Gadget Promotions

Wednesday, December 28, 2016

Review Xiaomi Redmi 4A Indonesia, Begitu... begitu Aja!

review xiaomi redmi 4a indonesia


Pada awalnya, saya tak pernah berniat mencoba Xiaomi Redmi 4A. Spesifikasinya yang tanggung jadi penyebabnya. Ditambah lagi, harga jual di tanah air yang masih cukup tinggi apabila dibandingkan kabar gembar-gembor yang menyebutkan bahwa smartphone ini akan memiliki harga enam digit Rupiah saja. Rp999.000,- masih enam digit kan? Hehe.

Namun, pada acara Harbolnas 12 Desember 2016 kemarin, Blibli.com memberikan promosi cashback kepada setiap yang berbelanja di sana, dengan maksimal jumlah cashback sebesar Rp 1.200.000,-. Menurut saya, ini adalah promosi paling mending di Harbolnas tahun ini. Jadi, demi mendapatkan cashback ini, saya pun mencari produk yang bisa saya beli dengan harga tak jauh dari Rp 1.200.000,- tadi.

Sempat menimbang untuk kembali membeli Hisense Pureshot yang telah turun harga jauh, saya akhirnya membeli Xiaomi Redmi 4A dengan alasan:
  1. Harganya dekat ke 1,2 juta, yaitu Rp 1.374.000,- saat saya beli menggunakan voucher Big Wish (diskon Rp 50.000).
  2. Produk Xiaomi sangat cepat laku saat dijual kembali.
  3. Minat dan kepenasaran yang tinggi dari publik terhadap produk Xiaomi,
  4. Mengulasnya lebih mudah, karena saya tak perlu lagi membahas software-nya yang masih itu-itu saja (MIUI 8, sudah pernah saya ulas di review produk Xiaomi lainnya).
Sekitar lima hari berselang, pesanan saya pun datang. Ini artinya pembukaan artikel ini sudah harus disudahi karena kita akan masuk ke bagian paling membahagiakan di setiap proses uji pakai sebuah gadget: Unboxing!


Unboxing Xiaomi Redmi 4A Indonesia


Video unboxing Xiaomi Redmi 4A di atas saya embel-embeli dengan rangkaian kata "Kesan Pertama Begitu... begitu Aja", hahaha. Maksudnya mau membuat orang menerka bahwa saya akan menulis "begitu menggoda", atau "begitu menakjubkan", tapi ujungnya saya pelintir jadi begitu-begitu aja.

Bukan salah Xiaomi sehingga produk ini terasa begitu-begitu saja. Saya saja yang terlalu banyak unbox dan mencoba produk mereka tahun ini. Hingga akhirnya saat saya membuka kotak Xiaomi Redmi 4A terasa mulai membosankan, tanpa kejutan. Bagaimana tidak, semua produk Xiaomi yang pernah saya coba, mulai dari yang termurah hingga yang termahal pada Xiaomi Mi 5s, packaging dan kelengkapannya ya gitu-gitu aja. Entah kalau Mi Mix dan Mi Note 2 ya, saya belum dan tak berencana mencobanya.

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - kotak kemasan penjualan

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - bagian belakang kotak kemasan penjualan

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - kelengkapan dalam kotak kemasan penjualan

Kelengkapan dalam kotak penjualan seperti biasa selalu minimalis. Jangan harap produk kasta terbawah seperti Xiaomi Redmi 4A ini akan mendapat headset atau bonus case, lha wong Xiaomi Mi 5s saja benar-benar cuma dapat kepala charger dan kabel data saja, selain kitab-kitab dan sim-tray ejector. Adapun charger yang disertakan mempunyai tegangan sebesar 5v dan kuat arus 1A.

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - unboxed!


First Impression Xiaomi Redmi 4A

Kesan pertama saat saya memegang unit Xiaomi Redmi 4A ini pun terasa biasa saja. Saya yang terbiasa dengan produk Xiaomi berbahan metal, malah cukup kaget ketika merasakan bahwa backcover warna emas dari smartphone ini terbuat dari bahan plastik. 

Harusnya saya tak kaget sih, karena harus sadar diri dengan harga asli dari Xiaomi Redmi 4A saat dirilis di negerinya sana. Namun, sepuhan warna emas di bagian belakangnya memang membuatnya sepintas terlihat seperti berbahan logam. 

Bahkan, sebuah komentar bernada protes di video unboxing dengan tegas menyatakan bahwa smartphone ini terbuat dari bahan logam. Saya sampai googling untuk mencari sumber mana yang menyebutkan bahwa Xiaomi Redmi 4A bermaterialkan alumunium alloy seperti yang disebutkan di komentar video tersebut. Hasilnya nihil!

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - sisi belakang

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - letak kamera dan LED flash

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - sisi atas

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - sisi kanan

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - sisi bawah

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - sisi kiri

Selesai dengan materialnya, mari kita bahas sisi desain. Bagian belakang dari Xiaomi Redmi 4A ini bisa dibilang juga tak kalah membosankan dengan proses unboxing-nya. Hadirnya dua garis horizontal pada bagian atas dan bawah saya rasa hanya pemanis semata. Siapa yang butuh antenna line jika bahan backcover-nya terbuat dari plastik?

Kabar baiknya, finishing backcover-nya sangat ramah untuk digenggam. Tak licin, namun tak pula gampang meninggalkan bekas sidik jari dan minyak. Sedikit lengkungan pada backcover menjelang bagian pinggir, cukup membantu agar perangkat ini terasa ergonomis. 

Saya cukup kecewa dengan ketebalan dari smartphone ini. Alasan apa yang ingin diberikan Xiaomi selain memang untuk menegaskan bahwa ini adalah smartphone kasta bawah mereka. Karena perangkat tahun lalu saja, Xiaomi Redmi 3, rasa-rasanya masih lebih tipis padahal harus mengandung baterai dengan kapasitas yang jauh lebih besar.

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - posisi lubang speaker

Posisi lubang speaker yang ditaruh di bagian belakang, semakin membuat saya merasa Xiaomi tak ingin produk ini laku-laku banget. Di antara semua perangkat yang dirilis Xiaomi di kuartal terakhir 2016, hanya Xiaomi Redmi 4A ini sajalah yang masih keukeuh menempatkan speaker di bagian belakang, bukan di sisi bawah.

Beralih ke sisi depannya, Xiaomi Redmi 4A memiliki wajah yang sama dengan saudara seangkatan maupun kakak-kakaknya.

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - di atas layar

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - tombol kapasitif tanpa lampu latar

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - tampak depan keseluruhan

Jika hanya diperlihatkan bagian depannya, saya mungkin tak akan mampu membedakan yang mana Xiaomi Redmi 3, 3s, 3x, 36B, 4, 4A, dan 4 Prime. Oops, nampaknya saya khilaf menyelipkan satu tipe Redmi yang sebetulnya masih sangat rahasia pada kalimat sebelum ini, hahaha.

Lampu notifikasi pada Xiaomi Redmi 4A masih sama dengan seri Redmi 2 dan 3, yatu terletak di bawah tombol home. Lagi-lagi tombol kapasitifnya hadir tanpa lampu latar.

Overall, Xiaomi Redmi 4A mempunyai penampilan yang sederhana, cukup cantik apabila dilihat dari sisi depan, dan dalam genggaman terasa ringan namun tak membuat khawatir akan mudah jatuh. Selain permukaannya yang tak licin, mungkin faktor harganya yang tak mahal membuat kita tak perlu khawatir apabila smartphone ini jatuh sekalipun. Songong emang dah...


Xiaomi Redmi 4A dalam Penggunaan Sehari-hari

Pada bagian ini, saya takkan banyak mengulas soal OS dari smartphone ini, selain bahwa MIUI 8 yang disematkan pada Xiaomi Redmi 4A sudah berbasis Android 6.0 Marshmallow dan mampu berjalan cukup gegas pada RAM 2 GB dengan rata-rata free RAM hampir 1 GB.

Kinerja processor Qualcomm Snapdragon 425 sendiri sejauh ini cukup memuaskan, walau tak sepenuhnya lag-free. Pada beberapa aplikasi yang memiliki beban pada I/O cukup tinggi, tak jarang aplikasi mengalami freeze. Satu yang paling kentara freeze-nya adalah aplikasi untuk backup dan restore data kontak, sms, dan riwayat panggilan.

Pernah mengalami scroll tersendat lalu kemudian berhenti pada saat aplikasi Instagram hendak memunculkan konten video di Xiaomi Redmi 3? Selamat, bonus ini akan Anda dapatkan lagi di Xiaomi Redmi 4A, hehe.

Meskipun begitu, hebatnya Xiaomi Redmi 4A ini tetap mampu diajak bermain game berat dengan lancar. Tercatat game Asphalt Extreme mampu dilahap tanpa mengurangi kenyamanan dalam bermain. Saya hanya mencoba menggunakannya bermain game sebentar saja, sehingga saya belum mengalami suhu panas timbul.

Daya tahan baterainya pun terbilang cukup baik. Dengan kapasitas 3.000 mAh saja, sejauh ini smartphone ini selalu mampu menembus 24 jam dalam pemakaian saya. Di satu hari, saat saya gunakan dengan intens, dibantu oleh tak ditemukannya tablet saya yang membuat anak saya Youtube-an memakai smartphone ini, screen-on time-nya menembus lima jam lho!

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - battery usage

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - screen-on time

review xiaomi redmi 4a indonesiareview xiaomi redmi 4a indonesia


Pengisian dayanya sendiri memakan waktu sekitar dua jam apabila menggunakan kepala charger yang arusnya cukup besar. Xiaomi Redmi 4A ini sendiri sejauh ini mampu menerima arus hingga sekitar 1,5A.

Soal locking GPS, saya hanya sempat mengujinya saat memesan ojek online. Tak ada masalah berarti untuk positioning-nya, walaupun jika digunakan di dalam ruangan simpangan akurasinya berkisar antara 15-22 meter.

Layar dari Xiaomi Redmi 4A ini terlihat agak pucat atau washed out. Reproduksi warnanya kurang lebih sama dengan apa yang ada pada Xiaomi Redmi 3, tetapi dengan sudut pandang yang lebih sempit. Lapisan kaca depannya terbilang cukup reflektif, sehingga meskipun brightness-nya sudah cukup untuk membuatnya dapat terlihat di bawah terik sinar matahari yang menghangati diri yang sepi, pantulan cahaya yang timbul seringkali membuat mata tak nyaman. Memang yang nyaman itu adalah berada di pelukanmu. Etdah!

Terakhir, kita bahas tentang loudspeaker milik Xiaomi Redmi 4A. Posisinya yang berada di bagian belakang sudah pasti menjadi nilai minus. Namun begitu, output suaranya sendiri cukup lantang dan terdengar baik. Usable lah. Tidak garing dan pecah, bahkan dalam kondisi darurat apabila tak membawa earphone atau bluetooth speaker, saya masih mau mendengarkan musik menggunakan loudspeaker-nya. Walau tentu saja belum masuk kategori enjoyable.


Informasi Hardware dan Hasil Benchmark pada Xiaomi Redmi 4A

Berikut adalah informasi hardware pada Xiaomi Redmi 4A yang saya ambil menggunakan beberapa aplikasi pendukung.

CPU-Z:
review xiaomi redmi 4a indonesia

review xiaomi redmi 4a indonesiareview xiaomi redmi 4a indonesia


Sensor Box for Android:
review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - kelengkapan sensor



Antutu Benchmark:
review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - Skor Antutu Benchmark

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - Detail Skor Antutu Benchmark

Hasil Kamera Xiaomi Redmi 4A


Gambar yang dihasilkan oleh kamera milik Xiaomi Redmi 4A benar-benar sesuai harganya. Menurut saya kualitasnya di bawah kamera Xiaomi Redmi 3, apalagi Xiaomi Redmi 4 Prime. Saat digunakan dalam kondisi kurang cahaya, kameranya kurang mampu diandalkan dan menunjukkan noise yang cukup kentara. Hal ini berlaku untuk kedua kameranya ya.

Meskipun memang, pada kondisi cahaya yang sangat cukup, smartphone ini masih mampu menghasilkan gambar yang indah dipandang mata.

Kamera depan beresolusi 5 Megapixels, semantara kamera utamanya beresolusi 13 Megapixels dan dapat merekam video hingga resolusi HD 1080p.

review xiaomi redmi 4a indonesia


Langsung saja lihat semua hasilnya pada artikel review hasil foto menggunakan kamera dari smartphone Xiaomi Redmi 4A.


Plus dan Minus Xiaomi Redmi 4A

Kelebihan Xiaomi Redmi 4A menurut saya:

  • Harga yang terjangkau, apalagi jika sudah mendekati harga resminya. (Oh ya, menurut info yang beredar, perangkat ini sudah lolos uji sertifikasi TKDN, sehingga tinggal menunggu waktu dijual resmi di Indonesia, semoga harganya mirip-mirip harga di negeri asalnya ya!)
  • Daya tahan baterai cukup mengagumkan.
  • Finishing yang nyaman digenggam, tak mudah meninggalkan bekas sidik jari maupun minyak.
  • Ringan.
  • Spesifikasi jeroan yang cukup mumpuni untuk level harga yang ditawarkan. Masih mampu diajak bermain game berat,
  • Masih punya infrared blaster di level harga semurah ini.

Kekurangan Xiaomi Redmi 4A menurut saya:

  • Absennya fingerprint scanner.
  • Absennya LED backlight pada tombol kapasitif.
  • Hybrid slot.
  • Posisi lubang speaker di belakang.
  • Layar kurang luas sudut pandangnya dan agak pucat.
  • Tebal, padahal kapasitas baterainya tak terlalu besar.
  • Performa I/O kurang baik.


Apa Kata Aa tentang Xiaomi Redmi 4A

Bagi saya, Xiaomi Redmi 4A adalah sebuah smartphone yang tanggung. Okelah Xiaomi ingin membuat satu tipe smartphone yang Maha Terjangkau, tetapi jika melihat harga di pasaran Indonesia saat ini, pasarnya malah beradu dengan Xiaomi Redmi 3 yang masih banyak dijual.

review xiaomi redmi 4a indonesia
Xiaomi Redmi 4A - Kesimpulan


Andaikata nanti sudah dijual resmi, saya tak yakin harga yang ditetapkan akan sesuai dengan apa yang disebutkan saat perilisannya, sekitar Rp999.000,-. Dua smartphone Xiaomi terakhir yang bergaransi resmi, dijual dengan harga menjulang, selisihnya signifikan dari apa yang ditawarkan oleh produk bergaransi abal-abal.

Jadi, jika Anda mempunyai uang sekitar satu setengah juta Rupiah atau kurang, dan berencana untuk membeli sebuah ponsel pintar untuk dijadikan perangkat komunikasi utama, saya sarankan ambil saja seri lain dari Xiaomi, misalnya Xiaomi Redmi 3 atau 3s, atau 3x. Baterainya lebih besar, dan ada yang sudah dilengkapi dengan fingerprint scanner pula. Atau boleh dicek, Hisense Pureshot sudah turun jauh harganya.

Namun, jika Anda hanya sebatas penasaran, atau berencana menambah koleksi smartphone untuk nomor kedua misalnya, Xiaomi Redmi 4A bisa jadi pilihan tepat. Selain harganya terjangkau dan sudah membawa OS Android Marshmallow, smartphone ini sangat ringan dan nyaman dipegang. Yang saya rasakan dulu saat memiliki lebih dari satu ponsel, saya tak nyaman apabila kedua ponsel membutuhkan perhatian ekstra, misalnya harus selalu dijaga agar tak tergores apalagi jatuh. 

Nah, selama menggunakan Xiaomi Redmi 4A berdampingan dengan Elephone S7, saya sama sekali tak pernah mengkhawatirkan ponsel ini tercecer, tergores, atau bahkan jika jatuh sekalipun. Sehingga saya nyaman-nyaman saja membawanya sebagai ponsel kedua.

Demikian review kali ini, semoga cukup membantu yah. Wassalam!

10 comments:

  1. Versus 3x?
    Performa ma feel body nya gimana

    ReplyDelete
  2. lte nya dah bisa digunakan.. kok pernah baca belom bisa dipakai krn masalah regulasi..

    ReplyDelete
  3. Dari 16 gb, free memorinya kesisa berapa kang?
    Kalo ada waktu kunjungi blog saya ya http://kobochancore.blogspot.com/
    Makasih :D

    ReplyDelete
  4. SoT ane tembus 6 jam tuh gan^_^ emang mantab nih hape gan:v

    *Dibalas dengan redmi 4a

    ReplyDelete
  5. Hmm...setidaknya sudah ada gyroscope sensor nya :)

    ReplyDelete
  6. Pertanyaan yg belum pernah terjawab adalah: apakah papan ketik di redmi bisa diganti ke mode 4x3?

    ReplyDelete
  7. Tanggung bangat memang... harga redmi 4A paling mahal saat ini 1.5jt dan paling murah saya lihat ada yang 1.3jt, nambahin dikit dapat redmi 4 polos yang body metal dan plus fingerprint

    ReplyDelete