Gadget Promotions

Tuesday, July 2, 2019

Review ASUS Zenfone Live L2, Smartphone Di Bawah Sejutaan Paling Ganteng?




Ini adalah smartphone yang saya unbox sebelum Lebaran lalu. Saat itu ponsel ini baru dirilis dengan harga resmi Rp1.199.000.



Sekitar sebulan berselang, harganya turun seratus ribu, dan bahkan bisa didapatkan di toko-toko online dengan uang kurang dari satu juta Rupiah.

Saya yang tadinya berpikir bahwa ini hanyalah facelift dari Zenfone Live L1 pun sontak berubah pikiran.

Seingat saya, Zenfone Live L1 tidak pernah sampai menyentuh angka 6 digit begini.

Jadilah Zenfone Live L2 hape di bawah sejutaan terkece dari brand global yang reputasinya terjamin, ASUS.

Yup, saya masih setia dengan penilaian bahwa desain smartphone ini kebangetan cantiknya untuk level harganya.

Finishing Glossy-nya sleek banget, dan gradasinya bikin hati dag dig dug, rasa-rasanya kaya desain hape 3-4 jutaan saja.

Masih mengandalkan layar 5 inci beresolusi HD+ dan rasio 18:9, bagi saya sama sekali tak ada keluhan saat smartphone ini digunakan sebagai perangkat multimedia.

Dapur pacunya yang sebetulnya mengandalkan processor lawas Snapdragon 430, masih cukup prima untuk multitasking ringan. Faktanya memang processor ini lebih bertenaga daripada Snapdragon 425 di Zenfone Live L1, hanya saja konsumsi dayanya cenderung lebih tinggi.

Sejauh ini jarang menemukan demam sih, karena kebanyakan pola pakainya hanya untuk whatsapp nomor kedua yang banyak grupnya, dan sesekali socmed atau youtube-an.

Saya tak begitu berniat menjajal berbagai game pada Zenfone Live L2 ini, tapi tidak ada salahnya kita coba bermain PUBG Mobile di hape ini. Yuk kita jajal gais!

Gimana, buat hape di bawah sejutaan, gamingnya lumayan kan? Suaranya gimana, bisa dinikmati  tanpa earphone ga kalau main game?

Kalau buat mendengarkan lagu, kira-kira seperti ini suaranya nih.

Lalu kameranya sebetulnya berfitur standar ya. Namun kredit lebih saya berikan karena kemampuannya menghasilkan foto dengan blur di background, padahal baik di depan maupun belakang hanya mengandalkan satu lensa.

Hasilnya di cahaya ideal sih menurut saya oke banget buat hape 900-ribuan. Yuk kita cek hasil foto sekaligus videonya berikut ini!



Kalau pada komen hape kentang nih, ga enak buat gaming lah, mbok ya dicek atuh harganya yang ga sampe sejuta ini. Dan plis, jangan bandingkan dengan smartphone tak resmi, apalagi hape seken atau rekondisi.

Emang situ mau ngasi orang terkasih pake hape Docomo dan kawan-kawan? heuheu.

I know, Zenfone Live L2 bukan hape yang performanya tinggi. Namun dengan bandrol harganya, ponsel ini menawarkan beberapa nilai jual yang menarik.

Yang utama tentu saja masih di desain dan juga reputasi brand-nya. Plus, speknya juga tergolong OK koq dengan harganya sekarang.

RAM-nya 2 GB lho, hape di bawah sejutaan lain yang resmi, banyak yang masih punya RAM setengahnya saja.

Storage 16GB-nya juga masih bisa ditambah micro-SD yang takkan menganggu fungsi dual-sim berkat triple card slotnya.

Yang sedikit disayangkan, Live L2 ini masih hadir dengan Android Oreo, alias belum ada peningkatan dari software-nya Live L1.

Absennya fingerprint scanner juga masih bisa dimaklum, face unlocknya gegas koq, dan masih bisa bekerja dengan baik di kondisi kurang terang.

Jadinya seperti biasa, buat hape kedua cocok banget, buat hape utama kamu-kamu yang mulai beradaptasi dengan smartphone juga bisa. Asal jangan punya ekspektasi muluk-muluk aja ya, sesuaikan lah sama harganya hehe.

Tinggal siapin uang sejuta, ASUS Zenfone Live L2 bisa kamu dapatkan di link yang ada di deskripsi video ya.