Gadget Promotions

Tuesday, March 6, 2018

Review Infinix Hot S3, Mending Mana Kalau Lawan Xiaomi Redmi 5?



Nampaknya Infinix tak ingin membiarkan Xiaomi melenggang dengan mudah di pasar smartphone Indonesia, khususnya pada level harga di bawah 2-jutaan.

Sebelum Redmi 5 resmi dirilis, Infinix sudah menjual varian terbaru dari seri S mereka, yaitu Infinix Hot S3 pada harga yang persis sama dengan Xiaomi Redmi 5 untuk varian RAM dan storage yang sama.

Bisakah Infinix menyaingi Xiaomi dengab ponsel ini? Jawabannya akan Anda temukan jika Anda menyimak semua bagian ulasan ini dengan seksama. Selamat membaca ya.

Oke, kita bahas Infinix Hot S3-nya sendiri dulu ya.

Harganya 1.899.000, Infinix kembali ke jalurnya yang benar dengan menjual ponselnya secara online kembali. Terbukti mereka bisa memangkas harga sehingga jauh lebih bisa bersaing.



Pada harga tersebut, kali ini Infinix sedikit memberi kejutan dengan penggunaan processor buatan Qualcomm, yaitu Snapdragon 430. Banyak yang menyayangkan kenapa pakai Snapdragon 430 dan bukan 450 yang lebih kekinian. Saya setuju, tapi tunggu dulu, coba tengok kenyataan bahwa di brand lain, processor ini masih dipakai pada ponsel di harga 2 jutaan ke atas, termahal ada di hape selfie seharga 3,5 juta Rupiah.

Memang jadul, memang masih memiliki fabrikasi 28nm, yang membuatnya tak awet-awet banget soal konsumsi daya. Tapi jangan lupakan fakta bahwa Infinix membekali ponsel ini dengan baterai 4.000 mAh yang membuatnya selalu berhasil menembus 24 jam dalam pengujian ala saya.

Kejutan lain hadir di sektor software, di mana Infinix Hot S3 sudah mengusung Android Oreo 8.0 out of the box. Dibalut kustomisasi XOS 3.0 Hummingbird yang walau tak jadi favorit saya, namun sangat bisa diandalkan dalam masalah security, performa, manajemen RAM, maupun notifikasi yang selalu real-time.

Dikombinasikan dengan RAM sebesar 3 GB, aktifitas sehari-hari saya terasa nyaman dan lancar menggunakan Hot S3 ini. Main game Destiny 6 pun masih oke, walau performanya terasa sedikit berat karena sebelumnya biasa saya mainkan di perangkat high-end.

Layar dengan rasio 18:9 semakin membuat ponsel ini tampil kekinian, walau memang sudut-sudut layarnya masih lancip. Satu hal yang saya sayangkan adalah on-screen navigation button yang tak bisa ditukar urutannya. Reproduksi warna layarnya sendiri enak dipandang, bahkan di bawah terik sengatan mentari pun masih terlihat jelas.

Urusan multimedia jadi kelebihan ponsel ini dengan kualitas audio yang bisa diandalkan.

Lanjut ke kamera, nah di sini saya rasa akan jadi titik di mana Anda sudah bisa menentukan untuk memiliki ponsel ini atau tidak.

Kameranya juara di kelasnya! Mode HDR di siang hari membuat kombinasi warna yang indah, dan di kondisi lowlights pun hasilnya masih sangat usable. Untuk kamera depan apalagi, ponsel ini kan mengusung tagline lowlight selfie, dan kualitasnya benar adanya. Dan khusus untuk kamera depan ini ada mode blur atau bokeh padahal tak memiliki lensa ganda lho. Resolusi 20 Megapixels membuat ponsel ini jadi raja selfie di segmen ponsel di bawah 2-juta Rupiah.

Oh ya, jangan lupakan fakta bahwa kamera utamanya memiliki mode professional alias manual dengan pengaturan yang lengkap. Jadnya kamu yang sudah expert, bisa lebih memaksimalkan hasilnya.

Untuk perekaman video harus diakui tidak ada yang istimewa dari Infinix Hot S3 ini. Mari kita saksikan hasil foto dan videonya berikut ini.



Ada satu lagi kelebihan Infinix Hot S3, yaitu slot kartu yang lengkap, dengan dua buah slot untuk sim-card dan satu dedicated slot untuk Micro-SD, jadinya masalah storage sama sekali bisa dikesampingkan.

Looks dari ponsel ini sendiri cukup menawan, sepintas agak mirip dengan OnePlus 5T dari belakang, namun begitu kita menyentuhnya langsung, segera kita akan merasakan bahwa backcover ponsel ini tidak terbuat dari logam, melainkan polycarbonate alias plastik. Feels-nya yang kesat membuatnya tak mudah lepas dari genggaman, namun sangat gampang meninggalkan bekas sidik jari dan minyak, untuk warna hitam yang saya coba ini.

Kekurangan yang paling saya rasakan selama menggunakan ponsel ini adalah waktu respon fingerprint scanner-nya yang kurang gegas.

Nah, apakah Anda sudah puas dengan ulasan ponsel ini? Jika sudah dan ingin memilikinya, Anda harus menunggu jadwal flash sale berikutnya, saya bantu sediakan link flash sale-nya di deskripsi video ini ya.

Saya yakin sebagian masih belum puas, karena belum terjawab mending mana kalau diadu sama Redmi 5 kan?

Review Redmi 5 sudah tayang duluan di channel saya, boleh disimak sebagai referensi ya.

Tapi yang pasti, menurut saya, meskipun memiliki harga yang sama dan spesifikasi yang mirip soal dapur pacu, kedua ponsel ini memiliki peruntukannya masing-masing.

Anda yang senang bermain game saya persilakan memilih Redmi 5, dengan alasan processor yang lebih powerful, serta daya tahan baterai yang lebih baik. Juga layar Redmi 5 yang rasa-rasanya lebih hidup.

Lho, tapi kan kapasitas baterainya Hot S3 lebih besar? Betul. Tapi fakta bahwa Snapdragon 430 masih belum sehemat pembaharunya, Snapdragon 450, malah membuat Hot S3 selalu lebih cepat habis baterainya.

Dan tak hanya itu, Hot S3 memiliki notification yang nyaris selalu real-time tanpa perlu setting apa-apa, karena XOS tak segalak MIUI dalam membatasi background process dan service.

Jadi, Anda yang pakai smartphone untuk tujuan eksis, maka Infinix Hot S3 adalah jawabnya. Untuk urusan ber-socmed-ria, Hot S3 takkan membuat Anda ketinggalan notifikasi. Lalu hasil kameranya sangat instagrammable dan enak buat dishare lah. Anda juga tak perlu khawatir menyimpan banyak-banyak foto hasil kameranya, karena adanya slot micro-SD dedicated.

Nah, semoga sekarang sudah pada puas ya, soalnya sayanya udah lemas nih, hahaha.

Intinya, Xiaomi Redmi 5 maupun Infinix Hot S3 ini ngga bentrok, justru malah memberi 2 alternatif berbeda pada harga yang sama. Dan Anda silakan sesuaikan dengan niat awal menggunakan smartphone ya, agar uang 2-juta Rupiah Anda digunakan membeli smartphone yang paling sesuai dengan kebutuhan.

2-2nya takkan membuat menyesal dimiliki deh, asalkan kamu bisa dapat dengan harga resminya ya, hihihi. Selamat bertempur, para pejuang flash sale!

Dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!

1 comment: