Gadget Promotions

Tuesday, October 17, 2017

Review Huawei Nova 2 Indonesia, Hampir Saja Jadi Daily Driver Saya



Huawei Nova 2 sejatinya akan menjadi daily driver saya, karena memenuhi banyak kriteria. Yang paling utama sih dimensinya yang sangat kompak di lima inci saja. Hari gini nemu hape 5 inci yang mumpuni kayanya udah susah banget.



Dibalut dengan body berbahan metal berwarna biru lembut, mungkin ini adalah salah satu ponsel berbody metal tercantik yang pernah saya coba. Perhatikan setiap detail sisinya yang melengkung membuatnya nyaman digenggam, selain tentu saja karena dimensinya yang pas banget di tangan.

Lihat juga aksen garis-garis melingkar yang mengelilingi sensor fingerprint di punggungnya. Dan tak lupa tombol power bertekstur strip yang cantik. Ya, kalau soal garis antena harus saya akui meski cantik, namun sama sekali tak orisinil sih heuheu.

Fokus di bagian backcover kemudian tertuju pada dua buah kamera utama yang ditemani oleh sebuah LED flash saja. Kamera ini memiliki setup normal dan zoom, perbesarannya hingga 2x. Resolusinya 12 dan 8 megapixels. Hasilnya? Beuh jangan ditanya. Meskipun Nova series masih masuk ke kelas menengah-nya Huawei, namun hasil fotonya menurut saya menakjubkan, di mana seperti yang sudah-sudah memiliki saturasi warna yang tajam, dan bisa diandalkan di kondisi lowlights.

Satu yang saya kagumi juga adalah kemampuan kameranya merekam video dengan stabil. Warnanya memang agak lebay gonjrengnya, tapi coba deh lihat video berikut ini. Ngga seperti pakai hape kelas menengah deh!

Sementara kamera depannya lebih edan lagi karena beresolusi 20 Megapixels dan memiliki portrait mode untuk bokeh-bokehan meskipun hanya menggunakan satu lensa. Hasilnya boleh diadu, monggo cek lagi...



Layar Huawei Nova 2 mungkin memang tak seindah Honor 8, G9 Lite, atau bahkan Honor 9. Tapi resolusi Full HD di layar 5 inci membuatnya tajam sekali, dan yang pasti masih lebih baik daripada layar Honor 6x.

Jika Huawei Nova edisi pertama menggunakan processor Snapdragon 625, maka Nova 2 kembali ke pelukan processor in-house HiSilicon, yaitu Kirin 659. Skor antutu-nya setara lah dengan Snapdragon 625, pun konsumsi baterainya yang menurut saya paling hemat di antara semua ponsel Huawei yang pernah saya coba, padahal kapasitas baterainya bisa dibilang cukup kecil, hanya 2.950 mAh. Masalah panas juga tak pernah saya rasakan saat menggunakannya.

Sempurna? Ngga deh kayanya. Ada satu bug yang cukup terasa mengganggu pada performanya. Bug ini biasa muncul saat banyak aplikasi terbuka, lalu kita membuka kameranya. Beberapa kali kejadian, hape jadi ngelag ga jelas. Solusinya sih clear all dari recent apps, lalu buka kamera lagi, lancar deh. Tapi ini jadi PR buat Huawei untuk memperbaikinya. Dan ini sih yang sebetulnya jadi alasan saya merogoh kocek untuk kemudian membeli Honor 9 untuk dijadikan daily driver selanjutnya.

Masalah output audio juga harus diakui masih sedikit di bawah seri Honor 8 maupun 9. Tapi bukan berarti audio-nya gak enjoyable ya, masih enak koq dipakai memutar musik dan video mah.

Fingerprint scanner-nya sangat cepat dan juga akurat, namun saat baru digunakan memang agak canggung untuk mencari posisinya karena sensor ini dibuat datar dengan body belakang dari Huawei Nova 2. Seperti biasa, fingerprint ini dapat digunakan untuk fungsi gesture, seperti: swipe ke bawah untuk menurunkan jendela notifikasi, dan ke atas untuk menutupnya kembali. Sentuh sebagai tombol shutter saat menggunakan kamera, dan swipe ke samping untuk bergeser antar foto saat membuka gallery.

Nah, yang saya gunakan pada video ini adalah Huawei Nova 2 varian warna Aurora Blue. Menurut pendapat saya, ada satu warna lagi yang menarik untuk dicoba, yaitu Grass Green di mana backcovernya berwarna hijau dengan sisi depan berwarna putih. Jika suatu saat Anda berniat meminangnya, pastikan ponsel Huawei yang Anda hendak beli adalah versi International ya. Sepengalaman saya menggunakan Honor 8 dan 6x kemarin, memang ada versi yang tidak mendapat update OTA meskipun varian lain dari tipe yang sama sudah pada upgrade. Sayang juga kan kalau hape bagus tak pakai OS terbaru?

Dan rumornya, ada beberapa tipe ponsel menengah ke atas dari Huawei yang sedang dalam proses untuk dapat diluncurkan di Indonesia. Kabarnya salah satunya Huawei Nova 2i alias Huaweu Maimang, itu lho yang punya layar memanjang seperti brand-brand lain. Kita nantikan saja apakah rumor itu akan menjadi nyata atau tidak.

PR Huawei selanjutnya adalah bagaimana mengedukasi pasar tentang produk mereka yang sebetulnya bagus-bagus itu. Walau memang sih harga dari produk Huawei tak bisa dibilang best value juga, heuheu.

Ah sudah ah, nanti saya makin dicap fanboy-nya Huawei, hahaha.

Oke, impas ya hutang review saya soal Huawei Nova 2. Tinggal review Honor 9, yang mungkin akan hadir dalam beberapa minggu ke depan.

Sip, dari Kota Cimahi Aa Gogon pamit, wassalamualaikum!

Anda bisa membeli Huawei Nova 2 International Version di sini

No comments:

Post a Comment