Gadget Promotions

Wednesday, April 20, 2016

Review Infinix Hot 3 LTE, Maju atau Mundur?



Smartphone Infinix Hot 3 itu laksana dua sisi mata uang. Di satu sisi ada inovasi yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix. Di sisi lain, seperti mundur kembali ke produk pertama mereka yang dijual di Indonesia. Is it good, or is it bad? Kita bahas mendalam saja untuk tahu apakah ini baik atau tidak ya. Satu yang pasti, di akhir tulisan ini Anda akan menemukan apakah Infinix Hot 3 cukup berharga, sesuai dengan bandrol yang diberikan kepadanya atau tidak. Namun Anda takkan menemukan bahasan soal Gista Putri di sini, he.. he..

Seperti yang sudah-sudah, produk Infinix kembali dijual secara eksklusif melalui flash sale yang diadakan di Lazada. Nampaknya Infinix masih setia terhadap e-commerce yang baru saja mendapatkan sumber dana segar setelah diakuisisi oleh raksasa e-commerce asal Tiongkok, Alibaba. Mengingat banyaknya keluhan terhadap Lazada belakangan ini, maka saya putuskan untuk membeli Infinix Hot 3 ini dengan metode pembayaran tunai saat barang diantarkan, alias COD (Cash on Delivery). Metode ini adalah harapan terakhir apabila Anda sudah tak percaya pada transaksi online, karena uang tetap Anda pegang hingga saat barang Anda terima.

Secara mengejutkan, hanya butuh waktu 26 jam saja sejak saya melakukan pemesanan hingga barang saya terima di Bandung. Semoga Lazada terus mempertahankan prestasi ini, dan memperbaiki layanannya secara keseluruhan.

Unboxing dan First Impression Infinix Hot 3

Tak perlu tunggu lama untuk saya segera melakukan proses unboxing Infinix Hot 3. Prosesnya bisa Anda saksikan pada video di bawah ini.



Kotak penjualan Infinix Hot 3 terasa sama persis seperti kotak milik Infinix Hot 2. Sebagai lini produk paling terjangkau, Infinix tidak banyak bereksperimen dengan kemasan seri Hot, setidaknya tidak seunik kemasan seri Zero yang merupakan flagship mereka.

Infinix Hot 3 - Kotak kemasan, tampak depan
Infinix Hot 3 - Kotak kemasan, tampak depan

Infinix Hot 3 - Kotak kemasan, tampak belakang. Abaikan ikon 3G itu.
Infinix Hot 3 - Kotak kemasan, tampak belakang. Abaikan ikon 3G itu.

Infinix Hot 3 - Unboxed
Infinix Hot 3 - Unboxed

Infinix Hot 3 - kelengkapan paket penjualan
Infinix Hot 3 - kelengkapan paket penjualan
Infinix Hot 3 - kepala charger dengan kuat arus 1,5A
Infinix Hot 3 - kepala charger dengan kuat arus 1,5A


Namun satu anomali terjadi, di saat flagship mereka, Infinix Zero 3 dirilis tanpa menyertakan headset pada paket penjualannya, Infinix Hot 3 justru hadir lengkap. Meskipun beberapa orang menyebutkan kualitas headset bawaan Infinix tidaklah istimewa --konon bahkan tak sebagus headset bawaan smartphone merk lokal--, namun hal ini perlu diapresiasi mengingat sangat jarang smartphone dengan harga terjangkau hadir dengan menyertakan headset dalam paket penjualannya. Ya mungkin cukup untuk digunakan menelepon, bukan mendengarkan musik.

Berbicara desain, dari beberapa smartphone yang dirilis Infinix belakangan ini, Infinix Hot 3 hadir sebagai perbaikan. Mengapa Aa bilang begitu? Karena sudah tiga rilis berlalu, Infinix mengeluarkan smartphone yang kurang memperhatikan segi keergonomisannya, setidaknya menurut saya ya.

Dimulai di Infinix Hot 2 yang sepenilaian saya sangatlah teramat kotak bentuknya. Sedikit perbaikan terjadi di Infinix Note 2 yang tidak terlalu kotak namun memiliki ukuran raksasa. Dan Infinix Zero 3 adalah smartphone Android paling kotak yang pernah Aa lihat.

Infinix Hot 3 - sisi bawah
Infinix Hot 3 - sisi bawah

Infinix Hot 3 - sisi kanan, tombol power dan volume rocker
Infinix Hot 3 - sisi kanan, tombol power dan volume rocker

Infinix Hot 3 - ada port micro USB di sisi atas
Infinix Hot 3 - ada port micro USB di sisi atas

Infinix Hot 3 - sisi kiri
Infinix Hot 3 - sisi kiri

Infinix Hot 3 - sisi belakang, ada pengungkit untuk melepas backcover
Infinix Hot 3 - sisi belakang, ada pengungkit untuk melepas backcover

Infinix Hot 3 - posisi kamera dan logo Infinix
Infinix Hot 3 - posisi kamera dan logo Infinix


Infinix Hot 3 meninggalkan desain kotak dan terlihat seperti kembali ke garis desain yang dimiliki Infinix Hot Note yang merupakan produk pertama Infinix yang dijual di Indonesia. Bahkan tombol kapasitif yang kembali dihadirkan di bawah layar, benar-benar terlihat sama dengan yang dimiliki Infinix Hot Note. Pembedanya terletak pada tekstur backcover yang membuat smartphone ini terlihat jauh lebih cantik dari belakang, meskipun sedikit terkesan feminim.

Pada saat bersamaan dengan proses uji pakai Infinix Hot 3, Aa juga sedang kedatangan dua smartphone lain yang terbilang flagship pada waktu setahun ke belakang. Memang harga tidak berbohong, perbedaan build quality jelas terasa antara Infinix Hot 3 dengan Meizu MX4 Pro dan LG G4. Betul, perbandingannya tidak setara, tapi memang itu tujuannya, untuk menunjukkan bahwa smartphone harga terjangkau tidak akan pernah menggunakan bahan material yang sama kualitasnya dengan apa yang ada pada produk flagship.

Bagi Anda yang pernah mencoba Infinix Hot 2 sebelumnya, satu hal yang harus Anda tanamkan baik-baik sejak awal, Infinix Hot 3 sudah bukan jajaran smartphone Android One ya.


Hardware dan Benchmark Infinix Hot 3

Berikut adalah info hardware dari Infinix Hot 3 yang diambil menggunakan aplikasi populer CPU-Z dan AIDA 64.

 

 

 

 




Sementara ini adalah informasi sensor yang tersemat pada Infinix Hot 3 menggunakan aplikasi Sensor Box for Android.

Sensor pada Infinix Hot 3
Sensor pada Infinix Hot 3

Proses benchmark sintetis menggunakan Antutu Benchmark menghasilkan skor berikut ini.




Kesan Nyata Setelah Uji Pakai Infinix Hot 3

Mengusung processor Qualcomm Snapdragon 415, Infinix Hot 3 menjadi produk pertama Infinix yang tidak menggunakan processor keluaran Mediatek. Saya sendiri cukup senang dengan pemilihan processor ini, karena pengalaman yang saya dapatkan di Hisense Pureshot cukup baik. Konon Hisense memilih Snapdragon 415 karena pita jaringan yang didukungnya sudah lengkap. Ini sebabnya jajaran smartphone Hisense Pureshot dapat dipadukan dengan kartu dari semua operator di Indonesia, baik CDMA ataupun GSM, baik di jaringan 2G, 3G, maupun 4G.

Namun, meskipun dibekali processor yang sama, Infinix Hot 3 nyatanya hanya mendukung jaringan GSM di 2G dan 3G. Sementara jaringan 4G-nya saat saya coba mampu tersambung ke layanan milik operator GSM yang beroperasi di frekuensi 1800 MHz. Pada saat saya pasangkan kartu USIM Smartfren 4G di Cimahi yang jaringannya beroperasi di frekuensi 850 MHz, Infinix Hot 3 hanya mampu terhubung sebentar saja. Setiap saya nyalakan dan matikan airplane mode, smartphone ini mesti bisa terhubung ke jaringan Smartfren 4G beberapa detik, lalu kemudian terputus kembali.

Infinix Hot 3 - slot kartu-kartu
Infinix Hot 3 - slot kartu-kartu (micro-sim dan micro-SD)


Dengan konfigurasi dapur pacu yang serupa dengan Hisense Pureshot, Infinix Hot 3 sudah seharusnya mampu bertahan lebih lama dalam satu kali pengisian daya hingga penuh. Mengingat baterai Infinix Hot 3 berkapasitas 3.000 mAh, sementara Hisense Pureshot hanyalah 2.000 mAh. Infinix Hot 3 di tangan saya mampu bertahan sekitar 24 jam, sementara Hisense Pureshot biasanya mampu melenggang selama kurang lebih 18 jam.

Penggunaan Baterai pada Infinix Hot 3
Penggunaan Baterai pada Infinix Hot 3

Screen-on Time Infinix Hot 3
Screen-on Time Infinix Hot 3


Layar Infinix Hot 3 yang berdimensi diagonal 5,5 inci, mempunyai resolusi HD 720p saja. Bukan yang tertajam itu jelas, namun pastinya masih nyaman dilihat apabila kita ingat-ingat lagi Infinix Note 2 saja diagonal layarnya hampir 6 inci dengan resolusi serupa. Sudut pandang nya pun cukup luas. Intinya, layar Infinix Hot 3 sudah lebih baik dari apa yang ada pada Infinix Hot 2, namun tetap simpan ekspektasi Anda pada level yang seharusnya ya, karena tentunya layarnya tidaklah mampu bersaing dengan layar smartphone kelas atas.

Infinix Hot 3 - Layar padam
Infinix Hot 3 - Layar padam

Infinix Hot 3 - Layar menyala
Infinix Hot 3 - Layar menyala


Overall, saya cukup betah menggunakan Infinix Hot 3. Dual-sim dengan dedicated slot untuk micro-SD, baterai cukup besar dan awet, bentuknya tipis dan cukup ergonomis, serta kustomisasi software XUI yang hampir mirip dengan stock Android adalah alasan-alasan di balik kebetahan yang saya rasakan.

Infinix Hot 3 - Baterai yang bisa dilepas
Infinix Hot 3 - Baterai yang bisa dilepas


Adapun hal yang masih cukup mengganggu di Infinix Hot 3 adalah tampilan huruf. Saat saya ganti dengan salah satu font yang saya suka, maka huruf-huruf bold tampil sebagai huruf normal saja, padahal huruf bold membantu kita membedakan e-mail mana yang belum kita buka, atau melihat nama teman yang di-mention di aplikasi Path.


Hasil Foto Kamera Infinix Hot 3

Kamera utamanya hanya berresolusi 8 Megapixels, namun hasilnya pada kondisi cukup cahaya terlihat menjanjikan. Lebih lengkap mengenai hasil kameranya dapat dilihat pada artikel berikut ini.


Plus dan Minus Infinix Hot 3


Kelebihan Infinix Hot 3


  • - bentuknya sudah cukup ergonomis, plus tipis, rasanya nyaman dalam genggaman
  • - dual-sim dengan slot micro-SD terpisah
  • - baterai cukup besar dan removable
  • - tekstur backcover yang cukup cantik terlihat
  • - pemilihan processor Snapdragon 415, Qualcomm pertama untuk Infinix
  • - harganya terjangkau untuk smartphone 4G bergaransi resmi, dengan processor octa-core Snapdragon dan RAM 2GB


Kekurangan Infinix Hot 3


  • - baru tersedia warna gold, entah kenapa bagi saya warna gold dan kombinasinya dengan tekstur pada backcover lebih condong ke arah feminim
  • - masih ada bug tentang font pada XUI
  • - tombol kapasitif tanpa lampu latar, dan ikonnya jadul seperti di Infinix Hot Note, tidak terlihat seperti smartphone yang sudah berbasis Lollipop
  • - absennya Notification LED
  • - tampilan depan terasa membosankan, kontras dengan bagian belakang



Apa Kata Aa tentang Infinix Hot 3

Dengan harga jual Rp1.599.000, Infinix Hot 3 sebetulnya menawarkan value yang cukup sepadan. Spesifikasi di atas kertas, maupun performa nyatanya tidaklah mengecewakan untuk level harga tersebut. Flash sale pertamanya pun berhasil sold out, meskipun saya yakin banyak pembeli yang berstatus pedagang, mengingat produk Infinix resmi hanya dijual eksklusif secara online melalui Lazada.

Sudah lumrah apabila suatu produk dirilis, maka orang-orang akan mengharapkan banyak perbaikan dibandingkan produk pendahulunya. Di sini mungkin akan terjadi banyak perdebatan. Selain processor yang lebih baik dan sudah mendukung jaringan 4G, Infinix Hot 3 rasa-rasanya tidak banyak membawa peningkatan spesifikasi dari seri sebelumnya, Infinix Hot 2. Malah Infinix Hot 3 sudah bukan keluarga Android One layaknya Infinix Hot 2. Padahal, salah satu alasan ditunggu-tunggunya Infinix Hot 2 dahulu adalah karena jaminan update OS yang diberikan oleh Google pada smartphone berlabel Android One.

Peningkatan harga jual yang cukup signifikan dari Infinix Hot 2 yang saat dirilis dahulu berbandrol Rp1.299.000 patut dicermati juga. Apakah ini efek samping peralihan dari komponen Mediatek ke Qualcomm? Ataukah untuk memberi ruang kepada Infinix Hot 3 versi 3G only yang masih mengandalkan processor dari Mediatek?

Kembalinya Infinix menggunakan tombol kapasitif pada Infinix Hot 3 (dengan ikon jadul dan tanpa lampu latar), dibandingkan menggunakan on-screen button, rasanya menjadi sebuah langkah mundur bagi Infinix.

Akhir kata, menurut Aa sih Infinix Hot 3 merupakan sebuah smartphone yang cukup baik. Namun jika boleh berpendapat, ada baiknya jika harga jualnya sedikit lebih ditekan lagi mengingat persaingan dari smartphone bergaransi distributor sangatlah buas, hehe.

Yang pasti, Infinix sudah mulai punya tempat tersendiri di pasar smartphone tanah air. Indikasinya ada dua saja: Pertama, saya tidak pernah mengalami kesulitan menjual kembali smartphone Infinix yang saya uji. Kedua, konon nama Infinix sudah mulai dicatut oleh brand smartphone lain yang terkenal suka mendompleng nama dan desain smartphone laris. Sekian review kali ini, terima kasih.

14 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih, reviewnya sangat membantu...
    Mau nanya untuk infinix hot 3 ini apakah mendukung jaringan wifi bolt ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wifi bolt? maksudnya pake wifi dari modem bolt ya? mendukung, wifi dari perangkat apapun :)

      Delete
  3. Mohon info, apakah infinix hot 3 memang sudah pakai pelindung layar asahi dragon trail?
    Kl dilihat di web resminya tidak tercantum ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kurang tahu pastinya, sebaiknya pasangi pelindung layar lagi saja, perasaan waktu pegang terasa agak ringkih bahannya :)

      Delete
  4. Siang bang, mau nanya nih baterainya tahan lama gak kalau untuk kita browsing, gaming dll?

    ReplyDelete
  5. Infinix Hot 3 nyatanya hanya mendukung jaringan GSM di 2G dan 3G. Sementara jaringan 4G-nya saat saya coba mampu tersambung ke layanan milik operator GSM yang beroperasi di frekuensi 1800 MHz. Pada saat saya pasangkan kartu USIM Smartfren 4G di Cimahi yang jaringannya beroperasi di frekuensi 850 MHz, Infinix Hot 3 hanya mampu terhubung sebentar saja. Setiap saya nyalakan dan matikan airplane mode, smartphone ini mesti bisa terhubung ke jaringan Smartfren 4G beberapa detik, lalu kemudian terputus kembali.
    mohon infonya lebih jelas soal kualitas 4g LTE nya krna itu 1 kelebihan hot3, bagaimana performa di jaringan 4Gnya? terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. di saya dulu lancar-lancar saja mengakses jaringan 4G milik operator GSM, kalau smartfren kejadiannya sama :)

      Delete
  6. ada yg ngalamin infinix ot 3 LTE gk bisa di cas? smlm msih mw di chas tpi pgi udh gk mw lgi

    ReplyDelete
  7. jadi bingungmending mana ya, infinix hot 3 apa xiaomi mi4c ya??atau apa ya, butuh kamera, dan performa buat jualan online soalnya...

    ReplyDelete