Gadget Promotions

Wednesday, February 20, 2019

Review ASUS Zenfone Max M2, Ngga Pro Tapi Tetep Bagus?



Ini adiknya Zenfone Max Pro M2.
Ngga pake embel2 Pro, apa bedanya?

Spek dan harga jelas ya.

Dari layar juga udah beda, meskipun memiliki dimensi yg sama, namun layar sang adik hanya memiliki resolusi HD+.



LANJUT KE PROCESSOR. Pakai Snapdragon 632 yg baru, dan saya pikir processor ini akan sukses menggantikan snapdragon 625 dengan karakternya yg sama-sama hemat daya.

Habis itu baterainya ya, lebih kecil di 4000 mAh saja, yg berkat resolusi layar yg lebih rendah serta processor yg kelasnya lebih bawah juga, malah sepemakaian saya lebih lama daya tahannya.

Selain itu, backcover ASUS Zenfone Max M2 ini juga beda dari Max Pro M2. Lebih mirip Zenfone Max Pro M1 jadinya, cuma yg ini layarnya berponi.

Untuk urusan kamera, performanya mirip-mirip dengan sang kakak, beda di resolusinya aja dikit.

EIS ada, hanya saja maksimal perekaman video di HD 720P ya kalau mau ada stabilization ini. Kalau tanpa stabilization sih resolusi videonya bisa sampai 4K, yg mana udah keren.

Somehow saya merasa duet M2nya asus ini masih punya PR soal software deh. Masih suka ada hang tiba2, kejadiannya random walau memang ngga sering. Lalu di kondisi lowlights, asli kudu stabil tangan, sabar jangan buru2 digerakin pasca ambil gambar.

Karena di thumbnailnya suka keliatan bagus fotonya, pas diklik buat liat keseluruhan foto, ternyata blur karena keburu gerak. Dan saya suka agak bete ya sama perbedaan antara thumbnail dengan foto aslinya ini.

Bokeh2an cukup rapi, selfie juga lumayan lah. Buat harga 2jutaan begini, segini udah masuk di atas rata2 lah.

Yuk dilihat contoh hasil foto dan videonya.



Performanya gimana? Bisa dibilang di atas snapdragon 625 rasanya, tapi masih di bawah 636 jelas. Terlihat dari settingan grafis untuk PUBG yg mentok di balanced dengan framerate medium.

Tergolong cukup smooth sih gameplay, walau frameskip terasa ya.

Kalau sekedar main, bisa lah. Tapi kalau mau enjoy banget, jelas mending upgrade ke Max Pro M2 saja. Atau malah Max Pro M1.

Terlebih yg saya uji ini varian terbawahnya yg punya RAM 3GB dan storage 32GB. Namun dengan penggunaan Android Oreo 8.1 stock, sejauh ini saya merasa lancar2 saja digunakan untuk kegiatan saya sehari-hari yang selalu multitasking berbagai social media dan chatting.

Kalau kamera sih bisa dibilang bisa diandalkan asal ngga lagi buru-buru ya.

Saya suka bodynya yang tipis, tapi memang backcover metal begini agak licin euy. Tapi daya tahan baterainya bener-bener bisa diandalkan lah, rata2 bertahan 36 jam dengan pemakaian intens tanpa gaming yang menghasilkan SoT sekitar 7 jam.

Untuk charging, saat diisi dengan kepala charger yg support QC3.0, di layarnya muncul tulisan charging rapidly, tapi indikator charger dan powerbank saya ga berubah jadi hijau.

Entah support QC3.0 atau tidak, namun yg saya rasakan pengisian dayanya cukup cepat sih, sekitar 2 jam lah.

Masuk ke kesimpulan, memang positioning Max M2 ini agak berat ya, produk baru dengan spesifikasi di bawah Max Pro M1. Kalau budget longgar sih jelas mending sekalian ambil Max Pro M2.

Namun kalau budget Anda berkisar di 2,5 jutaan, mungkin yg menentukan jadi layarnya deh. Butuh poni ngga? Kalau ga suka poni mah sudah beres, pilih saja Max Pro M1, saya rasa stoknya sekarang sudah aman deh.

Overall sih worth the price ya, kameranya ok, batre awet, handling enak karena tipis, cuma agak licin aja. Fingerprint dan face unlocknya juga akurat dan responsif.

In my opinion,  yang terasa agak kurang masih soal random hang di saat membuka kamera, bisa dilihat dari tombol shutter camera di layar yg jadi nampak bergerigi. Kalau sudah begitu, mending close dulu kameranya baru buka lagi saja.

Entah apakah masalah yg sama terjadi juga di Max M2 varian RAM 4GB atau tidak ya.

Yang jelas selama 2 minggu saya menggunakannya sebagai daily driver, saya nyaman-nyaman saja, hape ini bisa diandalkan banget, walau harus saya akui saya kangen dengan feels hale flagship di tangan ini hehehe.

Seperti itu pengalaman saya dengan ASUS Zenfone Max M2, semoga bisa membantu menuntaskan kepenasaran temen2 yg nonton video ini ya. Dari kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri. Wassalam!

No comments:

Post a Comment