internal 32 GB, masih ada slot micro-SD.
  • Sangat baik digunakan untuk kebutuhan multimedia.

Kekurangan Pipo W2s menurut saya:

  • Partisi storage untuk Android terlalu kecil.
  • Daya tahan baterai kurang lama.
  • Performa di OS Windows terasa cukup lambat.
  • Kelengkapan pada paket penjualan tidak menyertakan kepala charger.
  • Kamera yang sebatas asal hadir saja.


Apa Kata Aa tentang Pipo W2s

Dengan semua hasil pengujian seperti ini, rasanya tablet ini memang lebih baik difungsikan sebagai media player saja. Bahkan bisa untuk menggantikan Android TV Box, karena sudah tersedia port micro-HDMI untuk ekspansi display ke televisi.

Kelebihan dari tablet ini yang utama memang ada pada sisi display. Tablet dengan merk global, atau tablet lokal tanah air dengan harga terjangkau, seringkai mengorbankan display demi mencapai harga yang murah. Padahal, bagi saya faktor layar justru menjadi salah satu yang terpenting untuk tablet.

Selain itu, tersedianya pilihan OS Windows bisa jadi nilai tambah yang sangat baik. Tablet sejutaan, sudah pakai OS Windows asli? Ini adalah nilai yang sangat berharga. Mungkin Anda tinggal menambahkan aksesoris keyboard case, dan Anda bisa menggantikan laptop atau netbook Anda untuk sekedar bekerja ringan seperti mengetik dan browsing saat Anda bergaul atau meeting dengan relasi di kedai kopi.

Anda yang tertarik dengan tablet murah berspesifikasi lumayan, dual-OS, dan layar kinclong ini, bisa menuju link Pipo W2s ini di Banggood.com, harganya hanya sekitar $94.99 saja lho.

Review Penasaran Blackphone BP1 Indonesia, Kameranya Kece!

review blackphone bp1 indonesia



Dalam beberapa kali kesempatan terakhir membuka aplikasi si marketplace hijau, saya melihat adanya sebuah produk smartphone yang jika dilihat-lihat rasanya cukup berbeda dari yang lain. Yang unik seperti ini biasanya menggugah hati saya untuk iseng mencoba dan membuat ulasannya.

Adalah Blackphone BP1, smartphone dengan embel-embel anti sadap yang membuat saya penasaran kali ini. Apakah iya benar-benar anti sadap? Apakah sambungan telpon saya ke tukang nasi goreng di perempatan komplek bisa dirahasiakan, sehingga BIN tidak tahu kalau saya suka pete di nasi goreng saya?

Hmmm, daripada penasaran, akhirnya saya putuskan membelinya saja. Toh harganya saat ini banyak dijual di kisaran 800-900 ribuan Rupiah saja. Dua hari setelah pemesanan, paket pun saya terima. Saatnya unboxing!


Unboxing dan Hands-on Blackphone BP1


Blackphone BP1 dikemas dalam sebuah kotak yang terasa cukup mewah. Perlu diingat, bahwa smartphone ini tidak terlahir langsung dengan harga semurah saat ini ya. Perlu waktu lebih dari dua tahun sejak pertama kali ponsel ini dirilis, untuk bisa jadi semurah seperti sekarang ini.

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - kotak kemasan penjualan

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - belakang kotak kemasan penjualan

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - kelengkapan penjualan

Jika melihat kelengkapan dalam kotak kemasannya pun, lagi-lagi Anda harus maklum, ini dulunya hape mahal. Tak heran jika sebuah headset dengan tipe in-ear tersedia dalam paket penjualannya. Satu yang tak biasa adalah kepala charger yang mirip dengan charger yang biasa ada pada paket penjualan kamera. Ujung colokannya diberi dua tipe, yang pertama dengan ujung berkaki tiga, dan satu lagi ujung berkaki dua yang lumrah digunakan di Indonesia dan Eropa alias EU Plug.

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - kepala charger unik, output 5v 1A

Kesan pertama saya saat memegang Blackphone BP1 adalah smartphone ini memang memiliki garis desain yang sangat identik dengan masa perilisannya, alias sudah kurang kekinian. Saya yakin pada masanya, desainnya tergolong keren dan futuristik. Sebuah garis tegas di bawah layar menegaskan keindahan desainnya.

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - sisi depan

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - sisi bawah

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - sisi kiri

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - sisi kanan

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - sisi atas


Bahannya sendiri full plastik, dan harus diakui bukan bahan plastik yang terasa premium seperti halnya HTC One X dulu. Bagian belakangnya memiliki sentuhan akhir kesat alias matte atau doff. Nyaman digenggam, nyaman pula disentuh kulit, tetapi rentan meninggalkan bekas sidik jari maupun minyak dan kotor.


Blackphone BP1 dalam Pemakaian Sehari-hari

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - backcover matte

Kamera belakang Blackphone BP1 sedikit menonjol, menimbulkan sedikit kekhawatiran akan mudah tergores saat diletakkan pada bidang datar nan keras semisal meja. Logo Blackphone hadir menemani lubang loudspeaker yang ada di sisi bawah dari backcover ponsel ini.

Ukurannya yang ringkas, berkat dimensi layar Blackphone BP1 yang hanya 4,7 inci saja, membuatnya sangat nyaman digenggam. Saya jadi kangen dengan ponsel-ponsel Android berukuran mungil seperti ini. Ah, seandainya saja smartphone ini sudah dual-sim dan memiliki besaran RAM 2 GB saja, mungkin saya akan mempertimbangkannya sebagai daily driver saya.

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - backcover dapat dibuka

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - di balik backcover


Untungnya, ada satu trend lama yang masih dianut oleh smartphone ini, yaitu backcover yang dapat dibuka dan baterai yang dapat dilepas. Lanjut ke bagian di balik backcover Blackphone BP1, kita akan menemukan satu buah slot micro-sim dan satu slot lainnya untuk micro-SD. Baterainya sendiri cukup tipis, dengan kapasitas yang lumrah sekali pada masanya, 2.000 mAh saja.

Kamera Blackphone BP1 ditemani sebuah LED flash, saya pernah membaca sebuah ulasan yang memuji kualitas kameranya. Saya ujikan juga kamera ini pada bagian khusus di bawah ya. Jangan lewatkan deh, hasilnya cukup membuat saya tercengang lho!

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - loudspeaker

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - kamera utama


Sementara, loudspeaker yang ditempatkan di sisi belakang mempunyai ukuran yang cukup kecil, dan sangat-sangat kehilangan tenaganya apabila tertutup, oleh jempol misalnya. Output audio-nya sendiri cukup bagus dan jernih, tetapi saat digunakan dengan volume maksimal pun masih terasa kurang keras. Saya sempat mencobanya untuk memainkan beberapa lagu menggunakan music player stock Android dan aplikasi Youtube. Kondisi ini mungkin juga diakibatkan oleh ketiadaan equalizer ataupun sound enhancer untuk membantu meningkatkan performa audio-nya.

Layar dari Blackphone BP1 memiliki sudut pandang yang baik. Reproduksi warna yang lumayan vibrant serta kerapatan yang sangat cukup, membuat saya betah memandangi layar smartphone ini berlama-lama. Resolusi HD 720p pada dimensi layar 4,7 inci pun cukup untuk membuat tampilan objek visual di layar terlihat halus tak bergerigi.

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - layar 4,7 inci beresolusi HD 720p


Feels saat menyentuhkan jari untuk mengetikkan beberapa kalimat di layar dari Blackphone BP1 ini pun terasa nyaman. Walau begitu, saya tak dapat menyembunyikan perasaan bahwa bahan yang digunakan pada sisi depan dari smartphone ini tidaklah kokoh-kokoh amat. Bobotnya yang ringan juga kurang memberi kesan tangguh pada smartphone ini.

Pada bagian bawah layar terdapat tiga buah tombol kapasitif yang mempunyai backlight berwarna putih. Jika melihat ikon yang digunakan pada ketiga tombol ini, sangat terasa kejadulan dari Blackphone BP1 ini. Tak usah ditanya pula soal konfigurasi tombolnya, pasti jadul juga. Tombol paling kiri berfungsi sebagai menu, dan recent apps diakses dengan menekan dan menahan tombol home.

Dua buah pertanyaan yang biasa hadir mengiringi kelengkapan hardware adalah kehadiran LED notifikasi dan kemampuan membaca OTG storage. Tenang saja, keduanya hadir koq di Blackphone BP1 ini.

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - backlight pada tombol kapasitif

Sejatinya, Blackphone BP1 ini hadir dengan PrivatOS 1.0 yang berbasis Android Kitkat 4.4.2. Anda akan mendapat sebuah update ke PrivatOS 1.1 segera setelah Anda meng-update aplikasi-aplikasi bawaan Blackphone terlebih dahulu. Namun, jika Anda ingin menggunakan Google Apps pada smartphone ini, ada baiknya tidak usah meng-update dulu PrivatOS-nya.

Ya, PrivatOS hadir tanpa set aplikasi dari Google. Sehingga untuk dapat bekerja dengan Google Apps, saya harus melakukan rooting, flashing custom recovery, dan flashing custom ROM yang sudah terpasang Google Apps. Ini hanya bisa dilakukan saat masih menggunakan PrivatOS 1.0.

Alhasil, sejak menggunakan Custom ROM yang bernama Tesla ini, semua aplikasi bawaan PrivatOS hilang, pun demikian dengan kemampuannya untuk mengenkripsi data agar tak dapat disadap. Sebuah harga yang harus dibayar untuk dapat menggunakan Google Apps, hehehe.

Oh ya, efek samping lainnya adalah saat menggunakan beberapa aplikasi untuk mendapatkan informasi hardware-nya, perangkat ini jadi muncul sebagai Wiko WAX, hahaha. Lengkapnya dapat dilihat pada bagian selanjutnya ya.

Performa smartphone ini saat menjalankan sebuah aplikasi sebetulnya cukup baik. Namun, begitu menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, terasa sekali keterbatasan RAM menjadi hambatan berarti. Processor NVidia Tegra 4i yang sebetulnya cukup powerful dengan empat inti dan clockspeed 2.0 GHz, terhambat performanya akibat hanya disediakan RAM sebesar 1 GB saja.

review blackphone bp1 indonesia


Masih bisa sih digunakan bermain game dengan grafis 3D. Gameplay-nya masih bisa berjalan dengan smooth dan stabil. Tapi mungkin Anda akan harus menutup aplikasi-aplikasi lain agar dapat tercapai kondisi yang memungkinkan untuk bermain game dengan asyik.

Tentunya kita tak bisa berharap daya tahan baterainya esktra ya. Karena kapasitasnya hanya 2.000 mAh. Fakta bahwa dengan pemakaian ringan bisa membuatnya menembus 24 jam saja sudah patut untuk kita mengadakan syukuran, eh patut disyukuri. Dengan pemakaian untuk social media yang intens dan disertai sedikit gaming dan foto-foto, Blackphone BP1 mampu bertahan dalam hitungan belasan jam saja. Jika dibandingkan dengan konsumsi daya NVidia Tegra 3 di HTC One X yang belum 4G sih segitu sudah lumayan banget deh sumpeh. Hehehe.

review blackphone bp1 indonesia

review blackphone bp1 indonesia

review blackphone bp1 indonesia


Oh ya, selama pengujian, saya selalu menggunakan mode performa maksimal. Kita dapat memilih tiga mode performa yang memungkinkannya mengatur daya tahan baterai. Mode performa ini bekerja dengan membatasi jumlah inti serta kecepatan maksimal pada processor yang digunakan.

review blackphone bp1 indonesia


Informasi Hardware dan Benchmark pada Blackphone BP1

Sebelumnya jangan kaget ya melihat info perangkat ini menggunakan beberapa aplikasi yang saya gunakan. Perangkatnya muncul sebagai Wiko WAX akibat ROM yang saya gunakan hehe.

CPU-Z

review blackphone bp1 indonesia

review blackphone bp1 indonesia

review blackphone bp1 indonesia

AIDA64

review blackphone bp1 indonesiareview blackphone bp1 indonesia

review blackphone bp1 indonesiareview blackphone bp1 indonesia

review blackphone bp1 indonesiareview blackphone bp1 indonesia

review blackphone bp1 indonesia

SensorBox for Android

review blackphone bp1 indonesia
Blackphone BP1 - kelengkapan sensor

Antutu Benchmark

review blackphone bp1 indonesia
Skor Antutu Benchmark Blackphone BP1

Hasil Kamera Blackphone BP1

Kamera utama Blackphone BP1 secara mengejutkan hampir selalu mampu menghasilkan gambar yang baik di berbagai kondisi. Walaupun resolusinya hanya 8 Megapixels, namun reproduksi warnanya sangat indah dengan saturasi yang mempesona tanpa terkesan exaggerated alias lebay. Perlu dimaklumi meskipun harga jualnya sekarang di bawah satu juta Rupiah, dulunya ini adalah ponsel eksklusif dengan bandrol harga tinggi. Sehingga wajar apabila dipilihkan modul kamera yang berkualitas untuknya.

Hanya saja, kamera depannya terbilang biasa saja. Mungkin pada waktu perilisannya dahulu, selfie belumlah menjadi trend seperti sekarang ini.

Dari segi fitur, kamera Blackphone BP1 tergolong basic dan memang aplikasi kameranya pun milik stock Android. Tampilan alias interface dari aplikasi kamera bawaan ini memang sederhana. Performanya dalam mengambil autofokus tergolong cepat.

Lengkapnya dapat dilihat langsung pada gambar-gambar di artikel review kamera dari smartphone Blackphone BP1 ini ya.


Plus dan Minus Blackphone BP1

Kelebihan dari Blackphone BP1 menurut saya adalah:

  • Kamera utamanya kece banget, melawan kamera ponsel dua jutaan saja saya masih berani mengadunya.
  • Layar yang nyaman dilihat.
  • Sudah bisa menikmati jaringan 4G (saya coba dengan kartu Indosat Ooredoo).
  • Memori internal cukup lega, 16 GB, ditambah slot micro-SD.
  • Lengkap, backlight pada tombol kapasitif, LED notifikasi, dukungan OTG.
  • Nyaman digenggam, dimensi dan finishing-nya sangat ramah dengan telapak tangan.
  • Semua itu bisa didapat dengan harga sekitar 800 ribu Rupiah saja.


Kekurangan dari Blackphone BP1 menurut saya adalah:

  • Performa multitasking agak tersendat akibat RAM yang hanya 1 GB.
  • Build quality terasa kurang kokoh.
  • Baterai kapasitasnya kecil.
  • Single-sim.
  • Perlu sedikit ngoprek agar bisa menggunakan Google Apps.
  • OS mentok di Kitkat.
  • Tak bergaransi (sepertinya garansi distributor).


Apa Kata Aa tentang Blackphone BP1

Tuntas sudah kepenasaran saya dengan smartphone ini. Ada tiga elemen penting yang membuatnya tak bisa menjadi daily driver saya: tidak dual-sim, RAM-nya kurang besar, dan belum memiliki fingerprint scanner.

Sisanya, saya merasakan banyak kelebihan khas smartphone kelas atas pada jamannya dulu. Kameranya bening dan membuat saya cukup terkagum-kagum dengan keindahan warna yang dihasilkannya. Layarnya pun membuat betah untuk saya menggunakannya berlama-lama, terlebih lagi ukurannya yang ringkas membuatnya enak digenggam.

Satu komentar yang sudah saya tebak akan muncul pada video unboxing adalah "cocok untuk orang tua". Saya setuju dengan komentar tersebut. Namun, bukan karena harganya yang terbilang super murah, bukan! 

Orang tua adalah mereka yang sudah memberikan segalanya untuk kita sedari kita masih tak berdaya. Tak pantas rasanya jika memilihkan smartphone hanya berdasarkan harganya yang murah saja. Saya umumnya memilihkan smartphone untuk orangtua berdasarkan kebutuhan dan pola pemakaiannya yang biasanya tak membutuhkan spesifikasi berlebih dari sisi hardware. Biar tak overkill. Dan juga memang seringkali orang tua saya 'memarahi' saya jika membelikan mereka suatu barang yang menurut mereka terlalu bagus. Yang penting mah bisa dipakai saja, begitu kata mereka.

Nah, ponsel ini cocok untuk orang tua karena spesifikasinya akan cukup untuk kebutuhan mereka. Namun, tetap memiliki kamera yang berkualitas. Sehingga mereka dapat berbagi foto kegiatan mereka atau foto cucunya kepada keluarga yang berada jauh di luar kota.

Satu lagi, Blackphone BP1 akan cocok digunakan sebagai smartphone kedua. Ukurannya yang ringkas tak akan membebani Anda untuk membawanya mendampingi smartphone utama Anda.

Demikian ulasan saya, yang saya buat demi menuntaskan kepenasaran saya sendiri. Semoga membantu juga bagi Anda yang penasaran ya, hehehe. Hatur nuhun!

Review Hasil Kamera Blackphone BP1 Indonesia

Kamera utama Blackphone BP1 secara mengejutkan hampir selalu mampu menghasilkan gambar yang baik di berbagai kondisi. Walaupun resolusinya hanya 8 Megapixels, namun reproduksi warnanya sangat indah dengan saturasi yang mempesona tanpa terkesan exaggerated alias lebay. Perlu dimaklumi meskipun harga jualnya sekarang di bawah satu juta Rupiah, dulunya ini adalah ponsel eksklusif dengan bandrol harga tinggi. Sehingga wajar apabila dipilihkan modul kamera yang berkualitas untuknya.

Hanya saja, kamera depannya terbilang biasa saja. Mungkin pada waktu perilisannya dahulu, selfie belumlah menjadi trend seperti sekarang ini.

Dari segi fitur, kamera Blackphone BP1 tergolong basic dan memang aplikasi kameranya pun milik stock Android. Tampilan alias interface dari aplikasi kamera bawaan ini teramat sederhana. Namun, performanya dalam mengambil autofokus tergolong cepat.

Berikut adalah hasil foto menggunakan kamera dari smartphone Blackphone BP1. Semua gambar tidak melalui proses editing selain resize.

Hasil Kamera Belakang Blackphone BP1

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia
HDR On

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia
semi lowlights, lampu neon

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia
lowlights, lampu neon


Hasil Kamera Depan Blackphone BP1

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia

review kamera blackphone bp1 indonesia