Gadget Promotions

Monday, February 27, 2017

Review Kamera Smartfren Andromax L

Dibandrol dengan harga Rp1.249.000,-, Andromax L hadir dengan kamera utama beresolusi 8 Megapixels dan kamera depan 5 Megapixels. Performanya cukup dapat diandalkan di berbagai kondisi, walau tentunya kita tak bisa berharap hasil foto pada kondisi lowlights akan menggembirakan.

Pada kondisi outdoor, dijamin Anda akan puas-puas saja dengan hasil kameranya, asalkan tidak dibandingkan dengan hasil kamera dari smartphone flagship ya. Di dalam ruangan dengan pencahayaan standar, hasilnya masih tergolong sangat usable.

Sayangnya kamera depannya sama sekali tak istimewa menurut saya apabila dihadapkan pada kondisi minim cahaya. Dalam kondisi cahaya cukup, hasilnya ya bisa dibilang OK.

Fitur kameranya sendiri, sama seperti seri smartphone Andromax lainnya, alias sangat standar.

Hasil fotonya dapat dilihat di bawah ini ya, semua gambar tidak melalui proses editing selain resize.

Hasil Kamera Belakang Smartfren Andromax L

review hasil kamera smartfren andromax L

review hasil kamera smartfren andromax L

review hasil kamera smartfren andromax L

review hasil kamera smartfren andromax L

review hasil kamera smartfren andromax L

review hasil kamera smartfren andromax L

review hasil kamera smartfren andromax L

review hasil kamera smartfren andromax L

review hasil kamera smartfren andromax L

Hasil Kamera Depan Smartfren Andromax L

review hasil kamera smartfren andromax L

review hasil kamera smartfren andromax L

review hasil kamera smartfren andromax L


Thursday, February 23, 2017

Giveaway Gadget Hasil Pemberian (GGHP) Smartfren Andromax B! #AndromaxB #4GinAja



Ini dia rules giveaway-nya:

Ketentuan umum:

  1. Boleh ikut serta via twitter atau instagram, atau keduanya.
  2. Tidak boleh spam mention (berakibat diskualifikasi).
  3. Kontes ini bersifat lucu-lucuan, ga siap lucu ga usah ikutan.
  4. Diselenggarakan selama 1 minggu saja, 23 Februari 2017 s.d. 1 Maret 2017.
  5. Akan dipilih 3 kandidat pemenang dengan hasil karya terbaik, untuk dilakukan voting penentuan pemenang utama.
  6. Pengumuman kandidat pemenang pada hari Senin, 6 Maret 2017.
  7. Voting pemenang utama dilakukan mulai 6-7 Maret 2017 saja.
  8. Pengumuman daftar akhir pemenang pada hari Rabu, 8 Maret 2017.
  9. Keputusan pemenang dilakukan oleh saya pribadi dengan bantuan voting, dan tidak dapat diganggu gugat.

Syarat wajib:

  1. Peserta sudah subscribe channel GontaGantiHape HD di Youtube, dan menjadi follower @gontagantihape di twitter atau instagram.
  2. Buatlah pantun lucu, dengan tema tentang ponsel Andromax (harap perhatikan aturan pembuatan pantun yang baik dan benar).
  3. Hanya boleh menggunakan image yang disediakan. Save image dari tweet pengumuman atau download template image quiz di bawah ini. 
  4. Upload ulang image yang sudah dibubuhi pantun di Twitter atau Instagram.
  5. Tag akun-akun ini di foto: Aa (@gontagantihape) dan Smartfren (@smartfrenworld) di Twitter atau Instagram.
  6. Tulis hashtag #AndromaxB dan #4GinAja di tweet atau caption instagram.

Hadiah:

  • 1 (satu) Pemenang Utama mendapatkan sebuah smartphone Andromax B, hadiah disediakan oleh Smartfren.
  • 2 (dua) Pemenang Hiburan mendapatkan masing-masing sebuah T-Shirt keren official merchandise GontaGantiHape.com.
  • Semua pemenang mendapatkan stiker asli GontaGantiHape.com.
  • Hadiah akan dikirimkan menggunakan J&T, dengan maksimal ongkos kirim yang ditanggung adalah Rp 50.000,-. Jika lebih dari itu, maka pemenang wajib menambah kekurangan ongkos kirimnya.

Nilai tambah (tidak wajib):

  • Tag teman kamu ke foto yang diupload. 
  • Like foto-foto di instagram @gontagantihape
  • Bikin lebih dari satu pantun diperbolehkan, malah dianjurkan. 
  • Meretweet/share postingan peserta lain. 

Review Nubia Z11 Mini S, Smartphone Future-proof untuk Saya


Rasanya sudah cukup lama saya bergonta-ganti hape, tanpa pernah ada satupun yang sengaja dibuat jadi daily driver saya untuk waktu yang panjang. Efek sampingnya sudah mulai terasa, foto-foto keluarga seringkali tertinggal di hape lama yang sudah saya jual kembali. Bahkan video-video yang menunjukkan perkembangan anak saya dari sejak bayi sampai sepintar sekarang, baru saya ngeh lagi keberadaannya saat membuka galeri di ponsel ibu saya.

Saya pikir sudah saatnya memiliki sebuah smartphone yang dapat membuat saya stay lama, sembari menemani kegemaran saya mencoba ponsel-ponsel lainnya. Karena diniatkan untuk digunakan lama, tentunya smartphone yang akan saya beli waktu itu haruslah future-proof, alias takkan cepat usang dan ketinggalan zaman.

Adalah Nubia Z11 Mini S yang akhirnya saya putuskan untuk dibeli dari sebuah e-commerce asal Tiongkok, setelah saya taksir beberapa bulan belakangan ini. Ya, smartphone ini memang tak dijual di tanah air. Kalaupun ada nangkring di halaman marketplace, biasanya dijual dengan status pre-order. Satu yang saya temukan menjual ready stock, harganya sungguh berbeda jauh dengan yang saya temukan di negeri asalnya.

Pengalaman yang berkesan mencoba Nubia UI di Nubia Z7 Max dulu menjadi salah satu faktor yang membuat saya memutuskan untuk membeli Nubia Z11 Mini S. Namun, justru penampilannya yang sangat cantik seperti Gista di mata saya, meskipun garis antenanya meniru milik iPhone 7, menjadi satu faktor yang paling menentukan.

Kembali ke masalah future-proof, memangnya apa saja sih yang membuat Nubia Z11 Mini S ini saya yakini akan mampu bertahan beberapa tahun ke depan? Yuk kita bahas per bagian.


Spesifikasi Jeroan Nubia Z11 Mini S

Tak seperti pengguna iPhone yang mungkin bisa menutup mata dengan spesifikasi teknis ponsel mereka dan cukup tahu bahwa ponsel mereka nggak lemot dan kece buat dibawa-bawa bergaul, berbicara smartphone Android pastilah tak bisa lepas dari masalah spesifikasi jeroan. Buktinya spesifikasi di atas kertas sering menjadi bahan promosi setiap vendor ponsel Android.

Nah, Nubia Z11 Mini S ini kira-kira mempunyai spesifikasi utama seperti ini:
  • Layar 5,2 inci beresolusi Full HD 1080p, dengan panel layar IPS dan tepian 2.5D.
  • Processor Qualcomm Snapdragon 625, octa-core 1.0 GHz, Cortex-A53 dengan fabrikasi 14nm, dan GPU Adreno 506.
  • RAM 4 GB, serta pilihan storage 64 GB (yang saya beli) dan 128 GB.
  • Kamera utama 23 Megapixels f/2.0, dan kamera depan 13 Megapixels f/2.2.
  • USB Type-C + OTG.
  • Fingerprint scanner.
  • Ketebalan hanya 7,6 mm.
  • Baterai 3.000 mAh yang mampu mengisi dengan cepat (menerima input 2A pada tegangan 5v, bukan quickcharge).
  • Nubia UI 4.0 berbasis Android 6.0 Marshmallow.
Membaca spesifikasi di atas, tentunya harganya yang masih di kisaran tiga jutaan Rupiah apabila dikonversikan, menjadi terasa sangat menarik. Processor Snapdragon 625 sudah saya rasakan kehematan konsumsi dayanya di Xiaomi Redmi 4 Prime dulu. Dan tak perlu menganggap processor kelas menengah dari Qualcomm ini tak bergengsi, buktinya ASUS menggunakannya pada smartphone flagship versi standar mereka, ASUS Zenfone 3, sementara Motorola menggunakannya pada Moto Z Play.


Layar Nubia Z11 Mini S

Satu yang banyak dicibir oleh netizen adalah Nubia menggunakan kata Mini pada sebuah device dengan dimensi layar 5,2 inci, haha. Untuk hal ini saya tak ambil pusing, yang penting masuk ke dalam ukuran fisik smartphone yang masih ideal menurut saya. Ya, 5,2 inci adalah ukuran maksimal bagi saya untuk dapat menikmati rasanya menggenggam sebuah ponsel.

Panel layarnya sendiri sangat-sangatlah vivid. Saya berani mengatakan reproduksi warna yang dihasilkan setara dengan Xiaomi Mi 5 yang sebelumnya saya gunakan. Panel display nampak sangat menyatu dengan lapisan terluar touchscreen-nya, sehingga membuat sudut pandang layarnya amatlah luas.

Saya, merasa betah, berlama-lama, melihat, layar, Nubia Z11 Mini S. Hehe.


Kamera Nubia Z11 Mini S

Pada masa sekarang ini, kamera nampaknya jadi faktor penentu kesuksesan penjualan sebuah smartphone. Orang-orang sudah mengalihkan kebutuhan fotografi sehari-hari dari kamera pocket ke smartphone. Dari angka resolusinya yang 23 Megapixels saja, saya yakin sudah banyak yang tertarik deh.

Bagaimana kalo saya kasih tahu bahwa sensor kamera Nubia Z11 Mini S merupakan sensor kamera yang sama yang juga digunakan pada ASUS Zenfone 3 Deluxe dan Xiaomi Mi Note 2?

Nampak tak mungkin, tapi memang faktanya Nubia Z11 Mini S menggunakan sensor kamera Sony Exmor IMX318 yang benar-benar digunakan pada dua smartphone dengan harga tinggi menjulang yang saya sebutkan sebelumnya. Saya tak pandai membahas jeroan kamera ini, tapi ada baiknya Anda membuka link mengenai sensor tersebut untuk tahu apa saja kelebihannya.

Dalam performa nyatanya, saya selalu dipuaskan oleh hasil kamera Nubia Z11 Mini S. Selain itu, aplikasi Nubia Camera juga mempunyai banyak sekali fitur yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan performa kameranya. Mode profesional pun hadir dengan berbagai pengaturan manual yang lengkap. Hanya, shutter speed maksimal hanya sampai dua detik saja.

Biarlah gambar yang berbicara, semuanya saya tempatkan pada artikel hasil foto menggunakan kamera Nubia Z11 Mini S ini ya.


Baterai Nubia Z11 Mini S

Baterainya mungkin hanya berkapasitas 3.000 mAh, yang untuk ukuran jaman dahulu terasa jumbo, tapi tidak saat ini, di mana sudah banyak sekali smartphone dengan kapasitas baterai 4.000 mAh, bahkan yang harganya sangat terjangkau sekalipin. Namun, dalam penggunaan saya sehari-hari, Nubia Z11 Mini S selalu dengan mudah menembus 24 jam dalam sekali pengisian daya.

Rekor penggunaan aktif mampu menghasilkan Screen-on Time lebih dari 6 jam. Sementara rekor penggunaan pasif mempu menghasilkan battery usage selama 2 hari dan 5 jam.




Kalau battery usage 2 hari sebetulnya saya tak kaget, karena memang seperti yang saya sebutkan sebelumnya, processor Snapdragon 625 ini hemat daya, dan di Xiaomi Redmi 4 Prime pun sudah biasa menembus 2 hari. Satu hal yang perlu diingat adalah kapasitas baterai Xiaomi Redmi 4 Prime yang 4.100 mAh.

Pengisian daya pada Nubia Z11 Mini S pun dapat dilakukan dengan cepat karena smartphone ini sanggup menerima arus sebesar 2A pada tegangan 5v. Memang tak seperti quickcharge yang bisa berjalan pada tegangan 7,5v dan 12v, tetapi bagi saya ini masih sangat memuaskan.

Sampai pada titik ini saya merasa semua yang saya cari pada sebuah smartphone ada di Nubia Z11 Mini S.


Desain Nubia Z11 Mini S

Lalu kemudian saya ingat, dari tadi saya belum membahas masalah desain perangkat ini. Padahal ini merupakan salah satu faktor utama saat saya memutuskan meminangnya.

Entah apa karena mirip iPhone (secara keseluruhan ya, bukan cuma garis antenanya saja), atau bagaimana, tetapi melihat foto produk Nubia Z11 Mini S di internet rasanya membuat saya silap mata. Setelah memegangnya langsung, saya semakin dalam menggali sumur jatuh cinta pada desain dari smartphone ini.

Yang saya miliki adalah varian warna Khaki pada backcover dan bagian layar berwarna hitam. Khaki ini semacam warna krem, antara silver dan gold. Dan menurut saya warna ini sangat indah untuk digunakan pada sebuah ponsel. Tidak terlalu feminim seperti gold, namun juga tidak terlalu gelap seperti warna hitam yang kadang menyembunyikan lekuk-lekuk keindahan sebuah smartphone. Terlebih lagi, varian warna hitamnya dijual lebih mahal, hehe.

Ketebalannya yang hanya 7,6 mm membuatnya sangat nyaman dikantongi maupun digenggam. Backcover metal-nya mempunyai finishing yang terasa lembut, sehingga ada sedikit perasaan bahwa bahannya tidak full metal. Entahlah, saya tak mengerti apa sebetulnya yang sudah dilakukan Nubia pada backcover Z11 Mini S ini, namun membuatnya tak terlalu licin dan seperti menghilangkan kekhawatiran saya akan mudah gores apabila terbentur cincin yang saya gunakan pada jari manis kanan saya.

Dilihat dari sisi manapun, rasanya Nubia Z11 Mini S terlihat sempurna. Penggunaan kaca bertepian 2.5D semakin membuatnya ramah pada kulit jemari.


Nubia UI 4.0

Ada beberapa hal yang saya sukai pada Nubia UI sejak pertama menggunakannya di Nubia Z7 Max. Waktu itu versinya masih 2.0 dengan berbasis Android 5.1 Lollipop. Beruntung Nubia masih mempertahankan kelebihan-kelebihan berupa fitur gesture tesebut pada Nubia UI 4.0 yang sudah menggunakan Android 6.0 Marshmallow. Yang berbeda hanyalah animasi yang ditampilkan saat fitur gesture tersebut digunakan. Tambahan lain ada pada kemampuan screen recording serta pemanfaatan sensor sidik jari untuk pemicu pengambilan screenshot

Berikut saya buatkan lagi daftar fitur Nubia UI yang saya sukai:
  • Switch apps, berpindah antar aplikasi sesuai urutan di recent apps dengan menyapu pinggiran layar ke atas atau bawah.
  • Clear apps, menutup semua aplikasi di recent apps, dengan menyapu pinggiran layar ke atas dan ke bawah beberapa kali.
  • Multi window / split screen, membagi layar menjadi dua jendela untuk membuka aplikasi berbeda sekaligus, dengan menyapu dari bawah layar ke atas.
  • Screenshot cepat. Tekan dan tahan tombol power +  volume down secara singkat atau usapkan tiga jari pada layar dari atas ke bawah akan langsung menyimpan screenshot satu layar penuh. 
  • Screenshot advanced. Tekan dan tahan tombol power +  volume down lebih lama akan menampilkan menu tambahan untuk screenshot, di mana kita dapat melakukan cropping, mengambil long screenshot, maupun screen recording. Hal yang sama dapat juga diakses dengan menempatkan jari pada fingerprint sensor dengan keadaan layar tidak terkunci.
Sama seperti custom UI dari ponsel asal Tiongkok lain, Nubia Z11 Mini S juga menyediakan aplikasi yang dapat mengatur penggunaan baterai, autostart permission, data usage, blacklist, dan cleaner. Pada Nubia UI, namanya adalah NeoSafe.


Kekurangan dari Nubia Z11 Mini S

Nah, dari tadi kan dibahas sisi per sisi yang membuat saya kagum pada Nubia Z11 Mini S. Serasa tak imbang dan hanya memuji ya? Haha. Begitulah saya kalau mengulas smartphone yang saya pilih sebagai daily driver saya. Kalau nggak begitu, nanti bakal pengen cepet-cepet ganti lagi soalnya, hahaha.

Tapi tenang, selama pemakaian Nubia Z11 Mini S ini saya menemukan juga beberapa kekurangan koq. Berikut ini adalah daftar kekurangan yang saya rasakan:
  • Konfigurasi tombol yang tak saya suka. Recent apps diakses dengan menekan dan tahan tombol home, tombol fisik malah berfungsi sebagai menu.
  • Nubia UI menghilangkan material design pada beberapa tampilan, seperti tampilan menu, serta tampilan jendela notifikasi dan popup.
  • ROM abal-abal? Entahlah, namun ROM yang digunakan saat smartphone ini saya terima tidak memiliki menu system update. Untunglah bootloader Nubia Z11 Mini S tidak dikunci, sehingga dapat diflashing ROM asli melalui mode recovery bawaan.
  • ROM asli Nubia Z11 Mini S malah bikin pusing. Bagaimana tidak, setiap ada sms dan panggilan masuk, lampu flash kamera menyala-nyala. Bagaimana kalau saya sedang berada di angkot lalu ada sms masuk dan flash menyala? Bisa-bisa saya dianggap sedang mengambil gambar orang di depan saya, hahaha. Saya tidak berhasil menemukan pengaturan untuk mematikan flash ini.

Apa Kata Aa tentang Nubia Z11 Mini S


Pada bagian ini, saya rasa hanya ada satu pertanyaan yang harus saya jawab agar bisa ditarik kesimpulan, apakah Nubia Z11 Mini S akan future-proof?

Saya rasa sih iya, smartphone ini akan mampu bertahan dua hingga tiga tahun ke depan. Meskipun perkembangan teknologi belakangan susah ditebak dan seringkali mengalami lompatan besar. 

Tahun ini standar minimal smartphone Android yang nyaman digunakan adalah processor Quadcore dengan clockspeed sekitar 1,3 GHZ, RAM 2 GB, layar lima inci dengan resolusi HD 720p. Mungkin dua tahun lagi, spesifikasi yang dimiliki Nubia Z11 Mini S sudah jadi spesifikasi paling minimal untuk smartphone Android ya, dan sampai saat itu tiba saya rasa menggunakan sebuah ponsel Android nan cantik yang juga jarang dimiliki orang lain di Indonesia akan terasa fun deh!

Selamat mupeng! :P

Review Hasil Kamera Nubia Z11 Mini S

Pada masa sekarang ini, kamera nampaknya jadi faktor penentu kesuksesan penjualan sebuah smartphone. Orang-orang sudah mengalihkan kebutuhan fotografi sehari-hari dari kamera pocket ke smartphone. Dari angka resolusinya yang 23 Megapixels saja, saya yakin sudah banyak yang tertarik deh.

Bagaimana kalo saya kasih tahu bahwa sensor kamera Nubia Z11 Mini S merupakan sensor kamera yang sama yang juga digunakan pada ASUS Zenfone 3 Deluxe dan Xiaomi Mi Note 2?

Nampak tak mungkin, tapi memang faktanya Nubia Z11 Mini S menggunakan sensor kamera Sony Exmor IMX318 yang benar-benar digunakan pada dua smartphone dengan harga tinggi menjulang yang saya sebutkan sebelumnya. Saya tak pandai membahas jeroan kamera ini, tapi ada baiknya Anda membuka link mengenai sensor tersebut untuk tahu apa saja kelebihannya.

Dalam performa nyatanya, saya selalu dipuaskan oleh hasil kamera Nubia Z11 Mini S. Selain itu, aplikasi Nubia Camera juga mempunyai banyak sekali fitur yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan performa kameranya. Mode profesional pun hadir dengan berbagai pengaturan manual yang lengkap. Hanya, shutter speed maksimal hanya sampai dua detik saja.

Biarlah gambar yang berbicara, silakan disimak ya.


Hasil Kamera Belakang Nubia Z11 Mini S

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia


Hasil Kamera Depan Nubia Z11 Mini S

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

review kamera nubia z11 mini s indonesia

Tuesday, February 21, 2017

Review Andromax B, Solusi Hape 4G 800ribuan dari Smartfren

review smartfen andromax b

Di awal tahun 2017 ini, Smartfren merilis tiga produk baru untuk seri Andromax mereka berupa dua buah smartphone entry level dan satu buah mi-fi.

Tadinya saya pikir, Smartfren akan merilis seri penerus Andromax A untuk seri smartphone Andromax dengan harga yang sangat terjangkau. Namun, Smartfren memilih untuk merilis seri baru, yaitu Andromax B, dengan memberikan sedikit upgrade pada software dan jenis panel layar yang kali ini sudah menggunakan IPS.

Sedikit upgrade tersebut ternyata menempatkan Andromax B pada level harga jual sebesar Rp849.000,- alias dua ratus ribu Rupiah lebih mahal dari Andromax A yang jika dibandingkan secara spesifikasi nyaris sama. Rupanya sedikit upgrade tersebut dampaknya memang cukup besar, terutama masalah OS. Berkat penggunaan Android 6.0 Marshmallow pada Andromax B, memori internal 8 GB yang terasa sempit dapat diperluas dengan penggunaan micro-SD yang dapat diformat sebagai tambahan memori internal. Selain itu ada fitur smartpower yang konon akan membuat penggunaan baterai lebih hemat. Ya, kedua fitur ini memang baru ada di Android Marshmallow saja.

Apakah Andromax B akan mampu merebut perhatian pasar pengguna smartphone dengan budget yang sangat terbatas dari Andromax A? Atau malah ujung-ujungnya drop price dan menggantikan Andromax A? Entahlah, untuk sekarang mari kita saksikan dulu proses unboxing dari smartphone ini saja.


Unboxing dan Hands-on Smartfren Andromax B


Tak ada yang berbeda dari kelengkapan pada paket penjualan Andromax B, sama seperti biasanya selalu lengkap dengan berbagai leaflet hehe. Sebuah headset tak lupa disertakan di dalamnya.

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

Layar Andromax B sudah ditempeli anti gores berupa plastik tipis dalam penjualannya. Sayangnya, anti gores ini sendiri malah gampang tergores. Namun, setidaknya ini membuat layar ponsel lebih terlindung, sementara menunggu aksesorisnya dijual bebas di pasaran.

review smartfen andromax b


Dan tadaaa.. inilah dia Smartfren Andromax B.
review smartfen andromax b

Kesan Pertama pada Smartfren Andromax B

Kesan pertama saya pada smartphone ini sebetulnya biasa saja seandainya tak tahu berapa harga jualnya. Namun, dari awal saya sudah menyesuaikan ekspektasi dengan informasi harga jual resminya di pasaran, sehingga saya merasa apa yang didapat benar-benar sebanding dengan harga yang harus dibayar.

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

Bodinya tentu saja sepenuhnya terbuat dari material plastik. Bukan plastik yang murahan, tapi juga tentunya bukan polikarbonat premium. Pola garis diagonal pada backcover-nya sangat membantu grip saya saat menggenggamnya.

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

Absennya backlight pada tombol kapasitif di bawah layar pun sudah saya prediksi dan maklumi. Yang masih saya sayangkan hanyalah ketidakhadiran LED notifikasi yang rasanya cukup vital secara fungsionalitas.

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

Layar 4,5 inci beresolusi FWVGA yang dimilikinya saya nilai usable, di mana saya bisa menikmati visual yang ditampilkan dari sisi reproduksi warna, kecerahan layar, dan kerapatan, serta responsifitas yang cukup untuk mengimbangi aktifitas jari saya saat berinteraksi dengan Andromax B.

Hadirnya fitur Sunlight Visibility Improvement dari Qualcomm memang sedikit membantu saat saya menggunakannya di bawah terik mentari, asalkan pengaturan kecerahan diatur maksimal. Hanya saja lapisan terluar layarnya yang reflektif serta jarak antara panel display dengan lapisan touchscreen, membuat sudut pandangnya sempit.

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

Backcover Andromax B dapat dilepas, pun demikian dengan baterainya. Di balik backcover kita akan mendapati satu buah slot micro-SD, satu slot khusus sim-card Smartfren 4G, dan satu slot sim-card tersisa untuk kartu GSM.


Smartfren Andromax B dalam Penggunaan Sehari-hari

Ada tiga hal yang menjadi perhatian utama saat saya menguji Andromax B dalam keseharian saya.

Yang pertama adalah kemampuan multitasking-nya. Mengingat besaran RAM yang hanya 1 GB, saya pikir ini adalah hal yang cukup krusial untuk diuji. Saya memasang semua aplikasi media sosial yang saya gunakan, ditambah tiga buah aplikasi messenger sekaligus, yaitu: BBM, Hangouts, dan Skype! Hasilnya semua notifikasi mampu diterima pada waktunya, hanya saat semua aplikasi sengaja saya buka, proses perpindahan antar aplikasi terasa sekali jadi payah. Berpindah aplikasi sebetulnya tidak memakan waktu yang terlalu lama, hanya saja butuh waktu lebih untuk memunculkan komponen-komponen visual pada aplikasi yang dibuka kembali. Saya rasa wajar lah namanya RAM 1 GB, setidaknya masih mampu berpindah banyak aplikasi meskipun harus ekstra sabar.

review smartfen andromax breview smartfen andromax b


Kedua adalah masalah daya tahan baterai. Saya tahu performa processor Snapdragon 210 ini memang tak buas, tapi kan bukan berarti otomatis konsumsi dayanya hemat. Karena kalau processor kelas bawah seperti ini tak seperti processor top Qualcomm, yang meskipun performa dewa, tapi kalo soal baterai mah ngiritnya udah kaya orang kantoran seminggu sebelum gajian, hahaha. Syukurlah, baterai berkapasitas 1.950 mAh yang dibawanya masih mampu mengikuti gaya orang kantoran, biasa tuh yang pagi cabut casan, malam colok lagi. Kalau mau lebih hemat lagi, matikan koneksi data dan pakai wifi terus, dijamin bisa tembus 24 jam ahahaha.

review smartfen andromax b

Ketiga adalah masalah kamera. Apakah bulatan besar di belakang backcover itu hanya aksesoris atau benar-benar alat perekam gambar yang bisa diandalkan? Untunglah dari beberapa kondisi yang saya ujikan kepada Andromax B, bulatan itu sah disebut sebagai kamera, bukan pemanis belaka, hahaha. Lengkapnya dapat dilihat pada bagian khusus di artikel ini yang membahas kamera ya.

Andromax B sudah mengusung OS Android 6.0 Marshmallow yang menjadi pembeda dengan Andromax A. Dan menurut saya ini termasuk suatu kelebihan. Kenapa? Karena dengan Marshmallow, kita dapat memformat micro-SD untuk dijadikan internal storage. Dengan ROM sebesar 8 GB yang tersisa sekitar 4 GB saja untuk pengguna, rasa-rasanya penyimpanan ini jadi sesuatu yang akan jadi masalah. Saat ini saja, free space saya tinggal 400 MB-an akibat meng-install semua aplikasi dan games demi menguji ponsel ini, haha. Bersyukurlah dapat OS Marshmallow, jangan lupa pasangkan micro-SD yang berkualitas ya.

review smartfen andromax b


Performa keseluruhan dari Andromax B ini saya nilai jauh dari mengecewakan. Saya senang membawanya ke mana-mana, karena selain ringan dan tak takut rawan tergores, saya dapat mengandalkannya untuk browsing serta membuka dan membalas pesan-pesan di media sosial maupun aplikasi messenger.

Dibawa bermain game pun masih sanggup, asal jangan lupa tutup dulu aplikasi yang ada di recent apps ya. Karena dengan kondisi tersebut pun, saya masih bisa merasakan gaming experience saya cukup tersendat walau tak sampai freeze atau force close.

Jangan pernah berharap smartphone semurah ini dapat digunakan bermain VR ya, daripada Anda kecewa, hehe. Berikut adalah informasi hardware dan skor benchmark dari Smartfren Andromax B yang saya hasilkan melalui beberapa aplikasi:

CPU-X
review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b


AIDA 64
review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b


Sensor Box for Android
review smartfen andromax b
Kelengkapan sensor Smartfren Andromax B


Antutu Benchmark
review smartfen andromax b
Skor Antutu Benchmark Smartfren Andromax B

review smartfen andromax b
Detail Skor Antutu Benchmark Smartfren Andromax B



Oh ya, smartphone ini sudah dilengkapi dengan bermacam fitur gesture. Anda dapat mengetuk layar dua kali untuk menyalakannya, atau lazim disebut double tap to wake. Berbagai aksi seperti kontrol pemutar musik, membuka kamera maupun aplikasi lainnya pun dapat dilakukan dari keadaan layar mati. Cukup untuk membuat penggunaannya lebih praktis, sip deh!


Hasil Kamera Smartfren Andromax B

Sebelumnya, saya tak sempat menjajal Andromax A sehingga tak tahu kualitas kameranya. Namun, saya sempat mencoba Andromax E2+ dan menilai kameranya tergolong cukup baik. Nah, bagaimana dengan kamera Andromax B?

Dengan harga jual Rp849.000,- saja, saya cukup terkejut dengan hasil kamera utama Andromax B pada kondisi outdoor. Selain hasilnya jernih, warnanya bisa dibilang pada keluar. Bahkan di layar ponsel ini yang pastinya tak sebaik layar-layar milik smartphone dua jutaan ke atas, hasil gambarnya masih terlihat cukup vivid. Pada kondisi kurang cahaya, gambar terlihat lebih pucat dan sedikit memble. Tingkat noise yang muncul masih pada taraf wajar. Sayangnya, resolusi 5 megapixels untuk kamera utama bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan.

Resolusi yang sama juga digunakan untuk kamera depan, dan ini tergolong lumrah. Pada kondisi cahaya cukup atau di luar ruangan, Anda takkan malu untuk membagikan hasilnya di media sosial. Karena gambar yang dihasilkan terlihat tajam, jernih, dengan saturasi warna yang natural. Sementara pada kondisi lowlightsnoise memang hadir dengan sangat jelas.

Fitur kameranya sendiri sangat standar, meskipun masih terdapat pilihan untuk mengatur white balance dan lainnya. Saya rasa kita memang tak bisa berharap fitur berlebih mengingat harga dan target pasar dari smartphone yang satu ini.

Hasil fotonya dapat dilihat pada artikel review kamera Smartfren Andromax B ini ya.


Plus dan Minus Smartfren Andromax B

Kelebihan Smartfren Andromax B menurut saya:

  • Harga yang terjangkau.
  • Paket penjualan lengkap, disertai bonus kuota data yang mencapai 30 GB selama setahun ke depan (dengan minimum pengisian pulsa per bulannya).
  • Kameranya dapat diandalkan.
  • Sudah Android 6.0 Marshmallow, bisa membuat micro-SD jadi internal storage.
  • Baterai dapat dilepas, sehingga seandainya performanya menurun, cukup ganti baterainya saja.
  • Hadirnya fitur gesture memungkinkan cara menyalakan layar dengan double tap to wake.

Kekurangan Smartfren Andromax B menurut saya:

  • Price positioning yang tanggung dan membingungkan.
  • Jaringan 4G hanya bisa diakses oleh sim-card Smartfren saja.
  • Daya tahan baterai tak istimewa.
  • Tidak ada LED notifikasi.
  • Layar reflektif sehingga sudut pandangnya agak sempit.

Apa Kata Aa tentang Smartfren Andromax B


Dari berbagai diskusi yang bergulir di media sosial, saya pikir kebanyakan bermuara pada satu hal: positioning dari produk ini! Bukan, bukan di pasar smartphone umum dan bersanding dengan berbagai ponsel dari brand lain, melainkan justru di lini Andromax sendiri.

Dengan harganya saat ini, rasanya koq nanggung ya. Maksud saya, kalau mau cari ponsel dengan harga cekak banget rasanya lebih baik ambil sekalian Andromax A. Sementara kalau punya uang satu juta Rupiah, bukankah lebih baik ambil Andromax E2+ sekalian? RAM-nya 2 GB lho!

Terlepas dari kebingungan ini, menurut saya Andromax B adalah produk yang memberikan value sesuai dengan harganya. Dibandingkan harus membeli ponsel Android di bawah sejutaan dari merk yang tak jelas, atau maaf beberapa vendor yang mengaku brand lokal, saya lebih baik membeli produk Andromax. Layanan purna jualnya sudah tersebar di berbagai kota, pun soal jaringan 4G-nya yang sudah banyak tersedia hingga ke kota-kota kecil.

Selain itu, untuk tiga hal yang saya beri perhatian lebih pada tulisan ini, yaitu multitasking, baterai, dan kamera, rasa-rasanya Andromax B masih terbilang dapat diandalkan. Bahkan untuk kamera, satu jempol saya berikan deh untuk hasil foto di kondisi pencahayaan cukup ya.

Saya yakin mereka yang membeli produk ini terbagi ke dalam dua kategori. Pertama adalah pengguna smartphone pemula atau mereka yang memiliki budget terbatas sehingga akan menerima semua spesifikasi serta performa nyata yang mereka dapat. Sementara yang kedua adalah mereka yang mencari ponsel kedua untuk menemani ponsel utama, dan dalam hal ini pun biasanya performa tidak menjadi syarat utama.

Kalau Anda mau cari ponsel utama dengan performa tinggi di harga delapan ratus ribuan mah, itu kelewatan ngarep-nya kata saya mah, hehehe. Kaya minum kopi di warung pinggir jalan, namun berharap dilayani barista ala kedai kopi di mal, atau kaya saya yang ngarep dapat perhatian dari Gista, hehe, hiks.

Jadi, saya yakin Andromax B sudah memiliki target pasar yang cocok dengan apa yang ditawarkan. Dan dengan tingkat harga yang dibandrol padanya, apa yang didapat sudah sesuai koq.

Sekian ulasan yang dapat saya berikan, semoga memberi bayangan untuk Anda yang sedang mencari informasi tentang smartphone ini ya. Hatur nuhun, wassalam.