Review Xiaomi Redmi 12, Setelah Dua Hari Penuh jadi Ponsel Utama!



Halo Assalamualaikum!


Naskah ulasan kali ini, saya tulis berdasarkan pengalaman memakai ponsel pintar ini selama 2x24 jam sebagai prime Android device saya.


Ya, sebelumnya saya habis cuci gudang dengan menjual semua ponsel Android saya yang harganya di atas 4-juta. Dan saya mencoba bertahan dua hari penuh dengan menggunakan Redmi 12 saja, smartphone baru dari Xiaomi Indonesia yang dibandrol seharga 2-juta Rupiah. Hasilnya ternyata lumayan, saya tidak tersiksa, masih bisa ambil foto latte art yang saya buat setiap pagi, posting ke Instagram, streaming, gaming buat tes performa dan juga tes latency sebuah bluetooth earphone, tentunya ditambah buka-buka semua akun media sosial saya dan dua nomor Whatsapp yang aktif bersamaan.


Apakah saya tidak notice perbedaan performanya dari Xiaomi 12 dan Poco F5 yang sudah saya lepas? Tentu terasa, terasa sekali. Tapi kalau dibandingkan dengan bandrol harganya, Redmi 12 ini masih deliver performa yang sepadan koq.


Ya, Redmi 12 ini sendiri merupakan smartphone yang komplit, maksudnya komplit dengan kelebihan dan juga kekurangan. He.. he.. he..


Misal nih, kelebihannya di level harga yang ditawarkan, Redmi 12 jadi salah satu smartphone termurah dari brand resmi yang menawarkan storage 256GB. Kekurangannya? Hasil tes storage menunjukkan skor belasan ribu saja yang menandakan penggunaan eMMC, alias kecepatan baca dan tulisnya masih terbatas.


Beberapa netijen menambahkan, memang Helio G88 yang dibesut sebagai otak dari ponsel pintar ini, tak memiliki kompatibilitas dengan tipe storage UFS.


Lalu, Redmi 12 resmi Indonesia, juga tak dibekali NFC. 


Review Redmi 12 tampilan body



Kemudian ada juga dua problem dari sisi software yang saya temukan, dan patut dicatat. Pertama, ponsel ini tidak bisa mengambil long screenshot, alias tangkapan layarnya tak bisa panjang sampai scroll ke bawah. Kedua, auto brightness-nya lamban merespon perubahan kondisi cahaya. Mudah-mudahan keduanya bisa diperbaiki dengan update software ya!


Dan sisanya paling tinggal hal-hal menyenangkan yang saya rasakan selama menggunakan ponsel ini.


I know, Redmi 12 masih pakai processor Helio G88 dari MediaTek, sudah berumur, tapi buat PUBG Mobile doang mah masih kuat untuk main di settingan Smooth-Ultra.


Untuk multitasking juga masih OK, ditopang dengan RAM 8GB yang disematkan di Redmi 12, buat mereka yang naik kelas dari ponsel sejutaan sebelumnya, ga akan ada masalah.


Lain cerita kalau seperti saya, yang sebelumnya pakai Xiaomi 12. Ingat! Saya turun dari Xiaomi 12, ke Redmi 12. Ada beberapa keadaan yang menuntut saya lebih bersabar, terutama saat berurusan dengan pembacaan data besar dari storage.


Anyway, meski masih berfabrikasi 12nm, processor ini juga tidak rakus daya. Di hari pertama, full terhubung ke wifi rumah, saya pakai download dan main PUBG Mobile, lalu streaming sambil menguji sebuah bluetooth earphone, ambil banyak foto, dan juga lama browsing di Instagram, Redmi 12 ini bisa bertahan hampir 35 jam.


Review Redmi 12 screenshot layar untuk batery usageReview Redmi 12 screenshot layar untuk batery usage

Hari kedua, wifi cuma saya pakai sebentar buat mengunduh series yang akan saya tonton, lalu sisanya full pakai dua kartu seluler. Penggunaan didominasi YouTube dan Prime Video, lalu saya tes kamera buat rekam video juga, sisanya Instagram, online shop, dan Whatsapp. Kali ini, Redmi 12 bisa bertahan selama 21 jam 47 menit.

Redmi 12 screenshot layar untuk batery usage Redmi 12 screenshot layar untuk batery usage

Kalau dianalogikan penggunaan pertama adalah pola pakai di hari libur, dan penggunaan kedua adalah pola pakai di hari kerja, artinya Redmi 12 aman banget. Bisa bertahan seharian dari pagi lepas charger sebelum ngantor, hingga malam saat mau tidur.


Lihat saja keduanya memperlihatkan screen-on time yang cukup intens, lihat di grafik ya, karena MIUI lagi-lagi tak memberikan info total penggunaan layar ini.


Oya, untuk streaming, loudspeaker-nya masih cukup kencang koq jika digunakan di dalam ruangan. Hanya memang, output-nya masih mono, cuma dari speaker grille di bagian sisi bawah saja. Contoh keluaran suaranya bisa disimak pada video ulasannya di YouTube yang sudah lebih dulu tayang ini:





Mereka yang suka streaming dan gaming, mungkin bakal senang karena Redmi 12 diberi layar yang makin lega, 6,79 inci. Warna yang dihasilkan juga hidup, panel IPS di level harga segini sudah bagus-bagus, dan layar ponsel ini punya refresh rate 90Hz dengan resolusi Full HD+.


Respon sentuhan tidak ada masalah, haptic feedback sih ya standar hape 2-jutaan lah.


Yang cukup baru justru finishing glass di backcover-nya, yang mungkin dibilang naik kelas oleh Xiaomi. Cuma dari segi tampilan, ini membuat Redmi 12 sulit dibedakan dari ponsel lain di kelasnya. Ya, trend-nya sekarang balik lagi ke glossy backcover, dengan frame lurus nan mengotak.


Review Redmi 12 tampilan frame lurus

Review Redmi 12 tampilan body



Saya suka dengan protokol charging-nya. Dibekali charger 18W dalam box kemasannya, Redmi 12 juga sempat menunjukkan bisa terima input Power Delivery saat saya uji di sebuah video ulasan charger yang saya punya. Saya suka juga dengan fakta bahwa Redmi 12 masih dibekali lensa ultrawide, sesuatu yang mulai jarang ditemukan di smartphone terjangkau.


Performa kameranya menurut saya memuaskan, di mana hasil foto punya detail yang baik, tone warna yang balanced, konsisten dan stabil, dengan hasil terbaik tentunya didapat di kondisi cahaya cukup. Penurunan detail pastinya terasa di kondisi indoor dan juga di lowlights. Hal ini berlaku buat kamera depan maupun belakang ya.


Kalau kamera macro, ya asal ada saja lah.


Sementara perekaman video saya nilai OK, tanpa mode steady terasa ada sedikit stabilisasi yang Redmi 12 lakukan. Usable buat merekam momen sehari-hari, cuma belum sampai taraf content-able. Resolusi maksimal video di Full HD, 30 fps, dan bisa disimak sample-nya di video ulasannya tadi juga.


Untuk bandrol yang ditawarkan, Redmi 12 bagi saya makes sense, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.


Buat para pengunjung situs gsmarena, alias mereka yang senang bandingin spesifikasi secara online, bahkan juga belanjanya online, maka solusi dari xiaomi ada di sub-brand mereka, yaitu POCO. 


Yes! sederhananya, tim mendang-mending, diakomodir hasratnya oleh Xiaomi, di produk-produknya POCO.


Redmi series, yang dibilang naik kelas ini, akan di-push Xiaomi sebagai ponsel pintar terjangkau dengan memory besar yang bisa dibeli di semua gerai penjualan. Distribusinya akan lebih merata, dan pastinya di rantai distribusi ini ada cost tambahan yang tak terelakkan.


Atau kamu bisa bersabar dulu, karena Redmi Note 12 series dan Redmi 12C saja buktinya bisa tuh mengalami penurunan harga resmi dalam hitungan bulan sejak dirilis.





Maka inilah dia Xiaomi Redmi 12 dan segala pengalaman penggunaannya yang bisa saya bagikan ke pembaca setelah dua hari penuh saya pakai intens. Semoga informasi ini membantu ya!


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Comments

Popular Posts