Gadget Promotions

Monday, November 28, 2016

Review ZUK Z2 Indonesia, Sang Juara yang Low Profile

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape

Sejak awal ZUK Z2 dirilis di negerinya, saya sudah merasa tertarik. Ada dua hal dari konten promosinya kala itu yang membuat saya merasa perlu untuk mencoba smartphone ini.

Pertama, kalau tak salah ingat di video promosinya disebutkan bahwa ZUK Z2 akan mendukung kompatibilitas dengan berbagai custom Android OS terkemuka, semisal: Cyanogen OS, MIUI, FlyMe OS, hingga Mokee. Waktu itu rasanya tak aneh mengingat sang pendahulu, ZUK Z1, merupakan smartphone yang menggunakan Cyanogen OS.

Kedua adalah uTouch yang merupakan home button milik ZUK Z2 dengan banyak kegunaan. Beberapa kegunaan dasarnya sebetulnya mirip dengan mTouch milik jajaran smartphone Meizu, antara lain merangkap sebagai home button, back button, sekaligus fingerprint scanner. Namun satu hal yang membedakan adalah home button milik ZUK Z2 dapat berfungsi layaknya trackpad milik smartphone Blackberry. Ya, uTouch button ZUK Z2 dapat menerima inputan berupa sapuan jari ke kiri dan ke kanan, yang berfungsi untuk switch antar aplikasi sesuai urutannya di recent apps. Keren bukan?

Masalah harga dan ketersediaan barang di pasaran Indonesia menjadi halangan berat buat saya untuk dapat memiliki ZUK Z2 di kala itu. Hingga akhirnya pihak Banggood.com menginformasikan promo diskon untuk ZUK Z2 ini menjelang event Single's Day 11/11, di mana ZUK Z2 dapat dibeli dengan harga hanya sekitar $180 saja.

Adanya informasi tersebut membuat saya mengecek keberadaan ZUK Z2 di toko online lokal. Pucuk di cinta, Gista pun tiba! Di marketplace berwarna hijau, saya menemukan beberapa penjual sudah memasang ZUK Z2 di etalase mereka. Harganya saat itu berkisar antara 3,2 hingga 3,4 juta Rupiah.

Waktu itu, akhirnya saya niatkan membeli ZUK Z2 pada tanggal 11/11 dengan mengharapkan ada diskon di beberapa marketplace lokal, atau jika tidak, maka saya akan membelinya di Banggood. Pada akhirnya saya tetap membeli di Tokopedia dengan harga normal karena pada tanggal tersebut rupanya hanya Lazada dan Blibli saja yang menggelar promosi diskon.

Saat saya memulai diskusi tentang produk itu di Tokopedia, salah satu seller rupanya mengenali saya sebagai anggota milis Id-android. Akhirnya transaksi pun saya lakukan di lapak milik rekan milis tersebut, hingga akhirnya barang datang dan prosesi buka kotak pun segera saya lakukan.


Unboxing & Hands-on ZUK Z2 Indonesia


Nyaris tak ada tulisan yang bisa saya baca pada kemasan luar serta kelengkapan dokumen dalam paket penjualan ZUK Z2 ini. Hampir semuanya menggunakan tulisan asli dari negerinya, Tiongkok. Namun, ini sama sekali tak menjadi masalah buat saya, karena seandainya pun ada tulisan berbahasa Inggris pada kitab-kitab yang disertakan, ujung-ujungnya sama saja, tak dibaca. Kalaupun saya baca, tak akan saya balas. Haduh, mulai deh baper lagi, saya kira lagi bahas pesan-pesan saya yang hanya dia baca, dan tak pernah dibalasnya. Hiks...

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - Kotak kemasan penjualan

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - Bagian belakang kotak penjualan

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - Kelengkapan dalam kotak penjualan

Pada saat hands-on pertama kali ZUK Z2 ini, saya merasa akrab sekali dengan bentuk maupun feels-nya di tangan. Jika sebuah iPhone 5 varian warna hitam diperbesar sedikit, lalu dicampurkan dengan bumbu OnePlus X dan tombol home Meizu, maka saya rasa hasilnya adalah ZUK Z2, hybrid nih hahaha!

Desain ZUK Z2 yang simpel dan minimalis memang tak layak disebut original. Tapi siapa yang peduli dengan itu? Orang akan lebih peduli dengan kenyataan bahwa ZUK Z2 ini adalah smartphone dengan processor buas Snapdragon 820 dan kombinasi RAM 4 GB serta memori internal 64 GB yang dijual dengan harga termurah di pasaran. Xiaomi Mi 5? Lewat! Varian Mi 5 dengan RAM 3 GB dan memori internal 32 GB saja harganya masih lebih mahal dari ZUK Z2.

Tak usah deh dibahas bezel tebal di layar Mi 5, nanti saya di-bully habis-habisan oleh oknum yang seringkali mengatasnamakan fans sejati brand yang satu ini, nan merasa paling pintar di muka bumi ini, hehe.

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - sisi depan sudah dilapisi screen protector anti glare

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - sisi belakang

Bobot smartphone ini terasa sedikit berat, yang menurut saya malah bagus untuk memberi kesan kokoh. Walau tak terlihat jelas, sebetulnya material premium membungkus keseluruhan body dari ZUK Z2. Bagian depan dan belakangnya menggunakan bahan kaca yang tentunya sudah berlapis perlindungan Corning Gorilla Glass 3. Sementara sekeliling pinggirannya yang berwarna hitam dan terasa kesat di tangan, terbuat dari metal.

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - sisi atas, kosong

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - sisi bawah

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - sisi kanan

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - sisi kiri, kosong lagi

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - saat layar menyala


ZUK Z2 ini nampaknya ingin tampil low profile ya, dengan desain yang terkesan sederhana, tak menonjolkan material metal yang dibawanya, smartphone ini menyimpan spesifikasi jeroan yang sangat wah, terutama apabila kita bandingkan harganya dengan produk lain yang kira-kira mempunyai dapur pacu yang setara.

Kesan pertama, menurut saya ZUK Z2 ini tak cocok untuk Anda yang memilih smartphone untuk alasan prestige ataupun karena ingin stand-out di dalam pergaulan. ZUK Z2 ini tampil terlalu kalem untuk bisa Anda sombongkan, apalagi brand-nya sendiri saya jamin akan terdengar asing di kalangan awam.


ZUK Z2 dalam Penggunaan Sehari-hari

Pada kenyataannya, ZUK Z2 dirilis dengan custom Android OS buatan sendiri yang diberi nama ZUI. Saat pertama dinyalakan, ZUI yang tertanam sudah berada pada versi 1.9. Tapi lho koq, tidak ada pilihan system update di menu pengaturan alias Settings?

Aha, saya ingat percakapan dengan sang penjual. ZUK Z2 ini seperti Xiaomi ujarnya, sama-sama menggunakan ROM abal-abal dan harus melalui flashing dulu untuk kembali ke ROM aslinya. Berbekal sebuah tutorial flashing di forum ZUK, sayapun segera melaksanakan prosesi penyucian smartphone ini, karena konon katanya ROM abal-abal pada ZUK Z2 mengandung malware yang bernama Liuliangbao. Saat saya googling mengenai kata "Liuliangbao", dan melihat semua hasil pencarian di halaman pertama, saya semakin yakin bahwa tujuan dari sebagian pihak yang memasangkan ROM abal-abal pada smartphone-smartphone yang berasal dari Tiongkok tak lain adalah masalah trafik internet dan uang. Tanya kenapa? Googling sendiri lalu tarik benang merahnya ya!

"Flashing lagi? Atuh saya harus pulang malam dan pergi jauh kaya fans dari brand sebelah itu?" Mungkin pertanyaan ini akan menghinggapi benak Anda yang tadinya sudah hampir yakin akan meminang ZUK Z2 karena tergiur perbandingan spesifikasi melawan harganya ini.

Ya, ZUK Z2 rupanya bukan smartphone yang tinggal pakai. Karena yang saya baca, kebanyakan yang membeli dari e-commerce asli Tiongkok pun mendapatkan hal yang sama, ROM dengan malware tertanam di dalamnya. Jadi, kemungkinan besar ini bukanlah permainan dari distributor lokal di tanah air.

Sampai sini, sudah rontokkah niat Anda memiliki ZUK Z2? Baiklah kalau begitu saya bahas semua kekurangan dan mungkin anomali yang ada pada ZUK Z2 dan ZUI ini ya. Kalau Anda ingat dulu Meizu M2 Note banyak memiliki anomali saat pertama dijual serentak di Indonesia, nah ZUK Z2 ini pun punya hal seperti itu, di antaranya:

  1. ROM abal-abal pada ZUK Z2 mengandung malware, selain itu ROM ini mencegah pengguna melakukan update OTA dengan meniadakan pilihan System Update dari menu pengaturan atau Settings, bukan dengan mengubah penomoran versi dari OS-nya seperti yang biasa kita temukan pada MIUI.
  2. Setelah di-flash ke ROM asli versi China, saat booting pertama kali maka semua tampilan disajikan dalam Bahasa Mandarin. Anda harus pintar-pintar mengingat ikon pengaturan input dan bahasa pada urutan menu pengaturan untuk kemudian mengubah pilihan bahasa ke Bahasa Inggris. Ya, sama seperti MIUI, ROM asli ZUI hanya memiliki Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris semata.
  3. Setelah di-flash ke ROM asli versi China, maka kita akan dapat masuk ke menu System Update, melakukan pengecekan apakah ada update versi yang lebih mutakhir atau tidak. Sayangnya, saat ada notifikasi update pembaruan, Anda takkan bisa langsung mengunduhnya. Semua akses ke server update OTA untuk ZUI ROM China dibatasi aksesnya hanya bagi mereka yang berlokasi di Tiongkok. Alhasil butuh meng-install aplikasi VPN dan terhubung ke suatu server di Tiongkok agar dapat mengunduh update ZUI melalui OTA.
  4. Setelah di-flash ke ROM asli versi China, skor Antutu Benchmark malah turun drastis, ha... ha..
  5. Aplikasi Path tak bisa menyimpan credential Facebook. Sehingga setiap ingin cross posting status Path, kita selalu harus login kembali di Facebook. Saya tak meng-install aplikasi Facebook, hanya memanfaatkan login Facebook via web.
Sampai di titik ini, saya yakin sebagian sudah berbalik arah, dan berkata, "Flashing lagi? Mending jajan siomay!" Ha, ha, ha...

Flashing yang sudah saya lakukan untuk ZUK Z2 sempat mengalami beberapa kendala, termasuk proses flashing yang tak kunjung dimulai. Solusinya sederhana rupanya, download ulang ROM-nya, pindahkan hasil ekstraksi ROM ke root folder di PC dengan nama direktori yang pendek saja, hingga mengubah cara masuk ke EDL mode dari yang tadinya menggunakan ADB, menjadi menggunakan tombol fisik dan ketepatan waktu sepersekian detik saja. Okay, saya menyesal telah menyebut solusi ini sederhana.

Intinya, begitu selesai flashing, proses instalasi Google Apps pun harus dilakukan mandiri, mengingat ROM asli ZUK Z2 yang versi China ini pun tak membawa bundling aplikasi dari Google. Untung semua prosesnya berhasil. Kalau tidak, mungkin tulisan ini takkan pernah dibuat, hehe.


ZUI, ZUK UI?

Membahas custom Android OS yang baru saya gunakan pertama kali rasanya akan mengasyikkan. Tak seperti ketika saya mengulas produk smartphone yang lagi-lagi menggunakan MIUI, di mana saya seringkali skip bahasan OS-nya.

ZUI yang saya gunakan pada saat menguji pakai ZUK Z2 ini sudah sampai versi 2.3. Sepintas tampilan homescreen-nya terasa identik dengan yang biasa kita lihat pada FlyMe OS milik Meizu.

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape

Saya buatkan saja karakteristik ZUI ini dalam bentuk daftar ya, silakan disimak:

  1. Layaknya custom OS Android lainnya asal Tiongkok, ZUI tidak mempunyai application drawer.
  2. Pun untuk mengelola autostart, profil baterai, data usage, ruang penyimpanan, permissions dan beberapa hal lain, ZUI menyediakannya dalam satu aplikasi yang dinamakan SafeCenter. Anda dapat menemukan hal serupa juga pada MIUI, FlyMe OS, hingga VIBE UI.
  3. Jendela notifikasi ZUI murni hanya menampilkan notifikasi. Toggles dimunculkan pada Quick Panel di bagian bawah layar dengan cara menyapu jari dari bawah ke atas, yaitu dari bagian luar hingga masuk ke area layar. Mirip dengan apa yang ada pada FunTouch OS milik Vivo, namun pada ZUI tidak sekalian memunculkan recent apps
  4. Recent apps secara default dapat dimunculkan dengan menekan tombol home dua kali secara cepat, seperti apa yang dapat kita temukan pada iOS. Recent apps-nya pun menggunakan card navigation, dan kita dapat mengunci aplikasi agar tak ditutup saat kita melakukan clear recent apps. Jika Anda tak ingin melewatkan notifikasi suatu aplikasi, Whatsapp misalnya, pastikan aplikasi ini Anda kunci pada recent apps, dan diberi permission untuk Autostart pada aplikasi SafeCenter. Sebagai contoh, jika BBM tak Anda kunci, dan Anda melakukan clear recent apps, maka ikon BBM pada jendela notifikasi akan hilang dan Anda takkan menerima pesan BBM apapun sampai Anda membuka aplikasi BBM kembali.
review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - jendela notifikasi

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - Quick Panel

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape


uTouch di home button dan gesture control menjadi primadona pada ZUK Z2 ini. Saya tak perlu banyak mengubah posisi tangan ini saat ingin melakukan beberapa hal sembari memegang smartphone ini dengan satu tangan.

Untuk mengakses Quick Panel untuk menyalakan sesuatu melalui toggles, cukup swipe jempol dari bawah layar ke atas, posisi toggles yang berada di bagian bawah layar jauh lebih mudah dijangkau bukan?

Untuk membuka layar, berpindah kembali ke layar sebelumnya, mengakses task switcher, hingga mematikan layar dapat saya lakukan tanpa memindahkan jempol dari home button. Lebih baik lagi karena fingerprint scanner pada tombol home ZUK Z2 dapat berfungsi cukup dengan menyentuhnya walaupun pada keadaan layar mati. Sehingga saat ZUK Z2 diletakkan di atas meja sekalipun, untuk menyalakan atau membuka layarnya terasa sangat mudah dan nyaman.

Masih ada beberapa fitur penting yang belum dimiliki oleh ZUI, sebut saja absennya long screenshot dan screen recording. Screenshot biasa dapat dilakukan dengan cara menekan tombol power dan volume down berbarengan secara singkat. Apabila kedua tombol tersebut ditekan dalam waktu yang agak panjang, maka kita akan masuk ke mode edit screenshot di mana kita bisa melakukan cropping pada screenshot yang telah diambil.

Apakah ada yang memperhatikan sesuatu yang sedikit berbeda pada semua screenshot di atas? Ya, sim-card kedua pada ZUK Z2 bisa secara otomatis mengakses jaringan 3G, bukan hanya 2G seperti pada smartphone Android dual-sim kebanyakan. Ada yang mengatakan bahwa hal seperti adalah sesuatu yang bagus, karena jaringan 2G di Indonesia sudah terlalu padat, meskipun hanya untuk jalur voice call dan SMS. Apakah bila satu kartu mengakses jaringan 4G, sementara lainnya nangkring di 3G akan berpengaruh banyak pada konsumsi baterai?


Daya Tahan Baterai ZUK Z2

Lagi-lagi saya harus memuji efisiensi yang dapat diberikan oleh produk smartphone ber-processor Qualcomm Snapdragon. Setelah puas dengan daya tahan baterai pada Snapdragon 820 di Xiaomi Mi 5s dan Snapdragon 625 di Xiaomi Redmi 4 Prime, kali ini pun saya sangat puas dengan kehematan konsumsi daya pada Snapdragon 820 yang ada pada ZUK Z2.

Pada kondisi hari kerja, di mana saya sangat jarang memegang smartphone lama-lama, tetapi tetap menyalakan Whatsapp for Web yang memaksa smartphone untuk melakukan koneksi data terus-menerus, ZUK Z2 mampu bertahan hingga dua hari dua malam juga, seperti dua smartphone lain yang saya sebutkan pada paragraf sebelumnya. Screen-on Time memang cukup rendah jadinya kalau kondisi pemakaian seperti ini.

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - rekor pemakaian terlama dalam satu kali pengisian daya

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape

Namun, di kala senggang dan banyak menggunakan ZUK Z2 saya untuk gaming, Screen-on Time mampu saya tingkatkan hingga mencapai lima jam. Daya tahan baterai saat sering digunakan seperti ini mencapai enam belas jam lebih. Berikut saya sertakan beberapa perbandingan daya tahan baterai berbanding dengan lamanya layar menyala dari berbagai kondisi pemakaian yang telah saya lalui.

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - rekor Screen-on Time terlama dalam satu kali pengisian daya
review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihapereview ZUK Z2 Indonesia gontagantihape

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihapereview ZUK Z2 Indonesia gontagantihape

Intinya, ZUK Z2 mampu mengelola konsumsi daya baterainya saat posisi standby dengan baik. Saat digunakan untuk pemakaian cukup berat pun daya tahan baterainya tergolong wajar, bahkan masih dapat dikatakan hemat.

Untuk pengisian daya, dengan menggunakan charger bawaannya yang mempunyai kuat arus 2,5 A, ZUK Z2 terbilang cukup cepat dalam mengisi baterai 3.500 mAh yang dimilikinya. Pengisian daya dari posisi baterai 4% hingga 97% dapat dilakukan dalam waktu sekitar 100 menit. Saya tak melakukan penghitungan waktu hingga penuh, karena biasanya menjelang penuh maka arus yang masuk sudah mulai diperlambat, sehingga mungkin 3% sisanya dapat membutuhkan waktu lebih dari 10 menit hingga terisi.

Perhatikan posisi indikator baterai dan jam pada ketiga screenshot di bawah ini!

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape


Performa ZUK Z2

Oh ya, pada ZUK Z2 ini ada mode overclock, yang dapat Anda gunakan untuk pemakaian yang membutuhkan performa ekstrem. Saya belum menguji pengaruhnya terhadap daya tahan baterai. Namun, yang pasti saat saya mencoba mengukur skor benchmark menggunakan mode ini, skor Antutu Benchmark yang dihasilkan tak jauh berbeda dengan pada mode normal.

Saat digunakan bermain game dengan grafik 3D yang membutuhkan pemrosesan berat pada CPU dan GPU, ZUK Z2 dapat diandalkan dengan nyaris tanpa cela. Pada ZUK Z2, saya tidak pernah menemukan game Micro Machines mengalami kondisi freeze seperti pada Xiaomi Redmi 4 Prime. Namun dari bermain game yang sama pada kedua smartphone ini, saya bisa menyimpulkan bahwa layar ZUK Z2 kalah pekat hitamnya oleh layar milik Xiaomi Redmi 4 Prime.

Suhu body belakang ZUK Z2 terasa agak panas saat digunakan bermain game di atas sepuluh menit. Lebih panas dari Xiaomi Redmi 4 Prime, namun tak sampai seekstrem apa yang saya alami pada OnePlus X sih.

Untuk multitasking, performa ZUK Z2 sangatlah lancar. Selain processor kelas atas, ZUK Z2 ini juga memiliki RAM yang sangat lega, 4 GB. Ditambah fitur switch antar aplikasi hanya dengan melakukan swipe pada home button, berpindah antar aplikasi pada ZUK Z2 terasa sangat menyenangkan. Top!

Overall secara performa, ZUK Z2 dapat dikatakan memberikan impresi yang sangat baik. Terbukti dengan dipertahankannya smartphone ini untuk saya gunakan sehari-hari, ketimbang saya harus beralih ke smartphone lain yang sempat saya gunakan berbarengan, Xiaomi Redmi 4 Prime.

Saya pun sempat iseng membandingkan kedua smartphone ini melalui sebuah video. Anda mau lihat? Boleh, silakan disimak video di bawah ini ya!

Tak ada gading yang tak retak, tak ada smartphone yang sempurna. ZUK Z2 pun memiliki kelemahan yang saya rasakan. Sektor multimedia rasa-rasanya bukan sisi kuat dari ZUK Z2. Selain layar yang kalah pekat, ZUK Z2 juga memiliki kualitas output audio yang tergolong biasa saja. Saat digunakan mendendangkan lagu-lagu kesayangan melalui loudspeaker-nya, rasanya tak istimewa. Sampai saat ini saya masih merindukan kualitas loudspeaker seindah milik HTC One E8 dan Vivo V3.

Demikian juga dengan hasil kameranya saat kondisi kurang pencahayaan. Lanjutkan ke bagian selanjutnya ya untuk pembahasan kamera ini.


Hasil Foto Menggunakan Kamera ZUK Z2

Gambar yang dihasilkan oleh kamera milik ZUK Z2 memiliki saturasi yang natural. Namun, saat digunakan dalam kondisi kurang cahaya, kameranya terkadang kurang mampu menghasilkan gambar yang jernih, noise mulai terasa kehadirannya. Andai saja ada mode manual, seharusnya masalah ini akan dapat diatasi.

Contoh nyata kualitas hasil foto dan videonya dapat Anda saksikan pada artikel review kamera ZUK Z2 ini.


Informasi Hardware dan Hasil Benchmark ZUK Z2

Berikut adalah informasi hardware ZUK Z2, termasuk kelengkapan sensor dan skor benchmark-nya yang saya dapatkan menggunakan aplikasi pihak ketiga.

CPU-Z:

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihapereview ZUK Z2 Indonesia gontagantihape

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihapereview ZUK Z2 Indonesia gontagantihape

Sensor Box for Android:

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - kelengkapan sensor

Antutu Benchmark:

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - skor Antutu Benchmark saat masih menggunakan ROM abal-abal

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - skor Antutu Benchmark setelah menggunakan ROM asli 


Plus Minus ZUK Z2

Kelebihan ZUK Z2 menurut saya:

  • Harga paling terjangkau dibandingkan smartphone dengan spesifikasi yang setara dari brand lain.
  • Spesifikasi dapur pacu kelas wahid, performanya mantap.
  • Daya tahan baterai sangat baik.
  • Mantap dan kokoh dalam genggaman.
  • Desainnya minimalis namun tetap keren. Hitam nan misterius.
  • Saya lebih suka material kaca daripada metal untuk backcover, alasannya sederhana: saya menggunakan cincin pada jari yang membuat saya merasa tak nyaman saat beradu dengan metal pada backcover sebuah smartphone.
  • Quickpanel berisi toggles berada di bawah layar, membuat saya mudah mengaksesnya tanpa harus memindahkan posisi pegangan satu tangan pada smartphone.
  • uTouch home button yang membuat jempol dapat melakukan banyak hal tanpa berpindah tempat.
  • Fingerprint scanner yang dapat digunakan hanya dengan disentuh walaupun layar dalam keadaan mati, sensitifitasnya pun sangat baik, akurat dan cepat.

Kekurangan ZUK Z2 menurut saya:

  • Terkena wabah ROM abal-abal, harus melakukan flashing juga seperti merk sebelah.
  • Agak tebal, dan akan lebih baik jika lebih ergonomis.
  • Output audio biasa saja.
  • Tidak ada slot micro-SD, meskipun memori internalnya sangat lega.
  • Kamera kurang handal di kondisi lowlights.
  • Layar 2.5D berakibat tempered glass kurang menempel dengan penuh pada pinggirannya.
  • Lapisan kaca membuat bekas minyak dan sidik jari mudah melekat dan terlihat.
  • Saya belum menemukan cara agar bunyi-bunyi untuk notifikasi bisa ditambahi oleh file audio milik kita sendiri.


Apa Kata Aa tentang ZUK Z2

Ternyata, ZUK Z2 bukanlah smartphone yang tinggal pakai. Masalah ROM abal-abal turut menghinggapi smartphone yang satu ini, sehingga mungkin butuh sedikit keahlian agar bisa menggunakan smartphone ini dengan nyaman. Namun, toh merk ZUK juga rasanya takkan dilirik orang awam bukan? Meskipun merupakan second brand dari Lenovo, menurut saya hanya penikmat atau pemerhati gadget sajalah yang akan mempertimbangkan untuk memiliki smartphone besutan ZUK.

Selain itu, tampilan luar ZUK Z2 yang sederhana dan terkesan low profile, mungkin akan membuatnya banyak dilewatkan bagi mereka yang terbiasa menggunakan smartphone sebagai salah satu cara mengangkat gengsi dalam pergaulan.

Namun, saya yakin begitu seseorang menggenggam smartphone ini, tak butuh waktu lama untuk membuat mereka jatuh hati. Build quality yang terasa berkelas, ditambah kilauan mengkilat dari bahan kaca di sisi depan dan belakang ZUK Z2 akan dengan cepat menyihir siapa saja yang memegang smartphone ini.

Apalagi kalau kemudian orang tersebut lanjut googling untuk mencari tahu spesifikasi ZUK Z2 lebih lanjut. Wah, siap-siap dompet menipis atau saldo rekening menyusut deh. Karena hingga saat ini, ZUK Z2 adalah smartphone dengan processor Qualcomm Snapdragon 820 termurah yang bisa saya temukan di pasaran. Dilengkapi dengan RAM 4 GB dan memori internal 64 GB, saya rasa tak butuh waktu lama untuk membuat orang menaksir nilai atau value dari ZUK Z2 yang rasa-rasanya melebihi harganya. 

Paragraf di atas ini merupakan pengalaman pribadi saya lho, hehe... Saya yang tadinya berprinsip smartphone daily driver saya cukup yang memiliki harga di bawah dua jutaan Rupiah saja, sampai rela menjual Nubia Z7 Max saya dan menggantinya dengan ZUK Z2. Walau tak dapat dipungkiri bahwa kamera ZUK Z2 masih memiliki kekurangan pada kondisi lowlights, sejauh ini tak ada penyesalan yang saya rasakan, 

Namun, sebuah smartphone akan datang ke rumah hari ini, dan sangat mungkin merebut perhatian saya dari ZUK Z2. Kita lihat, seberapa lama ZUK Z2 bertahan dalam kepemilikan saya, ha.. ha.. ha..

Sunday, November 27, 2016

Tutorial Flashing ROM Abal-abal Distributor ke MIUI Stable di Xiaomi Redmi 4 Prime


Flashing ini perlu dilakukan pada semua perangkat Xiaomi garansi distributor yang ROM-nya abal-abal, tandanya versi MIUI-nya ada 5 angka di antara titik. Contoh versi ROM abal-abal: 7.1.1.0.0 atau 8.0.5.0.0 (kelebihan satu angka nol, kalo yang ROM asli harusnya 7.1.1.0 atau 8.0.5.0), cek di About ya :)

Kadang versi MIUI-nya cuma 4 digit, tapi ada angka yang aneh yang membuat smartphone tak bisa mendapat update OTA, misal: 7.0.99.99, atau 7.9.0.0 (setahu saya MIUI dari 7.0, ke 7.1, lanjut 7.5, langsung ke 8.0 tanpa lewat 7.9 dulu)


Persiapan Flashing kita harus punya:

  • Hape Xiaomi-nya dong! (khusus yang processor-nya Qualcomm Snapdragon saja yang bisa pakai cara ini). Lagi cari hape xiaomi? bisa dibeli di link ini mudah-mudahan PAS ADA DISKON.
  • Laptop atau PC dengan Windows 7/8/10 64-bit.

Persiapan Flashing kita harus unduh:


Sebetulnya, bahan-bahannya dan cara-caranya ada di: http://en.miui.com/a-234.html, tapi ada kesalahan sedikit pada pemilihan mode.


Step Flashing:

  1. Matikan Xiaomi Redmi 4 Prime Anda.
  2. Tekan dan tahan tombol volume up + power, sampai muncul menu pilihan, pilih Download ModeBUKAN Fastboot Mode.
  3. Layar Xiaomi Redmi 4 Prime kemudian akan mati, lalu sambungkan ke PC/Laptop (lebih disarankan pakai Laptop yang baterainya terpasang, mencegah kemungkinan gagal karena mati listrik).
  4. Laptop/PC akan mendeteksi Xiaomi Redmi 4 Prime Anda dan meng-install driver Qualcomm.
  5. Extract Fastboot ROM.
  6. Install dan jalankan MiFlash.
  7. Xiaomi Redmi 4 Prime akan terdeteksi di port: COM4 atau COM6 biasanya.
  8. Tekan [Browse], pilih folder hasil extract Fastboot ROM.
  9. Tekan caret atau tanda segitiga panah ke bawah pada tombol [Browse] lalu pilih [Advanced], isi semua parameter sesuai dengan isi ROM yang sudah di-extract. (Cek langkah lengkapnya ada video di atas).
  10. Tekan [Refresh].
  11. Tekan [Flash], TUNGGU DENGAN SABAR sampai selesai ya...
  12. Proses flashing file akan berjalan, hingga nanti muncul pesan completed.
  13. Nyalakan Xiaomi Redmi 4 Prime-nya.
  14. Booting akan sedikit lama.
  15. Muncul layar Welcome, pilih 3 bahasa (2 China + 1 English).VOILA :D 

Selamat, Xiaomi Redmi 4 Prime Anda sudah terbebas dari ROM abal-abal, selanjutnya tinggal:

  • Install Google Installer dari Mi App Store, 
  • Jalankan Google Installer untuk meng-install semua Google Apps yang diperlukan.
  • Perbarui Google Play Service framework dengan cara download APK terbaru dari apkmirror.
  • Lalu, restart smartphone Anda terlebih dahulu sebelum mencoba login Google ya!
  • Selamat menchooooba :D

Review Hasil Kamera ZUK Z2 Indonesia

Gambar yang dihasilkan oleh kamera milik ZUK Z2 memiliki saturasi yang natural. Namun, saat digunakan dalam kondisi kurang cahaya, kameranya terkadang kurang mampu menghasilkan gambar yang jernih, noise mulai terasa kehadirannya. Andai saja ada mode manual, seharusnya masalah ini akan dapat diatasi.

Berikut adalah hasil foto menggunakan kamera dari smartphone ZUK Z2. Semua gambar tidak melalui proses editing selain resize.

Hasil Kamera Belakang ZUK Z2

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia


Hasil Kamera Depan ZUK Z2

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

review kamera zuk z2 indonesia

Video Menggunakan Kamera Belakang ZUK Z2

Video unboxing berikut ini diambil menggunakan kamera belakang ZUK Z2.