Gadget Promotions

Monday, December 18, 2017

Review Nokia 5 Indonesia, Aku Masih Seperti yang Dulu



Pada video unboxing-nya yang lalu, saya melihat ada dua kubu netizen yang menuliskan komentar. Kubu pertama adalah mereka yang punya kenangan dengan produk Nokia pada masa jayanya dulu, dan bahagia dengan kehadiran Nokia 5 ini. Sementara kubu kedua adalah yang sanga kritis melihat spek di atas kertas berbanding harga, dan menilai masih banyak hape lain yang lebih mending. Kita bisa tahulah sejak kapan kubu kedua baru mulai akrab dengan smartphone, betul sejak jaman banyak flash sale di Lazada, hahaha.



Lalu masuk ke kubu manakah saya setelah menguji Nokia 5 ini? Kalau mau tahu, tonton dong videonya sampai habis, hehehe.

Nokia 5 ini hadir dengan beban sejarah panjang Nokia yang teramat sukses pada medio tahun 2000an. Yup, sebelum dunia ini terpecah menjadi dua kubu, penyuka buah atau penyuka robot.


Nokia 5, Desain dan Build Quality

Untuk masalah desain dan build quality, saya menilai Nokia 5 berhasil mempertahankan apa yang pernah mereka miliki. Looks yang simple tetapi elegan, hadir tanpa sudut membuatnya ergonomis dan nyaman digenggam. Bahannya terasa kokoh, garis desainnya pun tegas.

Sisi belakangnya mengingatkan saya pada backcover Nokia Asha 210 milik mertua saya. Sementara sisi depannya terlihat manis dengan layar 2.5D yang sangat ramah di jari. Dengan dimensi layar 5,2 inci, memang sih jidat dan dagu ponsel ini sedikit terlalu besar,.karena saat saya bandingkan dengan ponsel lain yang memiliki layar 5,5 inci, ukurannya hampir sama.

Fingerprint scanner hadir pada posisi kesukaan saya, dengan ukuran yang agak sempit, namun tidak menganggu tingkat akurasinya yang baik. Yang agak saya permasalahkan lebih ke waktu responnya yang tergolong kurang gegas saat digunakan membuka kunci layar.

Tombol kapasitif hadir dengan backlight, sementara LED notifikasi harus absen pada Nokia  5 ini.

Di sisi bawah kita dapat menemukan speaker grille yang desainnya manis. Output loadspeaker ini menurut saya bagus, dalam arti terkontrol dengan baik untuk menghasilkan detail suara yang pas, tidak anyep, namun memang powernya biasa saja. Silakan didengarkan lagu yang saya putar berikut ini.

Dikombinasikan dengan layar HD 5,2 incinya, Nokia 5 dapat digunakan menikmati konten multimedia dengan baik. Layar ini memiliki tingkat visibilitas yang baik juga di bawah terik matahari, ternyata inilah yang disebut dengan polarised display itu.


Nokia 5, Performa

Keluhan mulai terasa setelah sekitar dua hari saya gunakan dan banyak aplikasi saya install. Multitasking terasa jadi menyiksa ketika untuk berpindah aplikasi saja kadang butuh waktu lebih dari satu detik. Seingat saya, ponsel Android lain yang sama-sama menggunakan processor Snapdragon 430 banyak koq yang tetap lancar saat membuka banyak aplikasi. Lalu kenapa di Nokia 5 ini terasa agak payah ya?

Apalagi Nokia 5 ini menggunakan stock Android OS, yang harusnya tak banyak menambah beban kerja RAM-nya yang berkapasitas 3 GB. Sisi positif dari penggunaan pure Android seperti ini adalah semua notifikasi selalu hadir dengan real-time, tanpa harus mengatur aplikasi mana yang mau dikunci dan mana yang harus autostart.

Performa yang agak berat ini juga berlanjut saat digunakan bermain game yang belakangan ini senang saya coba kembali. Apakah ini akibat sebelum mencoba Nokia 5 ini, saya baru saja menuntaskan proses uji pakai sebuah smartphone berprocessor Snapdragon 820 mungkin ya? Bisa jadi!

Satu hal yang saya nilai positif adalah daya tahan baterai Nokia 5 yang selalu mampu menembus 24 jam, walau digunakan secara intens. Seringkali saya pergi ke kantor dengan baterai tak penuh dan hingga menjelang tidur, masih ada sisanya. Untuk pengisian dayanya sendiri cukup cepat, asalkan menggunakan kepala charger berarus besar. Ponsel ini mampu menerima arus hingga sekitar 1,8A pada tegangan 5 volt.


Nokia 5, Kamera

Saya akan tutup review dari Nokia 5 ini dengan bahasan kamera. Untuk ukuran smartphone dengan harga 2,8 jutaan, kameranya saya nilai standar saja. Kualitas gambar yang sama, dapat dihasilkan oleh ponsel lain yang harganya di bawah 2 juta malah. Walau detail dapat ditangkap dengan baik dari kondisi terang hingga redup, namun saya merasa hasilnya tidaklah istimewa-istimewa amat.

Untuk pengambilan gambar pada kondisi temaram, Anda akan butuh kesabaran ekstra karena prosesnya jadi jauh lebih lambat. Mungkin ini diperlukan agar gambar tetap baik hasilnya ya.

Untuk perekaman video, hasilnya juga ya seawajarnya saja hape dua jutaan lah. Stabilisasi tidak terasa, sementara framerate sangat cukup untuk membuat video yang dihasilkan tidak blur di sana-sini.

Hasil foto dan video dapat Anda saksikan sembari saya memberikan kesimpulan pada Nokia 5 ini.



Apa Kata Aa tentang Nokia 5

Menurut saya, HMD Global berhasil menghidupkan kembali Nokia melalui jajaran smartphone yang mereka rilis tahun ini di Indonesia.

Nokia yang desainnya minimalis namun elegan, Nokia yang build quality-nya baik, dan Nokia yang selalu lebih mahal dari pesaingnya. Hahaha.

Dengan harga jualnya saat ini, Nokia 5 menurut saya bolehlah dicoba untuk memuaskan kenangan Anda terhadap brand yang satu ini. OS-nya stock, notifikasinya realtime, dan baterainya awet, serta dibalut dalam desain menawan dengan body yang kokoh.

Tapi Anda tak bisa berharap banyak soal performanya untuk multitasking, gaming, dan kamera. Jadi harap bijak ya menyesuaikan kebutuhan Anda dengan budget dan value apa yang ditawarkan oleh sebuah produk smartphone.

Saya pun cukup menggunakannya selama seminggu untuk menuntaskan kepenasaran saya akan kenangan lama dengan Nokia.

Nokia sedikit banyak masih seperti dulu, iya dulu, saat mereka jadi pemimpin pasar, yang produk barunya selalu diburu walaupun harganya cukup tinggi. Dan dulu, saya lebih suka membeli ponsel Sony Ericsson sih daripada Nokia, hihihi.

Udah ah, review Nokia 5 saya akhiri di sini, dari Kota Cimahi Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!

3 comments:

  1. Bang berani review laptop rog di lazada cma 2,5 jta penjual di riau dia bilang sih 100 ori tpi laptop BM gtu bang

    ReplyDelete
  2. Bos irfan sony x dual masih ada stocknya?

    ReplyDelete
  3. Koq nokia 5 saya cepet panas ?..
    Padahal gk pke bnyak aplikasi jg gk multi tasking...

    ReplyDelete