Gadget Promotions

Monday, April 30, 2018

Mini Review Samsung Galaxy S9 Plus, Kenapa Cowok Harus Pakai?



Akhirnya saya mencoba juga sepasang smartphone flagshipnya Samsung nih. Setelah kemarin dipuaskan sepuas-puasnya oleh Galaxy S9, kini giliran Galaxy S9 Plus yang saya ulas.

Saya rasa secara prinsip akan banyak hal yang kurang lebih sama antara S9 Plus dengan S9 yang sebelumnya saya ulas. Anda yang belum menyimak video review Galaxy S9 yang saya buat, saya sarankan untuk menontonnya terlebih dulu. Sekalian refresh karena pada video tersebut cukup banyak footage di pemandangan alam terbuka yang indah.



Nah, ada baiknya kita mulai bahasan kali ini dari apa saja sih perbedaan S9 Plus dari S9 versi biasa?

Pertama tentunya harga, selisihnya 1,5 juta Rupiah untuk varian storage yang sama, di mana harga resmi S9 Plus ini ada pada angka Rp12.999.000.

Lalu tentu saja dimensi fisiknya, di mana S9 memiliki bentang layar 5,8 inch, dan S9 Plus sebesar 6,2 inch. Saya tadinya menyangka S9 Plus ini akan bongsor banget, namun di luar perkiraan ternyata masih enak-enak saja tuh digenggam dengan satu tangan. Faktor screen-to-body ratio yang tinggi, serta infinity display yang melengkung di kedua pinggirannya jadi faktor penentu di sini.



Perbedaan komponen selanjutnya ada pada kamera belakang S9 Plus yang ada sepasang. Jadi lensa dual-aperture-nya ditemani satu buah lensa lagi dengan bukaan f/2.4 untuk menghasilkan bokeh yang super kece. Jangan lupakan fakta bahwa kedua lensa ini sudah memiliki OIS, jadi gak akan gampang blur saat dipakai mangambil gambar ya.

Sekarang kita beralih ke jeroannya, S9 Plus memiliki RAM yang lebih besar di 6GB, dan tentu saja berkat body yang lebih besar, Samsung bisa membenamkan baterai yang lebih besar juga kapasitasnya di 3.500 mAh. Buat yang belum tahu, Galaxy S9 memiliki RAM sebesar 4 GB, dan baterai 3.00 mAh ya.

Ternyata varian warna Lilac Purple pada Galaxy S9 Plus ini sangat digemari. Buktinya di toko tempat saya membeli Galaxy S9 kemarin, warna ini sudah tak tersisa. Saya pun harus sedikit berjuang untuk mendapatkannya di toko online yang masih menjualnya. Salah satunya adalah Bhinneka yang linknya saya sertakan pada deskripsi video ini ya.

Sejauh ini pengalaman saya berbelanja di Bhinneka selalu memuaskan. Patut dicatat bahwa Bhinneka adalah pelopor toko online di Indonesia, dulu tiap cari barang elektronik, mesti buka web yang satu ini heuheu. Satu yang unik dari Bhinneka, setiap kita berbelanja di sana, meskipun belanjanya online, tapi seperti dilayani langsung karena adanya personal assistant yang bernama Sarah. Mau beli ini itu jadi mudah, dan asli bikin tenang pokoknya.

Nah, Galaxy S9 Plus warna ungu yang cenderung menuju pink ini, mungkin terkesan lebih cocok buat wanita ya. Namun, pada kesempatan kali ini justru saya ingin membahas kenapa Galaxy S9 Plus juga akan sangat layak dipertimbangkan oleh kaum pria untuk menemani kesehariannya.

Kita mulai dari aspek pertama, yang tak lain dan tak bukan adalah kamera pastinya. Buat yang senang berkiblat pada penilaian yang dikeluarkan oleh DxoMark, Galaxy S9 Plus termasuk ke dalam top-3 smartphone berkamera terbaik dengan skor total sebesar 99.

Dan ini adalah salah satu faktor yang jadi pembeda, di mana ketika Anda sudah merasakan hasil kameranya yang indah, faktor harganya yang tergolong tinggi, menjadi nilai tebus yang pantas.

Buat cowo-cowo yang suka fotografi, atau merekam aktifitasnya di luar ruangan, bisa jadi ini adalah smartphone terbaik yang bisa Anda dapatkan saat ini. Merekam video dalam keadaan bergerak tetap stabil dengan tone warna yang memukau.

Hasil foto dan video berikut ini akan menyimpulkan kualitas dari kamera Galaxy S9 Plus ini deh.



Aspek kedua adalah looks dan handling. Galaxy S9 Plus tak hanya memiliki penampilan yang memukau, namun juga enak digenggam, dengan atau tanpa case. Sisi depan yang didominasi oleh Infinity Display ini tampak sangat elegan saat layar mati dengan Always on Display yang tetap menunjukkan informasi penting. Nampak hitam mengkilap, nampak misterius sekaligus macho jadinya.

Aspek ketiga adalah ketahanan smartphone ini terhadap debu maupun air. Buat cowok yang bekerja di outdoor, hal ini bisa jadi faktor penyelamat saat misalnya terkena hujan dan percikan air di luar sana. Malah sekalian kalau smartphone-nya kotor, siram saja dengan air untuk membersihkannya. Haha.

Aspek keempat adalah performa. Saya akan tunjukkan skor benchmark-nya sebagai pembuka saja ya. Betul, real experience lebih saya senangi daripada angka benchmark, dan dengan processor yang sama dan RAM yang lebih besar dari S9, Galaxy S9 Plus ini benar-benar terasa smooth dalam menemani kegiatan saya di atasnya. Cowo pasti suka gaming, dan dengan skor Antutu setinggi ini, saya yakin semua game berat bisa dilahap dengan baik oleh Galaxy S9 Plus.

Satu yang tak bisa saya lupakan adalah bagaimana setiap notifikasi selalu lancar masuk, dan ini sangat saya sukai.

Review ini nampak tanpa kekurangan ya. Faktanya adalah, saya yang kesulitan menemukan kekurangan itu, selain dari harganya yang premium sekali. Jelas memang segmen pasar yang masih price-sensitive bukanlah target dari produk ini.

Satu hal yang harus diingat, saya belum menggunakan S9 Plus ini seintens S9 kemarin. Jadi demikian saja yang bisa saya ulas dari ponsel ini. Namun kesimpulan saya, kalau memang budgetnya masuk, jangan ragu meminang Galaxy S9 Plus, terlebih jika mengejar kualitas fotografi-nya ya.

Jika Anda kesulitan mendapatkan varian storage dan atau warna yang diinginkan, boleh koq cek link di deskripsi video ini, terakhir saya cek di sana masih lengkap ada semua.

Sip, demikian review berbalut sedikit cerita mengapa Galaxy S9 Plus ini akan cocok untuk kaum pria, dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri. Wassalam!

Yuk Kenal Lebih Dekat dengan ASUS ZenFone Max Pro M1

Lebih Dekat dengan ASUS ZenFone Max Pro M1
Rangkaian smartphone ASUS ZenFone dengan dukungan kapasitas baterai yang besar, telah diakui oleh publik memiliki stamina yang luar biasa. Pada April 2018 lalu, Tom Guide, merilis sebuah publikasi berjudul Smartphone with the Longest Battery Life, di mana ZenFone Zoom S dan ZenFone 4 Max menjadi dua perangkat paling atas dengan skor tertinggi. Bahkan, ZenFone Zoom S dinobatkan sebagai  smartphone dengan baterai paling awet yang pernah diuji.


Bukan Cuma Max Power, Tetapi Max Segalanya
ASUS merilis  keluarga ZenFone Series yang memiliki kapasitas baterai besar pertama kali pada 2014, yang kemudian dijuluki sebagai ZenFone Max. Di tahun 2016, ASUS ZenFone 3 Max Series dirilis dengan fitur fingerprint sensor, kemudian pada 2017 ZenFone 4 Max diperkuat dengan sistem kamera ganda yang memungkinkan pengguna untuk beralih diantara dua tipe kamera untuk memotret.

Sejalan dengan itu, ASUS pun telah mengembangkan keluarga ZenFone Max dengan meningkatkan jumlah fitur-fiturnya yang bermanfaat buat pengguna. Tidak hanya sekedar baterai besar, namun secara konstan peningkatan juga dilakukan agar memiliki fungsionalitas tinggi bagi pengguna, seperti misalnya pada sistem kamera itu tadi, meskipun gawai ini ditujukan sebagai perangkat entry level.

Senior Product Manager of ASUS Global, TH Cheng, menyebut bahwa penciptaan ZenFone Max Pro M1 didasari oleh sebuah ide dari filosofi kata Max, yang tidak hanya sekedar mementingkan perfomance semata. Sebagai gantinya, Max juga mengacu pada peningkatan aspek lain seperti kualitas kamera, audio, dan lainnya.

ZenFone Max Pro dilengkapi dengan layar seluas 6 inci beresolusi Full HD+ berbezel tipis dengan tubuh berukuran 5,5 inci. Di dalamnya ada prosesor Snapdrgon 636 yang merupakan seri terbaru dari prosesor untuk mobile platform keluaran Qualcomm. Smartphone ini juga didukung oleh 5 magnet speaker dengan teknologi yang dinamakan NXP smart amplifier, serta fitur face recognition sebagai pengamanan. Fitur-fitur tersebut, dikombinasikan demi memberikan pengalaman penggunaan yang maksimal kepada pengguna dengan tetap mempertahankan harga yang terjangkau.


Selanjutnya, keluarga ZenFone Max Series pun mendapatkan peningkatan pada kualitas estetika dimulai dari seri ZenFone 3 Max. Ketimbang menggunakan plastik, bagian luar casing ZenFone Max Po telah terbuat dari metal. Seluruh konstruksi antara gain gaps, tombol samping dan headphone jack semuanya telah menjalani pengujian yang ekstensif. Hal ini memastikan bahwa tidak ada detail yang terlewatkan, sehingga memaksimalkan pengalaman pengguna dan hasil produksi.


Berdasarkan data dari sumber internal, menurut TH, pengguna ZenFone Max terbagi menjadi 2 kategori. Pertama adalah pengguna bertipe heavy user, mereka cenderung fokus pada kemampuan hardware pada perangkat, seperti performa CPU dan resolusi layar. Kedua adalah pengguna dengan mobilitas tinggi, yakni para bisnis traveler dan turis. Orang-orang tersebut biasanya menggunakan smartphone dalam sebuah perjalanan panjang (berpergian), ingin menonton video, atau mengambil foto dalam perjalanan mereka dan, karenanya mereka membutuhkan performa battery yang tahan lama.

Dengan hadirnya ZenFone Max Pro, dua kategori pengguna tadi dapat digabungkan. Sehingga mereka bisa menikmat performa perangkat yang mengagumkan, semisal untuk menjalankan game disaat bersamaan smartphone juga memiliki durabiilta baterai yang mumpuni. Tidak ada interupsi saat hendak menonton video dalam waktu lama, sehingga Anda bisa menikmati konten tersebut secara nonstop.

Melalui sebuah rangkaian test internal yang dilakukan oleh tim R&D ASUS, diketahui bahwa ZenFone Max Pro dan memainkan video YouTube secara terus-menerus hingga 20 jam, atau sama dengan menonton 2 season Game of Throne di Netflix. Performa gamingnya juga tak kalah mengagumkan. Berdasarkan pengujian, gamer dapat memainkan Mobile Legend hingga 12 jam lamanya.

Bagi penggemar Garena Free Fire, game itu pun mampu dimainkan tidak kalah lama yakni 9 jam pada ZenFone Max Pro. Bahkan, Rule of Survival, sebuah game yang menuntut kualitas grafis tinggi, mampu dimainkan hingga 8 jam pada device ini.


Lembaga riset pasar untuk gaming, e-sport dan mobile market, Newzoo, merilis sebuah laporan yang menyatakan bahwa, trend mobile gaming di Asia Tenggera terus meningkat melalui konten mobile gaming. Mereka mencatat game mobile menyumbang 55 persen pendapatan game di Asia pada 2017. Survei lainnya yang dilakukan oleh Yahoo di Taiwan, menunjukan bahwa ada sekitar 8.9 juta gamers di paruh pertama 2017, dimana 97 persen diantaranya adalah pemain game mobile.

Mobile gamer adalah kelompok terbesar dalam suvei tersebut, yakni 80 persen responden mengatakan bahwa dirinya adalah bagian dari komunitas tersebut. Angka-angka tersebut menunjukan bahwa pasar game seluler di Taiwan cukup matang.

Meningkatnya pasar mobile gaming di Asia Pasific, terutama di India, cukup untuk menarik minat strategis ASUS dalam menggarap sektor tersebut. ZenFone Max Pro mewakili pilihan yang optimal bagi para mobile gamers, terutama bagi pengguna yang ketat dalam soal anggaran, namun ingin tetap menikmati kinerja smartphone yang mumpuni dalam hal gaming.

Power Saving CPU dan Multi Thread Performance
Melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim R&D ASUS mencakup respon (feedback) yang diberikan oleh forum Zentalk, sebuah forum resmi untuk fans ASUS, sekaligus juga dari komunitas gamer, ditemukan bahwa penyebab lag pada smartphone adalah ketika pengguna mengoperasikan banya aplikasi pada smartphone dalam waktu bersamaan.

Kondisi semakin diperparah manakala adalah salah satu aplikasi yang menuntut kinerja grafis tinggi pada smartphone tersebut. Karenanya, kinerja dari CPU menjadi prioritas utama ASUS dalam menciptakan ZenFone Max Pro M1.


Karena itu, ZenFone Max Pro telah dilengkapi dengan performa prosesor yang powerfull yakni Snapdragon 636. Prosesor tersebut sangat memiliki performa yang lebih tinggi 1,5 lipat dibandingkan generasi sebelumnya yakni 625. Melalui skor pada Antutu, SD636 berhasil meraih angka 116 ribu. Sebagai akibatnya, pengguna dapat memainkan hampir semua konten dengan lancar seperti game, video, atau mengobrol di ponsel tanpa khawatir dengan problem kinerja.

Kapasitas Baterai yang Luar Biasa dengan 5000 mAh
Sangat sedikit pabrikan smartphone yang dapat menyesuaikan perangkat mereka dengan baterai 5000 mAh. Tetapi ASUS telah menggunakan baterai berkapasitas tinggi dalam seri ZenFone Max Pro M1 sejak 2015. Saat itu, ini adalah tantangan besar, tetapi tim R&D mampu melakukannya berkat keahlian dan keterampilan teknis yang luas biasa dalam rekayasa baterai.

Dalam beberapa tahun sejak saat itu, ASUS telah mencapai perkembangan dan peningkatan lebih lanjut dalam teknologi baterai, yang memungkinkan perusahaan untuk membedakan diri dari para pesaingnya. Selain itu, kapasitas baterai yang besar ini, tidak menjadi smartphone menjadi mahal untuk konsumen. Sebaliknya, ponsel ASUS dengan baterai yang besar malah memiliki harga yang kompetitif. Fitur fitur ini telah diterima dengan baik oleh pengguna terutama generasi muda. Survei internal menunjukan, hampir semua pengguna ZenFone Max berusia 24 tahun atau lebih muda.

Meskipun vendor lain juga menciptakan smartphone berkapasitas baterai yang besar, ASUS tetap lebih tinggi dibandingkan mereka. Ponsel miliki ASUS biasanya memiliki kapasitas daya baterai 1000 hingga 2000 mAh lebih tinggi dibandingkan vendor lain, namun tetap memiliki ukuran atau harga yang serupa dengan ponsel mereka. Jadi apa rahasianya sehingga ASUS bisa sanggup memaksimalkan kapasitas baterai smartphonenya dengan tetap mempertahankan ukuran ponsel yang ramping?

Menurut TH, itu berasal dari  tknologi papan sirkuit cetak (PCB) di telefon kami tidak tertandingi di industri ini. PCB yang digunakan untuk CPU dan baterai memainkanperan kunc dalam menentukan ukuran fisik baterai. Karena adanya ruang tersisa pada ponsel yang cukup, itu bisa digunakan untuk menanamkan baterai yang lebih besar. Ini membutuhkan keseriusan dan tingkat kesulitan tinggi.

Namun dibalik itu, ASUS ingin menghadirkan kinerja baterai yang luar biasa tanpa mengorbankan kualitas bagian lain, atau mengurangi spesifikasi ponsel. Sangat sedikit produsen ponsel pintar yang mampu menawarkan perangkat keras berspefikasi tinggi bersama dengan kapasitas daya baterai yang luar biasa.


Inovasi ini membuat perbedaan nyata dalam kinerja ponsel. Pengujian yang dilakukan oleh ASUS telah menunjukan bahwa baterai 5000 mAh dapat tetap siaga dalam jaringan 4G selama 35 hari, atau 42 jam untuk talk time di 3G, dan 28 jam browsing di web menggunakan WiFi.

Sekarang ini, banyak pula vendor yang mengalihkan fitur daripada menyediakan kapasitas baterai yang besar, lebih baik menguranginya dan menyediakan fitur fast charging. Namun ASUS berfikir lain tentang itu, sebab jika kita memiliki smartphone dengan baterai besar, ringan, dan portable, sekaligus memiliki kinerja baterai yang hebat, maka Anda tidak perlu khawatir tentang mengisi daya sama sekali.

Ini merupakan solusi paling aman, karena solusi fast charging, kendati terdengar menarik, sebenarnya cenderung untuk memperpendek masa pakai baterai secara efekti dan cepat. Bahkan mungkin, Anda harus membeli ponsel baru dalam setahun karena itu. Sedangkan ZenFone Max Pro memiliki masa pakai dua kali lebih lama dibandingkan ponsel lain di pasaran.


Layar Full HD+ Didukung Cristal Clear 2K Resolution
Resolusi maksimum tampilan ponsel cerdas dapat menjadi batasan untuk kualitas grafis dari satu video ataupun permainan. Jika layar hanya dapat mendukung resolusi HD, maka tidak ada gunanya memutar video beresolusi 2K atau dengan kualitas tinggi diatasnya. Sebab perangkat hanya memutar ulang kontek pada grafis HD.

Inilah sebabnya mengapa ZenFone Max Pro dilengkapi dengan layar layar ultra-slim berukuran 1660x1080, Full HD+ ultra-tipis dengan aspek ration 18:9. Kecerahan layar naik hingga 450 nit, dan memiliki rasio kontras 1500: 1. Sebagian besar ponsel kelas menengah di pasar memiliki layar HD 5,45 inci atau 5,7 inci. Sangat sedikit yang dilengkapi dengan layar beresolusi tinggi tanpa panel.

Smart Amplifier dengan 2X Volume Boost
ASUS  ingin pengguna perangkatnya benar-benar mendapkan filosofi “MAX” pada keluarga ZenFone Max, dengan cara menghadirkan fitur performa tinggi pada ZenFone Max Pro. Di dalam game, para pemain juga menginginkan keluaran audio yang berkualitas.

Sehingga, akhirnya ASUS bekerja untuk meningkatkan kinerja audio telepon. Hal tersebut dilakukan dengan cara menanamkan fitur sistem speaker lima magnet, ditambah dengan amplifier pintar dari NXP. Hal ini memungkinkan smartphone untuk memberikan output audio berlapis dan bernuansa, sehingga tidak ada detail dari audio yang hilang.


TH menggambarkan keuntungan dari sistem speaker lima magnet dengan sebuah analogi sederhan dan cerdas, “Untuk sebagian besar speaker, suaranya tersebar, seperti Anda sedang mendengarkan musik yang dimainkan di lapangan terbuka. Sistem speaker lima magnet lebih seperti mendengarkan musik yang dimainkan di ruang konser - audio lebih terfokus.”

Dual Kamera untuk Hasilkan Foto Potrait Memukau
Untuk seorang traveler dan pecinta fotografi mobile, ZenFone Max Pro menawarkan kamera ganda, di mana kamera kedua berfungsi untuk menghasilkan tingkat kedalaman foto, menghasilkan efek bokeh yang lebih akurat dalam mode potret. Dengan satu lensa berfokus pada gambar jarak dekat dan yang lain pada objek yang jauh, pengguna dapat dengan mudah membuat foto subjek dengan latar belakang yang buram. Mode real-time beauty digabungkan dengan lampu kilat LED Softlight juga menyajikan hasil foto terbaik pengguna saat berselfie atay memotret wajah.


Sistem Operasi Android Pure 8.1
Dalam rangkaian keluarga ZenFone serius, ASUS selalu menggunakan sistem operasi android yang dipercantik dan diperkaya dengan fitur-fitur dari ZenUI secara eksklusif. Namun pada ZenFone Max Pro, ini adalah pertama kalinya ASUS menggunakan OS Android  Pure 8.1 Oreo, tanpa ZenUI.

OS ini memang cepat, sederhana dan cerdas. Perubahan ini juga dibuat berdasarkan pengalaman pengguna, karena seri ZenFone Max ditujukan untuk para gamer, banyak di antaranya lebih menyukai OS Android Pure dengan beberapa penyesuaian fitur. Dari feedback tersebut, ASUS akhirnya memutuskan untuk menggunakan Android Pure untuk merespon keinginan pengguna.


Karenanya, tidak cukup hanya memiliki ponsel dengan kapasitas baterai yang tinggi. Namun ZenFone Max Pro juga ditujukan untuk kinerja maksimal dalam semua aspek, termasuk baterai, CPU, kamera, ukuran layar, resolusi, serta volume dan kinerja audio. Fitur-fitur ini adalah keunggulan dari merek ASUS, sehingga semua pengguna, baik itu game, menonton video, atau mengambil foto, akan dapat menikmati keefektifan maksimum seri ZenFone.

Thursday, April 5, 2018

Review Meizu EP52 Sport Bluetooth Earphones, Menghapus Dosa EP51!


Halo Assalamualaikum, kali ini saya akan mengulas sebuah earphone bluetooth lagi. Meizu punya nih, namanya Meizu EP52. Saya bilangin nih, kemasannya premium banget. Harganya? Ah tebak saja dulu deh berapaan. Yang pasti lebih murah dari Meizu EP51 dulu.

Yap, dulu saya pernah mencoba Meizu EP51 dan merasa tak puas. Alasanya simple waktu itu, di telinga tak melekat dengan baik, dan suaranya anyep alias adem-adem bae.

Sebelum bahas suaranya, kita lihat penampakannya dulu yuk.



Tadinya saya pikir bahwa Meizu EP52 ini tak begitu portable, saya kira batang berbentuk U-nya itu kaku dan tak bisa dilipat. Nyatanya lentur dan bisa ditekuk hingga melingkar-lingkar dan bisa dimasukkan ke dalam pouch-nya. Nah ini unik, pouchnya pure terbuat dari karet, dan kesannya jadi sporty banget ya.

Memang biasanya Meizu mengeluarkan bluetooth earphone yang kegunaannya untuk menemani berolahraga. Terlebih earphone ini sudah IPX5 certified yang artinya waterfproof dari segala arah, jadi tak gentar walau dibawa berkeringat saat olahraga.

Eartips-nya lembut sekali dan kali ini sangat nyaman melekat di telinga. Membuat isolasi suara terjadi dengan baik. Ukuran housing-nya cukup mungil, dan tak menonjol keluar dari daun telinga saat dipakai. Saya rasa dipakai di dalam helm masih nyaman, walau saya ingatkan agar jangan digunakan saat berkendara ya.

Sementara pada sisi kanan batang berbentuk U tadi, terdapat modul kontrol media. Ada tombol bertanda plus dan minus untuk mengatur volume dan berpindah lagu. Sementara tombol power sekaligus play dan pause terasa agak sedikit keras saat ditekan. Microfon dan juga port micro-USB  untuk charging terdapat pada sisi yang sama. Di sisi kiri kosong melompong saja.

Saya suka dengan penempatan baterai dan antena pada batang berbentuk U ini, karena tidak terlalu dekat ke telinga dan otak kita.

Untuk kualitas suaranya, Alhamdulillah saya merasakan ada peningkatan yang signifikan dari Meizu EP51 dulu. Bass sudah kaya dan mendentum serasa memijat telinga.  Treble memang terasa kurang menonjol, sementara vokal masih terdengar dengan baik dan jelas. Antara instrumen dan vokal terasa alunannya masing-masing alias separasinya baik. Staging sih saya rasa tidak terlalu luas namun cukup untuk menikmati musik-musik yang banyak berisi suara perkusi dan bass.

Meizu EP52 ini menganut teknologi bio-cellulose diapraghm, yang entah apa maksudnya, namun sukses berat membuat kuping saya menikmati petikan-petikan nada di dalam alunan suara indahnya. Jadinya itu tadi separasinya terasa sekali, seperti ada instrumen yang biasanya tak ada, muncul ke permukaan dengan menggunakan Meizu EP52 ini.

Oh ya, kedua housing-nya dapat melekat secara magnetik. Sehingga tak khawatir jatuh saat sedang tak dipakai ya. Musik akan terhenti begitu kita melekatkan kedua sisi earphone ini, dan jika terus menempel lebih dari 5 menit, maka earphone ini akan otomatis padam. Fungsionalitas yang keren bagi saya.

Daya tahan baterainya sendiri mampu menembus 6 jam, dan ini sudah lebih dari cukup bagi saya. Baterainya sendiri berkapasitas 130 mAh dan dapat diisi penuh dalam waktu 2 jam.

Overall, Meizu EP52 terasa nyaman digunakan berkat bobotnya yang sangat ringan dan eartipsnya yang lembut. Kualitas suaranya sangat cukup untuk memanjakan telinga saya, dan menggeser Honor xSport dari posisi kedua klasemen bluetooth earphone koleksi saya.

Oh ya saya kasih tau harganya deh, saya mendapatkan Meizu EP52 dari TomTop.com, di mana di saya dijual seharga $52.99 atau sekitar 700-ribuan jika dirupiahkan.

Worth the money? Saya bilang sih yes. Build quality jempolan, fungsionalitas yang baik, dan kualitas suara yang bisa diandalkan terasa sepadan lah dengan harga segitu.

Kekurangan yang saya rasakan lebih ke portabilitas saja. Meskipun bisa dilipat, tapi tetap saja tak sepraktis bluetooth earphone lain yang saya miliki. Oh ya satu lagi, tombol powernya agak keras, bukan deal breaker sih, tapi tetep saja masuk ke nilai minus bagi saya.

Okay, segitu saja ulasannya. Dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri ya, wassalam!

Tuesday, April 3, 2018

Review Samsung Galaxy S9, Smartphone Terbaik untuk Konten Terbaik!



Saya tak pernah berpikir bahwa saya akan menjadi content creator di Youtube seperti sekarang ini.

Jauh dari bayangan saya bahwa akan ada ribuan orang yang menonton video-video sederhana yang saya unggah. Dan saya sangat bersyukur untuk itu, dan tak lupa rasa terima kasih saya sampaikan kepada audience yang selama ini sudah sangat supportif hingga channel Youtube yang saya bangun bisa sebesar sekarang ini.

Silver Play Button adalah benda mengkilap yang dulu saya tak berani mengharapkannya. Terlalu jauh bagi seseorang yang tak punya basic di videografi seperti saya, namun Alhamdulillah akhirnya satu buah benda mengkilap ini bisa saya pajang di salah satu dinding rumah saya.

Dan pada video kali ini, saya akan mengulas sebuah benda penuh kilapan lain, bukan silver play button saya tentunya hehe.

Ini adalah Samsung Galaxy S9, yang kilapannya mampu membuat saya luluh untuk merogoh kocek lebih dalam.



Tapi inipun bukan sebatas karena memenuhi keinginan lho ya, ada juga kebutuhan saya sebagai content creator yang memang mau tak mau hanya bisa dipenuhi oleh smartphone high-end seperti ini.

Ya, dalam beberapa kesempatan, seringkali saya mendapatkan momen yang baik untuk dijadikan konten video atau foto untuk social media, dan biasanya saat itu terjadi saya tak membawa kamera yang biasa saya gunakan merekam video.

Jalan satu-satunya adalah dengan mengandalkan kamera smartphone, karena kalau smartphone kan memang selalu saya bawa ke mana-mana. Untuk itulah maka saya butuh kamera smartphone yang dapat diandalkan. Smartphone flagship adalah jawabannya.

Kamera Samsung Galaxy S9 hadir dengan kemampuan yang unik, yaitu mampu menyesuaikan aperture atau tingkat bukaan lensa untuk beradaptasi dengan kondisi pencahayaan. Aperture normalnya yang ada pada angka f/2.4 akan berubah menjadi lebih luas bukaannya di f/1.5 begitu penurunan intensitas cahaya terjadi.

Aperture normalnya yang ada pada angka f/2.4 akan berubah menjadi lebih luas bukaannya di f/1.5 begitu penurunan intensitas cahaya terjadi. Dan setahu saya, ini baru ada pada smartphone Samsung terbaru ini.

Hasilnya adalah foto-foto yang tetap tertangkap dengan tajam dan jernih meskipun dalam kondisi lowlights.

Saya tak akan berbicara panjang lebar, biarlah kualitas hasil foto berikut ini yang menunjukkan kualitasnya pada Anda. (cek review video)

Ya, bisa mengambil foto dengan baik dalam berbagai kondisi adalah sesuatu yang sangat saya butuhkan dalam profesi ini. Di mana saya seringkali harus mengambil foto produk yang sedang saya ulas, dan kondisinya memang kurang ideal. Namun saya yakin, Galaxy S9 akan banyak membantu saya untuk urusan yang satu ini.

Tak lupa, kemampuan merekam video sebuah smartphone jadi krusial juga bagi saya. Beberapa video yang saya unggah ke youtube pernah saya rekam hanya menggunakan kamera smartphone. Hehe, kalau sedang mepet sekali waktunya, merekam dengan kamera ponsel memang jauh lebih cepat hingga selesai proses produksinya.

Terlebih, pada Galaxy S9 ini dibekali kemampuan mengambil video slow motion dengan framerate mencapai 960 fps, di mana umumnya smartphone lain merekam slow motion maksimal pada 240 fps saja. Hasilnya sudah bisa ditebak, gerakan slow motion menjadi sangat halus dan lebih artistik ya.

Sembari saya menarik nafas dulu, silakan Anda nikmati beberapa cuplikan video yang saya ambil menggunakan kamera Samsung Galaxy S9 ini.



Saya pun sempat bergonta-ganti flagship smartphone, namun entah kenapa sejak mencoba Galaxy A8 beberapa waktu lalu, saya menilai ada kenyamanan dari UX yang dimilikinya. Dan buat saya yang belakangan semakin sibuk membuat materi konten, dengan waktu yang terbatas, experience terbaik dari sebuah smartphone menjadi suatu hal yang mutlak.

Saya akan butuh smartphone yang sudah enak dipakai, dioperasikan, dengan berbagai fitur otomatis yang menyesuaikan dengan kebutuhan kita di kondisi tertentu. Satu contoh sederhana saja misalnya, saat ponsel terkoneksi dengan perangkat audio bluetooth, Samsung Experience langsung menampilkan pilihan mau ke mana output suara diarahkan, perangkat bluetooth atau loudspeaker. Seperti fitur yang sederhana, namun sangat terasa manfaatnya, daripada harus mengubek-ubek ke dalam menu setting ya.

Apalagi memang, rasanya sudah sejak lama saya selalu menggunakan ponsel as it is, ngga pernah sempat untuk oprek-oprek lagi. Dan Samsung Galaxy S9 ini mampu memberikan experience yang saya butuhkan, out of the box!

Saya pikir urusan performa hingga ke kemampuan gaming, sudah tak perlu diragukan lagi ya. Flagship smartphone dengan jeroan kelas atas seperti ini nyaris tak mungkin mengecewakan dari sisi performa.

Untuk daya tahan baterainya sendiri, sejauh ini penilaian saya cukup baik, berbekal kapasitas baterai sebesar 3.000 mAh, dengan pola pemakaian ala saya, Galaxy S9 mampu bertahan selama 20 hingga 24 jam dengan rata-rata screen-on time sebesar 4 hingga 5 jam.

Mungkin bagi pemilik Galaxy S8, masalah desain terasa tak mengalami banyak perubahan ya. Samsung nampak tak ingin mengubah the winning formula untuk urusan yang satu ini. Infinity Display yang hampir memenuhi sisi depan smartphone ini tetap menjadi kekuatan utama Galaxy S9 dari segi desain. Tapi jangan lupa, di sisi belakang ada penyesuaian posisi fingerprint scanner yang membuatnya lebih nyaman digunakan karena letaknya yang lebih natural.

Samsung tidak ingin ikut-ikutan memasang poni di layar maupun menghilangkan port audio 3,5 mm seperti kebanyakan ponsel terbaru lain. Dan dua hal ini saya apresiasi sekali.

Oh ya, ada kelebihan Samsung Galaxy S9 dalam soal audio, di mana dual-speaker-nya sudah didukung teknologi Dolby Atmos dan benar-benar stereo.

Oh ya, belakangan saya lagi senang-senangnya bertukar GIF di media sosial ataupun aplikasi pesan. Dan hadirnya AR Emoji pada Galaxy S9 ini menjadikannya sebuah fitur yang unik yang baru kali ini saya temukan. At least kalau kita kirim ekspresi kita dalam bentuk animasi emoji seperti ini, tak ada kesan narsis seperti kalau kita kirim foto selfie kita lah haha. Dan kadang juga kan kita tak bisa menemukan GIF yang tepat untuk mengekspresikan apa yang hendak kita sampaikan. Jadi membuatnya sendiri, dengan mimik dan ekspresi kita sendiri adalah cara yang tepat, dan menyenangkan. Haha.

Selain faktor bandrol harga yang memang hanya mampu dijangkau kalangan tertentu saja, saya tak memiliki masalah berarti dengan Samsung Galaxy S9. Yang pasti, saya sudah tak sabar untuk mencoba membuat materi video dengan mengandalkan smartphone ini. Ya, saya pikir ponsel ini sudah enak untuk dipakai sehari-hari, tinggal kita lihat bagaimana saat digunakan untuk berkarya ya.

PR saya selanjutnya adalah mempertahankan kepemilikan Galaxy S9 ini, mengingat istri saya adalah fans berat brand ini, dan pastinya dia menginginkan fitur AR Emoji ini hahaha. Doakan saya ya pemirsa, hahaha.

Demikian ulasan saya yang memang cukup jarang memegang ponsel flagship seperti Samsung Galaxy S9 ini. Terima kasih sudah menemani perjalanan channel GontaGantiHape HD sejauh ini, dan semoga kita bisa melangkah semakin jauh ke depan ya.

Dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!

Review A1 Flame Atmosphere Lamp Wireless Speaker



Sadar ngga kalau barang yang saya ulas kali ini sudah sering muncul di video-video saya sebelumnya?

Sebagian viewers sih sudah sadar dan bertanya, itu dekorasi lampu yang seperti api itu apa tanyanya.

Sayangnya, masih pada menyangka kalau ini hanya sebatas lampu dekorasi, heuheu.

Padahal ini adalah bluetooth speaker lho. Dan untuk menambah ke-amazing-annya, saya tambahkan fakta bahwa speaker ini juga waterproof.

Sudah kepincut duluan? Monggo, ini dia link produk ini di Banggood.

Udah ya reviewnya? Hahaha.

Kita bahas dulu atuh produknya, dikit aja. Saya tahu penonton sudah pada ga sabar hehe.

Pertama, speaker ini memiliki kontrol di bagian atas. Ada tombol power, play and pause, serta volume up and down yang juga berfungsi untuk berpindah track. Satu tombol paling besar yang berada di tengah itu untuk menyalakan lampunya.

Ya lampu dengan nyala laksana api nan indah itu.

Untuk menyalakan speaker, tekan dan tahan sebentar tombol power. Speaker ini akan otomatis masuk ke mode pairing jadi tak perlu tekan lama-lama ya. Proses pairingnya juga cepat.

Sisanya sama dengan bluetooth speaker lain. Kontrol media yang dimainkan dapat dilakukan dari speaker ini.

Sementara di sisi bawah, ada tripod mount. Jadi bisa dipasang dengan mini tripod untuk di meja, atau pakai light stand biar jadi seperti obor hehe.

Port micro USB terdapat di perut speaker ini. Baterainya cukup besar di 1.200 mAh, dan selama ini lebih sering dinyalakan lampunya untuk keperluan shooting daripada jadi speaker. Sudah sebulanan dan belum saya isi ulang, mungkin karena pola pemakaian saya itu tadi ya.

Kualitas suaranya bagaimana? Bagus sih, ga cempreng. Enjoyable lah. Tapi memang ga bisa dibilang istimewa. Saya masih bisa menikmati alunan lagu yang didendangkannya sembari mengetik atau browsing. Namun jika fokus mendengarkan lagu sih saya lebih senang pakai speaker lain saja.



Silakan didengarkan sendiri suaranya, saya sudahi ulasan dari A1 Flame Atmosphere Lamp Wireless Speaker ini di sini. Dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!