Gadget Promotions

Thursday, June 21, 2018

Review Xiaomi Redmi Note 5, REDMI GA GITU DEH!



Pada ulasan kali ini, kita akan kembali mengulas produk smartphone dari brand yang semakin kencang saja berhembus namanya, Xiaomi.

Konon katanya sekarang penjualannya sudah nomor 2 di Indonesia ya.

Tapi barangnya ghoib, eits, mau komen kaya gitu kan? Sudah ketebak, sorry.

Haha, terlepas dari ghoib atau tidak, karena barangnya sudah ada di tangan saya selama beberapa minggu, jadi wajib diulas ya. Dan penonton harap sabar jika setelah melihat ulasan ini, harus gundah gulana karena bingung bagaimana cara mendapatkannya.



Smartphone-nya sendiri bagus koq, sangat worth the money, bahkan sampai membuat saya bergumam sendiri, Redmi Ga Gitu Deh!

Kenapa memang? Kameranya coy. Ngga redmi banget.

Dua kamera di belakang memang bukan yang pertama karena ada Redmi Pro, tapi yang ini kan resmi di sini. Dan hasilnya juga ngga main-main. Termasuk lowlights yang dulu terkenal jadi titik lemah Redmi, sekarang mampu dilibas dengan ganas. Video goyang juga sudah bukan hal yang bisa kamu bully lagi dari Redmi, berkat kehadiran si EUIS, eh EIS, kini kameranya punya stabilization yang memang tergolong OK punya untuk hape 2-3 jutaan begini.

Saya ngga tahu apa efek dari  kehadiran AI di cameranya, cuma memang bokehnya bagus. Dan walaupun bokeh di tempat yang cahayanya kurang seimbang, hasilnya masih cukup dapat dinikmati nih. FYI, hape 2-jutaan lain biasanya kepayahan menghasilkan foto bokeh kalo diberi kondisi yang sama. Good job Xiaomi.

Semua penilaian saya barusan, silakan divalidasi lagi pada foto dan video berikut ini ya. Habis itu saya akan kasih tau apa sebetulnya yang paling menarik perhatian saya dari ponsel ini. Silakan.



Nah, yang sebetulnya paling menarik perhatian saya sih, bukan kamera ya. Tapi MIUI 9.5 yang nampaknya banyak mengalami perubahan ke arah positif.

Memang masih perlu setting autostart dan lock aplikasi di recent apps agar notifikasi selalu masuk. Tapi sekarang beneran selalu masuk, dan real-time sebenar-benarnya. Jadilah saya bisa nyaman selama beberapa hari menjadikan Redmi Note 5 ini sebagai device utama.

Oh ya, pada Redmi Note 5 ini juga kita sudah bisa menggunakan navigasi dengan gesture. Swipe dari bawah layar ke atas untuk home, swipe dan tahan untuk masuk ke recent apps, dan swipe dari luar layar sebelah pinggir ke dalam untuk back.

Uhuk, jadi udah beneran kaya punya iPhone X dong ya, udah mah kamera belakangnya posisinya sama, eh navigasinya juga mirip. Tinggal beli casing yang ngga transparan aja deh buat nutupin backcovernya hehe.

Masalah desain ini sudah saya bahas di video unboxingnya, jadi silakan disimak video yang saya tampilkan pada card bagian kanan atas video ini, atau di end-screen.

Untuk masalah ads alias iklan yang katanya belakangan suka muncul di hape Xiaomi, seperti yang pernah saya cuitkan, saya matikan di setting agar tidak tampil. Saya juga tolak semua permission aneh yang secara default sudah di-enable untuk aplikasi Mi Remote.

Karena kan memang jadi tanda tanya besar kalau aplikasi Remote Control butuh merekam suara dan mengambil gambar segala, apalagi sampai mengakses kontak. Terlebih smartphone Redmi kan terkenal akan kemampuannya menggantikan remote yang hilang, koq rasanya terlalu gimana gitu ya ketika permission-permission yang berlebihan itu ada pada aplikasi remote ini. Silahkan Anda simpulkan masing-masing saja. Gak usah ribut, di Android terbaru semua aplikasi kan bisa dimatikan permission-nya.

Selain itu sih saya senang dengan apa yang ada pada Xiaomi Redmi Note 5 ini secara fisik. Layarnya tajam dengan reproduksi warna menawan. Port audio ada di sisi bawah, dan loudspeaker juga berada pada posisi yang tepat.

Fingerprint scanner-nya diletakkan di posisi yang nyaman untuk kita meletakkan telunjuk saat membuka kunci layar. Akurasi dan responsifitasnya juga sangat mampu memuaskan saya. Pada Redmi Note 5 ini jugalah saya merasakan fitur face unlock pertama kalinya pada MIUI. Dan so far so good, usable di saat saya sedang kesulitan meraih pemindai sidik jarinya, scanning cepat dan cukup akurat dengan syarat kondisi ruangan masih cukup terang.

Untuk performa sendiri, Snapdragon 636 nampaknya punya masa depan cerah menggantikan abangnya si processor kesayangan kita, Snapdragon 625. Namun entah kenapa settingan default PUBG untuk Redmi Note 5 ada pada graphic low, padahal ponsel lain yang procesornya sama defaultnya di medium. Memang bukan masalah sih, toh bisa diubah manual settingannya, tapi penasaran kan boleh?

Saat dipakai bermain pun lancar dan tidak ada demam maupun lag yang terjadi. Saya merasa sinyal di Redmi Note 5 ini pun manteng terus, nampaknya sih lebih baik dari ponsel Xiaomi lain yang pernah saya coba sebelumnya. Jadi untuk gamers online, ga salah deh kalau kamu menjatuhkan pilihan pada ponsel ini.

Karena baterainya juga awet, kalau ini sih memang udah lumrah ya di ponsel manapun yang pakai MIUI. Dengan penggunaan normal ala saya, bisa mencapai total 50 jam pemakaian dengan screen on time lebih dari 6 jam.

Hanya sayang, sifat asli MIUI masih tampak. Multitasking-nya suka terasa berat ketika membuka aplikasi yang sudah cukup lama dibiarkan di background. Redmi Note 5 yang saya uji padahal RAM-nya 4 GB lho. Di awal-awal pemakaian ponsel ini terasa smooth banget mau diajak ngapain juga, namun seiring makin banyak aplikasi yang diinstall dan dijalankan, rupanya cukup berpengaruh kepada performanya. Walau overall masih di atas rata-rata lah jika melihat bandrol harganya.

Oh ya, ngomong-ngomong soal harga, harusnya sih Xiaomi Redmi Note 5 ini dijual dengan harga 2,5 juta untuk varian 3/32 GB, dan 3 juta untuk yang 4/64 GB. Dua-duanya pun harusnya masih kembali seribu Rupiah ya. Namun faktanya yang saya lihat, rata-rata Redmi Note 5 4/64 GB hasil flash sale sudah dijual kembali di angka 3,7 juta Rupiah. PR Xiaomi nih untuk membuat stoknya lancar sekarang. PR saya untuk mengulas ponsel ini sih sudah gugur di sini hehehe.

Apakah Recommended? Tentu, sangat recommended bahkan jika melihat kualitas yang diberikan berbanding harganya. Tapi ada syaratnya, yaitu buat user yang sudah paham cara setting-setting supaya notifikasi bisa real-time, setting iklan supaya ga muncul, dan juga bisa matiin permission yang ngga-ngga yang diminta aplikasi bawaan. Syarat ketersediaan stok atau keghoibannya sih ya terserah situ lah mau dijadikan halangan atau tidak.

Hayo, masih pada puasa kan waktu nonton video ini? Jangan marah-marah atuh ya kalo ponsel in masih ghoib, biar ngga ngurangin pahala puasa kamu hehe.

Sip, selamat berpuasa. Dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!

No comments:

Post a Comment