Gadget Promotions

Monday, July 23, 2018

Review Honor 7X, Anak Tiri yang Bersinar, Hahaha!



Saya sengaja menunda review Honor 7x ini, nunggu update ceritanya. Berharap perangkat ini bisa senasib dengan Honor 9 Lite yang sudah berjalan di atas biskuit dengan isi krim putih dengan balutan EMUI 8.0.



Pucuk di cinta, update pun tiba. Lumayan gede pula, hampir 500 MB waktu itu.

Namun apa daya, ngga naek tangga euy, alias setey setrong di Nougat dengan EMUI 5.1 aja. Padahal security patch level-nya sudah update ke 1 Juni 2018.

Ngga habis pikir saya.

Honor begitu liar di Indonesia.

Habis launching 3 produk sekaligus, banyak sekali kejutan lainnya haha.

Honor 9 Lite selalu habis di flash sale.

Honor 7x harganya drop setengah juta dari apa yang diinfokan pas launching. Bagus sih, soalnya kalau tetep 3,5 juta mah udah aja mending ambil Huawei Nova 2i kayanya.

Pricing yang tepat nampaknya, buktinya ponsel ini ikut-ikutan ghoib stoknya, habis terus waktu flash sale.

Apa karena dijualnya di Lazada yak? Entahlah ahhaha...

Yang sedih sih, sampai saat ini Honor View 10 belum ketauan nasibnya. Apa mau muncul jadi jagoan pamungkas, atau malah masih sibuk dandan sana sini di belakang panggung.

Keburu keluar Honor 10 atuh bos, nanggung kalau gini caranya mah. Mending skip aja langsung ke Honor 10 haha.

Eiya, judul videonya kan review Honor 7x ya, haha.

Sebetulnya penilaian saya sih oke banget buat hape ini, 3 juta dapet RAM 4 GB dan Storage 64 GB. Bodinya juga mentap, kokoh terasa dengan desain membulat di semua tepiannya.

Memang jadi minimalis sekaligus mainstream abis desainnya ya. Tapi warna birunya itu lho, kece kece gimana gitu. Hape lain di harga segini biasanya warnanya kalo ga item ya gold, bosenin.

Sayangnya saya ga suka desain kamera belakangnya yang menonjol, ga cantik amat ya. Padahal kamera ganda ini jagoan lho kalo diajak ambil foto bokeh, dan foto-foto lain dengan mode pro alias manual yang lengkap. Performa smooth, ambil gambar lancar.

Untuk lowlights, sebetulnya ada perbaikan jika dibanding Honor 9 Lite, tapi memang belum sampai ke taraf istimewa.

Silakan dilihat saja foto-foto dan video berikut ini ya gaisss.



Oke, kalau sudah dilihat hasil kameranya, simpan dulu penilaian akhir Anda, karena saya mau bahas performa dulu.

Kirin 659 ini dipakai Huawei dan Honor di mana-mana deh. Mulai dari hape 2-jutaan sampai yang rada mahal, Nova 3 alias P20 Lite yang harganya sekitar 5-jutaan.

Performanya stabil, smooth diajak maen game, ngga gampang demam, juga ga boros baterai.

Namun anehnya, waktu saya mau maen PUBG di sini, settingan defaultnya mentok di low. Padahal di Honor 9 Lite yang RAM-nya 3 GB aja waktu itu defaultnya medium.

Nah, kalau dipake maen dengan setting yang dibiarkan low, jadinya nggleser banget alias smooth euy! RAM-nya 4GB sih, gimana ngga lancar. Belum lagi produk-produknya Huawei dan Honor dikenal memiliki penerimaan sinyal yang baik. Asalkan Anda tepat memilih operator seluler, harusnya sih maen PUBG begini enak dan lancar banget lah.

Layar Honor 7x ini pun sedap dipandang mata, dengan kerapatan yang pastinya cukup banget. 5,99 inch, rasio 18:9, dan resolusi Full HD+ kayanya udah jadi standar rekomendasi saat ini lah.

Urusan audio sih saya nilainya biasa aja, alias rada flat, tapi ngga sember.

Jadi, kalau Anda punya duit 3 juta, dan bosen sama merek sebelah yang warnanya itu-itu lagi, Honor 7x ini siap dipinang dengan syarat Anda bisa menaklukan bapaknya flash sale, alias Lazada, hahaha.

Yap, Honor 7x ini saya anggap paket kompletnya Honor di harga yang masih terjangkau lah. Ga rugi dipinang, walau alternatif di harga segini memang banyak.



Okelah, segitu aja review ringan kali ini, semoga suka dengan gaya review santai seperti ini ya, haha.

Wassalam!

No comments:

Post a Comment