Gadget Promotions

Tuesday, February 21, 2017

Review Andromax B, Solusi Hape 4G 800ribuan dari Smartfren

review smartfen andromax b

Di awal tahun 2017 ini, Smartfren merilis tiga produk baru untuk seri Andromax mereka berupa dua buah smartphone entry level dan satu buah mi-fi.

Tadinya saya pikir, Smartfren akan merilis seri penerus Andromax A untuk seri smartphone Andromax dengan harga yang sangat terjangkau. Namun, Smartfren memilih untuk merilis seri baru, yaitu Andromax B, dengan memberikan sedikit upgrade pada software dan jenis panel layar yang kali ini sudah menggunakan IPS.

Sedikit upgrade tersebut ternyata menempatkan Andromax B pada level harga jual sebesar Rp849.000,- alias dua ratus ribu Rupiah lebih mahal dari Andromax A yang jika dibandingkan secara spesifikasi nyaris sama. Rupanya sedikit upgrade tersebut dampaknya memang cukup besar, terutama masalah OS. Berkat penggunaan Android 6.0 Marshmallow pada Andromax B, memori internal 8 GB yang terasa sempit dapat diperluas dengan penggunaan micro-SD yang dapat diformat sebagai tambahan memori internal. Selain itu ada fitur smartpower yang konon akan membuat penggunaan baterai lebih hemat. Ya, kedua fitur ini memang baru ada di Android Marshmallow saja.

Apakah Andromax B akan mampu merebut perhatian pasar pengguna smartphone dengan budget yang sangat terbatas dari Andromax A? Atau malah ujung-ujungnya drop price dan menggantikan Andromax A? Entahlah, untuk sekarang mari kita saksikan dulu proses unboxing dari smartphone ini saja.


Unboxing dan Hands-on Smartfren Andromax B


Tak ada yang berbeda dari kelengkapan pada paket penjualan Andromax B, sama seperti biasanya selalu lengkap dengan berbagai leaflet hehe. Sebuah headset tak lupa disertakan di dalamnya.

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

Layar Andromax B sudah ditempeli anti gores berupa plastik tipis dalam penjualannya. Sayangnya, anti gores ini sendiri malah gampang tergores. Namun, setidaknya ini membuat layar ponsel lebih terlindung, sementara menunggu aksesorisnya dijual bebas di pasaran.

review smartfen andromax b


Dan tadaaa.. inilah dia Smartfren Andromax B.
review smartfen andromax b

Kesan Pertama pada Smartfren Andromax B

Kesan pertama saya pada smartphone ini sebetulnya biasa saja seandainya tak tahu berapa harga jualnya. Namun, dari awal saya sudah menyesuaikan ekspektasi dengan informasi harga jual resminya di pasaran, sehingga saya merasa apa yang didapat benar-benar sebanding dengan harga yang harus dibayar.

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

Bodinya tentu saja sepenuhnya terbuat dari material plastik. Bukan plastik yang murahan, tapi juga tentunya bukan polikarbonat premium. Pola garis diagonal pada backcover-nya sangat membantu grip saya saat menggenggamnya.

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

Absennya backlight pada tombol kapasitif di bawah layar pun sudah saya prediksi dan maklumi. Yang masih saya sayangkan hanyalah ketidakhadiran LED notifikasi yang rasanya cukup vital secara fungsionalitas.

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

Layar 4,5 inci beresolusi FWVGA yang dimilikinya saya nilai usable, di mana saya bisa menikmati visual yang ditampilkan dari sisi reproduksi warna, kecerahan layar, dan kerapatan, serta responsifitas yang cukup untuk mengimbangi aktifitas jari saya saat berinteraksi dengan Andromax B.

Hadirnya fitur Sunlight Visibility Improvement dari Qualcomm memang sedikit membantu saat saya menggunakannya di bawah terik mentari, asalkan pengaturan kecerahan diatur maksimal. Hanya saja lapisan terluar layarnya yang reflektif serta jarak antara panel display dengan lapisan touchscreen, membuat sudut pandangnya sempit.

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

Backcover Andromax B dapat dilepas, pun demikian dengan baterainya. Di balik backcover kita akan mendapati satu buah slot micro-SD, satu slot khusus sim-card Smartfren 4G, dan satu slot sim-card tersisa untuk kartu GSM.


Smartfren Andromax B dalam Penggunaan Sehari-hari

Ada tiga hal yang menjadi perhatian utama saat saya menguji Andromax B dalam keseharian saya.

Yang pertama adalah kemampuan multitasking-nya. Mengingat besaran RAM yang hanya 1 GB, saya pikir ini adalah hal yang cukup krusial untuk diuji. Saya memasang semua aplikasi media sosial yang saya gunakan, ditambah tiga buah aplikasi messenger sekaligus, yaitu: BBM, Hangouts, dan Skype! Hasilnya semua notifikasi mampu diterima pada waktunya, hanya saat semua aplikasi sengaja saya buka, proses perpindahan antar aplikasi terasa sekali jadi payah. Berpindah aplikasi sebetulnya tidak memakan waktu yang terlalu lama, hanya saja butuh waktu lebih untuk memunculkan komponen-komponen visual pada aplikasi yang dibuka kembali. Saya rasa wajar lah namanya RAM 1 GB, setidaknya masih mampu berpindah banyak aplikasi meskipun harus ekstra sabar.

review smartfen andromax breview smartfen andromax b


Kedua adalah masalah daya tahan baterai. Saya tahu performa processor Snapdragon 210 ini memang tak buas, tapi kan bukan berarti otomatis konsumsi dayanya hemat. Karena kalau processor kelas bawah seperti ini tak seperti processor top Qualcomm, yang meskipun performa dewa, tapi kalo soal baterai mah ngiritnya udah kaya orang kantoran seminggu sebelum gajian, hahaha. Syukurlah, baterai berkapasitas 1.950 mAh yang dibawanya masih mampu mengikuti gaya orang kantoran, biasa tuh yang pagi cabut casan, malam colok lagi. Kalau mau lebih hemat lagi, matikan koneksi data dan pakai wifi terus, dijamin bisa tembus 24 jam ahahaha.

review smartfen andromax b

Ketiga adalah masalah kamera. Apakah bulatan besar di belakang backcover itu hanya aksesoris atau benar-benar alat perekam gambar yang bisa diandalkan? Untunglah dari beberapa kondisi yang saya ujikan kepada Andromax B, bulatan itu sah disebut sebagai kamera, bukan pemanis belaka, hahaha. Lengkapnya dapat dilihat pada bagian khusus di artikel ini yang membahas kamera ya.

Andromax B sudah mengusung OS Android 6.0 Marshmallow yang menjadi pembeda dengan Andromax A. Dan menurut saya ini termasuk suatu kelebihan. Kenapa? Karena dengan Marshmallow, kita dapat memformat micro-SD untuk dijadikan internal storage. Dengan ROM sebesar 8 GB yang tersisa sekitar 4 GB saja untuk pengguna, rasa-rasanya penyimpanan ini jadi sesuatu yang akan jadi masalah. Saat ini saja, free space saya tinggal 400 MB-an akibat meng-install semua aplikasi dan games demi menguji ponsel ini, haha. Bersyukurlah dapat OS Marshmallow, jangan lupa pasangkan micro-SD yang berkualitas ya.

review smartfen andromax b


Performa keseluruhan dari Andromax B ini saya nilai jauh dari mengecewakan. Saya senang membawanya ke mana-mana, karena selain ringan dan tak takut rawan tergores, saya dapat mengandalkannya untuk browsing serta membuka dan membalas pesan-pesan di media sosial maupun aplikasi messenger.

Dibawa bermain game pun masih sanggup, asal jangan lupa tutup dulu aplikasi yang ada di recent apps ya. Karena dengan kondisi tersebut pun, saya masih bisa merasakan gaming experience saya cukup tersendat walau tak sampai freeze atau force close.

Jangan pernah berharap smartphone semurah ini dapat digunakan bermain VR ya, daripada Anda kecewa, hehe. Berikut adalah informasi hardware dan skor benchmark dari Smartfren Andromax B yang saya hasilkan melalui beberapa aplikasi:

CPU-X
review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b


AIDA 64
review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b

review smartfen andromax b


Sensor Box for Android
review smartfen andromax b
Kelengkapan sensor Smartfren Andromax B


Antutu Benchmark
review smartfen andromax b
Skor Antutu Benchmark Smartfren Andromax B

review smartfen andromax b
Detail Skor Antutu Benchmark Smartfren Andromax B



Oh ya, smartphone ini sudah dilengkapi dengan bermacam fitur gesture. Anda dapat mengetuk layar dua kali untuk menyalakannya, atau lazim disebut double tap to wake. Berbagai aksi seperti kontrol pemutar musik, membuka kamera maupun aplikasi lainnya pun dapat dilakukan dari keadaan layar mati. Cukup untuk membuat penggunaannya lebih praktis, sip deh!


Hasil Kamera Smartfren Andromax B

Sebelumnya, saya tak sempat menjajal Andromax A sehingga tak tahu kualitas kameranya. Namun, saya sempat mencoba Andromax E2+ dan menilai kameranya tergolong cukup baik. Nah, bagaimana dengan kamera Andromax B?

Dengan harga jual Rp849.000,- saja, saya cukup terkejut dengan hasil kamera utama Andromax B pada kondisi outdoor. Selain hasilnya jernih, warnanya bisa dibilang pada keluar. Bahkan di layar ponsel ini yang pastinya tak sebaik layar-layar milik smartphone dua jutaan ke atas, hasil gambarnya masih terlihat cukup vivid. Pada kondisi kurang cahaya, gambar terlihat lebih pucat dan sedikit memble. Tingkat noise yang muncul masih pada taraf wajar. Sayangnya, resolusi 5 megapixels untuk kamera utama bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan.

Resolusi yang sama juga digunakan untuk kamera depan, dan ini tergolong lumrah. Pada kondisi cahaya cukup atau di luar ruangan, Anda takkan malu untuk membagikan hasilnya di media sosial. Karena gambar yang dihasilkan terlihat tajam, jernih, dengan saturasi warna yang natural. Sementara pada kondisi lowlightsnoise memang hadir dengan sangat jelas.

Fitur kameranya sendiri sangat standar, meskipun masih terdapat pilihan untuk mengatur white balance dan lainnya. Saya rasa kita memang tak bisa berharap fitur berlebih mengingat harga dan target pasar dari smartphone yang satu ini.

Hasil fotonya dapat dilihat pada artikel review kamera Smartfren Andromax B ini ya.


Plus dan Minus Smartfren Andromax B

Kelebihan Smartfren Andromax B menurut saya:

  • Harga yang terjangkau.
  • Paket penjualan lengkap, disertai bonus kuota data yang mencapai 30 GB selama setahun ke depan (dengan minimum pengisian pulsa per bulannya).
  • Kameranya dapat diandalkan.
  • Sudah Android 6.0 Marshmallow, bisa membuat micro-SD jadi internal storage.
  • Baterai dapat dilepas, sehingga seandainya performanya menurun, cukup ganti baterainya saja.
  • Hadirnya fitur gesture memungkinkan cara menyalakan layar dengan double tap to wake.

Kekurangan Smartfren Andromax B menurut saya:

  • Price positioning yang tanggung dan membingungkan.
  • Jaringan 4G hanya bisa diakses oleh sim-card Smartfren saja.
  • Daya tahan baterai tak istimewa.
  • Tidak ada LED notifikasi.
  • Layar reflektif sehingga sudut pandangnya agak sempit.

Apa Kata Aa tentang Smartfren Andromax B


Dari berbagai diskusi yang bergulir di media sosial, saya pikir kebanyakan bermuara pada satu hal: positioning dari produk ini! Bukan, bukan di pasar smartphone umum dan bersanding dengan berbagai ponsel dari brand lain, melainkan justru di lini Andromax sendiri.

Dengan harganya saat ini, rasanya koq nanggung ya. Maksud saya, kalau mau cari ponsel dengan harga cekak banget rasanya lebih baik ambil sekalian Andromax A. Sementara kalau punya uang satu juta Rupiah, bukankah lebih baik ambil Andromax E2+ sekalian? RAM-nya 2 GB lho!

Terlepas dari kebingungan ini, menurut saya Andromax B adalah produk yang memberikan value sesuai dengan harganya. Dibandingkan harus membeli ponsel Android di bawah sejutaan dari merk yang tak jelas, atau maaf beberapa vendor yang mengaku brand lokal, saya lebih baik membeli produk Andromax. Layanan purna jualnya sudah tersebar di berbagai kota, pun soal jaringan 4G-nya yang sudah banyak tersedia hingga ke kota-kota kecil.

Selain itu, untuk tiga hal yang saya beri perhatian lebih pada tulisan ini, yaitu multitasking, baterai, dan kamera, rasa-rasanya Andromax B masih terbilang dapat diandalkan. Bahkan untuk kamera, satu jempol saya berikan deh untuk hasil foto di kondisi pencahayaan cukup ya.

Saya yakin mereka yang membeli produk ini terbagi ke dalam dua kategori. Pertama adalah pengguna smartphone pemula atau mereka yang memiliki budget terbatas sehingga akan menerima semua spesifikasi serta performa nyata yang mereka dapat. Sementara yang kedua adalah mereka yang mencari ponsel kedua untuk menemani ponsel utama, dan dalam hal ini pun biasanya performa tidak menjadi syarat utama.

Kalau Anda mau cari ponsel utama dengan performa tinggi di harga delapan ratus ribuan mah, itu kelewatan ngarep-nya kata saya mah, hehehe. Kaya minum kopi di warung pinggir jalan, namun berharap dilayani barista ala kedai kopi di mal, atau kaya saya yang ngarep dapat perhatian dari Gista, hehe, hiks.

Jadi, saya yakin Andromax B sudah memiliki target pasar yang cocok dengan apa yang ditawarkan. Dan dengan tingkat harga yang dibandrol padanya, apa yang didapat sudah sesuai koq.

Sekian ulasan yang dapat saya berikan, semoga memberi bayangan untuk Anda yang sedang mencari informasi tentang smartphone ini ya. Hatur nuhun, wassalam.


Thursday, February 16, 2017

Review QCY Q29, Penerus Kehebatan Q26 yang Sudah Stereo

review qcy q29 bluetooth stereo earphone


Masih ingat dengan ulasan dari bluetooth earphone segede upil QCY Q26? Kali ini saya kedatangan bluetooth earphone generasi selanjutnya dari QCY, yaitu Q29.

Tak seperti QCY Q26 yang jomblo alias tak punya pasangan, QCY Q29 hadir dengan lengkap. Selengkap Romeo dan Juliet, Romlah dan Julianto, atau sesederhana kiri dan kanan. Ya selengkap-lengkapnya earphone, pasti cuma kiri dan kanan kan? Ga ada sampai earphone yang empat modul misalkan, kiri-kanan depan-belakang, mau dipasang di mana? Ahahaha.

Sepintas jika melihat penampakan QCY Q29 yang memiliki carrying case yang sekaligus berfungsi sebagai dock charging, saya yakin Anda akan mengidentikkan produk ini dengan wearables lain milik Samsung, Gear IconX. Dan saya yakin juga kemudian Anda akan menyangka ini adalah semacam versi kerehore-nya Gear IconX.

review qcy q29 bluetooth stereo earphone

review qcy q29 bluetooth stereo earphone

review qcy q29 bluetooth stereo earphone

review qcy q29 bluetooth stereo earphone

review qcy q29 bluetooth stereo earphone

review qcy q29 bluetooth stereo earphone


Hore-nya sih iya, kere-nya nggak. Karena meskipun nampak seperti dua buah QCY Q26 yang diberi dock charging, hargan QCY Q29 tak sekedar dua kali lipat dari harga QCY Q26, melainkan enam kali lipat! (harga normal QCY Q29 ini adalah $59.99, tetapi bulan Februari ini ada diskon 40% dengan menggunakan kode voucher "f7a2ef" di halaman produk QCY Q29 ini di Banggood)

Video unboxing-nya dapat Anda lihat di sini.


Dengan output audio yang mempunyai kualitas kurang lebih sama, rasa-rasanya harga QCY Q29 ini akan cukup memberatkan kocek audiophile kelas ekonomi. Meskipun memang harganya hanya sekitar sepertiga Gear IconX, namun seandainya saya harus membelinya sendiri tentu saya pun akan berpikir matang sebelum menolaknya mentah-mentah. Dikira buah mangga kali ah, ada yang matang sama mentah, hahaha!

Pssst... Untung saja saya mah dapet minta dari Banggood.com ahaha. Yang mau beli, bisa cek harga dari QCY Q29 di website Banggood ya.

Fungsi QCY Q29 memang tak selengkap Samsung Gear IxonX. QCY Q29 hanya memiliki kegunaan sebagai wireless earphone saja, tak kurang dan tak lebih. Namun, apabila Anda menggunakan masing-masing modulnya secara terpisah, Anda seakan mendapatkan dua buah QCY Q26. Karena meskipun modul sebelah kanan merupakan modul utamanya, baik modul kiri maupun kanan dapat digunakan sebagai earphone mandiri.

Pada kedua modul, terdapat sebuah tombol yaitu pada bagian yang mengkilap. Saya merasa tombol ini mudah tertekan saat kita memasang atau memperbaiki posisi earphone pada telinga. Rasanya tombol QCY Q26 lebih cocok posisinya buat saya, walau tak menutup kemungkinan sebagian besar orang akan lebih suka posisi tombol besar yang dimiliki QCY Q29 ini.

Sayangnya, sama seperti QCY Q26, tombol pada QCY Q29 ini hanya berfungsi untuk answer atau end call, serta play atau pause musik saja. Kita tak bisa menggunakannya untuk mengontrol media player pada smartphone. Boro-boro bisa merespon sentuhan kayak di Gear IconX mah hehehe.

review qcy q29 bluetooth stereo earphone

review qcy q29 bluetooth stereo earphone

review qcy q29 bluetooth stereo earphone


Tak ada lubang micro-USB pada kedua modul, karena kali ini pengisian daya dilakukan melalui dua buah pin magnetic pada masing-masing modul. Jadi, pastikan Anda tidak meninggalkan charging dock-nya ya, karena itulah satu-satunya jalan untuk melakukan pengisian daya.

Baterai QCY Q29 sendiri masih berkapasitas 30 mAh di masing-masing modul, sehingga daya tahannya pun masih sama dengan QCY Q26 yaitu sekitar 3 jam saja. Perbaikan yang saya rasakan ada di waktu pengisian daya yang rasanya lebih singkat.

Sebelum menghubungkannya dengan smartphone atau notebook Anda, pastikan kedua modul memiliki daya. Anda bisa mencolokkan charger berujung kepala micro-USB, dan lihat lampu indikator pada masing-masing modul. Apabila sudah penuh terisi, lampu indikator akan berubah dari merah menjadi putih, lalu kemudian mati.

Proses pairing-nya sendiri saya akui sedikit memakan waktu dan tak begitu praktis. Jika mengikuti apa yang ada pada petunjuk di buku manual, maka prosesnya adalah seperti ini:
  1. Angkat modul sebelah kanan dari charging dock-nya, secara otomatis earphone ini akan masuk ke mode pairing.
  2. Cari dan hubungkan perangkat bluetooth yang bernama "QCY-Q29_R".
  3. Setelah modul kanan terhubung, angkat modul kiri dari charging dock, dan dekatkan dengan modul sebelah kanan tadi.
  4. Tunggu hingga terdengar suara yang menyebutkan bahwa channel bluetooth sudah tersambung untuk kedua modul earphone.
Sayangnya, cara ini tak selalu berhasil. Saya pun pernah gagal mendapatkan Gista menghubungkan kedua modul QCY Q29 ini dengan cara tersebut. Saya malah berhasil melakukan pairing dengan cara seperti ini:
  1. Dari keadaan mati, masuk ke mode pairing dengan tekan dan tahan terus tombol pada modul kanan QCY Q29 (sekitar 8 detik) hingga bersuara dua kali (suara pertama indikasi menyala, suara kedua indikasi mode pairing).
  2. Lakukan langkah yang sama untuk modul sebelah kiri QCY Q29.
  3. Pastikan kedua modul dalam jarak yang berdekatan, tunggu dan dengarkan kembali suara yang mengindikasikan bahwa kedua modul sudah berhasil terhubung.
  4. Setelah itu, baru pasangkan QCY Q29 dengan smartphone atau notebook Anda, yang dipasangkan tetap yang sebelah kanan ya, sang modul utama.
  5. Voila, saya berhasil menggunakan cara yang ini.


Apa Kata Aa tentang QCY Q29


Dengan harga yang mencapai enam kali lipat dari QCY Q26, saya menyarankan Anda membeli QCY Q26 saja kalo untuk urusan gadget, Anda masih mengenal kata anggaran. Hehe...

Ya, kualitas suara QCY Q26 masih terasa sama, selain itu pairing lebih cepat, dan harganya pasti jauh lebih ramah di kantong.

Kelebihan QCY Q29 ada pada sifatnya yang stereo karena mempunyai modul yang lengkap kiri dan kanan, namun masih bisa digunakan secara terpisah sehingga kita seakan memiliki dua buah earphone bluetooth. Namun memang harus diakui hadirnya carrying case sekaligus dock charging pada earphone ini membuatnya terlihat wah, terlihat seperti barang canggih, dan pastinya bikin tambah keren yang punya, hehe.

Anda yang punya extra budget untuk tampil kece saya persilakan untuk memiliki QCY Q29. Kalau urusan suara mah sudah bukan masalah, bluetooth earphone milik Meizu dan Xiaomi bisa dengan mudah dilibas oleh QCY. Dua jempol saya berikan karena QCY mempertahankan kualitas suara yang oke pada Q26 di produk suksesornya, QCY Q29.

Saya mengerti, dari tadi Anda pasti pusing mengeja Q-C-Y , Q-2-6, dan Q-2-9. Dari itu, saya sudahi saja deh ulasannya, mending Anda coba langsung biar percaya, hehehe. Jika Anda tertarik membelinya, boleh banget klik link QCY Q26 maupun QCY Q29 yang akan membawa Anda ke website Banggood. Moga-moga lagi ada promosi ya.

Sekian, dan hatur nuhun!


Review Hasil Kamera Smartfren Andromax B


Sebelumnya, saya tak sempat menjajal Andromax A sehingga tak tahu kualitas kameranya. Namun, saya sempat mencoba Andromax E2+ dan menilai kameranya tergolong cukup baik. Nah, bagaimana dengan kamera Andromax B?

Dengan harga jual Rp849.000,- saja, saya cukup terkejut dengan hasil kamera utama Andromax B pada kondisi outdoor. Selain hasilnya jernih, warnanya bisa dibilang pada keluar. Bahkan di layar ponsel ini yang pastinya tak sebaik layar-layar milik smartphone dua jutaan ke atas, hasil gambarnya masih terlihat vivid. Pada kondisi kurang cahaya, gambar terlihat lebih pucat dan sedikit memble. Tingkat noise yang muncul masih pada taraf wajar. Sayangnya, resolusi 5 megapixels untuk kamera utama bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan.

Resolusi yang sama juga digunakan untuk kamera depan, dan ini tergolong lumrah. Pada kondisi cahaya cukup atau di luar ruangan, Anda takkan malu untuk membagikan hasilnya di media sosial. Karena gambar yang dihasilkan terlihat tajam, jernih, dengan saturasi warna yang natural. Sementara pada kondisi lowlights, noise memang hadir dengan sangat jelas.

Fitur kameranya sendiri sangat standar, meskipun masih terdapat pilihan untuk mengatur white balance dan lainnya. Saya rasa kita memang tak bisa berharap fitur berlebih mengingat harga dan target pasar dari smartphone yang satu ini.

Hasil fotonya dapat dilihat di bawah ini ya, semua gambar tidak melalui proses editing selain resize.

Hasil Kamera Belakang Smartfren Andromax B

review kamera smartfren andromax b

review kamera smartfren andromax b

review kamera smartfren andromax b

review kamera smartfren andromax b

review kamera smartfren andromax b

review kamera smartfren andromax b

review kamera smartfren andromax b

review kamera smartfren andromax b

review kamera smartfren andromax b

review kamera smartfren andromax b

Hasil Kamera Depan Smartfren Andromax B

review kamera smartfren andromax b

review kamera smartfren andromax b

review kamera smartfren andromax b

review kamera smartfren andromax b